
Pelayan wanita itu berlari terbirit-birit menuju ruangan Bosnya. Tanpa mengetuk pintu dia langsung menerobos masuk begitu saja. Ia kaget dengan apa yang ada di hadapannya. Ia langsung menutup wajahnya.
“Dasar wanita bodoh. Berani-beraninya kau menggangguku”. Terlihat seorang pria paruh baya yang bertubuh besar sedang bermain dengan budak-budaknya.
“Ma…Maafkan aku Tuan. Ta…Tapi di luar ada yang mau menyewa kamar Luxury”.
“A…apa? Apa kamu tidak salah?”.
“Tidak Tuan. Aku tidak salah. Aku tidak tahu harus berbuat apa”.
“Sial apa yang harus aku katakan padanya. Kamar Luxury bukanlah kamar yang bisa disewakan. Lagi pula orang gila mana yang punya 100.000 keping emas. Orang itu pasti dari sekte besar”. Bos itu segera berpakaian rapih dan pergi mengikuti pelayan wanita.
“Itu tuan orangnya”. Pelayan itu menunjuk Sun Long.
Wajahnya terlihat tidak asing. Sepertinya aku pernah melihat orang yang mirip-mirip seperti dirinya. Tapi dimana ya? Aku lupa. Bos besar itu bicara dalam hati.
“Selamat datang Tuan di penginapan kami”.
“Cepatlah. Kami sudah menunggu lama”.
“Bos. Tuan itu memesan kamar Luxury dan sepuluh kamar VVIP untuk tiga hari. Totalnya 330.000 keping emas”. Pelayan wanita itu berbisik.
“Apa benar Tuan ingin menyewa kamar Luxury?”.
“Hhhmmm…” Sun Long menatap bos itu dingin.
Wa…Wajah itu… Bukankah itu sangat mirip dengan kaisar Sun Li. Jangan-jangan dia adalah seorang pangeran. Wajar saja dia bisa menyewa kamar Luxury. Bos itu kaget dan berkeringat dingin.
“Ba…Baik Tuan. Totalnya jadi 330.000 keping emas. Kalau boleh tau nama Tuan siapa. Untuk ditulis di buku tamu”.
“Namaku Sun Long. Ini emasnya”. Sun Long membayar.
“Su…Sun…! Ma…maaf Tuan membuat anda menunggu lama. Pelayan tolong antarkan Tuan Sun dan rombongannya ke kamar”.
Benar saja dia adalah seorang pangeran. Aku harus segera mengabari walikota tentang kamar Luxury. Bos itu langsung berlari menuju kantor walikota.
“Silakan Tuan ikuti saya”. Pelayan itu mengantar Sun Long dan rombongan.
“Ren sedang apa kamu? Kenapa malah diam disitu?” Tanya Pang Tong.
__ADS_1
“Ada apa tuan? ada yang bisa saya bantu?”. Ren jadi kebingungan.
“Malah bingung. Ada-ada saja kamu. Bocah itu memesan sepuluh kamar VVIP satunya untuk kamu. Cepat ikuti saja jangan membuat dia marah”. Ren yang kebingungan hanya bisa mengikuti perkataan Pang Tong.
Sun Long dan Qian Qi berpisah dengan rombongan karena tempat kamarnya berbeda. Mereka menuju lantai teratas dari gedung penginapan.
“Silakan Tuan ini kamarnya”.
“Hhhmmm… Terima Kasih, Ini” Sun Long memberi tips.
“Terima kasih banyak tuan. Kalau begitu saya undur diri dulu”. Pelayan wanita itu pergi.
Pe…penginapan. Apakah ini sudah waktunya? Ini seperti bulan madu saja. Apa di dalam kamar mewah ini kita akan melakukannya. Apa aku sudah siap? Wajah Qian Qi memerah ia menunduk malu.
Sun Long mencolek pinggang Qian Qi. Membuatnya melompat terkejut. “Ha…Ha…Haaa… Apa yang kamu pikirkan Sweety? Mengapa wajahmu memerah”.
“Iiihhh… Kenapa tubuhmu keras sekali aku tidak bisa mencubitnya”. Qian Qi kesal sendiri.
“Sudahlah Sweety, ayo kita masuk”. Sun Long langsung menggendong Qian Qi masuk.
“Wah kamarnya mewah sekali. Pemandangannya juga bagus”. Qian Qi terpukau.
“Ehem…”. Tiba-tiba terdengar suara wanita dari belakang mereka.
