
Yap. Apa yang aku pikirkan tentu saja itu berdiri. Syukurlah Hubby masih normal. Bu… Bukan maksudku memikirkan hal itu. Fokus Qian Qi… Harusnya aku cemburu. Tapi entah kenapa aku tidak cemburu sama sekali. Hatiku malah tenang. Aku tahu Hubby tidak akan mengkhianatiku.
“Semua titik akupunturmu sudah di tutup. Kutukan itu tidak akan bisa melarikan diri. Saatnya untuk memusnahkannya”. Sun Long mengeluarkan sebuah kertas.
Sun Long menulis sesuatu di kertas itu. Qian Qi tidak mengerti sama sekali dengan apa yang di tulis Sun Long. Ia juga menggambar sebuah simbol, sepertinya simbol iblis. Sun Long kemudian menyayat sedikit jarinya dan meneteskan darah pada kertas itu.
“Qian Qi sebaiknya kamu bergeser lebih dekat dengan Medusa. Supaya aku bisa lebih mudah untuk melindungi kalian berdua”.
“Melindungi? Memangnya apa yang akan terjadi Hubby?”.
“Aku akan menarik keluar iblis kutukan itu. Dia mungkin akan mengamuk ketika di tarik. Tapi kamu tidak perlu khawatir aku akan melindungimu. Tahanlah sedikit Medusa, rasa sakitnya tidak akan lama. Hanya seperti digigit semut. Baiklah aku akan memulainya”. Qian Qi dan Medusa mengangguk.
Sun Long mulai membaca mantra. Angin berhembus mengelilingi kertas itu.
“Aaahhh…”. Tiba-tiba saja seperti ada cacing besar yang berusaha keluar dari pusar medusa. Cacing itu terbang masuk ke dalam kertas Sun Long. Segel kutukan di perut medusa menghilang ia terkulai lemas.
Bersamaan dengan masuknya cacing, keluar aura hitam pekat dari dalam kertas. Seperti aura hitam yang di keluarkan iblis di hutan tadi malam. Namun kali ini auranya lebih pekat dan besar. Auranya bahkan menempel pada seisi ruangan membuat seisi kamar menghitam.
“Ka…ka…kaaa… Siapa yang berani memanggilku. Darah yang masih murni. Aku sangat menyukainya. Gadis perawan mana yang akan menemaniku malam ini”. Muncul iblis merah besar dari kertas itu.
“Ha…ha…haaa… sayang sekali itu bukan darah gadis melainkan darah perjaka”.
“Apa? Sialan! kau sudah berani-beraninya menipuku. Hanya orang-orang yang paham dengan bahasa iblis saja yang bisa tahu, darah murni tidak hanya dari seorang gadis melainkan perjaka juga bisa”. Iblis itu melihat Sun Long yang tertawa terbahak-bahak. Ia jadi sangat marah dibuatnya.
“Ya sudahlah. Tapi masih ada gadis manis di belakangmu. Ka…ka…Kaaa Hhhmmm…”. Iblis itu mengendus-endus bau di dalam kamar.
“Cih… Usianya saja yang masih gadis. Ternyata baunya busuk sekali. Kamu sudah tidak perawan lagi. Kalau begitu lebih baik aku kembali ke dalam tubuh wanita ular itu. Meski dia bukan manusia setidaknya dia masih murni”. Iblis itu terbang kembali namun Sun Long menghadangnya.
“Bocah apa yang kau inginkan? Kau tidak mungkin bisa mengalahkanku. Mata iblis tidak bisa dibohongi. Kau tidak punya Qi sama sekali. Kau tidak memiliki dantian, Kau hanya bocah cacat. Seonggok sampah”.
“Ya… Aku belum bisa mengalahkanmu, namun kamu bisa mengalahkan dirimu sendiri”. Sun Long mengeluarkan pedangnya.
“Pedang? Apa kamu pikir pedang selemah itu bisa melukaiku Ka...ka...kaaa...”.
“Crattt...!”. Sun Long membelah kepala iblis itu seperti semangka.
__ADS_1
“Ka…ka…kaaa Pedang itu cukup mengerikan. Bahkan bisa melukai iblis kelas tinggi sepertiku. Namun pedang itu tidak akan bisa membunuhku. Darah bangsawan iblis terlalu kuat. Aku akan beregenerasi dengan cepat”. Berlahan kepala iblis itu mulai menyatu kembali. Meski terpisah iblis itu masih bisa bicara.
“Ha…ha…haaa… Siapa bilang aku akan membunuhmu dengan pedang ini? Aku hanya membuka kulit kerasmu saja”. Sun Long mengeluarkan sebuah botol.
