Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Sasha and Dian II


__ADS_3

"Tadi kakak bilayang mau pipis, Kakak liat mama agi telepon jadi kakak jalan cendiri ke toilet" ucap Dian membuat Sofie menepuk jidat nya sendiri, karena sibuk menelpon ia mengendorkan pengawasannya pada kedua anak tersebut, beruntung Dian masih sibuk bermain tidak mengikuti kakak nya.


Sofie lalu berlari mencari keberadaan Sasha.


ia berjalan menuju toilet yang terdekat dari arena bermain namun Sofie tidak menemukam Sasha


Sofie menjadi panik. ia berjalan menanyakan orang-orang satu persatu yang di jumpainya di jalan, hingga kakinya berhenti di sebuah restoran pizza.


Sofie putus asa, ia merasa bersalah karena telah lalai. air matanya menetes karena kawatir dengan Sasha


Dian yang melihat pizza menjulurkan kepalanya melihat kedalam.


ia merasa sangat lapar, sehingga ia memperhatikan orang-orang yang sedang makan di dalam restoran tersebut


Tiba-tiba Dian berteriak


"Mama, itu kakak, kakak agi mamam pizza, Dian mau" teriak Dian menarik lengan Sofie yang sedang terdiam menatap kosong


"Apa kamu lapar sayang? mama tahu, tapi kita harus cari kakak Sasha dulu, baru bisa makan. mama kan sudah bilang saudara itu saling melindungi"


"Iya, iya kakak Sasha itu. mamam. itu mama" ucap Dian menarik tangan Sofie, namun Sofie yang tidak mengerti jadi tambah kesal.


Ia sedang panik malah Dian memaksa nya masuk ke dalam retoran Pizza.


"Sayang, mama tahu kamu lapar, tapi kita cari kak Sasha dulu ya" ucap Sofie memberi pengertian


"Huhuhu mama, kakak di dayem itu" ucap Dian mulai menangis.


Sofie yang bingung mengikuti arah tangan Dian menunjuk dan mendapati seorang gadis kecil yang tak lain adalah Sasha sedang duduk manis menyantap pizza di meja nya.


"Astaghfirullah, Sashaa" ucap Sofie terpekik antara girang, kesal semua jadi satu


Sofie menggendong Dian yang sudah berhenti menangis, ia menghampiri Sasha dan seorang laki-laki dewasa yang duduk di depannya dengan posisi membelakangi mereka, hanya bahu lebar yang terlihat.


"Maaf pak, seperti nya anak saya sudah menyusahkan bapak. Terima kasih sudab menolong anak saya" ucap Sofie malu-malu menundukan kepala


Si Pria yang menyadari seseorang yang mengaku ibu dari anak yang di temui nya menengok ke sumber suara namun ia terkejut melihat wanita yang mengaku sebagai mama dari si anak kecil itu adalah wanita yang sangat di cintainya selama ini.


Wanita tersebut sedang berdiri menundukan kepala nya


"Sofie? "


Sofie terkejut seseorang dengan suara bas namun terdengar sexy memanggil nama nya,


suara nya terdengar familiar di telinga nya


Sofie menoleh dan mendapati seorang pria tampan sedang tersenyum padanya


"Pak Andre? bapak kok bisa? " tanya Sofie terkejut melihat Andre lah pria yang duduk di depan Sasha

__ADS_1


"Jadi , anak itu... " tanya Andre tak menyelesaikan perkataan nya, ia kecewa ternyata Sofie sudah hidup bahagia dan kini memiliki dua putri yang cantik dan lucu.


Sedangkan ia, memilih jomblo selama ini, berharap suatu saat bisa menemukan wanita seperti Sofie, namun hati nya tak pernah bergetar, hingga hari ini hatinya bergetar kembali melihat Sofie, namun ia merasa angannya pupus dan harus menguburnya dalam-dalam melihat Sofie sudah bahagia.


Andre memang tak mengetahui kondisi Sofie sebenarnya, baru seminggu yang lalu ia kembali ke tanah air.


Kabar yang terakhir ia terima adalah ketika Sofie memutuskan menikah dengan orang lain dan Andre hanya menyimpulkan jika kehidupan Sofie bahagia.


Sofie melihat sebersit kekecewaan di mata Andre. namun ia tak tahu mengapa.


