Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 113 - Misi Pertama Qian Qi


__ADS_3

“Master Zhang Liao silakan berbaring di meja ini dan buka baju anda. Saya akan melakukan pengobatan akupuntur kepada anda”.


Prajurit-prajurit boneka ini muncul dari mana? Bagaimana bisa mereka bersembunyi dengan aura iblis di tubuh mereka, Ada berapa jumlah mereka?, Bagaimana mereka bisa masuk?. Keamanan perguruan Pedang Bulan benar-benar di tembus.


“Master Zhang Liao…”.


Apa aku bisa mempercayai mereka? Ah… Sudahlah meski aku tidak mempercayai mereka tapi aku percaya terhadap Qian Qi. Qian Qi adalah orang baik. Zhang Liao pasrah mengikuti perkataan prajurit boneka.


“Tahan sebentar Master aku akan mulai menusukkan jarum akupuntur”. Prajurit boneka mulai menusuk titik meridian Master Zhang Liao dengan jarum akupuntur.


Zhang Liao diminta menunggu beberapa menit. Dengan jarum yang ada di tubuhnya. Beberapa saat kemudian prajurit boneka melepas jarum-jarum itu. Zhang Liao di minta duduk di pinggir meja.


“Uhuk… Uhuk… Aaarrrkkk…”. Perasaan Zhang Liao tidak enak.


“Uhuk… Uhuk… Uweee…”. Zhang Liao memuntahkan darah hitam. Darah hitam itu cukup kental beberapa darah bahkan sudah menggumpal menjadi bola.


“Baguslah Master keluarkan semuanya”. Zhang Liao muntah lagi dan lagi hingga tubuhnya bersih.


“I… Ini… Aura kultivasiku mulai kembali. Aura merahku… Aku kembali ke Pagoda Tingkat 7”.


“Jangan senang dulu Master. Pengobatannya baru selesai setengah. Baru kotorannya saja yang dikeluarkan. Titik meridian Master masih terluka. Kami akan menggunakan metode Totok untuk memperbaikinya”.


“Baiklah. Tolong sembuhkan aku”.


“Silakan berbaring lagi Master”.


“Krekkk…!”


                           “Aaarrrkkk…!”.


“Krekkk…!”


                           “Ampun…!”. Zhang Liao kesakitan.


“Tahan saja Master. Kita akan menotok Master selama 3 jam”.


“3 jam…? Eee…”. Master Zhang Liao pingsan ketakutan.


__ADS_1


Semangat Qian Qi. Kerjakan satu per satu tugas yang ada. Urusan Master Zhang Liao sudah selesai. Sekarang tinggal mencari Point. Aku harus mulai menjalankan misi. Qian Qi pergi ke lantai 1 untuk mencari misi.


Menarik… Ada misi untuk satu orang, satu kelompok, dan satu kelompok lintas divisi. Kalau begitu aku bisa mengerjakan tugas bersama Mei Mei. Enaknya pilih yang mana dulu ya?.


Mencari tanaman herbal, memburu monster, membersihkan perumahan, Pointnya tidak ada yang besar. Qian Qi terus mencari misi.


1000 Point. Wah langsung 1000 Point. Kira-kira apa ya misinya… Menyumbang 1.000.000 keping emas untuk perguruan Pedang Bulan. Wah… Misi ini benar-benar hanya untuk orang kaya saja.


Misi seorang diri tidak ada yang menarik. Misi normal yang paling tinggi hanya 25 Point memburu monster Harimau Taring Merah. Hhhmmm… Karena aku pemula 25 Point sudah cukup. Baiklah aku ambil misi ini saja. Aku mendaftar dulu….


Sementara itu di sudut ruangan.


“Nona. Wanita itu memilih misi memburu monster Harimau Taring Merah”.


“Kalau begitu kita akan mengambil misi kelompok memburu monster Gorila Punggung Silver. Habitat monster Harimau Taring Merah dan Gorila Punggung Silver berdekatan. Kita bisa memancing Gorila itu untuk menyerang Qian Qi. Biar tau rasa dia karena berani menggoda Tuan Guan Ping”. Da Qiao tersenyum licik.


“Aku akan membunuh mereka semua di hutan nanti”. Kai Yu memantau dari kejauhan.


“Tunggu Kai Yu. Kita lihat dulu, bagaimana Qian Qi mengatasi masalah ini. Mungkin saja ia bisa mengalahkan mereka semua”. Guan Ping muncul di sebelah Kai Yu.


“Baiklah aku juga penasaran. Tapi kita harus bersiap kalau sewaktu-waktu Qian Qi membutuhkan pertolongan”.


