
"Qian Qi apa yang akan kamu lakukan dengan batu Blue Diamond itu?". Mata Guan Yu tidak bisa bohong. Jiwa Blacksmithnya sangat menginginkan batu Blue Diamond itu.
"Untuk sementara aku akan menyimpannya. Aku belum memutuskan untuk menggunakannya".
"Ehem... Kita ke sini untuk membahas serangan yang terjadi, bukan tentang batu Blue Diamond".
"Yu Na. Dengan adanya batu Blue Diamond di sini. Kita tidak mungkin bisa mempertahankannya".
"Kamu ada benarnya Guan Yu. Qian Qi, kamu tidak bisa menyimpan batu Blue Diamond di sini. Kamu harus segera memutuskan".
"Tenang saja Dewi. Aku sudah memutuskan, aku akan mengirimkan batu ini ke suamiku".
"Apa suamimu akan baik-baik saja Qian Qi? Bukankah batu Blue Diamond ini malah akan membahayakannya?".
"Tu... tunggu dulu sayang...". Zhen Ji terkejut menghentikan pembicaraan Guan Yu.
"Apa aku tidak salah dengar. Qian Qi... Kamu sudah punya suami?".
"Haaa... haaa... haaa..., Xiii... xiii... xiii...". Yu Na dan Mei Mei tertawa terbahak-bahak melihat wajah Guan Ping dan Kai Yu.
"Qian Qi kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah punya suami?". Cai Wenji marah.
"... Tidak ada yang bertanya padaku. Lagi pula untuk apa aku memberi tahu?".
"Tetua Yu Na...". Zhen Ji ikutan kesal.
"Tidak hanya Suami. Qian Qi juga sudah punya anak yang lucu... Sayang sekali Guan Ping, Kai Yu...".
Aku tidak menyangka wajah tampan mereka bisa suram seperti ini. Mereka terlihat lucu. Yu Na menahan tawa.
"Baiklah... Aku minta maaf aku sudah keterlaluan. Aku memang tahu kalian berdua mengincar Qian Qi. Tapi aku juga kesal... Ini balasannya karena kalian selalu tebar pesona kepada murid-murid ku". Melihat wajah Guan Ping dan Kai Yu. Yu Na jadi tidak tega.
"Sabar Guan Ping, Sabar Kai Yu". Zhen Ji dan Cai Wenji mencoba menenangkan Guan Ping dan Kai Yu.
"Baiklah kita lanjutkan pembahasan tadi. Jadi bagaimana kamu akan menyerahkan batu Blue Diamond itu ke suamimu Qian Qi".
"Aku belum memikirkannya. Aku baru memutuskan akan menyerahkan batu Blue Diamond ini setelah melihat peti mati para korban".
"Tapi besok para pengawal dari suamiku akan datang. Tadinya mau aku suruh untuk memperketat keamanan, tapi aku akan menyuruh mereka untuk membawa batu Blue Diamond ini".
"Apa mereka bisa dipercaya?". Guan Yu khawatir.
__ADS_1
"Tentu saja bisa. Mereka terlatih sama seperti aku, bahkan lebih kuat. Jenderal Besar saja bisa ku kalahkan. Apalagi melawan mereka. Jenderal Besar itu akan memohon untuk hidupnya". Mei Mei menyombongkan diri.
"Hhhmmm... Menarik. Aku mau lihat senjata yang bisa menghancurkan Palu Halilintar ku". Memang Palu Halilintar digunakan untuk kejahatan. Tapi sebagai Blacksmith sejati harga diri Guan Yu tercabik-cabik karena senjata buatannya hancur berkeping-keping.
"Xiii... xiii... xiii... Lihat nih, Sarung Tangan Neraka Tingkat 8 yang dibuat oleh Tuan Dodo Fung". Mei Mei menunjukan sarung tangannya.
Sarung tangan tinju yang terbuat dari baja lahar terlihat seperti lava aktif. Tidak hanya kesakitan karena tinju yang kuat. Tubuh mereka akan meleleh jika terkena pukulan dari Mei Mei. Sarung Tangan Neraka berada di tingkatan yang lain.
"Ba... Bagaimana bisa menciptakan senjata sebagus ini? Bahkan ada formasi yang belum pernah aku lihat di dalamnya".
"Mei Mei siapa sebenarnya Tuan Dodo Fung? Aku akui aku kalah telak". Mata Guan Yu berbinar-binar seperti anak kecil. Kegilaannya terhadap Blacksmith membuat ia ingin mempelajarinya.
"Xiii... xiii... xiii... Tuan Guan Yu. Mata mu seperti akan melompat keluar. Melihat sarung tanganku saja sudah seperti ini, apa lagi melihat tombak Guandao milik Nyonya". Mei Mei terlihat sangat puas sampai membocorkan semuanya.
