Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 92 - Ujian Pedang Bulan Bagian 1


__ADS_3

“Adik Sepupu Guan Ba, tumben datang ke acara seperti ini”.


“Kakak Sepupu Guan Chen. Iya aku tertarik dengan salah satu peserta ujian. Kakak sendiri sedang apa di sini?”. Guan Ba memberi hormat.


“Aku memang datang ke acara ini setiap tahunnya. Aku butuh orang-orang yang cocok untuk bergabung ke sekte alkemis. Ngomong-ngomong siapa calon peserta yang mampu menarik perhatianmu”.


“Namanya Qian Qi…”.


“Uhuk…!”. Guan Chen tersedak arak.


“Kakak ada-ada saja. Kalau sudah tua minumnya pelan-pelan”.


Nyonya Qian Qi. Aku harus menjaga identitas aslinya. Selama Guan Ba tidak bertanya tentang Nyonya Qian Qi aku tidak akan memberi tahu identitas aslinya.


“Kenapa kamu tertarik dengan Qian Qi?”.


“Hia… hia… hia… Aku kalah melawannya saat ujian tombak Guandao”.


“Uhuk…!”. Guan Chen tersedak kembali.


“Sudah-sudah sepertinya kakak sudah terlalu tua. Tidak cocok minum arak lagi. Untukku saja”. Guan Ba merebut arak Guan Chen.


Naga Gila dikalahkan? Nyonya Qian Qi dan Nyonya Mei Mei benar-benar bukan orang sembarangan. Untung saja mereka berdua masih mengampuni nyawaku.


“Naga Gila kalah? Sepertinya kita memang sudah terlalu tua. Generasi muda mulai menyusul”.


“Ngomong-ngomong generasi muda. Bagaimana kabar Guan Yinping".


“Aku berhasil membuat Pil Pembangkit Naga. Kamu datangnya telat. Guan Yinping sudah berlari menaiki tangga”.


“Apa…? Kenapa kakak tidak memberitahu kalau cucu kita yang paling cantik sudah sembuh”.


“Sembuhnya baru kemarin sore. Ia langsung mendaftar dan bersiap. Untung saja cucu kita cantik. Ia diperbolehkan lewat oleh peserta-peserta lainnya”.


“Paman apa benar adik Guan Yinping sudah sembuh?”.


“Kamu lihat apa memangnya dari tadi? Ayahmu saja sadar dan saling menyapa, meski dari atas panggung”.


“Maaf Paman aku sedang mencari keberadaan peserta Qian Qi tapi belum terlihat juga. Katanya dia akan ikut ujian kali ini”.


“Aku juga tidak tahu mungkin aku salah dengar atau bagaimana. Tapi waktu ujian masih panjang mungkin sebentar lagi dia datang”.

__ADS_1


“Aku harus pergi ke kaki gunung. Paman Guan Ba tolong berjaga di sini. Ketika Qian Qi datang aku ingin paman mengabariku dengan burung komunikasi ini”. Guan Ping meminta salah satu pelayannya menggunakan teknik komunikasi bayangan.


“Baiklah aku akan menunggu di sini sampai waktunya habis”.


“Kalau begitu aku akan menemanimu Guan Ba”.


“Terima Kasih kak”.


“Kalau begitu Paman Guan Chen, Paman Guan Ba aku pamit undur diri”.


“Iya…”. Guan Ping pergi ke ke kaki gunung.


Waktu demi waktu berlalu Qian Qi dan Mei Mei masih tetap menunggu sambil minum teh dan makan kue. Mereka terlihat bersantai meski ujian sudah dimulai dari tadi. Para peserta yang menyerah mulai keluar satu per satu dari gerbang raksasa.


Tetua perguruan Pedang Bulan sudah mulai melihat matahari, memperkirakan waktu untuk menutup gerbang raksasa. Peserta yang menyerah semakin banyak yang keluar, bahkan sampai ada yang digotong oleh prajurit kota Silver.


“Itu mereka berdua!”. Guan Ba melotot melihat Qian Qi dan Mei Mei yang mulai bergerak.


“Guan Ping…”.


“Ia Paman…”.


“Mereka berdua akhirnya datang. Qian Qi menggunakan penutup wajah dan pakaian putih. Sedangkan gadis manis temannya memiliki rambut kuncir dua dengan pakaian kuning bercorak bunga. Jangan sampai salah”.


“Siap Paman”.


“Siap Paman”.


