Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 99 - Latihan Mei Mei


__ADS_3

“Salah! Ulang”.


“Salah!”.


“Kamu payah sekali. Kamu sudah jadi perempuan selama 20 tahun. Masih  belum tahu caranya jadi perempuan”.


“Ulang!”.


“Salah!”.


“Aku bisa jadi kuat tanpa jadi perempuan”. Mei Mei marah.


“Kuat apanya kamu sangat lemah”.


“Bruk…!". Mei Mei menghancurkan tembok.


“Tembok hanya benda mati tidak bisa melawan balik. Coba kamu serang aku”.


“Tapi…”.


Tetua Yu Na terlihat tua dan rapuh. Kalau aku memukulnya dia pasti mati.


“Ada apa kamu takut?”.


“Tapi Tetua Yu Na…”.


“Begini saja kalau kamu berhasil mematahkan tongkatku, kamu menang. Aku akan menerima Qian Qi di sini dan membebaskanmu”.


“Benarkah?”.


“Benar aku janji”.


Xiii… xiii… xiii… Ini akan mudah. Mei Mei tersenyum licik.


“Bersiaplah Tetua Yu Na. Hia…!!!”. Mei Mei maju menerjang mencoba meninju tongkat Yu Na. Yu Na menghindar dengan menari berputar ke arah samping. Dengan refleks yang cepat Mei Mei langsung berbelok mengikuti pergerakan Yu Na.


Yu Na terus menari menghindar. Tubuhnya begitu ringan seperti bulu. Sementara Mei Mei terus menerjang mengikuti pergerakan Yu Na. Seperti badai angin yang bertiup kencang. Yu Na dan Mei Mei seperti bulu dan angin yang sedang menari di langit.


“Kamu masih muda dan segar tapi tidak bisa menyentuhku yang sudah tua renta. Kamu payah sekali Mei Mei”. Yu Na kembali memanas-manasi Mei Mei.


“Tetua Yu Na yang minta. Aku akan mulai serius”.


“Api Pendorong!”. Mei Mei mengeluarkan api dari siku dan kakinya. Seperti jet pendorong gerakkan Mei Mei berubah menjadi sangat cepat dan mematikan.


“Penjara Air”. Yu Na mengetuk tongkatnya ke lantai. Air-air mulai menyemprot dengan kuat dari bawah. Ternyata Yu Na tidak hanya menari menghindar dari Mei Mei. Ia menghindar sambil memasang formasi-formasi air di lantai.

__ADS_1


Air yang menyemprot lama-kelamaan mengecil. Tekanannya semakin lama semakin besar. Air itu bisa memotong apa pun yang melewatinya. Mei Mei yang bergerak terlalu cepat kesulitan menghindari Penjara Air dari Yu Na.


“Crat…!”.


                           “Crat…!”.


“Bruk…!”.


Api Pendorong Mei Mei malah menyebabkan dirinya terluka parah. Tubuhnya terkoyak, Bajunya sobek, Darah segar mengalir dari luka yang diterimanya. Mei Mei terkulai lemas di lantai. Yu Na menang telak dari Mei Mei.


“Cepat minum Pil Pemulih Raga. Kita belum selesai, hari masih panjang”.


Mei Mei terlihat kesal. Baru pertama kali ia di hajar habis-habisan oleh seseorang. Apa lagi yang menghajarnya hanyalah seorang nenek-nenek tua renta.


“Aaarrrggg…”. Mei Mei meminum Pil Pemulih Raga.


“Apa yang kamu lakukan?”. Mei Mei berdiri bersiap untuk bertarung.


“Aku belum menyerah. Aku akan berusaha mematahkan tongkat itu”.


“Dasar wanita liar. Kamu terlalu lama di Surga Hitam. Lihat tubuhmu terbuka dimana-mana”.


“EEEeee… Kenapa tidak bilang dari tadi”. Mei Mei baru sadar bajunya sobek di mana-mana. Asetnya terbuka lebar tanpa pelindung. Ia segera mengeluarkan tenda dan langsung mengganti pakaiannya.


“Sudah. Aku sudah siap bertarung lagi”.


“…”. Mei Mei diam saja.


“Aku bilang aku sudah terlalu tua”.


“Tetua Yu Nakan memang sudah tua”.


“Dasar wanita liar. Harusnya kamu bawakan tempat duduk untukku dan buatkan teh”.


“Bilang saja langsung kalau mau teh”. Mei Mei menyiapkan teh dan tempat duduk.


Wanita ini lebih liar dari pada Liu Shu. Akan memakan waktu lama untuk menjinakkannya.


