Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 69 - Bai Zhe dan Bai Su


__ADS_3

“Ma… Maaf Tuan Dodo Fung. A… Aku jatuh cinta padamu”. Bai Zhe bersujud malu.


“Hhhmmm… Jujur saja aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi aku menghargai cintamu untukku. Apa kamu mau jadi istriku?”.


“Hah…?”. Dewi Medusa, Bai Su dan Bai Zhe kaget mendengarnya.


Bai Zhe terdiam kembali, ia jadi bingung harus menjawab apa. Hal ini terlalu mendadak. Dewi Medusa segera menyenggol badannya. Menyuruhnya menjawab pertanyaan Dodo Fung yang masih menunggu jawaban darinya.


“A… Aku mau jadi istri Tuan”. Bai Zhe kembali memberanikan diri.


“Kalau begitu kita akan segera menikah saat kembali nanti”.


“Maaf Tuan Dodo Fung apa keputusannya tidak terlalu cepat”. Dewi Medusa mencoba memastikan.


“Tidak. Ini sudah cukup bagiku. Pernikahan kakak Sun Long bahkan jauh lebih cepat dari ini. Hanya butuh beberapa menit mereka berdua langsung menikah. Lagi pula pernikahan bukan masalah cepat atau lambat. Tapi masalah komitmen dan tanggung jawab. Menurutku Bai Zhe layak untuk diperjuangkan”.


Mendengar hal itu Bai Zhe senang bukan main. Cinta pada pandangan pertamanya terbalaskan dengan begitu mudah. Perjalanan cintanya cukup lancar tidak perlu usaha yang terlalu keras ia berhasil mendapatkan Dodo Fung.


“Mari kita sudahi dulu membahas masalah cintanya. Aku perlu bantuanmu Bai Zhe”.


“Baik Tuan. Apa yang bisa saya bantu?”.


“Aku ingin kamu memegang Jiwa Baja Beruang Eternal. Sementara aku memotongnya dengan cepat menggunakan tombak ini”.

__ADS_1


“Baik Tuan aku siap membantu”.


“Kalian berdua mundurlah”. Dodo Fung menyuruh Dewi Medusa dan Bai Su untuk mundur.


“Baik Tuan”. Mereka berdua mundur.


Setelah memastikan sekali lagi bahwa energi qinya benar-benar berpindah ke dalam tubuh Beruang Eternal mereka berdua bersiap memotong Jiwa Bajanya. Bai Zhe berlahan-lahan mulai menyentuh Jiwa Baja Beruang Eternal.


“Ting…!”. Tidak lama setelah energi qinya berpindah Dodo Fung langsung memotong Jiwa Baja Beruang Eternal.


Jiwa Baja terpotong dengan rapih siap untuk digunakan. Sekarang tinggal melihat kondisi beruang Eternal apakah ia terluka atau tidak. Ternyata Beruang Eternal terlihat baik-baik saja. Bahkan ia masih tertidur pulas akibat kekenyangan. Dodo Fung berhasil menyelesaikan ujian Alkemis dari Sun Long.


Dodo Fung berterima kasih kepada Bai Zhe. Ia bahkan hampir memeluknya namun ia segera tersadar kalau itu belum waktunya. Kejadian itu membuat mereka berdua jadi canggung. Tidak lama kemudian Dewi Medusa datang memberi selamat. Sedangkan Bai Su tidak kelihatan batang hidungnya.


Hari sudah menjelang siang mereka melakukan aktivitas seperti biasa berkultivasi dan sebagainya. Sedangkan Dodo Fung sibuk membuat laporan dan mempersiapkan pengiriman Jiwa Baja.


Bai Su mengurung diri di kamar menangis sendirian. Wajar saja ia sudah kalah oleh Bai Zhe hatinya hancur berkeping-keping. Dewi Medusa mengetuk pintu kamar Bai Su namun tidak ada jawaban. Ia memutuskan untuk menerobos masuk untuk memastikan keadaan Bai Su.


Alangkah terkejutnya Dewi Medusa melihat Bai Su tidak ada di kasurnya. Ia yang panik hendak keluar memberi kabar. Namun saat berbalik samar-samar Dewi Medusa mendengar suara tangis.


