
Tiba-tiba Sun Fangxin kembali menangis.
“Bibi…”. Qian Qi ikutan sedih.
“Ketika ayahmu bilang dia tidak akan pernah melakukannya. Hati Bibi benar-benar hancur. Bibi menangis cukup lama di kamar mandi. Saat itu Bibi hampir menyerah untuk mendapatkan cinta ayahmu”.
“Hampir menyerah Bi? Lalu apa yang terjadi?”.
“Detik berganti jadi menit, menit berganti jadi jam, jadi hari, bulan sampai akhirnya genap satu tahun kami tinggal di desa. Bibi tidak tahan lagi. Jadi Bibi bilang kepada ayahmu. Bahwa Bibi mencintanya”.
“Apakah ayah menerimanya Bi?”.
“Sayangnya tidak. Bibi cukup menyesal mengungkapkan cinta saat itu. Hubungan kami berubah jadi tidak baik. Ayahmu mempertegas bahwa Bibi hanyalah Tuannya. Tidak ada kata sayang lagi di dalam rumah”.
“Aku jadi bingung Bi. Lalu kenapa di mimpiku ayah dan Bibi seperti pasangan?”.
“Ayahmu melihat Bibi tersiksa selama setahun lamanya. Di rumah kadang-kadang Bibi menangis. Bibi hanyalah wanita cengeng. Bibi tidak bisa melepas cinta ayahmu. Lalu satu tahun kemudian atau dua tahun kita tinggal di desa, akhirnya ayahmu luluh juga. Ia menerima cinta Bibi. Butuh satu tahun penantian panjang untuk ayahmu menerima Bibi. Bibi sangat senang kala itu Bibi berharap tinggal selamanya di desa itu bersama ayahmu. Kami berdua hampir menikah ulang saat itu, menjadi resmi. Tapi…”.
“Tapi apa Bi?”.
“Kekaisaran Sun berhasil menembus pertahanan kekaisaran musuh. Kami langsung mengambil kesempatan dan kembali ke istana. Setelah itu ayahmu diangkat menjadi jendral. Tidak lama kemudian kami reunian bersama ibumu dan ibunya Sun Long. Kami mengejar waktu yang tertinggal dan beberapa bulan kemudian mimpimu terjadi”.
“Bagaimana tentang pernikahannya Bi?”.
“Tidak lama kemudian setelah mimpimu. Bibi memutuskan untuk meminta ayahmu melamar Bibi dan alangkah senangnya Bibi. Ayahmu menyetujuinya, ia akan melamar Bibi. Bibi langsung memilih gaun hari itu juga. Terus Bibi mengatakannya pada Sun Bi, ayah Bibi kaisar Sun saat itu. Tapi tidak lama kemudian Bibi di panggil oleh ibunya Sun Long”.
“Apa yang terjadi Bi?”.
***
“Sun Fangxin aku dengar kamu akan menikah dengan Qian Tao?”.
__ADS_1
“Ia kak aku sangat senang. Kakak harus hadir ke pernikahanku. Mimpiku akhirnya terwujud juga”. Sun Fangxin menari-nari kegirangan.
“Sudah… Sudah… Sun Fangxin. Kemarilah tiduran di pangkuanku. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengamu”.
“Ada apa sih kak aku jadi pensaran. Tiduran di paha kakak. Aku sudah kangen sekali dengan kelembutannya”. Sun Fangxin tiduran di pangkuan Liu Shu. Kemudian Liu Shu mengusap-usap lembut kepala Sun Fangxin.
“Adik iparku yang paling kakak sayangi. Kamu harus sabar… Sebenarnya kakak enggan mengatakannya. Tapi kamu harus tahu kebenarannya. Kakak tidak mau kamu menyesal di kemudian hari”.
“Menyesal? Ada apa sih kak?”.
“Kamu yang sabar ya. Sebenarnya Qian Tao sudah punya kekasih, sebelum dia pergi menyelamatkanmu”.
“Ke…Kekasih? Kakak pasti bohong dari mana kakak tahu?”. Sun Fangxin langsung duduk dan menatap Liu Shu dengan serius.
“Qian Tao ke sini sebelum dia pergi. Dia berpamitan dengan adik Shen Yue”.
“Kakak Shen Yue. Jadi… Qian Tao dan kakak Shen Yue”. Sun Fangxin mulai menangis.
“Ia mereka merupakan sepasang kekasih”. Sun Fangxin menangis sejadi-jadinya di pangkuan Liu Shu.
Ternyata Qian Tao menerima Sun Fangxin hanya karena kasihan. Di hatinya hanya ada Shen Yue. Maka dari itu meski pun mereka sudah tinggal selama dua tahun dan remsi sebagai sepasang kekasih tetapi Qian Tao masih enggan menyentuh Sun Fangxin.
