
Sun Long langsung berdiri dari pinggir kasur dan hendak pergi. Namun Luo Meilin tidak mau menyerah ia mencoba memegang tangan Sun Long, namun Sun Long menghindar membuatnya terjatuh dari kasur.
“Ngeee… Aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain Tuan Sun Long. Bertahun-tahun aku mengikuti Tuan Sun Long berharap Tuan akan membalas cintaku. Ngeee… Nikahi aku Tuan, jadi yang keberapa pun aku tidak peduli yang penting bisa jadi istrimu”. Luo Meilin menangis ia terlihat sangat kacau.
Sun Long pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja tanpa sepatah kata pun. Lalu Luo Meilin merangkak mencium kaki Qian Qi.
“Nyonya… Tolonglah Nyonya… Biarkan aku menikahi Tuan Sun Long juga. Kehidupanku akan sia-sia tanpanya. Selama ini aku pergi membantai monster hanya untuk membeli kosmetik demi Tuan Sun Long. Tapi Tuan Sun Long tidak pernah memandangku. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tidak ada gunanya lagi aku hidup”.
Qian Qi melihat Luo Meilin. Terlihat sama seperti saat ia kehilangan ayahnya. Ia sudah tidak punya semangat hidup lagi. Ia hanya bisa menangis menciumi kaki Qian Qi.
Aku tidak tahu harus berbuat apa. Tapi aku tidak rela jika membiarkan Sun Long menikahinya. Sun Long hanya milikku seutuhnya. Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan terhadap Luo Meilin. Qian Qi mengangkat Luo Meilin mereka berdua duduk di pinggir kasur.
Meski tidak rela tapi memiliki banyak istri bukanlah hal yang tabu. Hubby adalah pria yang hebat mungkin saja ia akan menjadi kaisar di kekaisaran Sun. Wajar saja kalau ia memiliki banyak istri. Mungkin itu hanya masalah waktu saja. Luo Meilin menangis di pelukan Qian Qi.
***
Sun Long berjalan keluar dari Atlas menuju tempat tunggu para budak wanita. Ia berjalan cepat dengan wajah yang dingin. Membuat semua orang yang melihatnya langsung minggir ketakutan.
“Luo Meifen ikuti aku”.
“Baik Tuan”. Luo Meifen mengikuti Sun Long.
Kemudian mereka berjalan menuju ke tempat tunggu para budak pria.
“Apa benar itu ayahmu?”. Sun Long menunjuk ke seorang pria paruh baya.
“Ayah…”. Luo Meifen berlari ke arahnya.
“Luo Meifen anakku... Kamu masih hidup? Syukurlah”. Luo Meifen berpelukan dengan ayahnya.
“Sudah-sudah nanti lagi sedih-sedihnya. Kalian berdua cepatlah ikuti aku”. Pria paruh baya itu masih ragu. Namun Luo Meifen menarik tangannya. Mereka berdua mengikuti Sun Long menuju Atlas.
__ADS_1
“Jangan Luo Meilin… Hentikan…”. Terlihat Luo Meilin yang sedang mencoba untuk bunuh diri. Namun ditahan oleh Qian Qi.
“Tidak ada gunanya lagi aku hidup. Jika Tuan Sun Long tidak mau menikahiku. Lepaskan aku…”.
“Kakak…!”. Luo Meifen dan ayahnya kaget melihat Luo Meilin ada di depan mata mereka. Mereka berdua langsung menghampirinya dan menghentikan aksi bunuh dirinya.
“Adik… Ayah… Kalian masih hidup?”.
Pertemuan keluarga yang hampir mustahil pun terjadi. Tidak ada yang menyangka mereka semua masih hidup. Masing-masing dari mereka berfikir tinggal sebatang kara. Seperti mimpi yang jadi kenyataan mereka bertiga menangis sejadi-jadinya.
Tiba-tiba saja Qian Qi memeluk Sun Long dan tersenyum manis. Sun Long mengusap-usap kepalanya.
“Kalian bertiga. Sudahi dulu dramanya. Luo Meilin cepat kamu pergi makan bersama anggota sektemu yang lain. Mereka membutuhkan dirimu. Setelah itu kembali bekerja agar adikmu dan ayahmu cepat bebas. Kalian berdua kembali ke tempat tunggu. Setelah semua selesai baru kalian bisa bersama sepuasnya”.
