Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 170 - Turnamen Peringkat Bagian 6


__ADS_3

"Seperti yang ku duga kau memang hebat Qian Qi. Tapi...".


"Gagak Bayangan". Xu Huang membuat Gagak Bayangan yang cukup besar.


"Amarah Naga Petir". Qian Qi tidak mau kalah ia juga mengeluarkan Naga Petirnya.


"Kau tahu Qian Qi. Saat malam hari kekuatan kegelapan bertambah berkali-kali lipat. Cacing Petir mu hanya akan jadi santapan gagak ku. Hiaaa...!".


Xu Huang menyerang Qian Qi dengan Gagak Bayangannya. Qian Qi tidak mau kalah ia juga menyerang Xu Huang dengan Naga Petirnya.


"Zzzttt..., Akkk... Akkk...". Naga Petir beradu dengan Gagak Bayangan.


Naga Petir Qian Qi terlihat jauh lebih unggul dan kuat. Gagak Bayangan itu terlihat kewalahan dibuatnya.


"Aku tidak menyangka kau sekuat ini Qian Qi. Gagak Bayangan ku tidak...!". Xu Huang terlihat panik.


"Akkk...".


"Akkk...".


"Akkk...". Tiba-tiba banyak Gagak Bayangan besar bermunculan dari balik bayangan.


"Zzzttt...! Crack...!". Puluhan Gagak Bayangan itu menyerang Naga Petir Qian Qi hingga hancur.


"Xaaa... xaaa... xaaa... Aku bilang kekuatan kegelapan ku yang bertambah. Bukan kekuatan Gagak Bayanganku yang bertambah. Dengan kegelapan ini aku bisa membuat puluhan Gagak Bayangan dengan energi yang kecil. Bersiaplah Qian Qi. Serang dia...!".


"Akkk...".


"Akkk...".


"Akkk...". Puluhan Gagak Bayangan itu menyerang Qian Qi.


"Zzzttt...". Dengan jumlah sebanyak itu Bola Perisai Qian Qi tidak mampu menahannya.


"Zzzttt...!!!". Berlahan-lahan kepala Gagak Bayangan mulai masuk ke dalam Bola Perisai Qian Qi.


"Hebat juga Bola Perisaimu Qian Qi. Bola Perisaimu terbuat dari petir. Alih-alih menahan serangan, Bola perisaimu menghancurkan apa pun yang menyentuhnya".


"Namun sayang. Kalau Gagak Bayanganku hanya ada satu perisaimu dengan mudah membakarnya. Tapi Gagak Bayangan ku ada banyak, energi petir di Bola Perisaimu jadi terbagi-bagi. Hanya masalah waktu sampai Gagak Bayanganku menembus Bola Perisaimu".

__ADS_1


"Petir Berantai, Pilar Petir. Zzzttt...".


Dengan Gagak Bayangan sebanyak itu Petir Berantai Qian Qi dapat melompat sesuka hati. Alih-alih menguntungkan Xu Huang, puluhan Gagak Bayangan itu malah menguntungkan Qian Qi.


"Zzzttt...!!! Akkhhh...". Petir berantai Qian Qi sampai mengenai tangan Xu Huang. Meski begitu Xu Huang hanya terluka ia belum menyerah.


"Zzzttt...". Qian Qi membuat tujuh bola petir yang berputar mengelilinginya. Bola-bola petir itu saling terhubung dengan petir yang menyambar membuatnya seperti cincin.


Dengan adanya Pilar Petir dan Perisai Petir pertahanan Qian Qi sekarang jauh lebih kuat. Xu Huang akan kesulitan untuk menyerang Qian Qi.


"Dasar wanita sialan. Aku sudah baik padamu, tapi kamu tidak mau kalah juga. Tadinya aku akan menggunakan formasi ini di Grand Final. Tapi... Aku terpaksa menggunakannya sekarang. Formasi Gerhana Bulan".


Xu Huang mengeluarkan kertas yang berisikan Formasi Gerhana Bulan. Begitu formasinya diaktifkan muncul bayangan hitam yang memenuhi seluruh arena.


Kini arena sudah penuh dengan bayangan Xu Huang. Jika dari luar yang terlihat hanyalah kubus hitam, tidak ada yang bisa melihat isinya.


Sangking gelapnya Formasi Gerhana Bulan, Qian Qi tidak bisa melihat apa pun sama sekali. Ia seperti orang buta di dalam Formasi Gerhana Bulan.


Bahkan cahaya dari Pilar Petir dan Bola Perisainya tidak terlihat sama sekaki. Qian Qi menjulurkan tangannya ke depan. Ia dapat merasakan Bola Perisainya masih ada.


