
“Mungkin sudah ada beberapa dari kalian yang tahu. Bahwa kemarin malam terjadi penyerangan oleh bangsa iblis terhadap Qian Qi. Tapi kalian tidak perlu khawatir iblis itu sudah di bunuh oleh Tetua Yu Na”.
Para murid ricuh ketakutan. Tapi ada juga dari mereka yang bertanya dan memeriksa keadaan Qian Qi. Qian Qi pun merasa senang ternyata ada beberapa orang yang khawatir kepadanya.
“Tenang-tenang para murid sekalian. Kami dari pihak perguruan sedang memeriksa keadaan secara menyeluruh. Maka dari itu kita tidak jadi melakukan latihan di hutan. Untuk hari ini kegiatan belajar mengajar diliburkan terlebih dahulu. Kalian bebas berkeliaran asal masih di dalam wilayah atau zona aman perguruan Pedang Bulan”.
“Hore…!”. Para murid bersorak gembira.
“Libur… Beruntung sekali badanku masih pegal-pegal”.
“Tidur…!”. Para murid kompak kembali ke asrama untuk tidur.
Qian Qi bergegas kembali ke divisi Penari Bulan. Ia ingin menghabiskan waktu bersama idolanya Yu Na. Namun, tanpa diduga-duga saat Qian Qi berjalan sendirian iblis-iblis itu muncul kembali.
Kali ini hanya ada iblis-iblis kecil. Mereka semua bisa dimusnahkan dengan mudah. Beruntung tidak ada seorang pun yang melihat serangan bangsa iblis, Qian Qi cukup heran dibuatnya. Kenapa iblis-iblis itu bermunculan menyerang Qian Qi padahal ia tidak memiliki kutukan seperti Sun Long.
Hal ini menjadi masalah yang cukup besar. Qian Qi tidak bisa mengontrol atau mengetahui kapan bangsa iblis akan muncul. Kemunculan bangsa iblis tidak hanya membahayakan dirinya melainkan orang-orang di sekitarnya juga.
Qian Qi takut iblis-iblis itu akan datang dan melukai murid-murid lainnya. Qian Qi mempercepat laju larinya dan kembali ke perguruan Penari Bulan. Sesampainya di sana Qian Qi menceritakan keadaan tadi kepada Yu Na dan Mei Mei.
“Apa iblis-iblis itu mengatakan sesuatu kepadamu?”.
“Seingatku mereka tidak mengatakan sesuatu yang penting”.
“Lapor Nyonya Qian Qi”. Prajurit Boneka datang menghampiri.
“Ada apa prajurit? Apa ada masalah?”.
“Tidak Nyonya kami memiliki catatan percakapan iblis-iblis itu jika Nyonya membutuhkannya”.
__ADS_1
“Boneka ini pasti salah satu mainan Sun Long. Anak itu benar-benar menyukai boneka”.
“Benar Dewi Yu Na. Ini prajurit boneka buatan Sun Long dan Dodo Fung”.
“Yasudah kalau begitu, tolong tunjukkan catatan percakapan iblis-iblis itu”. Prajurit boneka memperlihatkan catatan percakapan iblis.
“Nyonya Qian Qi. Maaf aku tidak ada di sisimu untuk menemani”.
“Tidak apa-apa Mei Mei. Kamu memiliki petualanganmu sendiri”.
“Jadi ini masalahnya. Dasar kalian anak muda membuatku iri saja”.
“Jadi apa masalahnya Dewi Yu Na. Aku tidak menemukan masalah apa pun”.
“Seperti yang mereka bilang bau tubuhmu sama seperti Sun Long”.
“Aku cukup bingung di buatnya Dewi Yu Na. Padahal bau tubuhku berbeda dengan Hubby. Bau tubuh Hubby lebih bau keringat dan api bau tubuhnya jantan sekali. Sedangkan aku sering menggunakan parfum bau tubuhku tidak sama”.
“Habis bagaimana lagi. Aku suka bau tubuhnya. Tidak wangi, tidak bau hanya jantan saja. Aku merasa terlindungi”.
“Qian Qi…”.
“Heee… heee… Maaf Dewi”.
“Syukurlah kalau kamu bahagia bersama Sun Long. Aku juga ikut bahagia. Bagaimana pun anak itu adalah cucuku. Kalau begitu kembali ke topik. Bau iblis berbeda dengan bau tubuh manusia. Parfum apa pun tidak akan berpengaruh terhadap bau tubuhmu”.
“Lalu bagaimana Dewi Yu Na. Apa Dewi punya solusinya?”.
