Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 168 - Turnamen Peringkat Bagian 4


__ADS_3

Baru setengah jam Mei Mei membantu prajurit boneka dan para penjaga kota Goliat. Ia langsung kabur dengan alasan giliran turnamennya sebentar lagi akan di mulai.


Prajurit boneka dan para penjaga kota Goliat tahu bahwa Mei Mei berbohong. Tapi melihat Mei Mei yang bosan mereka membiarkan Mei Mei pergi.


Mei Mei memutuskan pergi ke tempat Qian Qi. Meski membosankan setidaknya tidak merepotkan.


Arena tempat Qian Qi masih terlihat sepi. Hanya ada beberapa pria tambahan yang hadir menonton.


Mei Mei yang baru datang meminta camilan kepada Qian Qi. Qian Qi yang kasihan dengan kegabutan Mei Mei memberikan camilannya.


"Krauk... Krauk...". Mei Mei menghabiskan keripik kentang dengan lahap.


Setelah puas merampok camilan Qian Qi, Mei Mei memutuskan untuk tidur di sebelah Qian Qi. Lagi pula bangku penonton masih sepi. Tidak akan ada yang marah meski dipakai tidur oleh Mei Mei.


Beberapa jam kemudian.


"Mei Mei bangun. Waktunya giliranmu bertarung".


"Hhhyyymmm... Sebentar lagi".


"Bangun gak...!?". Qian Qi menjewer telinga Mei Mei.


"Aduh... aduh... Iya deh iya. Ampun...". Qian Qi melepaskan jewerannya.


"Haaa... Merepotkan saja. Paling juga sekali pukul kalah".


"Sudah sana, jangan banyak mengeluh".


"... Nyonya kenapa tiba-tiba tempat ini ramai?". Mei Mei keheranan, pasalnya bangku penonton tiba-tiba ramai. Padahal sebelum Mei Mei tidur keadaan masih sepi.


Tidak hanya ramai, Mei Mei juga keheranan karena semua penonton merupakan laki-laki tidak ada seorang pun selain Qian Qi dan Mei Mei yang perempuan.


Setelah dilihat-lihat lagi, para penonton tidak melihat jalannya pertandingan. Melainkan mereka memperhatikan Qian Qi yang sedang duduk manis.


"Nyonya mereka tidak menonton pertandingan, melainkan memperhatikan Nyonya".


"Sudah Mei Mei jangan banyak alasan. Pergi sana pertandingan mu akan dimulai".


"Tapi Nyonya...".


"Masih kurang dijewernya?".

__ADS_1


"Ampun Nyonya". Mei Mei kabur.


Seraya kepergian Mei Mei para laki-laki itu ikutan pergi. Mereka nyusul Mei Mei ke arena utama.


Hiii... hiii... hiii... Mei Mei tidak tahu kalau mereka memperhatikan dirinya bukan aku. Lagian dengan tubuh yang imut dan cantik seperti itu Mei Mei malah tidur sembarangan.


Wajah polos Mei Mei saat tidur tentu saja menarik perhatian para buaya darat. Apa lagi Mei Mei sering ngemut ibu jarinya ketika tidur. Mereka semua menggila karenanya.


Hari ini akan jadi hari perayaan terbesar Mei Mei fans club di seluruh dunia. Qian Qi tertawa puas.


Mei Mei duduk di bangku penonton arena utama. Dua pertarungan lagi maka gilirannya akan tiba.


Sambil menunggu, Mei Mei dibuat keheranan dengan gerombolan pria yang datang menyusulnya.


Untuk apa mereka kemari? Apa Nyonya Qian Qi pergi? Sudahlah setelah pertandingan ku, aku akan kembali ke tempat Nyonya.


Tidak lama kemudian giliran Mei Mei tiba. Ternyata lawannya Mei Mei adalah kakak tingkatnya yang sering berlatih menari bersama.


Meski ranah kakak tingkat Mei Mei berada di ranah Pagoda Tingkat Enam Tahap Awal, Mei Mei harus tetap waspada. Mei Mei mempersiapkan senjata dan zirahnya.


Dari segi kultivasi memang kakak tingkat Mei Mei kalah. Namun dari segi tarian kakak tingkatnya jauh lebih unggul.


"Ting...!". Pertandingan dimulai.


Kakak tingkat Mei Mei mulai menari tarian Geisha. Tarian lembut yang mengalir cocok dengan kultivasi air miliknya.


