
"Bola Api". Mei Mei tidak menyerah. Ia berusaha menghancurkan jaring Qian Qi.
"Boom...!". Tanpa diduga jaring Qian Qi begitu kuat.
"Brukkk...!" Mei Mei yang terpojok tidak kehabisan akal. Ia menghancurkan lantai hingga menjadi batu-batu besar.
"Api Pendorong, Ledakan Api". Mei Mei mengangkat batu besar itu dan berputar mengumpulkan momentum.
Putaran Mei Mei dipercepat oleh teknik Api Pendorong. Ketika jaring Qian Qi hendak mengurungnya Mei Mei dengan sigap melempar batu besar itu dan menambahkan ledakan pendorong dengan teknik Ledakan Apinya.
Akhirnya jaring Qian Qi pun dapat terdorong kesamping dan gagal mengenai Mei Mei.
"Hiiaaa...". Qian Qi tiba-tiba sudah ada di belakang Mei Mei ia mencoba menangkap Mei Mei secara diam-diam.
"Haattt...". Mei Mei menghindari sergapan Qian Qi dengan cara menari. Tarian Jaipong yang ia pelajari ternyata efektif melawan Qian Qi.
"Hiiaaa...". Mei Mei mulai menari Jaipong dengan lincah. Tidak hanya itu tariannya juga disertai api yang membara mengamuk mengikuti gerak tangan Mei Mei.
"Hebat kamu Mei Mei". Qian Qi tersenyum bangga.
"Rasakan ini... Tarian Api". Mei Mei mulai menembakan api-api besar disetiap hentakan tariannya.
"Boom...!".
"Boom...!".
"Boom...!". Qian Qi berusaha mengindari serangan-serangan yang dilontarkan oleh Mei Mei.
Tarian Mei Mei begitu lincah dan kuat Qian Qi dibuat kewalahan olehnya. Tidak hanya itu Mei Mei juga diperkuat oleh api yang mengalir mengikuti gerakannya. Selain untuk menyerang api itu bisa digunakan sebagai perisai.
Pertahanan dan serangan Mei Mei begitu kuat. Mei Mei meningkat begitu pesat dalam beberapa bulan. Namun Qian Qi tidak mau kalah.
Alih-alih menggunakan tarian yang lebih kuat. Qian Qi malah menggunakan tarian yang lebih lembut dan pelan.
Qian Qi mulai menari Tarian Piring. Tariannya begitu sederhana namun enak dipandang. Qian Qi terlihat sangat anggun dan cantik. Tarian dan bentuk tubuh Qian Qi bersinergi sempurna.
"Tarian Api". Mei Mei kembali menyerang.
"Tari Piring". Qian Qi menangkap aliran qi dari api Mei Mei. Ia memutar api Mei Mei seakan-akan api itu adalah piring.
"Bersiaplah Mei Mei". Qian Qi mulai menyerang balik. Ia mengembalikan seluruh serangan Mei Mei dengan cepat.
"Boom...!".
"Boom...!".
"Boom...!". Mei Mei tidak mampu mengindari serangan balik dari Qian Qi. Api yang dilontarkannya berbalik lebih cepat mengenai dirinya.
"Aaarrrkkk...". Mei Mei tersungkur jatuh.
"Masih mau lagi Mei Mei?".
__ADS_1
"Curang...! Coba sekarang Nyonya yang serang aku".
"Baiklah. Jangan menyesal ya".
"Amarah Naga Petir, Tarian Barongsai". Qian Qi mengeluarkan Naga Petir, menyelubungi seluruh tubuhnya seperti Barongsai kemudian mulai menari.
Tarian Barongsai Qian Qi terlihat sangat kuat membuat nyali Mei Mei sedikit ciut. Tapi ia masih percaya diri dengan kelincahan tarian Jaipongnya.
Naga sebesar itu gerakannya pasti lambat.
"Ayo Nyonya. Serang aku...!". Mei Mei memprovokasi Qian Qi dengan berbalik menari membelakanginya.
"Yakin...?". Tiba-tiba Qian Qi sudah ada dibelakangnya.
"AAAaaa... Ampun Nyonya". Mei Mei kaget, ketakutan dan menyerah.
"Kyaaa... Nona Qian Qi hebat".
"Mei Mei juga hebat".
"Keren sekali...". Suara sorakan dan tepuk tangan terdengar dari berbagai penjuru.
Mereka terlalu serius bertarung tanpa diduga para murid lain sudah berkumpul menyaksikan pertarungan mereka berdua.
Beberapa saat kemudian.
"Sudah-sudah. Waktunya pelajaran dimulai. Kalian semua cepat kembali ke tempat latihan masing-masing".