"Uhuukkk, ya mereka anak-anak ku tapi aku bukan orang tua kandung mereka. Mereka anak temanku" ucap Sofie menahan senyum melihat Andre salah paham


"Jadi... "


"ya mereka memang memanggiku mama, tapi mereka bukan anak kandungku" ucap Sofie tersenyum


"Syukurlah" gumam Andre lirih


"Maaf? "


"Maksudku syukurlah aku menemukan anak ini sedang menagis di depan toilet dan bilang lapar, aku tanyakan di mana orangtua nya, dia katakan dirumah, tapi mama nya ada di mall ini"


"Terima kasih kamu sudah menolong anak ini, kalau tidak aku bisa di gantung oleh orangtua anak ini"


"Its ok, kebetulan saja kok. gak perlu sungkan.


sebaiknya kamu bergabung dengan kami makan"


"mama Dian lapel, mau pizza juga" celetuk Dian polos membuat Sofie akhirnya mengalah.


Sofie duduk di depan Andre, ia memesan beberapa pizza dan minuman.


Sementara Andre sejak Sofie datang, matanya tak pernah lepas memandang Sofie sambil tersenyum membuat Sofie jadi serba salah di buat nya.


"Nih cowo bisa gak sih jangan liatin gue molo, bikin grogi aja, mana senyumnya aduh dari dulu sampai sekarang bikin mabok aja. manis bener. lama gak ketemu doi makin ganteng dan mapan aja" ucap Sofie dalam hati.


"Jadi bagaimana kabarmu, apa kamu sekarang masih kerja? oh ya om Prakoso bagaiman kabar nya? "


"Alhamdulillah baik, papa juga baik.


Masih lah, mau apa lagi masa dirumah aja.


Kamu apa kabarnya? lama gak kedengeran suara nya"


"Aku ya masih sama seperti ini.


Apa kamu rindu sama aku? " tanya Andre tiba-tiba dengan senyum menggoda membuat Sofie merona merah.


Sofie batuk-batu menetralkan perasaan nya.

__ADS_1


Ia tak mau masuk dalam godaan Andre.


Kali ini ia harus selektif memilih teman pria.


"Sepertinya banyak wanita yang merindukan bapak, jadi saya lebih baik tidak ikutan, karena takut kalah saing. Oh iya saya juga harus berfikir ratusan kali karena tunangan bapak sangat cemburuan" ucap Sofie ganti menggoda Andre


"Well, saya akan lebih senang jika kamu yang merindukan saya. lagi pula saya gak punya tunangan, kalai kamu pikir Sisil masih tunangan saya kamu salah, wanita itu sudah bukan tunangan saya"ucap Andre


Entah mengapa Sofie merasa ketulusan di kata-kata Andre.


"Apa kamu harus memanggilku bapak, saat kamu bukan bawahan saya.


Apa wajah saya sudah terlihat tua ya? "


Andre menampilkan wajah sedih


"Ah hehe enggak kok, Sofie hanya kebiasaan.


maaf ya pak, eh mas"


"Nah gitu kan lebih enak di dengar nya" ucap Andre tersenyum penuh kemenangan.


"Kami sudah selesai makan. Kami pamit dulu ya, ayo Sasha dan Dian, ucap apa sama om Andre"


"Makasih om ganteng" ucap Sasha dan dian serempak membuat Sofie mengeryitkan alisnya


"Mama Sash kalau sudah besar mau punya pacar kaya om ini" ucap Sasha polos menarik tangan Sofie


"Kenapa Sasha pengen punya pacar kaya om?" tanya Sofie mensejajarkan tubuhnya dengan Sasha


"Habis ganteng, baik lagi"


Sofie tertawa dan mengelus rambut Sasha


"Dian juga mau" celetuk Dian


"kamu mau apa sayang? " tanya Sofie


"Mau papa kaya om itu bial mama Sofie gak cendilian"


Sofie tersenyum canggung, ia mengacak-acak gemas rambut Dian


"Anak-anak ini tahu bener cowo ganteng, ampun, Erna kau ajari apa anak bau kencur ini" umpat Sofie dalam hati.


"Ayo pamit sama om" ucap Sofie pada Sasha dan Dian


"Om ikut aja, kita mau belanja, kasian mama Sofie nanti bawanya susah" ucap Sasha tiba-tiba


"Sayang mama Sofie kan kuat, jangan ngerepotin om, beliau orang sibuk. lain kali saja ya"

__ADS_1


"Saya gak keberatan kok, lagi pula saya gak sibuk" ucap Andre tiba-tiba


__ADS_2