Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 153 - Batu Misteri Bagian 1


__ADS_3

"Kakak Qian Qi. Mei Mei...!". Sun Ryu panik. Melihat Mei Mei terbakar.


"Tidak perlu panik Sun Ryu. Mei Mei memiliki kultivasi api sama denganmu".


"Haaa... Haaa... Hacih...!". Mei Mei bersin cukup keras. Sangking kerasnya bersin itu mampu memadamkan semua api.


"Kamu cukup hebat Sun Ryu. Sudah lama aku tidak melihat pengguna kaligrafi. Apimu hangat".


"Maaf Mei Mei. Aku tidak tahu kalau kekuatanku ikutan pulih".


"Tidak apa Sun Ryu. Aku baik-baik saja".


"Yasudah kalau begitu. Kami harus pergi, hari sudah menjelang sore". Qian Qi dan Mei Mei berpamitan.


Qian Qi dan Mei Mei kembali ke gedung pusat Blacksmith. Ternyata rombongan Sun Jian masih ada di dalam. Bahkan jumlah kereta kudanya malah semakin banyak.


Gedung pusat Blacksmith masih di tutup untuk umum. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Qian Qi dan Mei Mei untuk sekarang. Qian Qi dan Mei Mei mutuskan untuk kembali ke perguruan Pedang Bulan.


"Qian Qi...!". Seorang pria tua, bertubuh besar memanggil Qian Qi.


"Tuan Guan Ba". Qian Qi dan Mei Mei memberi hormat.


"Baaa... baaa... baaa... Kamu mau beli senjata lagi ya, untuk turnamen peringkat?".


"Bagaimana Tuan Bisa tahu?".


"Baaa... baaa... baaa... Guan Ping tidak bisa konsentrasi berlatih karena memikirkan mu. Ia sering curhat ketika berlatih".


"Bukkk...!!! Heee... heee... heee... Jangan pikirkan perkataan Pamanku. Sepertinya dia sedang mabuk". Guan Ping datang menendang Guan Ba hingga terjungkal.


Sepertinya sekte Guan sedang sibuk. Guan Ping membawa banyak sekali bahan-bahan senjata.


"Banyak sekali bawaannya untuk apa itu semua?". Mei Mei penasaran.


"Pangeran Sun Jian dan rombongannya datang berkunjung untuk membeli senjata. Musuh kita datang, orang-orang dari perguruan Matahari. Mereka sedang bersiap-siap membeli senjata dan pil untuk turnamen kekaisaran nanti".


"Sama seperti kita. Sebentar lagi mereka akan mengadakan Turnamen Peringkat. Minggu ini akan jadi minggu yang sibuk. Beberapa perguruan akan datang membeli senjata. Besok juga akan datang perguruan dari Utara dan masih banyak lagi".


"Lebih baik kalian beli senjata sekarang. Takutnya bahan baku yang berkualitas keburu habis".

__ADS_1


"Guan Ping ayo cepat. Penjualan batu Misteri akan segera dimulai". Tetua Zhen Ji datang.


"Baik Bu...".


"Qian Qi, Mei Mei... kebetulan sekali. Ayo cepat kalian juga ikut".


"Tidak us...". Belum selesai Qian Qi menolak, Guan Ba datang dari belakang mendorong Qian Qi dan Mei Mei.


Sial...! Aku tahu saatnya akan tiba. Hanya saja tidak secepat ini. Sun Jian, Xiao Yun...! Aku harus mengendalikan diri.


Aku tidak boleh kehilangan kendali dan mempermalukan diriku sendiri. Tidak hanya diriku, hal itu juga akan melukai harga diri Hubby.


Aku harus menghadapi masalah ini sekarang. Dosa masa lalu akan menghantui selamanya jika tidak dihadapi.


Aku ke sini bukan untuk bermalas-malasan. Aku ke sini untuk balas dendam. Sekarang atau nanti sama saja.


Mangsaku ada di depan mata. Aku akan menerkamnya, menelannya bulat-bulat. Aku akan menghadapinya.


"Tap...".


"Tap...".


"Tap...". Qian Qi dan yang lainnya berjalan masuk ke gedung pusat Blacksmith.


Meski wajahnya ditutupi kain tapi aura dan bentuk tubuhnya tidak bisa disembunyikan.