“Lalu apa yang akan kau lakukan? Setelah kepalaku menyatu kembali aku akan membunuhmu”.
Sun Long langsung menyiramkan isi botol itu. Ternyata isinya adalah darah iblis hijau menyala.
“Apa yang kau lakukan bocah? Ka…ka…kaaa…”. Tidak hanya satu botol Sun Long mengeluarkan satu botol lagi dan menyiramkannya kembali. Sebelum kepalanya menyatu.
“Aaarrr… Sakit! Apa yang kau lakukan bocah? Aaarrr…”. Iblis itu meringis kesakitan. Memegang kepalanya.
Tiba-tiba saja regenerasi iblis itu terhenti, Tubuhnya menegang, berlahan-lahan kulitnya mulai mengelupas, Otot-otot di seluruh tubuhnya mulai sobek, tulang-tulangnya mulai patah dan akhirnya dia mati begitu saja.
“A... Apa yang kamu lakukan Hubby?”.
“Cukup sulit aku menjelaskannya, namun intinya darah iblis yang aku tuangkan dan darah iblis miliknya beradu satu sama lain. Memang sama-sama darah iblis tapi golongan darahnya berbeda. Hal itu menyebabkan kekacauan di dalam tubuhnya dan menyebabkan kematian”.
“Ba…Bagaimana kamu tahu ada cara seperti itu?”.
“Baiklah Hubby aku tidak akan bertanya lagi”.
“Kalau begitu kamu uruslah Medusa dulu. Sepertinya dia butuh beberapa waktu untuk pulih. Kamu di sini saja sambil berkultivasi”. Sun Long mengambil batu Qi iblis itu.
“Ini hisaplah”.
“Baiklah Hubby”. Sun Long keluar menyeret mayat iblis itu. Qian Qi memakaikan baju medusa kembali.
Setelah selesai memakaikan baju Medusa, Qian Qi meneteskan air mata. Ia tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi. “Usianya saja yang masih gadis. Ternyata baunya busuk sekali”. Seakan mengerti Medusa mengusap-usap rambut Qian Qi.
“Aku kotor sekali Medusa. Aku tidak berhak mendapatkan Hubby. Hubby harusnya berada di sisi wanita hebat sepertimu, Luo Meifen atau Luo Meilin. Bukan wanita kotor sepertiku. Jika dia tidak dipaksa untuk menikahiku, mungkin salah satu dari kalian akan menjadi istrinya”. Qian Qi curhat.
“Jika sekarang kamu merasa tidak pantas. Berusahalah menjadi pantas untuknya. Jangan meratapi hal yang sudah terjadi. Bangsaku banyak yang mati diserang oleh kekaisaran Sun, Pusaka sekteku telah dicuri. Aku tidak bisa mengubah keadaan itu. Tapi masih ada saudara-saudaraku yang hidup. Mereka semua terkurung tersiksa. Aku harus berjuang menyelamatkan mereka”. Medusa menyeka air mata Qian Qi.
“Kamu benar terima kasih Medusa”. Qian Qi tersenyum.
__ADS_1
“Aku masih lemas. Sebaiknya kamu segera menghisap batu Qi itu. Setelah itu kamu cepat-cepat pergi menemuinya. Pria hebat sepertinya pasti banyak yang mengincar”.
“Apa kamu juga mengincarnya?”.
“Tentu saja. Berbagi denganmu sepertinya menyenangkan. Aku juga mengincarmu, aku ingin berteman denganmu”.
“Coba saja jika bisa hi…hi…hiii…”. Mereka berdua kembali ceria.
***
Sun Long keluar membawa mayat iblis. Orang-orang yang menyaksikannya langsung kaget terheran-heran. Tidak lama kemudian Dodo Fung datang ke gedung walikota bersama ratusan budak.
“Dodo Fung”.
“Siap kak". Dodo Fung menghampiri Sun Long.
“Tolong musnahkan ini”.
“Kubangan Lahar”. Dodo Fung memusnahkan mayat iblis.
“Dodo Fung dari mana kamu mendapatkan budak sebanyak itu?”.
“Aku membeli semua budak yang dijual dari berbagai toko kak”.
“Bagus-bagus kakak bangga kepadamu”.
“Buah…ha…haaa… Terima kasih kak”.
“Kamu kembalilah ke penginapan. Kamu sudah bekerja keras dari kemarin. Sudah waktunya kamu istirahat”.
“Siap kak”. Dodo Fung pergi.
Sun Long kembali membebaskan para budak.
“Sepertinya sebentar lagi kita akan menjalankan tahap dua”.
__ADS_1