Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 59 - Persiapan 2


__ADS_3

Qian Qi dan Dodo Fung pergi menuju pemukiman warga. Pemukimannya cukup sepi di siang hari. Hanya ada prajurit boneka, ibu hamil dan orang tua. Melihat Qian Qi dan Dodo Fung datang berkunjung para warga segera masuk ke dalam rumahnya.


Qian Qi dibuat keheranan dengan tingkah laku mereka. Apa mereka setakut itu dengan kita. Wajar saja siapa yang tidak takut dengan Sun Long dan Dodo Fung. Apa lagi mereka telah menyaksikan sendiri betapa dahsyatnya ledakan meriam yang di tembakan dari kapal tempur Atlas.


Qian Qi menjadi sedih wajahnya mengkerut. Ternyata kita adalah orang jahatnya. Segala yang kita lakukan hanya pemaksaan tidak bisa di sebut kebaikan. Tidak lama kemudian Qian Qi melihat para warga kembali dari dalam rumahnya sambil membawa sesuatu.


Ternyata para warga langsung masuk rumah untuk mengambil makanan, kain, buah-buahan dan masih banyak lagi. Mereka sangat berterima kasih kepada Qian Qi dan Dodo Fung. Mereka seperti berada di dalam mimpi. Kehidupan mereka sebelumnya hanya bisa diumpamakan sebagai neraka, namun semua itu berubah sejak kedatangan Sun Long dan rombongannya.


Bahkan ada wanita tua yang hendak bersujud mencium kaki Qian Qi. Tapi Qian Qi  mencegahnya. Qian Qi bersyukur ternyata ia salah. Itu hanya prasangka buruknya saja. Kita bukan orang jahat atau orang baik. Kita hanya melakukan apa yang bisa kita lakukan.


Melihat wajah para warga yang berseri-seri Qian Qi merasakan sebuah getaran tertentu. Ternyata berbuat baik sangat menyenangkan. Ia tidak menyangka ada orang yang bisa berterima kasih kepadanya.


Di kehidupan sebelumnya Qian Qi hanya bisa melihat orang yang bersujud kepadanya. Setiap orang yang melihatnya pasti menunduk membisu. Ia bahkan tidak bisa melihat wajah mereka. Ia hanya bisa melihat bagian belakang kepala mereka.


Qian Qi melihat ke kiri dan ke kanan mencoba melihat wajah para warga satu per satu. Ada yang hidungnya mancung, ada yang senyumnya manis, ada yang giginya ompong, dan masih banyak lagi. Ternyata dunia yang sesungguhnya memiliki begitu banyak warna.


Setelah cukup bercengkerama dengan para warga Qian Qi dan Dodo Fung berpamitan untuk menuju sumber air yang baru di buat. Wilayah kota Vegas berdekatan dengan gurun dan tidak ada sungai di dekatnya. Biasanya para warga membeli air bersih dari kota-kota terdekat.


Melihat masalah itu Sun Long dan Dodo Fung segera mencari air dengan cara melubangi bumi sampai mendapatkan air di bawahnya. Kemudian dengan Rune yang Sun Long buat. Mereka menyedot air dari dalam bumi ke penampungan besar yang telah disiapkan. Setelah itu di alirkan ke titik-titik tertentu. Dengan begitu masalah sumber air bisa diatasi.


Qian Qi yang penasaran bertanya kepada Dodo Fung mengenai sumber air yang ada di Surga Hitam. Dodo Fung menjelaskan sumber air di Surga Hitam sudah tercemar oleh darah monster. Biasanya para warga kota Goliat akan mengutus regu terkuat mereka untuk pergi ke sumber mata air sekalian membeli beberapa kebutuhan dari kota terdekat.


Masalahnya untuk mengerahkan satu regu pasukan terkuat di butuhkan biaya yang cukup besar. Karena mereka juga membutuhkan perbekalan dalam perjalanan panjangnya. Intinya banyak sekali masalah yang harus dihadapi untuk mendapatkan air di kota Goliat.


Wajah Qian Qi menjadi murung kembali. Ia sudah menghambur-hamburkan banyak air untuk mandinya. Belum lagi setiap malam Sun Long selalu mencuci kakinya. Ia tidak menyangka mencari air akan sesulit itu.


“Jika Adik Qian Qi menggunakan banyak air saat mandi. Apa lagi aku. Badanku jauh lebih besar dari Adik”. Dodo Fung menghibur Qian Qi.