“Kita berdua sepakat. Kita akan muncul bersamaan biar adil”.


“Baiklah”.


Sesampainya di Hutan.


Hhhmmm… Sepertinya itu gua tempat tinggal monster Harimau Taring Merah. Perkiraan ranahnya ada di Pagoda Tingkat 3 Tahap Menengah. Monster itu sangat lemah. Namun tidak ada salahnya aku bersiaga.


Hiii… hiii… hiii… Aku baru saja mengatakan monster dengan ranah Pagoda Tingkat 3 lemah. Aku sudah menjadi penduduk Surga Hitam sepenuhnya. Tanpaku duga Surga Hitam mengubahku berlahan-lahan. Kalau begitu aku masuk saja.


Eeehhh… Tunggu dulu. Aku hampir lupa. Karena aku murid biasa aku harus menggunakan zirah dan senjata agar tidak mencurigakan. Qian Qi menggunakan zirahnya dan mengeluarkan tombak Guandao. Baiklah sekarang aku sudah siap. Qian Qi memasuki gua.


“Nona wanita itu sudah masuk”.


“Ayo kita pancing monster Gorila Punggung Silver untuk memasuki gua. Monster Gorila Punggung Silver ada di ranah Pagoda Tingkat 4 Tahap Awal. Qian Qi pasti mati jika diserang dua monster kuat secara bersamaan”. Da Qiao dan anggota kelompoknya memancing  monster Gorila Punggung Silver.


“Hhhaaarrr…”. Monster Harimau Taring Merah mengaum melihat kedatangan Qian Qi.

__ADS_1


Sama seperti di data. Monster Harimau ini sendirian. Memang sudah sifat alami Harimau hidup sendirian. Misi ini akan berjalan mudah.


Monster Harimau itu melompat menyerang Qian Qi. Qian Qi tidak menghindar ia malah mengacungkan tombaknya ke arah monster Harimau.


Monster Harimau itu tidak gentar ia mencoba menangkis tombak Qian Qi dengan cakar panjangnya.


“Petir Berantai”. Qian Qi menggunakan tekniknya. Energi petir mengalir menyelimuti tombak Guandao Qian Qi.


“Zzzttt…”. Monster Harimau itu kejang-kejang terkena sengatan petir dari Qian Qi. Ketika monster Harimau itu kejang-kejang. Qian Qi segera mengambil kesempatan untuk merobek perut monster Harimau itu hingga mati.


Akhirnya misi ini selesai juga. Tinggal menunggu rombongan Da Qiao datang ke sini. Qian Qi sudah mengetahui kedatangan rombongan Da Qiao, Kai Yu dan Guan Ping dari prajurit boneka.


“Dug… Dug… Haarrr…” . Benar dugaan Qian Qi, tidak lama kemudian datang monster Gorila Punggung Silver. Monster itu memukul-mukul dadanya dan mengaum mengintimidasi.


Karena Qian Qi tidak menanggapi intimidasi monster Gorila itu. Monster Gorila itu jadi tersinggung dan datang menyerang.


“Letusan Petir. Zzzttt… Crat…!”. Monster Gorila itu mati dengan luka di jantungnya.


“Maaf monster Gorila. Aku tidak punya waktu untukmu. Rombongan Da Qiao akan segera datang”.


“Ayo kejar monster Gorila itu…!!!”.


Akhirnya mereka datang juga.


“Ayo…!”. Rombongan Da Qiao bersandiwara.


“Wah…! ada Qian Qi… Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini”. Da Qiao pura-pura kaget.


“Nona Da Qiao”. Qian Qi memberi hormat.


“Nona monster buruan kita mati”.


“Qian Qi… Kamu tidak boleh mencuri buruan orang lain. Kamu tidak akan mendapat Point jika menyelesaikan misi yang bukan milikmu. Serahkan mayat monster Gorila Punggung Sillver itu kepadaku”.


“Aku tahu Nona. Bukan maksudku untuk mencuri buruanmu. Aku hanya terpojok jadi aku terpaksa membunuhnya. Silakan Nona ambil saja mayat Gorila itu. Aku sudah selesai di sini, aku undur diri dulu”. Qian Qi segera pergi.


“Hebat juga Qian Qi ia mampu mengalahkan dua monster sekaligus”. Kai Yu kagum.


“Tapi aku tidak habis pikir. Qian Qi memberikan mayat monster Gorila Punggung Silver begitu saja. Padahal meski tidak mendapatkan Point ia bisa menjual mayatnya”. Guan Ping bingung

__ADS_1


__ADS_2