
Pembelian batu misteri dimulai dari Pangeran Sun Jian. Terus berputar searah dengan jarum jam.
Mereka memutuskan untuk membelinya satu per satu, jadi totalnya ada dua putaran sampai semuanya habis terbeli.
Baru setelah semua selesai membeli. Batu Misteri akan dibuka satu persatu.
Qian Qi berada di dekat meja sekarang. Tidak ada Zhen Ji lagi yang menghalangi tubuh Qian Qi.
Para pria tak kuasa menahan godaan yang sangat besar. Sesekali mereka melirik ke arah Qian Qi dan mengaguminya untuk sesaat.
Sun Jian tidak mengenali bahwa dewi yang ada di depannya adalah Qian Qi. Wanita yang dihancurkan berkeping-keping oleh pengkhianatannya.
Qian Qi tersenyum puas melihat Xiao Yun yang terbakar api cemburu. Terlihat jelas ia merasa risih dengan kehadiran Qian Qi.
Pandangan para pria tidak lagi tertuju padanya. Tidak ada satu pun pria yang meliriknya.
Berbeda jauh dengan sebelumnya. Sebelum Qian Qi muncul Xiao Yun lah yang jadi primadona. Namun sekarang semua perhatian tertuju pada Qian Qi.
Qian Qi bahkan belum membuka kain penutup di wajahnya. Kalau saja ia membukanya, Xiao Yun pasti semakin hancur.
Meski merasa senang melihat Xiao Yun, tapi Qian Qi sebenarnya merasa risih. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana. Ia sudah berusaha menutupi tubuhnya semaksimal mungkin tapi tetap saja semua mata pria tertuju padanya.
Lirikan mata sayu Qian Qi sudah cukup untuk menumbangkan para pria. Ia tidak mungkin menutup matanya untuk mencegah hal itu.
Ada sedikit rasa bersalah di hati Qian Qi. Ia tahu bahwa tubuhnya bukan miliknya lagi. Dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya milik Sun Long. Qian Qi harus menjaganya baik-baik.
Qian Qi merasa serba salah. Semakin ia merawat tubuhnya semakin liar juga mata para pria meliriknya. Tapi jika tidak dirawat dengan baik. Ia merasa gagal sebagai istri.
Yang bisa Qian Qi lakukan hanyalah berharap Sun Long akan mengerti. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Beberapa menit kemudian persiapan pembelian batu misteri sudah selesai. Saatnya pembelian dimulai.
Menyentuh dan menggunakan kultivasi diperbolehkan dalam acara ini. Hanya saja jangan sampai batu misterinya rusak. Kalau batu misterinya rusak akan di kenakan denda yang cukup besar.
Sun Jian mulai memilih batu misteri. Ia mengalirkan energi qi, mengetuk dan meraba beberapa batu misteri.
__ADS_1
Sampai akhirnya ia memilih satu batu misteri yang cukup besar di sudut ruangan. Giliran pun berlanjut satu per satu orang memilih batu misteri.
Fokus Qian Qi teralihkan melihat orang yang berada di giliran paling belakang. Wajah orang itu agak sedikit panik dengan gerak-gerik pasrah.
Sepertinya orang itu hanya bangsawan biasa yang ingin mencoba keberuntungan. Qian Qi tidak tega terhadap orang itu.
Qian Qi menawarkan untuk menukar giliran jika orang itu mau. Setelah berdiskusi dan diperbolehkan. Qian Qi dan orang itu setuju untuk bertukar giliran.
Kebaikan Qian Qi membuat seluruh orang kagum dan memujinya. Bagi Qian Qi kemanusiaan di atas segalanya.
Qian Qi tidak suka melihat orang lain merasa sedih atau tertindas. Melihat pria itu gelisah membuat Qian Qi merasa tidak nyaman.
Bukan maksud Qian Qi untuk membuat Xiao Yun semakin geram. Tapi Qian Qi tidak menolak untuk melihat wajah adik angkat tidak tahu dirinya itu menjadi keriput dan gelisah.
Hati Qian Qi kini menjadi lebih tenang. Kemarahannya sudah mulai mereda. Ia pikir akan kehilangan kendali tertelan api dendam yang membara.
