
Qian Qi mendekati jaring Laba-laba Giok di mulut gua. Ia segera membakarnya dengan percikan listrik dari kultivasinya. Benar saja sebuah percikan kecil bisa merambat cepat. Dalam hitungan detik seisi gua sudah terbakar oleh api.
“Wahhh… Ibu terlihat mengerikan”.
“Iya Sun An. Ibumu tanpa basa-basi langsung membakar gua”.
“Aku tidak mengerikan. Aku memanfaatkan kelemahan musuh”.
“Kalau semua Laba-laba Giok itu mati terbakar misinya akan gagal. Tidak ada lagi yang bisa diambil dari mereka”.
“Iya benar Ayah. Ibu membunuh sebelum berpikir. Mengerikan…”.
“Tidak mungkin Laba-laba Giok akan mati semudah itu. Mereka pasti akan keluar karena sarangnya diganggu”.
“Hi…hi…hi… Wajah Ibu lucu”.
“Ha…ha…ha…”.
“Kalian berdua sengaja ya…”.
“Grukkk…”. Tiba-tiba saja terjadi gempa dari arah gua. Pasir bergeser ke sana kemari. Kaki-kaki Laba-laba mulai muncul menggeliat dari dalam pasir.
“Boom!”. Tidak lama kemudian kaki yang jauh lebih besar bermunculan. Laba-laba Giok ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir muncul. Aura merahnya mengerikan, Kedelapan matanya langsung menatap tajam ke arah Qian Qi.
Di sisi lain Qian Qi tidak bersembunyi ketakutan seperti dulu. Ia malah senang melihat Laba-laba Giok Raksasa. Misinya bisa diselesaikan dengan cepat, tidak perlu muter-muter lagi mencari kriteria yang cocok.
Qian Qi terlalu fokus pada Laba-laba Giok Raksasa. Ia melupakan Laba-laba Giok yang lebih kecil. Mereka sudah melompat mengepung Qian Qi, Sun Long dan Sun An. Tanpa basa-basi segerombolan Laba-laba Giok itu langsung menyerang.
__ADS_1
“Pilar Petir”. Qian Qi mengeluarkan tekniknya. Ia mengeluarkan bola-bola petir di sekelilingnya. Laba-laba Giok yang menyerang tersambar oleh bola-bola petir Qian Qi. Meski jaraknya cukup jauh bola-bola petir itu bisa menyambar dengan cepat.
Gerombolan Laba-laba Giok kewalahan menghadapi teknik Qian Qi. Mereka memutuskan untuk mundur memperbaiki formasi yang berantakan.
“Serang!”. Tanpa diduga bola-bola petir Qian Qi dapat bergerak mengejar Laba-laba Giok yang mundur. Gerombolan Laba-laba Giok tidak siap menghadapi bola-bola petir itu. Alhasil mereka semua mati tersengat oleh bola-bola petir Qian Qi.
Laba-laba Giok Raksasa tidak tinggal diam. Melihat bangsanya dibunuh, ia langsung menyerang Qian Qi dengan kaki tajamnya. Qian Qi, Sun Long dan Sun An melompat menghindari serangan Laba-laba Giok Raksasa.
“Letusan Petir”. Qian Qi kembali menyerang. Melihat gerakan Qian Qi yang cepat Laba-laba Giok Raksasa tidak bisa mengelak. Ia segera membenamkan salah satu kakinya ke dalam pasir.
Letusan Petir mengenai Laba-laba Giok Raksasa. Namun berkat kecerdasannya Letusan Petir tidak memberi dampak apa pun. Listrik yang mengalir di dalam tubuhnya disalurkan ke pasir melalui salah satu kaki Laba-laba Giok Raksasa yang masuk ke dalam pasir.
Laba-laba Giok Raksasa segera mencari keberadaan Qian Qi untuk membalas serangannya. Alangkah terkejutnya Ia melihat Qian Qi yang sudah bersiap memotong kakinya dengan sebuah tombak.
Refleks Laba-laba Giok Raksasa berusaha melompat menghindar. Namun ia lupa kaki yang diincar Qian Qi merupakan kaki yang menancap ke pasir dan tersangkut.
Qian Qi sudah berubah drastis. Dari gadis manis yang cengeng, menjadi gadis dewasa yang tangguh. Ini semua berkat bimbingan suaminya Sun Long yang sabar melatihnya. Teknik yang dipakai Qian Qi memang berbeda jauh dengan Sun Long tapi masih ada beberapa kemiripan di dalamnya.
Seperti antisipasi yang dilakukan Qian Qi merubah kelebihan musuh menjadi kelemahannya. Layaknya Sun Long yang menyerap energi qi musuh untuk menjadi miliknya. Qian Qi memanfaatkan kaki Laba-laba Giok Raksasa yang tersangkut sebagai titik serang.
