Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 27 - Aku yang Lain


__ADS_3

Mereka semua melanjutkan rapatnya. Rapatnya berjalan lancar dan semuanya sudah tersusun rapih. Luo Meilin sangat hebat di dalam rapat ini. Ia memiliki beberapa ide yang bagus. Ia benar-benar berhasil mengurung perasaannya dalam-dalam dan membuatnya jauh lebih gemilang lagi.


Rapat pun selesai. Luo Meilin, Pang Tong dan Dodo Fung kembali ke kamarnya masing-masing. Tidak jauh setelah keluar dari kamar Sun Long. Luo Meilin mengingat sesuatu.


“Maaf Adik Dodo Fung, Tuan Pang Tong. Aku lupa meninggalkan sapu tanganku di kamar kakak Sun Long. Kalian duluan saja”.


“Baiklah kalau begitu kami duluan. Sampai jumpa nanti”. Dodo Fung dan Pang Tong pergi.


***


Sedangkan di dalam kamar, Sun Long sedang mandi. Sementara Qian Qi sedang membereskan mejanya. Ia melihat sapu tangan Luo Meilin yang tertinggal.


“Hubby. Sapu tangan Kakak Luo Meilin ketinggalan. Aku keluar dulu untuk menyusulnya. Mereka pasti masih dekat”.


“Baiklah Sweety hati-hati”.


Qian Qi keluar kamar. Ketika ia berjalan menuju ke arah tangga terdengar suara sayup-sayup. Qian Qi yang penasaran mencoba mendekati suara itu.


Suara tangis sepertinya berasal dari balik hiasan patung singa itu. Qian Qi memeriksanya.


Benar saja suara itu berasal dari Luo Meilin yang sedang bersembunyi menangis. Ia terlihat sangat kacau tubuhnya terkulai lemas. Seakan dunia yang dimilikinya sudah runtuh, hancur berkeping-keping.


Qian Qi jadi merasa sangat bersalah. Seakan-akan ia sudah menghancurkan hidup seseorang. Wanita anggun, cantik dan gagah yang pertama kali di lihatnya kini sudah tidak ada lagi. Wanita itu berubah menjadi wanita lemah yang hanya bisa menangis bersembunyi tanpa orang lain ketahui.

__ADS_1


“Kakak Luo Meilin? Maafkan aku kak”. Qian Qi mendekat. Membuat Luo Meilin kaget.


“Kemarilah Adik Qian Qi…”. Luo Meilin memanggil Qian Qi dengan lirih.


Qian Qi cukup ketakutan dibuatnya. Meski pun ia terlihat lemah tetap saja Luo Meilin adalah pemimpin sekte Desert Rose. Pasti ia memiliki kultivasi yang jauh lebih tinggi dari pada Qian Qi.


“Ayo kemarilah mendekat Adik Qian Qi…”. Qian Qi pun memberanikan diri untuk mendekatinya.


Begitu sudah dekat Luo Meilin langsung berbalik, dengan cepat tangannya memegang kepala Qian Qi cukup kuat. Rambutnya yang sudah berantakan menutupi wajahnya. Menambah kengerian Luo Meilin.


A…Apa yang akan dia lakukan… Wanita ini memang sudah gila. Sebelumnya ia hendak bunuh diri. Pasti sekarang ia sangat membenciku dan ingin membunuhku.


“Sambaran Petir”. Refleks Qian Qi mengeluarkan teknik terkuatnya.


Listrik yang dihantarkan sampai ke rambut dan menyulut api. Membakar rambut Luo Meilin berlahan-lahan. Sedikit demi sedikit wajahnya mulai kelihatan. Qian Qi tersentak kaget. Ternyata Luo Meilin tersenyum lembut kepadanya. Seketika itu ia merasa sangat bersalah. Ia langsung memadamkan api yang ada di rambut Luo Meilin.


“Kamu telah merenggut semua mimpiku. Kamu sekarang telah hidup di dunia yang paling indah. Aku hanya punya satu pesan untukmu. Jangan sia-siakan setiap detiknya. Syukuri setiap nikmat yang telah kamu raih. Jadilah wanita yang paling bahagia di dunia ini. Dengan begitu hati yang ku hancurkan tidak akan jadi sia-sia”. Luo Meilin terjatuh lemas.


