Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Terbuka II


__ADS_3

"Sebaiknya kamu pegang kata-katamu.


Kamu tahu? Aku menerimamu jadi suamiku karena aku melihat ketulusan disana.


Aku berharap kamu bisa menjadi imam sekaligus suami dan ayah anak-anakku kelak.


Cita-citaku hanya ingin hidup damai, sederhana hingga kakek nenek dan menikmati masa tua di pedesaan seperti ini.


Mungkin bagi sebagian orang aku naif, tapi tidak untukku.


Bagiku harta bukan segalanya, tapi hati yang membuat kita bahagia.


Aku pernah kehilangan masa depanku, orang yang berarti dalam hidupku hanya karena harta. Harta sangat menakutkan bagiku,


bertahun-tahun aku berusaha bangkit dan menata kembali hidupku dan itu adalah hal yang paling tersulit dalam hidupku"


"Apa kamu sedang membicarakan seseorang? mantanmu? " ucap Ido dengan nada tidak senang


Sofie tersenyum masam,mengenang masa lalunya yang pahit. ia memandang lurus kedepan, kejadian beberapa tahun lalu kembali muncul di ingatannya


"Apa kamu tahu masa laluku? "


"Masa lalu? masa lalu yang mana? "


"Bagaimana mama dan papa bisa menjadi orangtua ku sah?"


"Aku tidak tahu jelas bagaimana, yang ku tahu papa Prakoso dulu memiliki anak, namun meninggal"


Sofie menelan ludahnya sendiri yang terasa pahit, tenggrokannya tercekat. Ia mengumpulkan keberaniannya dan mulai menyusun kata-kata di pikirannya.

__ADS_1


Sofie awalnya mengira jika Ido sudah mengetahui tentang hidupnya, nyatanya...


"Selepas kita berpisah dulu, kamu tahu saat itu aku bekerja di sebuah perusahaan farmasi.


Disana aku kenal seorang pria yang teramat sangat nyebelkan. Pria itu terus saja membuatku marah, Namun begitu aku tak bisa membantahnya karena dia adalah atasan di tempatku bekerja.


Aku sudah bekerja di sana selama dua tahun, dan selama itu pula aku tidak pernah dekat dengan laki-laki lain, aku sibuk dan sibuk bekerja.


Hingga pada suatu saat ketika kantor pusat menugaskan seorang pengawas untuk menilai kinerja kami, dan bosku tersebut memintaku untuk menjadi tour guide selama pengawas itu berada di kantor, Hanya dalam beberapa bulan pengawas itu menjadi popular karena ketampanan dan sifatnya yang humble sehingga membuat bos ku berubah jadi orang yang super duper nyebelinnya, ia menjadi super protektif terutama jika aku dekat dengan pengawas tersebut.


Singkat cerita akhirnya bos ku tersebut menyatakan perasaannya, awalnya aku ragu, namun seiring waktu aku mulai menerimanya, perasaan benci berubah cinta.


Beberapa bulan kemudian, kami makin akrab hubungan kami yang awalnya di tentang oleh mamanya akhirnya mendapat restu, hingga akhirnya kami menentukan tanggal pernikahan.


Namun sehari sebelum pernikahan calon suamiku tersebut kecelakaan, ia koma dan akhirnya meninggal dunia menjelang pernikahan kami. kepergiannya membawa sebagian jiwaku, membuat hidupku hancur berkeping-keping, ditambah kecelakaan yang menimpanya karena rekayasa tantenya sendiri yang ingin merebut harta yang dimiliki oleh orangtua calon suamiku, membuatku trauma. selepas kepergiannya, aku seperti mayat hidup, tak memiliki semangat hidup.


Orangtua calon suamiku menghiburku dan membawaku ketempat dimana calon suamiku ingin membawaku, disana aku menemukan kenyataan bahwa calon suamiku sangat mencintaiku,Aku menemukan beberapa foto yangndia ambil secara sembunyi-sembunyi ketika di kantor. Ia lelaki sederhana yang pendiam, walaupun dari keluarga yang kaya raya , ia memilih bekerja di perusahaan orang demi mencari pengalaman.


Kenangan tentangnya akan selalu ada di hatiku. dan lelaki calon suami ku itu bernama Agus Prakoso, putra satu-satunya dari keluarga Prakoso.


Mas Agus, calon suamiku adalah putra papa satu-satunya"


"Jadi???... "


Sofie mengangguk


"Mama dan papaku sebenarnya adalah calon mertuaku"


"Jadi selama ini? ..." Ido terlihat Frustasi, ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar

__ADS_1


Sofie memicingkan matanya melihat kelakuan Ido


"Selama ini apa? "


" Selama ini aku telah salah, aku salah menilaimu" ucap Ido tertunduk lesu.


Matanya berkaca-kaca


"Aku juga salah tidak memberitahukan mu terlebih dahulu, karena aku berat untuk membuka luka lamaku, dan kufikir kamu sudah mendengarnya dari orang lain"


"Aku yang salah, aku yang terlalu picik"


ucap Ido parau


ada kesedihan dan penyesalan di setiap kata-katanya


Sofie menghadap suaminya, lalu menatap bingung tak mengerti arah pembicaraan suaminya


Ido mau ngomong apa sih??


mengapa ia merasa bersalah ya..


hmmm tunggu besok ya hehhee


jangan lupa like dan coment ya readerku yang baik hati,


terima kasih


Tari pooh

__ADS_1


Tbc


__ADS_2