Musuh harus memilih mati karena kultivasi Petir Qian Qi atau mati dengan teknik Tombaknya. Tombak dan petir Qian Qi saling melengkapi satu sama lain. Menutupi kelemahan masing-masing, benar-benar kombinasi yang sempurna.
“Bersiaplah Sweety. Laba-laba Giok Raksasa akan kembali menyerang. Kali ini kelebihanmu yang akan menjadi senjata untuknya”. Qian Qi bingung dengan perkataan Sun Long. Namun seperti biasa perkataan Sun Long sering kali benar.
“Jubah Petir”. Qian Qi menggunakan Armornya dan mengalirkan energi petir menyelimuti tubuhnya.
“Perisai Petir”. Tidak cukup sampai di situ. Qian Qi juga membuat bola petir yang cukup besar lalu masuk ke dalamnya.
__ADS_1
Qian Qi terlihat seperti dewi perang yang mengamuk. Zirah putih yang menyala keemasan menyambut kultivasi petirnya, Tombak Guandao (tombak tradisional china) yang dibuat khusus membuat Qian Qi dapat mengendalikan petir sesuka hati dan perisai petirnya yang mengamuk melindungi dirinya benar-benar mengerikan.
“Berserk”. Laba-laba Giok Raksasa tidak mau kalah. Tubuhnya berubah menjadi warna merah rambutnya berdiri mengintimidasi.
“Hujan Racun”. Laba-laba Giok Raksasa melompat tinggi dan menghujani Qian Qi dengan racun dari mulutnya.
Qian Qi masih bisa berdiri tegak. Perisai Petirnya dapat membakar racun dengan mudah. Sedangkan Sun Long langsung mengeluarkan perisainya melindungi dirinya dan Sun An. Melihat itu Laba-laba Giok Raksasa kembali marah.
“Jaring Angin”. Laba-laba Giok Raksasa menebar jaring khusus di atas langit. Anehnya jaring itu bisa melayang dan terlihat kokoh.
“Bersiaplah dasar kau wanita kurang ajar”. Laba-laba Giok Raksasa membenamkan dirinya ke dalam jaring. Mundur terus hingga sampai batas maksimal. Setelah mentok Laba-laba Giok Raksasa meluncur seperti ketapel ke arah Qian Qi.
Qian Qi dengan percaya diri tidak menghindar. Ia mengacungkan tombaknya ke arah perut Laba-laba Giok Raksasa.
“Sleb…!”. Akhirnya tombak Qian Qi menembus tubuh Laba-laba Giok Raksasa. Namun Qian Qi terlalu meremehkan Laba-laba Giok Raksasa itu. Berkat teknik Berserknya, Laba-laba Giok Raksasa dapat menghapus rasa sakit di tubuhnya.
Meski lukanya masih ada namun Laba-laba Giok Raksasa tidak dapat merasakannya. Dengan tombak yang masih menancap Laba-laba Giok menyerang Qian Qi dengan ke tujuh kakinya.
Untung saja gerakan Qian Qi masih lebih cepat dari pada gerakan Laba-laba Giok Raksasa. Ia bisa menghindari serangan bertubi-tubi dan berhasil lolos melepaskan diri. Laba-laba Giok Raksasa kembali marah. Ia membakar jiwanya sendiri untuk melawan Qian Qi.
Melihat itu Qian Qi mulai panik. Bukan karena takut, melainkan jika hal itu terus berlanjut Laba-laba Giok Raksasa akan terbakar dan hangus menjadi abu. Qian Qi harus membunuhnya secepat mungkin.
Laba-laba Giok Raksasa kembali menyerang secara membabi buta. Qian Qi kembali menghindar. Melihat tombaknya yang masih menancap di perut Laba-laba Giok Raksasa Qian Qi memiliki sebuah ide.
Qian Qi mulai menembaki tombak itu dengan Letusan Petir sambil berusaha menghindari serangan Laba-laba Giok Raksasa. Namun hal itu tidak berdampak sama sekali. Laba-laba Giok Raksasa malah menyerang semakin ganas lagi.
Qian Qi tidak mempedulikan Laba-laba Giok Raksasa yang semakin kuat. Ia tetap menembaki tombaknya dengan cepat. Beberapa saat kemudian Laba-laba Giok Raksasa mulai muntah darah. Tubuhnya tiba-tiba saja berhenti bergerak dan nafasnya mulai habis.
__ADS_1
Meski terlihat tidak memberikan dampak apa pun dan malah memperkuat Laba-laba Giok Raksasa Qian Qi tahu. Kekuatan yang meningkat disebabkan oleh detak jantung yang semakin cepat. Qian Qi memompanya berkali-kali dengan aliran listrik yang dialirkan melalui tombaknya. Hingga jantung Laba-laba Giok Raksasa itu tidak sanggup lagi dan mati.