Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 120 - Racun Abadi


__ADS_3

“Jenderal Xin Sheng bersiaplah untuk langkah selanjutnya. Gigit ini”. Sun Long memberikan sebuah kain untuk digigit.


“Aku memang bilang bisa menyembuhkan racunmu, tapi metode yang sebenarnya, aku tidak benar-benar menyembuhkanmu. Melainkan memindahkan racunmu ke dalam makhluk ini”. Sun Long menunjukkan Cacing Pita yang sudah ada di dalam suntikan kecil.


“Makh… Makhluk apa itu Liu Long?”. Nyali Xin Sheng mulai ciut melihat betapa ganasnya Cacing Pita itu menggeliat.


“Ini Cacing Pita”. Sun Long mengeluarkan 4 suntikan lagi.


“Lima suntikan? Apa lima-limanya akan disuntikkan kepadaku?”.


“Ya, di tempat yang berbeda”.


Ada apa dengan metode Tuan Liu Long. Ia seperti menggunakan metode terlarang. Tidak seperti Alkemis pada umumnya. Batu qi Iblis dan sekarang makhluk menjijikan itu akan disuntikkan padaku.


“A… Apa metode ini akan menyakitkan?”.


“Apa yang kamu katakan? Kamu adalah seorang Jenderal. Jika kamu tidak sembuh rakyatmu akan tersiksa dan menderita”. Xin Sheng tertampar mendengar perkataan Sun Long. Ia membulatkan tekatnya untuk sembuh, demi rakyatnya.


Sun Long melanjutkan pengobatannya. Cacing Pita disuntikkan satu persatu. Ke pembuluh darah tangan kanan, kiri, ke pembuluh darah kaki kanan, kiri dan terakhir ke arah jantung Xin Sheng.


Xin Sheng menjerit kesakitan. Pembuluh darahnya sampai terlihat berwarna hitam. Seperti jaring laba-laba hitam menyebar di dalam kulitnya. Orang-orang jadi khawatir melihatnya. Keadaan Xin Sheng memburuk dengan cepat. Wajahnya langsung pucat lebih parah dari sebelumnya.


“Tuan Liu Lon..”. Jin Xianyi khawatir.


“Tuan Putri. Tolong jangan mengganggu Ayah. Ayah sedang serius”. Sun An menyanggah.


Aku tidak menyadarinya. Aku terlalu fokus kepada Jenderal Xin Sheng. Aku baru sadar betapa seriusnya Tuan Liu Long. Gerakan matanya bergerak cepat mengikuti gerakan pembuluh darah, Wajahnya berkeringat menandakan otaknya sedang bekerja keras. Tuan Liu Long terlihat tampan ketika serius.


Tampan…? Apa yang aku pikirkan. Otakku pasti sudah rusak karena kutukan Iblis ini. Serius Jin Xianyi. Ini adalah keadaan genting. Kesalahan sedikit saja nyawa Jenderal Xin Sheng bisa melayang. Tidak ada waktu memikirkan wajah tampan… tampan sekali. Jin Xianyi terlena melihat Sun Long.


Tubuh Xin Sheng yang tadinya berwarna sedikit ke hijau-hijauan, kini berubah menjadi hitam. Sun Long segera mengeluarkan suntikan lain yang sudah diisi dengan cairan Kaktus. Ia segera menyuntikkan cairan kaktus itu ke jantung Xin Sheng.


Cacing Pita itu mengamuk di dalam tubuh Xin Sheng. Terlihat gumpalan-gumpalan yang menggeliat di sekujur tubuhnya. Tidak lama kemudian tubuh Xin Sheng kejang-kejang membuat semua orang panik. Hingga akhirnya ia berhenti karena pingsan, tidak kuat menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Sun Long melepas kain yang ada di mulut Xin Sheng. Ia memasukan Pil Pemulih Raga ke dalam mulutnya. Xin Sheng kembali tersadar tubuhnya berlahan-lahan mulai pulih. Semua orang menjadi lega melihatnya. Namun, berbeda dengan Sun Long, ia tiba-tiba mengeluarkan pedangnya.


“Crat…!”. Dengan sekali tebas pergelangan tangan Xin Sheng terpotong rapih.


Orang-orang terkejut melihat hal yang dilakukan Sun Long. Mereka mencoba menyerbu mendekat. Prajurit boneka dengan sigap menahan mereka.


“Kalian semua tenanglah…! Percaya saja pada Ayah”. Sun An ikut menghadang.