“Hi… Hi… Hiii…”.

__ADS_1


Dodo Fung menjelaskan meski mencari air memang cukup sulit tapi membawanya cukup mudah. Jadi sekali perjalanan mereka bisa mengumpulkan banyak sekali air dengan cincin ruang khusus yang di buat Sun Long.


Sesampainya di sumber air Dodo Fung langsung mencontohkan penggunaan Cincin ruang khusus airnya. Air yang terkumpul dengan cepat terhisap ke dalam cincin ruang itu. Setelah selesai mengisi airnya mereka segera kembali ke tempat Sun Long menunggu.


Ketika Qian Qi dan Dodo Fung kembali mereka heran kenapa banyak sekali warga yang bersembunyi ketakutan sambil mengintip sesuatu. Mereka yang penasaran akhirnya ikut mengintip juga. Ternyata Sun Long sedang duduk sambil mengasah pedangnya. Terlihat sangat menyeramkan seakan-akan ia hendak memenggal kepala seseorang.


“Kakak siapa yang akan kita lawan?” Dodo Fung menghampiri Sun Long sambil menggunakan pakaian tempurnya.


“Siapa apanya? Apa yang terjadi? Apa terjadi sesuatu terhadap Sweety?”. Sun Long segera berdiri bersiap bertempur.


“Tidak Hubby. Aku baik-baik saja”.


“Syukurlah. Terus kenapa kamu full armor seperti itu Dodo Fung? Bikin khawatir saja”.


“Loh? Bukannya kakak yang siap tempur duluan?”.


“Kok jadi bingung gini sih? Kamu yang datang-datang full armor”.


“Ya aku memang pegang pedang dari tadi. Habis aku bosan menunggu kalian berdua jadi aku memutuskan untuk mengasah pedang sambil menunggu”.


“Bosan…?”.


“Hubby…!!!”. Qian Qi terlihat kesal.


“Ada apa Sweety kenapa kamu jadi kesal seperti itu?”.


“Iiihhh… Hubby… Lihat para warga jadi takut bersembunyi”.


“Takut kenapa?”.

__ADS_1


“Ya takut liat Hubby… Hubby duduk di sini dengan muka serius mengasah pedang. Tentu saja semua orang yang melihatnya pasti takut”.


“Pantas saja dari tadi sepi tidak ada yang lewat. Maaf aku terlalu serius mengasah pedangnya”. Sun Long melihat sekeliling.


“Maaf warga-warga ini hanya kesalah pahaman. Silahkan beraktivitas kembali”. Para warga pun bubar. Sun Long dan Dodo Fung memasukan senjatanya.


“Apa aku seseram itu Sweety”. Sun Long terlihat bangga.


“Tau ah…” Qian Qi memalingkan wajahnya.


“Hi… Hi… Hiii… Udah Hubby geli”. Sun Long menggelitiki Qian Qi.


“Mau kemana lagi kita kak?”.


“Sudah sore. Waktunya bersiap-siap. Kita angkut barang ke Atlas dulu”.


“Siap Kak”.


“Kamu duluan saja Dodo Fung. Kakak mengantar Qian Qi ke tempat Luo Meilin dulu”.


“Siap Kak”. Dodo Fung pergi.


“Hubby aku mau ikut juga ke Atlas”.


“Tidak usah Sweety kamu pasti bosan. Cuma ada prajurit boneka yang bulak-balik mengangkut barang”.


“Kalau membosankan kenapa Hubby juga ikut ke sana? Biar saja prajurit boneka yang mengerjakan”.


“Maunya juga begitu. Tapi aku belum sempat mengajarkan prajurit boneka caranya merawat Atlas. Jadi aku harus memeriksanya sendiri. Rune yang ada di Atlas cukup rumit kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal, jadi aku harus berhati-hati. Aku juga harus mengajarkan Dodo Fung dasar-dasarnya lagi pula dia yang akan tinggal di atas Atlas bersama bangsa ular”.

__ADS_1


“Baiklah Hubby aku mengerti”.


Sun Long dan Qian Qi pergi ke tempat Luo Meilin. Sun Long menitipkan Qian Qi di sana. Sementara itu ia dan Dodo Fung mempersiapkan kapal tempur Atlas untuk keberangkatan Sun Long dan Qian Qi keesokan harinya.


__ADS_2