
"Jangan salah, Dani itu super tengil, walau gitu dia murid berprestasi dan primadona di SMA nya, cewe nya banyak termasuk anak bu Markonah yang warungnya di ujung jalan sana"
"Tapi aku suka Dani, blak-blakan orangnya
Dari dia aku jadi tahu kamu bagaimana di rumah"ucap Andre tersenyum simpul
brussshhh
Wajah Sofie langsung memerah, ia mengerti kemana arah pembicaraan Andre, ini semua ulah Dani yang memfitnah nya, dan yang lebih parahnya Andre percaya ucpan adek tengilnya itu
"Daniiiiiii, awas aja ya udah buat kakak malu di depan Andre" gerutu Sofie dalam hati
Sofie kesal Andre memiliki ingatan tajam, lain kali ia harus berhati-hati terlebih pria yang di cintai nya ini adalah pengingat yang handal.
"Ya udah mas istirahat ya, Sofie udah ngantuk, lagi pula besok kan mas pulang le Jakarta bawa mobil sendirian"
"Sayang? " panggil Andre ketika melihat Sofie akan berjalan, Sofie membalikkan badan nya dan tiba-tiba Andre mendekapnya
"Jangan kerja saat di sini, terlalu jauh jika kamu harus pulang pergi dari sini, ambillah libur beberapa hari, manfaatkan waktu untuk keluargamu saat kamu masih punya waktu, lagi pula Perusahaan tak akan rugi jika kamu libur beberapa hari"
"Siap bos"
"Kabari aku jika kamu mau kembali, aku yang akan menjemputmu" ucap Andre menatap mata kekasihnya
"Gak usah mas, Sofie bisa minta jemput mang Ujang"
"Sudab kewajibanku menjemput calon istriku pulang karena aku yang mengantar"
"Makasih mas" ucap Sofie tersenyum.
Kata-kata sederhana Andre namun sangat berarti bagi nya, Sofie merasa bahagia dan bersyukur bisa bertemu dengan Andre kembali
"Sudah kamu istirahat mas lihat kamu sampai masuk kamar" ucap Andre yang sebelumnya mencium kening kekasihnya
__ADS_1
"Malam sayang "
"Malam mas, cup" sebuah kecupan tiba-tiba mendarat di wajah Andre.
Sofie langsung berlari masuk kekamarnya tanpa menoleh lagi
Andre masih terpaku memegang pipinya sendirj, pipi dimana ia mendapat ciuman selamat malam dari wanitanya
"Alhamdulillah, akhirnya ia bisa membuka hatinya sedikit untukku" gumam Andre tersenyum senang
"Kak Andre ngapain senyam-senyum sendiri kaya orang kesurupan? kak Andre sehat?? " tanya Dani yang celingak celinguk mencari penyebab calon kakak iparnya itu tersenyum sendiri.
"Siapa yang senyum, kakak lagi olah raga muka, tadi pegel karena banyaj tertawa" ucap Andre beralibi, lalu dengan pede nya berjalan menuju kamar Dani
"Dasar aneh" gerutu Dani
"Kak, kok malah ninggalin Dani sih?" teriak Dani yang baru sadar Andre sudab berjalan jauh menuju kamarnya
Andre membuka handle pintu lalu masuk, membiarkan pintunya terbuka karena ia tadi meninggalkan Dani
"Uh kak Andrw gak asik, main tinggal aja" gerutu Dani ketika masuk kamarnya
Andre keluar dari kamar mandi sudah habis mencuci muka dan menggosok giginya sebelum tidur, ia melihat Dani yang sedang asik dengan laptopnya
"Hayo lagi ngapain? " tanya Andre tiba-tiba
"Ini kak, lagu buat design, teman minta tolong, lumayan kan uangnya bisa buat jajan" gumam nya menunjukkan hasil design nya
Andre memeriksa design Dani dan ia terkagum-kagum, anak sekolah menengah atas, namun design nya tak kalah dengan yang sudah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, walau masih design mentah, namun Andre bisa melihat potensi dalam diri Dani.
Benar yang dikatakan oleh Sofie, jika adiknya ini pandai, dan itu bukan hisapan jempol belaka
"Dari mana kamu belajar ini? " tanya Andre penasaran
__ADS_1
"Ya elah kak, sekarang mah informasi mudab kalau kita bisa manfaatkan teknologi, otodidak, belajar dari dumay"
"Apa cita-citamu mau jadi arsitek?" tanya Andre lagi
"Belum kepikiran kak mau apa kak, asal nanti bisa kerja dan gajinya besar dani mau"
"Hahaha dasar kamu"
"Oh iya kak, Dani mau tanya, kakak jangan merasa Dani introgasi ya? anggap aja Dani adik kakak"
"Mau tanya apa sih? kayanya serius banget? "
"Kapan kakak kenal sama kak Sofie? "
"Uhmmm, sekitar lima tahun lalu, saat dia bekerja di perusahaan farmasi"
"Kakak sudah kenal lama dan barj jadian sekarang? ckckck kakak kurang gercep berarti"
"Gercep? " ulang Andre bingung dengan ucapan Dani
"Ah kakak kebanyakan gaul sama kertas dan pulpen sih, gercep aja gak tau?, gercep itj singkatan geram cepat"
"Ohh"
"Setahu Dani almarhum tunangan kak Sofie kan kerja di tempat yang sama dengan kak Sofie"
"Iya" ucap Andre singkat, ia jadi teringat almarhun Agus
"Jadi kakak kalah saing sama kak Agus ya? goda Dani menaik turunkan alisnya"
"Bisa di bilang begitu" jawab Andre tersenyum.
ia memang kalah cepat dengan Agus, saat itj Andre hanya simpatik dengan Sofie, ia memiliki kesan mendalam pada wanita itu, wanita yang ramah, lucu dan murah senyum, Sofie kala itu juga orang yang apa adanya dan ia tak pernah berusaha membuat lawan jenisnya menyukainya, namun justru itu daya tariknya.
__ADS_1
Sofie yang dulu ceria kini nampak berbeda, ada kesedihan yang berusaha ia sembunyikan dari semua orang, dan Andre tahu itu.
"Kak Sofie sangat mencintai almarhun kak Agus, walau saat itu Dani masih duduk di kelas enam sekolah dasar, Dani tahu kalau kak Sofie sangat kehilangan saat kak Agus meninggal dunia"