Qian Qi dan Mei Mei melakukan sedikit pemanasan di depan gerbang raksasa. Tetua perguruan Pedang Bulan dan prajurit kota Silver dibuat heran dengan tingkah laku mereka. Di sisi lain para wanita yang menyerah hanya bisa kesal. Mereka terlalu lelah untuk menyerang Qian Qi dan Mei Mei.


“Mulai…!”. Guan Ba berteriak seraya Qian Qi dan Mei Mei mulai berlari menaiki anak tangga.


“Bagaimana Kakak Guan Chen?”.


“Mereka terlihat menjanjikan”.


“Cekpoint Satu…”. Pengawas ujian melaporkan pergerakan Qian Qi.


“Prang…!”. Guan Ba menjatuhkan botol arak.


“Hia… hia… hia… mereka baru mulai tapi sudah sampai di cekpoint satu. 2,5 kilometer dalam waktu 2 menit 30 detik”.

__ADS_1


Mereka benar-benar gila. Pusat kota Goliat memang berbeda. Guan Chen ikut tercengang.


“Cekpoint dua…”.


“Kecepatan mereka tidak menurun. Masih sama seperti sebelumnya”.


“Cekpoint tiga…”.


“Fi… Finish…! 10 kilometer naik turun anak tangga dalam waktu 10 menit pas. Kecepatannya tidak berubah sama sekali tetap 2,5 kilometer per 2 menit 30 detik”.


“Hia… hia… hia…”. Guan Ping, Guan Ba dan Guan Chen tertawa melihat keajaiban yang baru saja terjadi.



“Xiii… xiii… xiii… Aku puas sekali melihat wajah kesal para wanita liar itu ketika kita melewati mereka”.


“Hiii… hiii… hiii… Tidak sia-sia kita menunggu”.


Qian Qi dan Mei Mei sampai di kaki gunung. Mereka terlihat baik-baik saja, tidak ada setetes keringat pun yang mengalir di tubuh mereka. Berbeda dengan peserta pada umumnya yang sudah tepar hampir pingsan.


“Ngikkk…!”. Tidak lama setelah Qian Qi dan Mei Mei sampai, gerbang benteng di kaki gunung Langit ditutup. Menandakan waktu ujian pertama sudah habis.


“Selamat bagi para peserta kalian berhasil melalui ujian pertama perguruan Pedang Bulan. Peserta pertama yang berhasil lolos adalah Guan Yinping yang sampai pada pukul 7:32, peserta kedua yang berhasil lolos adalah Xu Huang yang sampai pada pukul 7:46 dan peserta ketiga yang berhasil lolos adalah Guo Jia yang sampai pada pukul 7:59”.


“Tidak hanya lolos ujian. Bagi tiga peserta yang memiliki nilai tertinggi pada akhir ujian akan mendapatkan hadiah tambahan. Berupa batu Qi dari monster kelas S dengan ranah Pagoda Tingkat 7”.


“Batu Qi tingkat tinggi…?”.


“Hore…!”. Para peserta bersorak. Rasa lelah mereka berubah menjadi semangat yang membara.


“Nyonya, mereka jadi semangat seperti itu hanya karena batu Qi”.


“Suttt… Mei Mei. Bagi para warga di luar Surga Hitam batu Qi tingkat tinggi adalah segalanya. Monster-monster tingkat tinggi memang bertebaran di Surga Hitam. Tapi di dunia luar monster tingkat 7 sangatlah langka”.


“Xiii… xiii… xiii… Kasihan sekali mereka”.


Kasihan…? Bukankah para penduduk Surga Hitam yang kasihan. Mereka harus bertahan melawan monster setiap hari. Pikiranku mulai kacau. Dulu aku sangat takut dengan Surga Hitam, sekarang aku malah merasa Surga Hitam adalah rumahku. Hubby, Sun An aku rindu kalian berdua.


“Ujian kedua adalah ujian kekuatan. Kalian harus memukul baja pengukur ini dengan tangan kosong. Setelah memukul baja, teknik formasi akan menghitung kekuatan pukulan kalian dan menampilkan kekuatannya dari batu ini”.


“Peraturannya hanya ada satu. Peserta tidak boleh menggunakan kekuatan kultivasi. Pukulan kalian harus murni menggunakan otot-otot saja. Jika terlihat sedikit aura dari tubuh kalian, kalian akan di diskualifikasi dan dianggap gagal. Saya akan mencontohkan ujian kedua, kalian perhatikan baik-baik”.

__ADS_1


“Bukkk…! 232…! Nilai minimalnya adalah 100. Di bawah itu dianggap tidak lulus. Setiap peserta hanya diberi satu kesempatan memukul, gunakan sebaik mungkin”.


__ADS_2