Ternyata bukan Qian Qi yang kehilangan kendali melainkan musuhnya Xiao Yun.
Kejahatan tidak akan menghasilan apa pun. Karma akan datang pada waktunya dengan harga yang berlipat ganda lebih kejam.
Niat pemanasan malah jadi kebakaran. Tunggu tanggal mainnya di turnamen kekaisaran Sun. Di situlah Qian Qj akan bertindak menyerang dengan sungguh-sungguh.
"Sekarang giliran Nona Cantik silakan memilih". Lee mempersilakan Qian Qi membeli satu batu misteri.
"Aww...". Qian Qi mendesah sedikit karena kaget. Seluruh pria serentak melotot ke arah Qian Qi.
Ada apa Qilin?. Kenapa tiba-tiba ia mencakar asetku. Memang tidak sakit, tapi tetap saja hal itu membuat ku kaget.
"Ada apa Nona?".
"Tidak apa Tuan Lee. Punggungku sedikit sakit akibat latihan kemarin".
"Ooo... Baiklah".
Qian Qi lanjut memilih batu misteri. Setiap kali menyentuh batu misteri Qilin akan mencakar aset Qian Qi.
__ADS_1
Seakan paham, Qian Qi lanjut memilih batu misteri satu per satu. Sampai akhirnya Qian Qi memegang batu misteri tapi Qilin tidak mencakarnya.
Qian Qi pun memilih batu misteri itu lalu membayar keping emasnya kepada Lee.
Giliran terus berlanjut. Ronde kedua dimulai. Di ronde kedua Qian Qi hanya bisa pasrah. Karena ia giliran terakhir.
Qian Qi tidak bisa memilih batu misteri karena sisanya hanya ada satu. Batu misteri yang tersisa akan jadi milik haknya untuk dibeli.
Keberuntungan Qian Qi benar-benar diuji kali ini. Tapi Qian Qi tidak putus asa. Ia percaya dengan temannya Qilin.
Beberapa menit kemudian semua orang telah selesai memilih. Masing-masing peserta sudah memegang dua buah batu misteri di tangannya.
Waktunya takdir yang menentukan akan beruntung atau malah buntung. Proses pembukaan sama dengan proses pembelian. Batu Misteri akan dibongkar satu per satu sesuai arah jarum jam.
Batu Misteri milik Sun Jian dibongkar. Setelah dibongkar terlihat sebuah batu berlian berwarna merah.
Melihat warna merah semua orang tersentak kaget. Apakah Pangeran Sun Jian berhasil mendapatkan Red Diamond di giliran pertamanya?.
Lee segera membongkar semua dan mengambil batu permata itu untuk dinilai. Ternyata batu itu bukanlah batu Red Diamond. Melainkan batu Ruby.
Mendengar batu permata itu bukanlah batu Red Diamond semua orang bernapas lega. Jika batu Red Diamond muncul di ronde pertama tentu saja akan menghancurkan mood semua peserta dan merusak acara tersebut.
Pangeran Sun Jian bisa dibilang beruntung. Batu Ruby memiliki harga 100.000 keping emas.
Pangeran Sun Jian mendapat untung sepuluh kali lipat. Semua orang memberi selamat kepada Pangeran Sun Jian.
Acara terus berlanjut. Beberapa peserta mendapat untung sedangan kebanyakan malah rugi tidak ada batu permata sama sekali.
Meski begitu kelompok perguruan Pedang Bulan bisa bernapas lega. Guan Ping mendapatkan batu Jade, Kai Yu mendapatkan batu Emerald, sedangkan Gaun Yinping mendapatkan batu Ruby sama seperti Sun Jian.
Tinggal menunggu giliran Qian Qi yang ada di giliran terakhir. Semoga saja Qian Qi beruntung atau setidaknya balik modal jangan sampai merugi.
Sekarang giliran Qian Qi. Qian Qi memang tidak berharap banyak. Tapi tetap saja rasa penasaran menghantui dirinya.
Jantung Qian Qi berdegup kencang. Tidak perlu batu Red Diamond yang penting lebih tinggi dari pada batu Ruby milik Sun Jian.
__ADS_1