Qian Qi pun panik dan bingung. Ia menggendong Luo Meilin kembali ke kamar Sun Long. Namun sesampainya di depan pintu Luo Melin kembali sadar.


“Terima kasih Adik”. Luo Melin mengeluarkan pil pemulih raga dan meminumnya. Tubuhnya kembali seperti semula. Namun mahkotanya tetap hancur berkeping-keping. Rambutnya sangat berantakan. Qian Qi jadi merasa sangat bersalah.


“Maafkan aku kakak Luo Meilin. Rambut kakak”.

__ADS_1


“Tidak apa-apa Qian Qi. Lagi pula aku sudah tidak punya alasan lagi untuk tetap tampil cantik. Kamu tidak perlu khawatir”.


Luo Meilin mengusap-usap rambut Qian Qi. Kemudian ia pergi begitu saja. Qian Qi pun masuk kembali ke dalam kamar. Sapu tangan yang hendak dikembalikan masih ada di tangannya. Ia pun menyembunyikannya dan tidak bilang apa-apa kepada Sun Long.


***


Luo Meilin berjalan turun. Ia tidak langsung pulang karena akan membuat ayah dan adiknya khawatir. Ia memutuskan untuk pergi ke kamar Mei Mei. Sesampainya di kamar Mei Mei, Mei Mei langsung paham. Tanpa basa-basi Mei Mei langsung meminta Luo Meilin duduk di meja. Ia mencoba sebaik mungkin merapihkan penampilan Luo Meilin kembali.


Mei Mei mulai mencukur rambut Luo Meilin. Melihat Luo Meilin yang telah mengurusnya, berubah sampai seperti ini membuat Mei Mei ikutan sedih. Mereka berdua berbicara tanpa berbicara. Dalam heningnya malam Luo Meilin hanya menatap bayangan dirinya di kaca.


Waktumu sudah habis. Semuanya sudah kamu coba. Tidak ada lagi harapan untukmu. Kamu hanya menyakiti semua orang yang ada di sekitarmu. Sudah saatnya aku mengurungmu. Masuklah ke dalam dan jangan pernah keluar lagi.


Jangan… Hentikan tatapan itu. Aku tidak akan terpengaruh olehmu lagi. Kamu hampir membunuhku tadi pagi. Untung saja ada Qian Qi yang mencegahnya. Apa yang kamu pikirkan? itu hanya dunia mimpi. Kenyataan tidak seindah itu.


Sekarang aku sudah menjadi adik dari Sun Long. Seharusnya sudah cukup bagiku. Jika di teruskan aku bisa kehilangan segalanya. Lagi pula Qian Qi juga orang yang sangat baik. Aku tidak ingin menyakitinya. Tolonglah masuk ke dalam dan jangan pernah keluar lagi.


Tidak bisa kandang ini terlalu kecil, badanku terlalu besar. Meski pun aku masuk ke dalam kandang ini dan kamu mengurungku. Itu tidak merubah apa pun. Aku yakin kamu akan sering mengunjungiku di malam hari. Aku tidak ingin masuk bukan karena aku ingin bebas. Tapi jika aku masuk kamu akan terluka sendirian.


Tidak... aku tidak akan sendirian. Kakak Sun Long sudah menyiapkan semuanya untukku. Memang aku kehilangan dirinya, tapi aku juga mendapatkan ayah dan adikku Luo Meifen. Lebih baik aku fokus kepada mereka berdua. Mereka berdua akan menggantikanmu.


Baiklah kalau begitu aku tidak khawatir lagi. Semoga kamu bisa cepat-cepat melupakanku. Cepatlah bahagia untukku. Tenang saja aku tidak akan melupakanmu. Aku akan mencoba merubahmu sedikit demi sedikit. Ingat mulai sekarang aku adalah Adiknya Sun Long.


Aku perlu waktu untuk mengubahmu. Tidak harus menjadi sepasang suami-istri. Suatu saat nanti perasaan cemburu itu akan hilang. Akan ku ubah menjadi rasa syukur, bisa dekat dengannya sebagai seorang Adik.

__ADS_1


Kamu tidak bisa berbohong padaku. Aku adalah dirimu tentu saja hal itu mustahil terjadi. Kalau pun itu terjadi itu bukan aku. Melainkan hatimu yang baru. Aku sudah terlalu rusak. Kamu tidak perlu memikirkanku lagi. Semoga kamu bisa cepat-cepat menggantikanku.


__ADS_2