"Mei Mei...!!!".
"Ampun Nyonya".
"Qian Qi cepat tunjukkan tombakmu". Gaun Yu, Guan Ping dan Zhen Ji jadi penasaran. Jiwa Blacksmith mereka meronta-ronta.
"Senjataku bukan untuk pameran. Ada syaratnya jika kalian ingin melihatnya".
"Qian Qi...!". Zhen Ji kesal.
"Heh...! Kamu mengejek kami Qian Qi?".
"Tidak Tetua Zhen Ji. Jika Aku dan Mei Mei menggunakan senjata asli kami. Itu sama saja seperti curang. Kami menang bukan dengan usaha kami sendiri".
"Baiklah... Maaf Qian Qi. Kalau hanya itu syaratnya, kami setuju". Zhen Ji mulai melunak.
"Terima Kasih Tetua. Ini senjata asli ku 'Tombak Raijin' buatan Suamiku".
Qian Qi menunjukkan tombak Guandao miliknya. Tombak dengan bilah berbentuk bulan sabit yang indah. Terdapat urat baja yang berbentuk abstrak di bilahnya.
Tidak hanya itu, ada pemberat berbentuk kepala naga petir menganga mengintimidasi dengan sisik-sisik naga sebagai tongkatnya.
"I... Ini baja Damaskus. Aawww...!". Tangan Guan Yu langsung terluka ketika menyentuh bilahnya. Padahal Guan Yu menyentuh di bagian tumpulnya.
"Qian Qi apa aku tidak salah lihat. Di kepala naga ini ada teknologi runenya?".
"Benar Tetua di tombak ini ada rune dan formasi yang disesuaikan dengan kekuatan kultivasiku".
__ADS_1
"Kualitas tombak ini melebihi tingkat sepuluh. Ayahku Guan Pi bahkan tidak bisa mendekati kualitas tombak ini. Qian Qi tolong pertemukan aku dengan suamimu". Guan Yu tiba-tiba bersujud. Bagi maniak Blacksmith harga diri tidak ada artinya dibandingkan dengan ilmu Blacksmith.
"Maaf Tuan Guan Yu. Aku tidak bisa melakukannya untuk sekarang. Aku harus berdiskusi dulu dengan Suamiku".
"Aku mohon Qian Qi".
"Guan Yu. Palu Halilintar buatanmu sudah memakan puluhan korban. Bayangkan jika kamu bisa membuat senjata setingkat itu. Mungkin kekaisaran Sun bisa hancur. Tenang saja... Mengingat cucuku sama denganmu sama-sama gila. Pasti suatu saat nanti ia akan mengundangmu dengan beberapa persyaratan tertentu".
"... Baiklah aku mengerti. Tapi aku menantikannya". Guan Yu menyerah.
"Semuanya salahku. Aku beruntung mendapatkan batu Blue Diamond membuat semua musibah ini bisa terjadi".
"Kamu tidak salah Qian Qi. Aku yang memaksamu untuk ikut".
"Sudahlah. Sebaiknya kita terus melangkah maju. Masalah batu Blue Diamond sudah selesai. Qian Qi akan mengirimkan batu Blue Diamond ini ke Suaminya. Yang perlu kita lakukan hanya menyebarkan rumor. Bilang saja batu Blue Diamond ini sudah dicuri tadi malam".
"Baik Tetua". Semuanya sepakat. Tidak lama kemudian mereka bubar ke tempatnya masing-masing.
...
Beberapa jam kemudian.
"Prang...! Dasar anak kecil".
"Pergi sana Guan Ping. Jangan menggangguku. Aku sangat mencintai Qian Qi. Ini benar-benar menyakitkan untukku". Kai Yu mabuk di atas pohon.
"Dasar anak kecil. Sake seperti itu tidak akan bisa mengobati lukamu. Arak ini baru bisa ...".
"Heee...?". Kai Yu menoleh ke arah Guan Ping.
Ternyata Guan Ping sama saja sakit hati. Akhirnya mereka mabuk bersama melupakan sakit hatinya masing-masing.
Sedangkan di bawah pohon.
"Apa tidak apa-apa? Mereka sampai mabuk di siang hari. Aku turut prihatin terhadap mereka".
"Kali ini kita tidak bisa membantu. Rasa cinta mereka sudah terlalu dalam. Bahkan air biasa bisa membuat mereka mabuk seperti itu".
"Air biasa?". Cai Wenji keheranan.
"Apa kamu pikir aku akan memberi arak untuk anak tersayangku. Aku tidak ingin ia menjadi pemabuk seperti ayah dan pamannya".
__ADS_1
"Dasar Zhen Ji. Kau licik sekali. Aku beruntung memiliki saudari ipar sepertimu".