“Ya ada caranya. Kutukan Sun Long bukanlah kutukan biasa. Kutukan itu bisa memancarkan aura hitam yang menempel pada orang yang disentuhnya. Karena itu Sun Long selalu bersikeras membuat orang di sekitarnya lebih kuat. Ia tidak mau kehilangan keluarganya. Alih-alih bersembunyi Sun Long melawan balik kemalangannya”.
__ADS_1
“Tuan Sun Long hebat sekali. Kalau aku yang kena kutukan. Aku akan bersembunyi di gua. Aku tidak ingin melukai orang-orang terdekatku”.
“Jadi itu alasannya Hubby membagi-bagikan batu qi dan pil alkemis secara gratis”.
“Cara menghilangkan aura hitam di tubuhmu ada beberapa langkah. Sepertinya Sun Long terlalu sering memegang tubuhmu. Sampai-sampai bangsa iblis itu bisa datang merasakan aromanya. Langkahnya harus diperbanyak”.
“Kita akan mencoba menghilangkan aroma tubuh Sun Long dalam 4 tahap. Yang pertama mandi lumpur, yang ke dua mandi susu, yang ke tiga mandi bunga dan yang ke empat mandi madu. Tahap tambahan. Setiap hari kamu harus mengoleskan madu pada bagian tubuh favorit Sun Long sampai iblis itu berhenti muncul”.
“Favorit Hubby”. Wajah Qian Qi kembali memerah.
“Nyonya Qian Qi”. Mei Mei juga ikut tersenyum.
“Ehem… Mumpung Qian Qi sedang libur langsung saja kerjakan tahapanya”.
“Baik Dewi Yu Na”.
Dewi Yu Na menulis list peralatan dan bahan-bahan yang harus di siapkan Qian Qi. Peralatannya tidak masalah, tapi bahan-bahannya cukup beragam dan semuanya bukan bahan biasa melainkan bahan herbal. Qian Qi harus mengutus prajurit boneka untuk membeli bahan secara rahasia di pusat Alkemis cabang kota Silver.
Qian Qi menyiapkan peralatannya di kamar Yu Na sambil menunggu prajurit boneka membeli bahan. Dewi Yu Na meminjamkan kamarnya untuk di gunakan oleh Qian Qi. Kamar Yu Na sangat rapih dan harum.
Furniturenya terlihat sederhana, namun elegan. Posisinya simetris diletakkan di tempat yang tepat. Fokus Qian Qi teralihkan oleh lukisan Sun Long dan Liu Shu sewaktu dulu. Ada satu lukisan yang membuatnya terdiam seraya tersenyum manis.
Ada sebuah lukisan yang menggambarkan Sun Long ketika masih Bayi, lengkap seluruh bagian tubuhnya. Qian Qi tersenyum manis melihat asal mula senjata super legendaris maha dahsyat Sun Long. Ternyata awalnya hanya senjata kecil yang lucu.
Qian Qi senang dapat melihat sisi lain dari Sun Long. Ia juga senang sekaligus cemburu melihat Liu Shu di masa jayanya. Memang Liu Shu merupakan wanita tercantik tidak ada tandingannya. Wajar saja kalau bajingan Sun Li mengincarnya. Kecantikan Liu Shu menjadi pedang bermata dua.
Saat melihat-lihat Qian Qi melihat hal yang mencurigakan dari salah satu foto milik Liu Shu. Ada sebuah foto di mana Liu Shu menggunakan sebuah emblem. Emblem itu memiliki lambang yang tampak familiar. Lambang itu lambang rahasia yang sering ditunjukkan oleh Liu Shu di dalam mimpinya.
Lambang berbentuk bunga dengan lima kelopak, bercak-bercak dan lubang besar di tengahnya. Qian Qi sudah mencoba mencari bunga yang memiliki ciri-ciri seperti itu tapi ia tidak menemukannya. Sepertinya ia memang harus bertanya langsung kepada Yu Na.
__ADS_1
Mungkin Yu Na merupakan satu-satunya orang yang tahu dengan arti simbol itu. Kalau pun tidak. Mungkin Yu Na memiliki sebuah petunjuk tentang rahasia Liu Shu. Terlalu banyak ketidak pastian. Qian Qi agak ragu untuk bertanya kepada Yu Na.
Jika Yu Na memang tahu tentang rahasia Liu Shu hal itu bagus. Tapi kalau Yu Na tidak tahu tentang rahasia Liu Shu sedangkan Qian Qi tiba-tiba bertanya padanya. Hal itu akan melanggar permintaan Liu Shu untuk merahasiakan penunjuk darinya.