Tidak mau kalah Mei Mei juga menari tarian Jaipong.


"Bola Api". Mei Mei meluncurkan bola-bola api kepada Kakak tingkatnya.


"Pisau Air". Kakak tingkat Mei Mei menyerang dengan kibasan-kibasan air yang berbentuk bulan sabit tajam.


"Boom...!".


"Boom...!".


"Boom...!". Ternyata Bola Api Mei Mei bukanlah Bola Api biasa. Di dalamnya terdapat api yang sudah dipadatkan.


Begitu Bola Api Mei Mei terbelah oleh Pisau Air, ledakan besar akan terjadi. Hempasan ledakan itu membuat Pisau Air kakak tingkat Mei Mei hancur.


Tidak mau menyerah Kakak tingkat Mei Mei menari menghindar. Seakan tidak kenal ampun Mei Mei terus menyerangnya bertubi-tubi.

__ADS_1


"Gelombang Air".


"Bruk...!". Kakak tingkat Mei Mei mengeluarkan senjata kipasnya, kemudian ia membuat Gelombang Air di kaki Mei Mei. Mei Mei pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


"BOOM...!". Bola-bola Api yang Mei Mei buat berjatuhan menimpa dirinya sendiri.


Ternyata Mei Mei masih kuat, meski ia terluka akibat terkena belasan Bola Api. Senyum lebar merekah di wajah Mei Mei. Mei Mei dan Kakak tingkatnya mulai serius.


"Bersiaplah Mei Mei. Gejolak Ombak Byur...!". Kakak Tingkat Mei Mei memenuhi seisi arena dengan air yang mengamuk seperti ombak.


Berkat Formasi Pertahanan yang ada di arena. Kakak tingkat Mei Mei mampu memenuhi arena dengan air.


Formasi Pertahanan itu mencegah serangan dari dalam keluar dan dari luar ke dalam demi keamanan bersama.


Mei Mei tidak menyangka Kakak tingkatnya akan memanfaatkan Formasi Pertahanan. Pantas saja Kakak tingkat itu menjadi salah satu andalan Tetua Yu Na. Ternyata dia memang tangguh tidak selemah yang Mei Mei kira.


"Byur...! Byur...!". Mei Mei terombang ambing seperti cucian di tengah badai.


Bahkan Mei Mei tenggelam karena tidak bisa berenang. Air merupakan kelemahan bagi orang-orang di Surga Hitam.


Karena di Surga Hitam tidak ada air. Orang-orang di sana akan kaget kalau harus melawannya.


Tidak mau menyerah, Mei Mei mengeluarkan Api Pendorong dengan kekuatan yang di tambah dua kali lipat. Meski menguras energi qi Mei Mei terpaksa melakukannya.


Mei Mei bisa sampai ke permukaan air untuk sekedar bernapas sebelum kembali tenggelam.


Saat terombang ambing dalam air. Mei Mei merasakan sebuah aliran arus. Mei Mei kembali menggunakan Api Pendorongnya untuk mengikuti aliran arus tersebut.


Hingga akhirnya Mei Mei dapat berselancar di atas ombak. Hal yang mengerikan dari orang-orang di Surga Hitam bukanlah tingkat kultivasinya, melainkan kehebatan mereka untuk beradaptasi.


Mei Mei tersenyum manis. Ia merasa puas bisa mengatasi serangan Kakak tingkatnya. Tidak seperti gempa buatan Dodo Fung yang tidak bisa di tebak, Kekuatan Air memiliki arus yang bisa dimanfaatkan.


"Api Pendorong, Api Pendorong". Mei Mei menggunakan Api Pendorong di kakinya dan di sikunya.


Panasnya Api Pendorong di kaki Mei Mei membuat ombak di bawah kakinya menguap menghasilkan daya dorong ke atas.


Sedangkan Api Pendorong di siku Mei Mei untuk menambah kecepatan dan menyeimbangkan tubuhnya.


Mei Mei berselancar mencoba mendekati Kakak tingkatnya. Seakan tidak mau kalah Kakak tingkat Mei Mei mengganti-ganti aliran arus ombaknya membuat Mei Mei kesulitan untuk mendekat.


Akhirnya Mei Mei teringat satu hal saat sedang bermain dengan Sun An. Sun An menyemburkan api ke sebuah pipa untuk membuat tekanan dan melontarkan Bomb buatannya ke udara.

__ADS_1


__ADS_2