“Terima kasih Tuan Sun Long. Seumur hidupku, aku tidak akan pernah lupa akan jasamu yang mengurusku sedari kecil dan menyelamatkan keluargaku. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan cintamu dengan cara yang benar”. Luo Meilin bersujud.
“Aku juga Tuan Berterima kasih. Aku juga tidak akan kalah dari kakak atau pun Nyonya Qian Qi. Aku juga akan berusaha mendapatkan cinta Tuan dengan cara yang benar”. Luo Meifen tidak mau kalah.
“Terima kasih Tuan”. Melihat kedua anak gadisnya bersujud mencintai Sun Long membuat pria paruh baya itu kebingungan.
“Hubby…”.
Kalau dari segi kecantikan sudah jelas aku kalah jauh dari mereka berdua. Bahkan tidak mendekati sedikit pun, mereka berdua terlalu cantik. Aku tidak yakin bisa mengalahkan mereka berdua. Tapi aku tidak menyangka Hubby akan membelaku. Wajah Qian Qi memerah. Hatinya mulai tenang kembali.
“Sudahlah cepat kerjakan tugas kalian masing-masing”.
“Baik Tuan”. Mereka bertiga pun pergi.
“Ayo Qian Qi. Kita juga harus mengerjakan kerjaan kita”.
Sun Long dan Qian Qi pergi ke tempat para budak yang sudah selesai di periksa. Para budak itu sudah bersih dan sehat. Sun Long dan Qian Qi duduk dibangku walikota. Mereka berdua terlihat seperti kaisar dan permaisurinya.
__ADS_1
“Prajurit. Bariskan mereka”.
“Siap Kapten!”. Prajurit boneka membariskan mereka dalam satu garis.
“Kamu pilih bebas dengan uang saku 1.000 keping emas atau percaya padaku dan menjadi warga kota Vegas. Jika kamu sudah keluar kamu tidak akan diperbolehkan masuk lagi. Sedangkan jika kamu jadi warga kota dan mau keluar kamu tidak akan mendapatkan 1.000 keping emas lagi”.
“Hamba hanya seorang budak Tuan. Hamba tidak bisa memilih. Tuan yang menentukan hidup dan mati saya”. Wanita itu memegang kalung di lehernya sambil meneteskan air mata.
“Maaf aku lupa. Kemarilah dan tunjukan lehermu”. Wanita itu mendekati Sun Long dan menunjukan lehernya.
Sun Long langsung mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya ke leher wanita itu. Wanita itu hanya bisa pasrah memejamkan matanya.
“Hubby…?”. Qian Qi dan para budak kaget menyaksikannya.
“Sudah. Sekarang kamu sudah bebas. Cepat tentukan pilihanmu antriannya masih panjang”.
Wanita itu membuka matanya dan memegang lehernya. Ia tidak merasakan kalung yang mengunci hidupnya. Air matanya langsung mengalir, senyum lebarnya merekah. Ia menepuk pipinya seakan tidak percaya ini adalah sebuah kenyataan.
“Hubby bagaimana bisa? Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa melepaskan kalung budak. Kalung budak akan melekat pada penggunanya seumur hidup, hanya kepemilikannya saja yang bisa diubah”. Qian Qi dan seluruh budak terkejut.
“Ya… Sekarang ada satu”. Sun Long terlihat lesu.
“Cepatlah tentukan pilihanmu”.
“Terima kasih Tuan. Aku ingin tetap di kota ini menjadi warga kota”.
“Hhhmmm… Baiklah pergi ke arah prajurit itu. Selanjutnya”. Sun Long menunjuk ke arah prajurit yang siap mendata mereka.
Selanjutnya adalah seorang pria yang terlihat cukup kuat. Sun Long langsung melepaskan kalungnya.
“Terima kasih Tuan. Aku ingin 1.000 keping emas saja. Tapi apakah boleh saya menggunakan keping emas itu untuk membeli persiapan menghadapi dunia luar?”.
__ADS_1
“Tidak boleh. Tidak perlu membeli kami juga sudah menyiapkannya. Pergi ke arah prajurit yang itu”. Sun Long menunjuk prajurit yang lain.
Budak-budak itu pun dibebaskan satu per satu. Sampailah akhirnya giliran dewi ular medusa untuk memilih.