
"Qian Qi...! Bum...!!!". Wang Yuan salah satu Tetua di perguruan Pedang Bulan sekaligus Paman dari Wang Yi datang ke pinggir arena pertandingan.
Wang Yuan mengintimidasi Qian Qi dengan aura merah miliknya. Aura Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir.
Qian Qi tidak mau kalah. Ia juga mengeluarkan aura Pagoda Tingkat 7 Tahap Awal.
Perbedaan terlihat jelas. Meski aura merah Qian Qi lebih kecil namun aura miliknya jauh lebih gelap dan mengerikan. Sementara aura merah milik Wang Yuan berwarna merah cerah dan besar.
Para penonton baru menyadari perbedaan yang mencolok antara warna aura Qian Qi dan Wang Yuan.
Mereka tidak tahu kalau orang yang memiliki pondasi dantian yang bagus memiliki aura yang lebih gelap dan pekat.
"Hentikan Qian Qi...". Yu Na ikut turun ke pinggir lapangan untuk menghentikan siksaan Qian Qi.
Mendengar perintah dari Yu Na, Qian Qi baru mau menurunkan Wang Yi. Wang Yi langsung tergeletak pingsan tak bergerak.
"Ting...! Pemenangnya Qian Qi...".
"Hore...!". Para penonton langsung bersorak gembira. Terutama seluruh anak buah Wang Yi yang menangis terharu bahagia. Seakan Qian Qi telah mewakilkan rasa dendam mereka terhadap Wang Yi.
"Awas kau Qian Qi. Kami akan membalas perbuatanmu". Wang Yuan membawa Wang Yi pergi.
"Qian Qi...". Yu Na menatap Qian Qi marah. Seakan ia kecewa pada Qian Qi yang menjadi kejam sama seperti para bajingan itu.
"Maaf Dewi. Akhir-akhir ini aku terlalu banyak melihat manusia yang menjijikan. Mereka melukai orang-orang yang tidak bersalah".
"Tenang Qian Qi. Jangan sampai kamu berubah menjadi seperti mereka. Kamu lebih baik dari itu". Yu Na mengelus-elus kepala Qian Qi, kemudian mengajaknya pulang menjemput Qilin.
Sesampainya di kamar Yu Na. Alangkah terkejutnya Qian Qi dan Yu Na melihat Qilin yang lagi-lagi membesar.
Ukuran tubuh Qilin bertambah dua kali lipat, jadi sebesar ukuran tubuh rusa dewasa. Qilin terlihat tidur di atas kasur Yu Na.
Sementara itu di sisi lain kamar, prajurit boneka sudah tergeletak tidak bergerak. Batu qi Iblisnya habis di hisap oleh Qilin.
__ADS_1
"Kalau Qilin sebesar ini, bagaimana cara memberi makannya. Kamu akan bangkrut Qian Qi".
"Aku sudah menduga Qilin akan tumbuh besar, tapi tidak secepat ini".
"Meow... Meow...". Qilin bangun dari tidurnya.
"Bentuk tubuhnya sebesar rusa, kepalanya seperti naga dengan bulu singa di lehernya, badannya dipenuhi sisik pelindung seperti sisik ikan yang keras dan tanduknya mulai tumbuh meski masih kecil. Qilin benar-benar makhluk legenda yang membingungkan". Yu Na jadi pusing melihat Qilin.
"Bagaimana pun bentuknya Qilin tetaplah Qilin". Qian Qi membelai lembut kepala Qilin sambil memberinya makan. Sementara itu, Yu Na membersihkan kasurnya yang berantakan.
Tidak lupa Qian Qi mengganti batu qi iblis prajurit boneka yang tergelatak. Setelah itu Qian Qi meminta prajurit boneka kembali ke tugasnya dan menyuruh Mei Mei datang ke sini.
Alangkah terkejutnya Mei Mei melihat Qilin yang besar. Kali ini Mei Mei mulai segan untuk mengganggu Qilin.
Meski Mei Mei sudah tidak mengganggunya lagi. Qilin tetap tidak suka terhadap Mei Mei. Setiap kali Mei Mei mendekatinya Qilin akan menggonggong sambil mengeluarkan kultivasi petirnya.
Aura Qilin kini mulai terlihat. Ia berada di ranah Pagoda Tingkat 5 Tahap Awal. Aura kuningnya begitu terang dan murni.
