
Tiga bulan kemudian.
"Uhuk... uhuk... Hhhmmm...". Jin Xianyi bangun dari tidurnya.
Badanku masih belum bisa digerakkan. Tapi... tidak ada penyangga lagi di leherku. Rasanya cukup lega. Aku bisa melirik ke kanan dan ke kiri.
Tuan Sun Long... Sepertinya ia tertidur pulas. Aku tidak menyangka Tuan Sun Long akan menjagaku lagi. Kemana perginya Lian Shi dan yang lain?.
Tuan Sun Long begitu damai dan tampan ketika tidur. Jin Xianyi terpaku memandangi Sun Long.
Cincin itu... Sayangnya Tuan Sun Long sudah menikah. Tentu saja pria sehebat dia pasti diburu seluruh wanita. Tidak mungkin kalau tidak ada yang punya.
"Tok...! Tok...! Kapten!".
"Hyymmm...". Sun Long terbangun.
"Kapten!".
"Ya... Sebentar".
"Tuan...".
"Haaa... Jin Xianyi. Bagaimana kondisimu? Apa ada yang sakit?".
"Tidak Tuan. Tidak ada yang sakit. Hanya saja masih terasa lemas. Aku belum bisa menggerakkan tubuhku, baru leher saja".
"Baguslah. Meski masih lemas setidaknya lehermu sudah mulai pulih. Yang lainnya pasti akan menyusul. Mungkin besok kamu sudah cerewet lagi seperti biasa".
"Dasar Tuan...". Jin Xianyi tertawa manis.
"Sudah siang, waktunya kita makan. Oia... Minum dulu nih...". Sun Long memberi minum untuk Jin Xianyi.
"Terima kasih Tuan. Berapa lama aku tertidur?".
Kamu koma selama tiga bulan Jin Xianyi. Aku khawatir, kamu tidak akan bangun lagi. Aku cukup rindu akan suaramu yang merdu.
"Bagus, kali ini kamu tidur normal delapan jam. Dua jam pertama kamu masih ngorok keras sekali. Tapi setelahnya, kamu kembali tenang. Entah alatku yang super atau kamu yang sembuh dengan cepat".
"Maaf... Terima kasih karena telah memperbaiki leherku". Jin Xianyi tersipu malu.
__ADS_1
"Aaahhh... Sepertinya itu bukan alatku. Kamu saja yang berkeinginan untuk cepat sembuh. Berterima kasihlah pada tubuhmu sendiri".
"Oia... Tuan. Kemana Lian Shi? Kok Tuan yang menjagaku?".
"Lian Shi menjagamu semalaman. Setelah aku berlatih baru gantian aku yang jaga. Mungkin dia sedang tidur sekarang. Mau aku panggilkan?".
"Tidak Tuan. Biarkan dia beristirahat".
"Ngomong-ngomong semua bangsamu yang tidak berkhianat sudah selesai dijemput. Mereka sedang diobati sekarang. Kamu juga harus cepat sembuh untuk melihat mereka semua".
"Baik Tuan...".
"Yasudah kalau begitu, aku masak dulu. Sambil menuggu, aku meminjam ini dari Liu An. Ini kotak musik yang dibuat oleh istriku. Dari pada bosan, kamu bisa mendengarnya jika mau".
"Kotak musik? Apa itu?".
"Ini...". Sun Long menunjukkan kotak musik dan membukanya.
Petikan suara-suara merdu terdengar menenangkan. Jin Xianyi memutuskan untuk mendengarkan kotak musik sambil menunggu Sun Long kembali.
Beberapa menit kemudian Sun Long kembali membawa banyak makanan. Namun... Jin Xianyi kembali tertidur dalam komanya.
Tidak ada yang bisa Sun Long lakukan. Seberapa hebat pun tingkat alkemis Sun Long , tetap ada waktu dimana dia harus menunggu dan menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta.
Sun Long membelai lembut wajah Jin Xianyi. Meski ia kembali koma setidaknya tubuhnya mulai berisi kembali.
Makanan-makanan nganggur itu segera diserahkan kepada Dodo Fung. Meski makanan itu adalah makanan orang sakit, rasanya tetap enak. Dodo Fung memakan semuanya dengan lahap tak bersisa.
Sudah tiga bulan lebih Sun Long dan Dodo Fung mencoba berbagai macam cara. Cara untuk menghancurkan jantung Iblis Arca, akan tetapi tidak ada yang berhasil.