“Crat…!”. Tidak lama kemudian Cacing-cacing itu keluar dari pergelangan tangan Xin Sheng yang putus. Melihat Xin Sheng mulai kehabisan darah dan kehilangan kesadaran. Sun Long segera menjejalkan Pil Pemulih Raga lagi ke dalam mulutnya. Membuat Xin Sheng kembali sadar sambil kesakitan.


Seakan jalan kabur terbuka, gerombolan Cacing Pita langsung menerobos menerjang keluar. Mereka lebih ganas dan lebih besar dari sebelumnya. Gerombolan Cacing Pita itu menggeliat mencoba kabur ke dalam tanah.


“Liu An…!”.


“Sunshine”. Sun An menggunakan teknik Apinya.


“Ssshhh…”. Cacing-cacing Pita itu mengeluarkan asap dari mulutnya.


“Ssshhh… Bur…!!!”. Cacing-cacing Pita itu terbakar dari dalam hingga musnah jadi abu.


“Pengobatannya sudah selesai. Sudah tidak ada racun lagi di dalam tubuhmu”.


“Terima kasih Liu Long”. Xin Chuan membungkuk.


“Kamu harus sopan Xin Chuan, panggilnya Tuan Liu Long. Maafkan keponakanku Tuan Liu Long dan terima kasih atas pengobatannya”.


“Tidak usah panggil Tuan. Xin Chuan sudah terbiasa memanggilku begitu, biarkan saja. Aku juga merasa lebih akrab tanpa Tuan. Tapi kalian berdua jangan senang dulu. Pil Pemulih Raga hanya memulihkan kondisi tubuh ke 24 jam sebelumnya. Tubuh Jenderal Xin Sheng masihlah rusak. Jenderal Xin Sheng harus beristirahat total selama beberapa hari”.


“Lapor Kapten!”. Tiba-tiba datang prajurit boneka dari luar.


“Ya”.


“Lapor. pasukan musuh sudah mengepung kaki gunung, kita harus bergerak”.

__ADS_1


“Mereka hebat juga, bisa sampai lebih cepat dari pada perkiraanku. Liu An…”.


“Siap Ayah”. Liu An segera pergi keluar menyiapkan kapal tempur Atlas.


Mereka semua segera membawa barang-barang dan naik ke kapal tempur Atlas. Setelah selesai kapal tempur Atlas kembali mengudara ke atas awan. Seperti biasa mereka semua takjub dengan kemampuan kapal tempur Atlas.


Kali ini mereka tidak langsung pergi. Sun An sudah bersiap dengan pemicu bom di tangannya. Sun Long dan Sun An menunggu pasukan musuh memasuki gua untuk membunuh semuanya sekaligus.


Pasukan musuh pun masuk satu persatu. Mereka terlihat masuk dengan hati-hati. Ternyata pasukan kekaisaran Jin cukup profesional. Mereka tidak meremehkan musuh meski jumlah musuhnya jauh lebih sedikit dan lebih lemah.


“Sudah banyak yang masuk Ayah. Apa ini sudah waktunya?”.


“Iy…”. Sun Long menoleh ke arah Jin Xianyi.


“Tunggu Liu An. Berikan pemicu bom itu”. Sun Long berubah pikiran. Ia mengambil pemicu bomnya.


“Harusnya kamu bilang dari awal, jika kamu belum siap”. Sun Long berjalan mendekati Jin Xianyi. Ia memberi Jin Xianyi sapu tangan untuk mengelap air matanya.


Orang-orang terkejut melihat Jin Xianyi yang sudah berlinang air mata. Bahkan Lian Shi yang sedang membopongnya juga tidak menyadari tangisan saudarinya. Hanya Sun Long satu-satunya orang yang paham dengan perasaan Jin Xianyi.


“Maafkan aku Tuan Liu Long. Mereka adalah rakyatku. Mereka adalah sebagian dari diriku. Mereka hanya dimanfaatkan oleh orang jahat. Sebenarnya mereka semua adalah orang baik”. Jin Xianyi tak kuasa menangis mengenang masa lalunya.


“Kelak kamu akan menjadi Ratu yang hebat Jin Xianyi”. Sun Long tersenyum manis.


“Prajurit Boneka!".


"Siap Kapten!".


"Mumpung ada kesempatan. Siapa yang bersedia menjadi bahan uji coba?".


“Kami bersedia Kapten!”.


“Tap…!!!”. Seorang prajurit boneka dengan gagah berani langsung datang ke hadapan Sun Long.

__ADS_1


“Biar aku saja Kapten!”.


__ADS_2