“Bajingan!”. Sun Long sangat marah. Ia segera mengeluarkan pedangnya hendak memenggal wanita itu. Qian Qi dengan sigap langsung menahan Sun Long.
“Kenapa semenjak datang ke kota ini banyak sekali gangguannya. Tidak bisakah biarkan aku berduaan sebentar saja”. Sun Long terlihat sangat kesal.
“Tok! Tok!”. Pang Tong membuka pintu. Terlihat ia menggendong seorang wanita yang sedang ketakutan dan ada sembilan wanita lainnya yang mengikutinya.
“Ada apa dengan wanita-wanita ini Master Pang Tong?”.
“Apa lagi? kalau bukan ulah kakak iparmu. Hampir saja kepala wanita ini copot. Sepertinya situasi di sini juga sama. Ternyata penginapan ini bukan penginapan”.
“Bagaimana dengan Dodo Fung?”.
“Sudahku suruh tidur”.
“Baguslah”. Sun Long memasukkan pedangnya kembali.
__ADS_1
“Tuan Putri… Tuan Putri…Syukurlah anda baik-baik saja”. Kesepuluh wanita itu langsung menangis mengerubungi wanita yang ada di kamar Sun Long.
Wah wanita itu cantik sekali. seperti seorang dewi. Bahkan kecantikannya melebihi Xiao Yun dan Luo Meilin. Wanita tercantik yang pernahku lihat. Aku tidak ada apa-apanya di bandingkan dia. Syukurlah Hubby bukanlah pria mata keranjang. Semoga saja dia tidak terpengaruh. Qian Qi sedikit khawatir.
“Dasar Pak Tua terus untuk apa kamu malah membawa mereka semua ke sini? Suruh saja mereka keluar”. Sun Long sedikit marah.
“Kalau mereka disuruh keluar sendirian, mereka akan dihukum oleh pemilik penginapan. Kamar VVIP tidak terlalu besar. Jadi mereka semua ku bawa ke sini”.
“Kalau seramai ini Qian Qi jadi tidak bisa beristirahat”. Sun Long menatap Pang Tong dingin.
“Tidak apa-apa Hubby. Biarkan mereka semua di sini”. Qian Qi langsung memegang tangan Sun Long.
“Yasudah kalau itu maumu”.
“Sudah di putuskan jadi aku pergi dulu”.
“Dasar Tua Bangka. Aku tidak akan membiarkanmu beristirahat. Ini hukumannya karena telah mengganggu Qian Qi”.
“Ya… Ya… Baiklah. Kita bahas rencana selanjutnya”.
“Kalian para wanita pergi sana ke kasur. Kasurnya cukup besar kalian semua bisa duduk di sana”. Pang Tong mengeluarkan peta kota Vegas dan sekitarnya.
“Qian Qi. Kamu kenapa ikutan ke sana? Tentu saja kamu harus tetap di sini. Kalau tidak suamimu bisa membantai seisi kota. Aku yakin kamu tidak ingin Bocah ini melakukannyakan?”. Qian Qi terkejut dan kembali bersama mereka.
“Jadi dimana kita akan membantai mereka?”. Sun Long dan Qian Qi duduk di sova.
“Di sini saja. Areanya cukup luas dan terbuka jadi tidak ada yang bisa bersembunyi. Dodo Fung juga akan mudah membersihkan mayatnya”.
“Tidak boleh membantai”. Qian Qi marah.
“Tenang saja Qian Qi. Yang akan menyerang di sini bukanlah orang baik. Mereka semua pasti bandit atau warga yang sudah putusa asa. Kami akan menyuruh mereka menurunkan senjata. Yang menurunkan senjata akan dilindungi oleh Kubus Void Dodo Fung. Sisanya akan di musnahkan”.
“Bagaimana Master Pang Tong bisa tahu kalau mereka orang jahat?”.
“Kami memberi sejumlah besar tips kepada banyak orang. Bahkan Sun Long malah memberi 1 juta keping emas. Tentu saja berita itu akan tersebar. Akan banyak perampok dan pembunuh yang akan mengincar kita. Lin Zhenzhen saja sekarang sudah berada di Atlas”.
“Sejak kapan kalian merencanakan ini semua?”. Qian Qi terkejut.
“Jangan lupa Qian Qi. Kita dari Surga Hitam. Hal seperti ini sudah mendarah daging, ini adalah kehidupan sehari-hari para penghuni Surga Hitam. Ba…Ha…Haaa…”. Pang Tong tertawa.
__ADS_1