Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 34 - Masa Lalu


__ADS_3

Keesokan paginya. Sun Long pergi bersama Dodo Fung dan para pengendali tanah ke wilayah Iblis Singa Api. Sedangkan Qian Qi disuruh berkultivasi bersama Mei Mei di gedung walikota. Setelah menghisap beberapa batu qi, Qian Qi penasaran dengan kisah Mei Mei bagaimana gadis manis seumurannya bisa terdampar di Surga Hitam.


Qian Qi pun menannyakan hal itu kepada Mei Mei dan Mei Mei menceritakan kisahnya. Dulunya Mei Mei hanyalah warga kota biasa. Ia dan ibunya berjualan roti di warung yang kecil, sedangkan ayahnya seorang prajurit di garis depan. Setelah beberapa tahun berlalu ayahnya tidak kunjung pulang.


Sampai akhirnya ada sebuah surat yang sampai di depan rumahnya. Ternyata ayahnya sudah gugur. Setelah itu tidak ada lagi uang yang dikirim dari pusat militer. Sedangkan hidup di kota besar biayanya cukup tinggi. Saat itu Mei Mei dan ibunya hendak pindah dari kota besar ke pedesaan, namun ia dan ibunya dicegah oleh seorang bangsawan.


Mereka dipersulit untuk keluar dari kota besar. Harus bayar sekian, harus ada ini dan itu. Ibunya berusaha keras untuk mengeluarkan mereka berdua. Sampai akhirnya ibunya rela melakukan apa saja. Alih-alih dibebaskan ibunya malah diberi sebuah pil dan menjadi gila.


Waktu itu ada seorang budak yang sama seperti ibunya, namun ia terlihat jauh lebih parah. Bangsawan itu hendak membuangnya dengan portal teleportasi. Melihat ada kesempatan, Ibunya langsung membawa Mei Mei masuk ke dalam portal itu.


Setelah masuk portal, mereka berdua berada di tempat yang cukup tinggi. Ibunya memeluk Mei Mei dengan erat, mereka berdua terjun bebas dari ketinggian. Ibunya tidak selamat waktu itu karena melindungi Mei Mei. Tidak lama kemudian monster-monster berdatangan mengerubungi mereka. Tiba-tiba saja Nyonya Luo Meilin datang menyelamatkan Mei Mei. Kebetulan ia sedang berada di daerah itu.


Nyonya Luo Meilin membawa Mei Mei dan memakamkan jenazah ibunya. Waktu itu usianya masih 10 tahun, sekarang ia sama seperti Qian Qi berusia 15 tahun. Qian Qi merasa sedih mendengar cerita dari Mei Mei. Mei Mei juga sedih karena mengingat mendiang ibunya.


Qian Qi kembali bertanya bagaimana hidupnya selama 5 tahun di Surga Hitam. Mei Mei menjawab selain memang makanannya bermasalah, semuanya baik-baik saja. Tinggal di kota Goliat cukup enak dan menyenangkan, aman dari monster dan banyak orang baik.

__ADS_1


Awalnya Mei Mei kerja di rumah bordil. Memang namanya adalah rumah bordil tapi di sana hanya tempat beristirahat bagi para pria. Sebagian besar dari mereka bertugas sebagai pemburu dan penjaga Kota. Sebagai hadiahnya mereka makan dilayani oleh wanita-wanita cantik.


Tapi peraturan di rumah bordil sangatlah ketat. Tidak boleh pegang-pegang kalau tidak diizinkan. Mereka yang pegang-pegang akan langsung dipotong tangannya. Setelah itu disambungkan kembali. Ada peringatan 1 2 3 yang ketiga dieksekusi mati.


Waktu itu Mei Mei dengar desas-desus tentang Tuan Sun Long. Tuan Sun Long sangat membenci pria yang tidak menghargai wanita. Tuan Sun Long menjunjung tinggi wanita karena ia sangat sayang dengan ibunya. Hal apa pun yang menurunkan derajat wanita akan langsung di musnahkan olehnya. Bahkan jika wanita itu sendiri yang menurunkannya.