Sun Fangxin pun marah dan menampar Qian Tao. Ia marah karena tidak menceritakan kebenarannya. Tapi Qian Tao juga takut menyakiti hati Sun Fangxin. Karena sudah cukup lama tinggal di kekaisaran musuh dia pikir sudah tidak ada harapan lagi, ternyata dia salah. Qian Tao pun meminta maaf kepada Sun Fangxin dan Shen Yue. Dari sisi Shen Yue sendiri hatinya cukup terluka. Penantiannya selama ini dibalas dengan pengkhinatan. Ia sudah rela melepaskan Qian Tao untuk Sun Fangxin.
***
“Ibu sudah merelakan ayah bersama Bibi. mengapa Bibi tidak egois dan menerimanya?”.
“Mereka saling merelakan cintanya masing-masing karena mereka saling cinta. Mata mereka berdua masih memancarkan cahaya yang begitu indah. Bibi hanyalah penghalang bagi mereka. Mereka takut menyakiti hati Bibi. Mereka hanya kasihan terhadap Bibi. Cinta ayahmu dan ibumu kepada Bibi hanyalah sebatas adik".
“Bibi…”. Qian Qi memeluk Sun Fangxin.
__ADS_1
“Akhirnya Bibi merelakan mereka berdua sebagaimana harusnya. Setelah itu Bibi kabur pulang ke rumah Bibi tidak sanggup”.
“Atas nama ayah dan ibuku. Aku meminta maaf dan mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada Bibi”. Qian Qi sungkem kepada Sun Fangxin.
“Sudahlah itu hanya masa lalu tidak perlu di pikirkan lagi. Bibi sudah mengiklaskannya”.
“Sweety… Setelah Bibi pulang ceritanya baru dimulai”. Sun Long tiba-tiba saja membuka pintu dan masuk.
“Qian Qi tidak perlu tahu tentang itu. Sudah sampai di situ saja ceritanya”.
“Apa maksudnya Bi?”.
“Sun Long dasar kamu…”. Sun Fangxin mencoba berdiri, namun ditahan oleh Qian Qi.
“Tunggu dulu Bi. Aku mau tahu kelanjutannya”.
“Tidak ada kelanjutannya Qian Qi. Ceritanya sudah habis sampai di situ”.
“Percuma saja Bi. Cepat atau lambat Sweety akan tahu. Ingat Sweety punya cincin ibu. Karena Bibi sudah cerita sejauh ini. Bibi akan menyiksa Sweety jika ia mengetahuinya secara langsung”.
“Aku mohon Bi ceritakan dengan lengkap”. Qian Qi sujud.
“Sudah-sudah baiklah Bibi akan cerita”.
“Terima kasih Bi”. Mereka duduk kembali.
“Setelah itu Bibi pulang dan berbicara kepada ayah Bibi. Ayah Bibi kaget mendengar kabar itu. Surat undangan sudah terlanjur menyebar. Akan mencoreng nama Kekaisaran Sun jika dibatalkan. Waktu itu ayah sangat marah pada Qian Tao dan hendak memaksanya menikahi Bibi”. Sun Fangxin mulai menangis.
“Tapi Bibi mencegahnya. Sebagai permintaan maaf kepada ayah dan kekaisaran Sun. Bibi bersedia dinikahkan sebagai alat politik. Setelah itu Bibi dinikahkan dengan orang asing. Bibi sangat depresi dan hancur saat itu. Tidak lama kemudian Bibi hamil. Tapi karena Bibi terlalu stress dan depresi. Bibi pun keguguran… Bibi kehilangan anak pertama Bibi”.
“Bibi…” Qian Qi ikutan sedih. Ia menangis bersama Sun Fangxin.
__ADS_1
“Setelah itu Bibi diceraikan oleh suami pertama Bibi yang marah. Tidak lama kemudian kekaisaran Sun mengalami kemunduran. Lalu Bibi dinikahkan lagi dan keguguran lagi. Terus berlanjut selama beberapa kali. Sampai totalnya 4 kali Bibi menikah dan keguguran. Setelah ke 4 kalinya Bibi sudah terkenal. Tidak ada lagi pria yang mendekati Bibi”.
Mendengar hal itu hati Qian Qi benar-benar hancur mendengar nasib Bibi yang begitu sengsara. Qian Qi sangat takut di jadikan alat politik. Ia tidak menyangka sedari awal ia mencertiakan ketakutannya kepada alat politik itu sendiri. Qian Qi merasa sangat bersalah.