Semuanya gagal, jantung-jantung itu menyatu kembali. seperti tidak ada hal yang terjadi. Sudah dibakar, dibekukan, diberi racun dan masih banyak lagi tetap tidak ada yang berhasil.
Meski lelah mencoba, tekat Sun Long dan Dodo Fung masih membara. Tidak ada kata menyerah bagi mereka berdua.
...
Qian Qi dan Mei Mei menghabiskan waktu dengan mengumpulkan point. Mereka berhasil mengumpulkan 1000 point tanpa kendala yang berarti.
Untuk menghindari Da Qiao dan Wang Yi. Qian Qi memutuskan mengambil misi lintas divisi dari divisi Penari Bulan.
__ADS_1
Sekarang Qian Qi dan Mei Mei tinggal bersiap untuk turnamen peringkat yang akan di adakan sebentar lagi.
Qian Qi tidak melupakan Gan Ning dan komplotannya. Prajurit boneka sudah dikerahkan untuk mencari informasi dan menyiapkan strategi.
Tidak hanya itu Qian Qi juga meminta bantuan kepada Bibi Sun Fangxin dan Ayahnya Qian Tao. Begitu harinya tiba komplotan Gan Ning akan hancur sampai ke akar-akarnya.
Sambil menunggu, Qian Qi menghabiskan waktu dengan bertukar surat dengan Sun An. Seperti biasa Sun Long tidak pernah menulis apa pun di suratnya.
Qian Qi mulai merasa kesal dengan Sun Long. Akhirnya ia paham kenapa Yu Na merasa kesal ketika dikirim surat oleh Sun Long.
Rasa rindu itu begitu menyakitkan. Menggerogoti hati yang rapuh dari balik bayang.
Untung saja Dodo Fung bersama Sun Long. Meski Sun Long tidak menulis apa pun, Qian Qi bisa tahu keadaannya dan apa yang ia lakukan.
Tidak hanya rasa rindu yang menggerogoti Qian Qi. Rasa cemburu juga membakar hatinya.
Qian Qi tahu Sun Long menghabiskan sebagian besar waktu luangnya mengurung diri di dalam kamar tempat Jin Xianyi dirawat.
Qian Qi memang mengizinkan dan memberi kesempatan untuk Sun Long, Luo Meilin dan Medusa. Tapi tidak untuk Jin Xianyi.
Setiap kali membaca surat dari Dodo Fung mood Qian Qi langsung berubah. Ia bakal cemberut seharian dan mengurung diri di kamar Yu Na.
Tanpa sopan santun setiap kali Qian Qi marah. Ia mendobrak masuk untuk memandangi lukisan-lukisan milik Yu Na.
Pernah sekali Yu Na mengajaknya untuk curhat mencoba menenangkan dirinya. Tapi Qian Qi terlalu sedih. Ia seperti orang kesetanan curhat dengan penuh tenaga.
Kursi, cangkir, meja bahkan kasur pun ikut jadi korban. Qian Qi curhat dengan normal, tapi tangannya tidak bisa dikontrol meremas apa pun yang ada di dekatnya. Bahkan tangan Mei Mei sampai bengkak dibuatnya.
Ibu muda yang cemburu benar-benar menakutkan. Seakan ia bukanlah manusia melainkan monster yang menghancurkan segalanya.
Sangking tidak tahannya Yu Na ikut mengirimkan surat untuk Dodo Fung dan Sun Long. Berharap Sun Long bisa menuliskan surat untuk menenangkan istrinya yang hilang kendali.
Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Sun Long juga ikutan sedih. Ia mengamuk dengan cara berlatih tanpa henti. Memperkuat diri demi membalaskan dendam secepat mungkin.
Tidak hanya Yu Na, Dodo Fung juga dibuat pusing dengan tingkah laku dua sejoli yang dimabuk asmara.
Meski begitu, Sun Long tetap mengirimkan surat kosong. Hanya saja ada sedikit noda air di dalamnya. Sepertinya Sun Long juga rindu dengan istrinya. noda air itu pasti berasal dari air mata Sun Long.
Cobaan berat sedang menimpa Sun Long dan Qian Qi. Untuk pertama kalinya ujian datang bagi mereka berdua dalam bentuk cinta.
__ADS_1