Qian Qi memang wanita yang sempurna luar dan dalam. Ia sudah berubah dari gadis lemah yang tidak berdaya menjadi seorang dewi yang cantik dan anggun.


"Ehem... Ayo mulai acaranya". Zhen Ji mencairkan suasana.


"Aaa... Maaf-maaf. Sebelum aku mulai aku harus mengatakan sesuatu. Aku sudah bekerja sebagai pencari batu mistis selama puluhan tahun. Tapi aku belum pernah melihat batu permata seindah ini".


"Nona sangatlah cantik. Wanita tercantik yang pernah aku lihat". Seorang Pria tua memuji Qian Qi.


"Terima kasih...". Mendengar suara Qian Qi yang merdu, semua laki-laki langsung meleleh. Seakan ada yang meniup angin lembut ke telinga mereka.


"Dasar Tua bangka. Cepat mulai acaranya". Zhen Ji bergerak ke depan Qian Qi. Zhen Ji menutupi tubuh Qian Qi, menjaganya dari pandangan liar para lelaki.


"Baiklah. Selamat datang Tuan-tuan dan Nona-nona. Perkenalkan nama saya Lee. Acara penjualan batu misteri dengan resmi aku mulai". Orang-orang bertepuk tangan.

__ADS_1


"Bagi yang belum tahu. Batu misteri adalah batu yang kami tambang dari gua Mistis. Gua Mistis merupakan gua yang sangat berbahaya. Setiap perjalanan pasti memakan korban".


"Batu-batu ini bisa berisikan permata berharga dengan konsentrasi energi qi yang tinggi atau batu biasa yang tidak berharga sama sekali".


"Semuanya tergantung dengan keberuntungan kalian masing-masing. Batu permata yang ada di dalam, bisa digunakan sebagai bahan perhiasan, bahan senjata kualitas tinggi atau dihisap langsung energi qinya".


"Ini adalah contoh serpihan kecil dari permata yang ada di dalam batu ini. Ada ruby, safir, jade dan masih banyak lagi. Yang paling langka dan memiliki kualitas tertinggi adalah Red Diamond".


"Sayang sekali aku tidak punya contohnya. Kalau aku punya contohnya, tentu saja aku tidak akan jualan batu misteri lagi. Tapi semoga saja kalian beruntung".


"Satu bongkahan batu misteri ini diberi harga 10.000 keping emas. Silakan dipilih dan dibeli".


"Tunggu dulu Tuan Lee. Kalau langsung di beli hal itu tidaklah adil. Pangeran Sun Jian bisa membeli semuanya". Salah satu teman Sun Jian protes.


"Bhaaa... haaa... haaa... Kau membaca pikiranku".


"Tentu saja aku tahu. Kita sudah lama berteman. Biar seru kita giliran saja membeli sesuai arah jarum jam. Kita lihat siapa yang paling beruntung. Bagaimana kalian setuju?".


"Baiklah aku setuju".


"Jadi siapa saja yang ikut ayo mendekat ke meja".


"Qian Qi... Qian Qi...". Zhen Ji berbisik.


"...". Qian Qi tidak menggubris. Ia terlalu fokus pada amarah yang ia pendam.


"Tenang saja Qian Qi. Masalah uang kamu tidak perlu khawatir. Aku yang akan membayarnya". Zhen Ji mengira Qian Qi terdiam karena tidak punya uang.


"...".


"Nyonya...!". Mei Mei menyenggol Qian Qi, berusaha menyadarkannya.


"Terima Kasih Tetua Zhen Ji. Tapi tidak usah, aku akan membeli batu misteri dengan uangku sendiri".


Aku sudah sampai sejauh ini. Aku tidak bisa mundur dan mempermalukan diriku sendiri. Meski hanya batu, aku akan mengalahkan bajingan itu. Qian Qi berjalan mendekati meja.


Totalnya ada 24 batu misteri. Sedangkan pembelinya ada 12 orang. Jadi satu orang berhak membeli 2 buah batu misteri.


5 orang dari perguruan Matahari, 4 orang dari perguruan Pedang Bulan dan 3 orang dari perguruan lainnya.

__ADS_1


Qian Qi, Guan Ping, Kai Yu dan Guan Yinping merupakan pembeli dari perguruan Pedang Bulan.


Meski hanya batu misteri gesekan persaingan begitu terasa. Mata mereka menatap satu sama lain seakan tidak ingin kalah.


__ADS_2