Mei Mei bercerita tentang salah satu kejadian besar di kota Goliat. Saat itu Mei Mei adalah wanita paling muda di kota Goliat. Saat umurnya masih 11 tahun, Mei Mei baru pertama kali melihat Tuan Sun Long. Ia datang bertujuan untuk menunjukkan resep pil baru pada Tuan Pang Tong. Saat itu pula Mei Mei pertama kali melihat Tuan Sun Long yang marah besar.


Ketika Mei Mei masuk ke rumah bordil, gedungnya langsung dilenyapkan oleh Tuan Sun Long. Beberapa orang sampai terluka parah akibatnya. Mei Mei tidak melihat kejadiannya karena Mei Mei tiba-tiba saja terkurung di dalam kubus Void milik Tuan Dodo Fung. Namun saat kubus Void itu di buka keadaannya benar-benar parah. Tuan Sun Long sampai memaki-maki Tuan Pang Tong dan Nyonya Luo Meilin.


“Kalian seru sekali membicarakan kakak Sun Long”. Tiba-tiba saja Luo Meilin dan Luo Meifen datang berkunjung.


“Mumpung gak ada orangnya, aku ingin tahu tentang kisahnya Hubby. Ayo kakak Luo Meilin. Kakakkan orang yang sudah lama mengenal Hubby tolong ceritakan tentangnya”.


“Dasar wanita. Di mana pun tempatnya suka sekali bergosip. Baiklah aku akan cerita”.

__ADS_1


Luo Meilin bercerita tentang saat pertama kali ia melihat Sun Long menangis. Saat itu Sun Long belum sekuat sekarang. Ia masih sering babak belur saat melawan monster. Dodo Fung dan Luo Meilin juga masih terlalu kecil mereka berdua hanya bisa menjadi beban. Luo Meilin menggandeng Dodo Fung kecil, sedangkan Sun Long membersihkan jalannya.


Mereka bertiga pergi menuju gua kecil mencari tempat perlindungan. Sesampainya di sana Sun Long sudah babak belur sedangkan Dodo Fung dan Luo Meilin masih sehat sampai di dalam gua. Meski babak belur ia tidak menangis sedikit pun ia begitu tegar. Untung saja saat itu persediaan makanan dari ibunya Sun Long masih ada. Jadi kami tidak terlalu kelaparan dan mampu bertahan. Setelah kenyang Dodo Fung dan Luo Meilin langsung tertidur pulas.


Dini hari pun tiba. Luo Meilin terbangun karena kebelet pipis. Ia melihat Sun Long sedang meringkuk menangis. Tubuhnya bergetar ia terlihat sangat kesakitan. Ia mengobati lukanya sendiri sambil menangis. Saat itu pula Luo Meilin mulai jatuh cinta padanya. Ia menyukai Sun Long bukan lagi karena ingin balas budi. Melainkan getaran di dalam hatinya


“Qian Qi apa kamu pernah melihat Kakak Sun Long menangis?”.


“Belum pernah kak. Lagi pula monster seperti Hubby memangnya masih bisa menangis? Ia sudah terlalu kuat sekarang. Bahkan saat tubuhnya hancur oleh iblis ekspresinya tetap dingin seperti tidak terjadi apa-apa.  Mungkin aku tidak akan pernah melihatnya”.


“Kamu salah besar Qian Qi. Aku jadi geregetan ingin mengatakan sebuah rahasia padamu. Tapi itu akan merusak keseruannya. Biarkan waktu yang memberitahunya. Kamu harus berusaha mengenal kakak Sun Long lebih dalam lagi. Kamu harus tahu sifat asli yang sesungguhnya dari suamimu”. Semua orang jadi penasaran di buatnya.


“Ada apa sih kak? Aku jadi penasaran katakan saja”.


“Tidak boleh. Itu tugasmu sebagai seorang istri".

__ADS_1


__ADS_2