“Tetua Yu Na dari mana tetua tau aku dari Surga Hitam”. Mei Mei penasaran. Mei Mei dan Qian Qi tidak pernah memberitahu identitas mereka.


“Kamu terlalu liar tentu saja aku langsung tahu. Bagaimana kabarnya Sun Long dan Dodo Fung?”.


“Bagaimana Tetua Yu Na bisa tahu tentang Tuan Sun Long dan Tuan Dodo Fung”. Mei Mei bersiaga.


“Qian Qi belum memberi tahu tentangku?”.

__ADS_1


“Belum”.


“HHHmmm… Anggap saja aku Nenek mereka berdua”.


“Maafkan aku Tetua Yu Na. Aku tidak tahu”. Mei Mei langsung sujud.


“Tahu tidak tahu, kamu harus tetap menjaga adabmu”.


“Baik Tetua Yu Na”.


“Kamu langsung jinak setelah aku mengatakan tentang Sun Long dan Dodo Fung. Sebenarnya apa yang terjadi?”.


“Tuan Sun Long dan Tuan Dodo Fung sangat baik terhadap kami penduduk Surga Hitam”. Mei Mei menceritakan tentang Sun Long dan Dodo Fung.


“Syukurlah mereka berdua baik-baik saja. Bahkan sudah menikah dan punya anak”. Yu Na tersenyum manis.


“Tuan Sun Long dan Tuan Dodo Fung biasanya berkomunikasi melalui surat. Apa Tetua Yu Na tidak mendapatkan surat dari mereka?”.


“Dasar kamu wanita liar, kamu terlalu blak-blakan. Aku yang meminta mereka untuk berhenti mengirim surat. Aku jadi sedih dan rindu setiap kali menerima surat dari mereka”.


“Ngomong-ngomong, Nyonya Qian Qi adalah istri dari Tuan Sun Long. Sepertinya ia sengaja ingin masuk ke divisi Penari Bulan untuk bertemu Tetua”.


“Ya aku tahu. Aku mengenali cincin yang dikenakan Qian Qi. Cincin itu pasti diwariskan dari Liu Shu Ibunya Sun Long. Tidak seperti dirimu yang liar. Qian Qi terlihat jauh lebih anggun dan lebih kuat. Tidak ada lagi yang bisa aku ajarkan kepadanya. Dia hanya kurang pengalaman maka dari itu aku menyuruhnya bergabung ke divisi Petarung Bulan”.


“Kalau Nyonya Qian Qi sudah kuat untuk apa dia belajar bertarung lagi?”.


“Divisi Petarung Bulan memiliki banyak masalah. Masalah bangsawan, penjahat, sindikat dan masih banyak lagi. Aku ingin Qian Qi menyelesaikan semua masalah yang ada di sana dan membuat perguruan Pedang Bulan berjaya lagi”.


“Wah… Sepertinya akan merepotkan”.


“Ayo ceritakan lagi tentang ketiga cicitku, aku penasaran”.



“Selamat kepada Qian Qi. Sebagai murid pertama yang sampai  ke benteng Petarung Bulan. Hadiahnya adalah Qian Qi berhak mendapatkan rumah kultivasi di bagian atas. Rumah kultivasi memiliki energi qi khusus yang memudahkan para murid untuk berkultivasi”.


“Hanya murid terpilih yang berhak tinggal di sana. Semakin tinggi rumah kultivasinya semakin baik pula energi qinya. Tapi harus diingat bahwa setiap enam bulan sekali akan diadakan turnamen untuk mendapatkan hak tinggal di rumah kultivasi”.


“Untuk siswa yang sampai terakhir. Hukumannya adalah tinggal di kandang kuda selama satu minggu”.


“Hari ini kita akan belajar di kelas terlebih dahulu. Saya akan menjelaskan Unit-unit yang ada di divisi Petarung Bulan. Mari kita pergi ke kelas”. Zhang Liao memandu murid-murid baru.


“Master Zhang Liao. Kenapa divisi Petarung Bulan sepi sekali kemana murid-murid lainnya”. Seorang murid bertanya.


“Mereka masih liburan. Bulan depan kakak tingkat kalian baru akan datang. Kalian harus bersiap menghadapi mereka. Jika tidak kalian akan hancur. Divisi Petarung Bulan memiliki peraturan yang simpel. Yakni yang kuat yang berkuasa”.

__ADS_1


“Menarik”. Xu Huang tersenyum licik.


“Sepertinya hal ini akan merepotkan”. Di sisi lain Qian Qi terlihat lesu.


__ADS_2