Mungkin karena Qilin memang merupakan makhluk legenda kelas SSS sama seperti burung Phoenix. Auranya begitu murni, tidak seperti manusia.
"Meow... Meow...". Qilin mendekati Qian Qi.
"Kok makanannya tidak di habiskan Qilin?". Qian Qi mencoba mendekatkan keping emasnya ke Qilin lagi. Qilin menoleh seolah-oleh menolak makanan dari Qian Qi.
"Mungkin dia sakit perut Nyonya".
"Gokkk...!!! Gokkk...!!! Zzzttt...!". Qilin kembali menyambar Mei Mei dengan petirnya. Mei Mei tersungkur kesakitan merasakan petir murni Qilin.
"Sama seperti kemarin, Qilin juga tidak mengabiskan makanannya". Qian Qi memasukan keping emasnya kembali.
"Tubuh Qilin mungkin membesar tapi jumlah emas yang dia makan masih sama. Maksimal 12 keping emas. Kalau lebih dari itu dia tidak akan memakannya".
"Untung saja hanya 12 keping emas. Kamu tidak jadi bangkrut Qian Qi".
__ADS_1
"Meski begitu. Aku tidak bisa membawa Qilin kembali ke asramaku. Aku harus menitipkannya bersama Dewi".
"Aku lagi yang kena getahnya. Gak mau... Mei Mei tidur di asrama Qian Qi. Aku di kamar Mei Mei kamu di sini kita tuker tempat".
"Aku sih setuju-setuju saja". Mei Mei setuju.
"Baiklah kalau begitu terima kasih".
Qian Qi, Yu Na dan Mei Mei menghabiskan waktu bersama di kamar Yu Na. Mereka membicarakan tentang formasi Segel Pemanggil untuk Qilin.
Dengan formasi Segel Pemanggil, Qian Qi tidak akan kerepotan lagi menyembunyikan Qilin.
Qian Qi akan minta pada Sun Long untuk membuatkan formasi Segel Pemanggil, nanti ketika ia pulang ke Surga Hitam.
Pengumuman pertandingan untuk esok hari sudah muncul. Jumlah peserta di hari kelima tersisa 16 orang.
Pertandingan besok pasti akan brutal. Terutama pertandingan antara Gan Ning dan Qian Qi. Yu Na dan Mei Mei bubar ke tempatnya masing-masing.
Qian Qi disarankan untuk mempersiapkan segalanya dengan matang. Pasalnya Gan Ning bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh.
Setelah bersiap-siap membersihkan diri, Qian Qi kembali ke dunia dantiannya. Kali ini ia tidak mencoba menaklukan pilar lagi melainkan membersihkan dunia dantiannya.
Meski dibilang membersihkan, Qian Qi hanya menghisap batu qi sambil membentuk dunia dantiannya. Qian Qi menggunakan imajinasinya untuk menata dunia dantiannya menjadi lebih rapih dan indah.
Kali ini Qian Qi tidak mengizinkan Qilin untuk bermeditasi bersamanya. Qian Qi khawatir Qilin akan menjadi lebih besar lagi. Qian Qi hanya menidurkan Qilin yang bersandar di sisinya.
Esok hari pun tiba. Pertandingan brutal antara Qian Qi dan Gan Ning akan dilaksanakan di giliran pertama.
Penonton menumpuk bukan main di arena pertandingan Qian Qi. Bandar taruhan yang tadinya ada di arena utama kini membuka lapaknya di pertandingan Qian Qi.
Para murid berlomba-lomba bertaruh sebelum acaranya dimulai. Bahkan tidak hanya para murid kali ini beberapa pengawas ikutan bertaruh.
Tidak terkecuali Zhang Liao yang mempertaruhkan sebagian besar hartanya untuk Qian Qi.
__ADS_1
Pertaruhan kali ini lebih banyak orang yang memilih Gan Ning dari pada Qian Qi. Tidak hanya kejam, Gan Ning sekarang sudah naik ranah ke Pagoda Tingkat 7 Tahap Menengah. Lebih tinggi satu tahap dari Qian Qi.
Kesempatan emas kali ini tidak ada yang menyia-nyiakannya. Mereka bisa kaya seketika atau miskin seketika. Semuanya terlihat antusias di arena pertandingan Qian Qi.