"Kalian bukannya membantuku, malah menghancurkan halaman rumahku. Pergi sana".
"Aku minta maaf Dewi Yu Na. Aku janji akan memperbaikinya. Dewi Yu Na jangan marah-marah lebih baik Dewi istirahat lagi".
"Aku juga minta maaf Tetua. Aku akan membantu Nyonya Qian Qi". Qian Qi, Mei Mei dan Yu Na kembali masuk ke kamar Yu Na.
"Dasar kamu. Baru juga belajar beberapa bulan sudah sombong. Dukkk...!". Yu Na menjitak Mei Mei.
"Benar itu Mei Mei. Kamu tidak boleh sombong".
"Kamu juga Qian Qi. Bilang mau bantu, malah bertarung. Menambah masalah baru".
"Sudahlah Dewi... Kamikan sudah minta maaf. Ini sebagai gantinya, aku akan menunjukkan lukisan-lukisan cicit-cicit Dewi". Qian Qi menunjukan lukisan Sun An, Dodo Yang dan Dodo Ho.
"Wah... Mereka lucu sekali. Aku harap mereka semua tumbuh lebih baik. Tidak seperti cucu-cucuku yang keras kepala". Qian Qi tersenyum melihat Yu Na yang terlihat senang.
"Ayo Mei Mei. kita mulai memeriksa tumpukan kertas ini".
"Baik Nyonya".
"Hiii... hiii... hiii... Geli".
"Meow... Meow...". Qilin berusaha lompat keluar.
__ADS_1
"Iya... iya... Kamu lapar ya. Ini...". Qian Qi memberi makan Qilin.
"Krrr... Krrr...".
"Qian Qi. I...itu Qilin?".
"Ia Dewi ini Qilin kecil. Kami menemukannya saat menjalankan misi".
"Qilin kecil tidak seperti Qilin besar. Ia belum mampu mengendalikan kekuatannya".
"Kekuatan? Kekuatan apa Dewi? perasaanku dia cuma bisa menirukan suara hewan atau monster lain".
"Qilin akan memberi keberuntungan bagi Tuannya, jika ia dirawat dengan baik".
"Keberuntungan?".
"Sepertinya benar Nyonya. Kita mendapatkan bonus point saat menjalankan misi".
"Kamu benar Mei Mei. Kalau dipikir-pikir, tadi pagi aku beruntung. Aku selamat dari racun pencuci perut yang disiapkan Da Qiao. Bahkan Da Qiao yang rerkena sial, tubuhnya dipenuhi makanan tumpah".
"Tapi sekarang kita sial Nyonya, harus mengerjakan tumpukan kertas ini".
"Bisa dibilang sial, bisa juga tidak. Aku ke sini memang ingin bertemu lebih lama dengan Dewi Yu Na dan sekarang dikabulkan. Kita terjebak di sini".
"Dasar Nyonya. Harusnya minta dengan lebih spesifik. Mintanya sambil minum teh atau makan begitu".
"Sudahlah jangan mengeluh terus kita kerjakan saja".
"Satu hal lagi Nyonya. Bagaimana bisa Nyonya bergerak cepat dengan Naga Barongsai sebesar itu".
"Itu hanya modifikasi dari teknik Amarah Naga Petir biasa. Kecepatannya masih sama. Hanya kekuatannya lebih besar karena tidak terlepas dari tanganku. Aku bisa mengalirkan energi qi kepadanya. Meski besar kecepatannya masih sama. Dengan kecepatan Naga Barongsai dan hentakan kakiku. Tentu saja kecepatannya meningkat berlipat ganda".
"Aku benar-benar tertipu oleh penampilannya. Teknik-teknik Nyonya tidak bisa ditebak".
"Ini semua berkat Hubby. Aku dipaksa berpikir di luar nalar. Maka dari itu aku bisa memodifikasi teknik-teknikku".
Qian Qi dan Mei Mei lanjut mengerjakan tumpukan kertas. Sementara Yu Na dan Qilin istirahat tiduran di kasur.
...
"Apa yang terjadi? Kenapa bagian selatan divisi Penari Bulan hancur sebagian". Guan Ping baru datang hendak memata-matai Qian Qi.
"Dimana Kai Yu? kenapa ia tidak kelihatan?".
"Aku di sini". Terlihat Kai Yu yang nyangkut di pohon besar dengan hidung berdarah.
"Apa yang kau lakukan? Siapa yang menghajarmu". Guan Ping menarik Kai Yu.
"Qian Qi...".
"Qian Qi? Apa kita ketahuan?".
__ADS_1
"Tidak... Qian Qi bertarung dengan Mei Mei. Mereka berdua menari dengan indah, cantik sekali".