Dewi medusa yang penasaran mencoba mengikuti suara tangis yang terdengar. Ternyata suara itu berasal dari bawah kasur. Berlahan-lahan Dewi Medusa mendekati kasur dan mengintip ke bawahnya. Ia melihat Bai Su yang sudah menjadi ular putih sepenuhnya menggulung diri sambil menangis di kegelapan.


“Bai Su ayo keluar”.

__ADS_1


“Ngeee… Tidak ada Bai Su di sini”.


“Bai Su sisikmu berwarna putih mengkilap. Kamu tidak bisa bersembunyi di kegelapan. Kemarilah Bai Su. Ratumu memanggilmu”.


Berlahan-lahan Bai Su merayap keluar. Ia melihat Dewi Medusa yang duduk sambil menepuk-nepuk pahanya. Seakan menyuruhnya untuk berbaring di pangkuannya. Bai Su hanya bisa menurut Ia menaruh kepalanya di pangkuan Dewi Medusa sedangkan tubuhnya dibiarkan melilit di atas kasur.


Berlahan-lahan Dewi Medusa mengusap-usap kepala Bai Su. Sisiknya yang keras berkilau membiaskan cahaya matahari membuat warna pelangi yang begitu indah. Dewi Medusa mencoba menenangkan gadis malang itu. Namun ia gagal, hati Bai Su sudah hancur berkeping-keping. Ia hanya bisa menangis berharap air mata bisa menyembuhkan lukanya.


Tidak disangka-sangka ternyata Bai Zhe ada di depan pintu sedari tadi. Sama seperti Dewi Medusa ia juga membawakan makanan untuk Bai Su. Bai Zhe menerobos masuk begitu saja. Ia ikutan sedih melihat sahabat karibnya terpuruk seperti itu.


Bai Zhe merasa bersalah karena telah mendapatkan hati Dodo Fung. Ia tidak menyangka ternyata sahabatnya Bai Su memiliki rasa cinta yang sama besarnya kepada Dodo Fung. Mereka sudah bersama sedari kecil berbagi suka maupun duka bersama.


Bai Zhe memberikan sebuah tawaran kepada Bai Su. Mereka sudah terbiasa berbagi apa pun bersama. Bai Zhe juga tidak mau egois. Ia rela membagi Dodo Fung bersama Bai Su. Bai Zhe menawarkan Bai Su untuk menjadi istri kedua Dodo Fung. Meski begitu mereka akan menikah secara bersamaan.


Bai Su menolak penawaran Bai Zhe. Ia sangat sayang terhadap Bai Zhe. Ia tidak mau melukai hati Bai Zhe. Ia memilih merelakan Dodo Fung untuk sahabatnya. Ia hanya perlu waktu untuk terbiasa dengan rasa sakitnya.


Bai Zhe juga sama. Ia tidak rela jika sahabatnya tersakiti seperti itu. Ia tidak kuat melihat Bai Su yang menangis dalam diam. Mereka sama-sama menyayangi satu sama lain. Dewi Medusa membenarkan perkataan Bai Zhe. Lebih baik mereka berdua menikahi Dodo Fung secara bersamaan. Dengan begitu tidak ada hati yang tersakiti.


Akhirnya suasana hati mereka berubah. Senyum manis merekah dari wajah mereka bertiga. Setelah selesai makan mereka bertiga memutuskan untuk kembali berkultivasi bersama yang lainnya.


Sesampainya di geladak kapal tempur Atlas, mereka melihat Dodo Fung yang sedang mengirimkan surat dan Jiwa Baja menggunakan Gagak Iblis. Terlihat bangsa ular yang lainnya bersembunyi ketakutan di sudut ruangan.


Mereka semua belum terbiasa dengan kegilaan yang dilakukan Dodo Fung. Tidak pernah terbesit dibenak siapa pun menggunakan monster kelas S untuk mengirim surat dan barang. Monster itu benar-benar kehilangan harga dirinya.

__ADS_1


Dewi Medusa segera menghampiri bangsanya dan menenangkan mereka. Ia meminta maaf tidak ada di sisi mereka saat sedang dibutuhkan. Bai Su dan Bai Zhe juga ikut meminta maaf.


Setelah bangsa ular ditenangkan, Dodo Fung menghampiri mereka. Suasana hatinya sedang bagus hari ini. Seluruh tugas yang diberikan Sun Long sudah berhasil diselesaikan, oleh karena itu ia bisa fokus membantu bangsa ular untuk meningkatkan kultivasinya.


__ADS_2