Berarti matanya yang bermasalah seperti dibutakan. Qian Qi yang penasaran mulai meraba-raba matanya. Ternyata ada lapisan kental dan lengket yang menutupi matanya.


"Percuma saja Qian Qi. Lapisan itu tidak akan bisa dihancurkan dengan teknik kultivasimu. Xaaa... xaaa... xaaa...".


Qian Qi tidak menyerah. Ia mengeluarkan kain handuk kemudian mengelap matanya.


"Qi... Qian Qi. Kamu tidak di perbolehkan membawa cincin ruang".


"Aku memang tidak membawanya".


"Lalu darimana handuk itu berasal? Jangan bilang kamu membawa handuk ke medan tempur".


"Aku memang membawa handuk kemana pun aku pergi. Alasannya rahasia".


Hubby... Aku tidak menyangka fetishmu menyelamatkanku. Setiap malam Hubby selalu mencuci kakiku. Tapi Hubby sering lupa membawa handuk. Jadi aku yang selalu membawanya.


Bahkan meski kita berada jauh berkilo-kilo meter. Kebiasaan ini terus berlanjut. Aku juga menyukai saat Hubby membasuh kakiku dengan lembut. Aku sangat merindukannya.


"Tenang saja Xu Huang, kalau kamu berhasil mengalahkan ku, aku tidak akan bilang tentang kelicikanmu. Sebaliknya jika kamu kalah. Semua orang yang kamu bawa akan babak belur dan terlihat di arena. Saat hal itu tiba kamu pasti di tendang keluar dari perguruan Pedang Bulan".

__ADS_1


"Apa maksudmu Qian Qi. Aku tidak licik".


"Sudahlah Xu Huang, hari sudah malam. Aku sedang tidak mood berdebat. Aku harus segera menang, sudah waktunya aku berendam merawat tubuhku".


"Baiklah kalau itu mau mu. Hiiaaa...!". Seorang pria bertubuh besar tiba-tiba muncul dari atas mencoba menghajar Qian Qi dengan palunya.


"Zzzttt... Brukkk...!". Pria itu hangus tersambar petir dari Pilar Petir Qian Qi.


"Tetua...!". Xu Huang panik melihat pria bertubuh besar itu terkapar tidak bergerak.


"Tenang saja Xu Huang. Dia masih hidup".


"Aku tidak menyangka ada gadis sehebat ini. Jika kami menang, aku akan memaksamu untuk menikahi anakku".


"Ayah...".


"Maaf aku sudah punya Suami. Cepatlah, langsung keluarkan saja semuanya. Lagi pula aku sudah mengetahuinya. Jumlah kalian ada 24, sesuai dengan Gagak Bayangan yang menyerang ku".


"Baiklah kalau itu mau mu. Kalian semua keluarlah". Semua orang keluar dari balik bayangan mengelilingi Qian Qi".


"Membawa satu sekte ke Turnamen Peringkat. Kalian semua sebenarnya cukup cerdas. Aku memuji teknik kalian. Meski licik tapi cerdas dan solid. Kebersamaan kalian patut diacungi jempol".


"Sebelum aku menang. Izinkan aku untuk berterima kasih, karena kalian sudah mau menjadi alat uji coba untuk teknik terbaruku. Teknik yang ku buat setelah naik tingkat ke ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Awal".


"Gelombang Kejut Zzzttt...!". Qian Qi mengeluarkan Gelombang Listrik ke area sekitar.


Sekte Xu yang kaget mencoba bertahan. Meski begitu petir menyerang mereka dari segala arah. Akhirnya seluruh sekte Xu berhasil di lumpuhkan.


"Zzzttt... Arrkkk...". Ketua Sekte Xu yang masih sadar mencoba bergerak. Namun baru sedikit menggerakkan tubuhnya, ia langsung merasakan tegangan listrik yang menyakitkan.


"Tenang, mereka baik-baik saja. Teknik ku bukan teknik yang mematikan. Teknik ini membuat aliran listrik di dalam tubuh kalian jadi tidak stabil. Kalian akan lumpuh selama beberapa saat".


"Aliran listrik di dalam tubuh kalian akan berangsur-angsur pulih. Mungkin memakan waktu satu minggu untuk benar-benar pulih".


"Sssrrrttt...". Qian Qi merobek kertas Formasi Gerhana Bulan. Formasi itu pun pecah dan kegelapan berangsur-angsur menghilang.


Wasit dan para penonton dibuat kaget. Pasalnya tiba-tiba banyak orang yang tergeletak pingsan di arena.


Mereka bingung bagaimana bisa yang tadinya hanya 2 orang sekarang jadi 25 orang termasuk Qian Qi.

__ADS_1


__ADS_2