
Keesokan paginya Sun Long menyerahkan pembangunan jalan kepada Dodo Fung. Sun Long dan Qian Qi pergi menuju kamar tempat medusa memulihkan diri. Salah satu prajurit boneka mengabarkan bawah medusa telah pulih.
Sesampainya di kamar, Medusa langsung memeluk Qian Qi. Ia sedikit marah karena tidak ada yang menjenguknya ketika masih dirawat. Sun Long dan Qian Qi beralasan mereka tengah sibuk membangun kota Vegas.
Medusa menagih janji kepada Sun Long yang ingin membantunya menyelamatkan bangsa ular. Ternyata Sun Long sudah mengerahkan beberapa prajurit boneka untuk mencari informasi. Didapatkan informasi bahwa sebagian besar bangsa ular perempuan ada di rumah bordil di ibu kota kekaisaran Sun. Kota Utopia.
Sedangkan Bangsa ular yang laki-laki. Sayang sekali mereka semua dijadikan kelinci percobaan di kota Silver. Mereka semua sudah mati. Tapi ada desas-desus bahwa beberapa bangsa ular laki-laki yang tampan di bawa oleh Nyonya Sun Fangxin. Jadi rumah bordil kota Utopia merupakan tempat semua bangsa Ular yang tersisa berada. Jumlahnya hanya puluhan orang. Medusa yang mendengarnya menjadi sangat sedih. Bangsanya yang tadinya ada puluhan ribu, sekarang tinggal puluhan orang.
“Hubby… Bukankah Rumah Bordil kota Utopia dipimpin oleh Bibi?”.
“Ya benar. Bibi sudah bertindak lebih dulu. Bibi memang selalu bisa diandalkan. Bangsa ular pasti aman di sana”.
“Ternyata Bibi sangat hebat. Tenang saja Medusa, bangsamu berada di tangan orang yang tepat”.
“Medusa apakah kamu mau bertemu dengan bangsamu. Tapi kamu harus menerima satu permintaanku”.
“Apa pun akanku lakukan demi bangsaku”.
“Aku akan mengirimmu tinggal di rumah bordil. Kamu harus menjaga Bibi atau Nyonya Sun Fangxin dengan segenap kemampuanmu. Perlu diingat dan tanamkan di dalam pikiranmu. Nyonya Sun Fangxin adalah penyelamat bangsamu. Dia berjuang di garis depan melawan Ayahku Sun Li. Ingat ini baik-baik. Kamu berada di garis terdepan medan pertempuran. Sekali saja kamu melanggar perintah Nyonya Sun Fangxin. Semuanya akan tamat. Semuanya akan dibantai habis. Apa kamu mengerti”. Sun Long bicara dengan serius.
“Jika Nyonya Sun Fangxin benar telah menyelamatkan nyawa bangsaku. Aku akan melindunginya dengan nyawaku sendiri”.
“Baiklah. Dua hari lagi kamu akan berangkat ke kota Utopia. Aku perlu mengabari Bibi terlebih dahulu”.
Qian Qi langsung memeluk Medusa. Mereka berdua seperti sahabat akrab yang akan berpisah.
“Medusa dua hari ini kamu latihan bersamaku. Aku akan mencoba menaikkan tingkat kultivasimu, sekarang kamu pergilah ke tempat Luo Meilin dan beritahu padanya kekuatanmu”. Medusa pun pergi.
“Tunggu Medusa aku ikut”. Qian Qi ingin ikut.
“Tidak boleh. Kamu tetap bersamaku Sweety. Aku akan melatihmu sekarang”.
“Baiklah Hubby”. Qian Qi pun kecewa tapi senang.
Sun Long dan Qian Qi kembali ke kamar utama. Setelah masuk Sun Long langsung mengunci pintunya dan memasang formasi pengaman. Seakan memisahkan diri dari dunia luar. Hanya ada Qian Qi dan dirinya sekarang.
“Hubby… Kenapa kita malah kembali ke kamar? katanya kamu mau melatihku”.
__ADS_1
“Buka seluruh pakaianmu Sweety”.
“Hubby…?”.
“Lakukan saja”.
“Baiklah”. Qian Qi pun membuka seluruh pakaiannya. Dia masih malu-malu wajahnya memerah, namun dia tidak takut lagi. Sebaliknya dia malah merasa senang.
Qian Qi sudah telanjang bulat. dia hanya bisa menutup dadanya dan bagian bawahnya dengan tangan karena malu.
“Tengkurap di kasur Qian Qi”. Sun Long menggunakan sarung tangan dan mengeluarkan beberapa alat.
“Hubby apa yang kamu lakukan”. Qian Qi terlihat heran dan gugup.
“Aku akan memperbaiki tubuhmu dengan proses yang aku ciptakan sendiri. Teknik yang membuat Dodo Fung dan Pang Tong menjadi jauh lebih kuat dan sehat”.
“Hubby apakah prosesnya akan sakit?”. Nyali Qian Qi langsung ciut melihat Sun Long menyiapkan alatnya.
“Tidak terlalu sakit. Kamu tenang saja”.
Sun Long memulai dengan memijit-mijit kecil Qian Qi.
“Hhhmmm… Hubby…”.
“Ada apa lagi?”.
“Dodo Fung dan Pang Tong menggunakan metode ini untuk menjadi kuat. Apa mereka telanjang bulat juga sama seperti aku?”.
“Hah…? Tentu saja tidak. Jijik sekali aku melihat tubuh Pang Tong yang keriput”.
“Terus kenapa kamu menyuruhku telanjang?”.
“Sebenarnya punggung dan kaki saja sudah cukup. Tapi lebih bagus jika semua sampai ke pinggul. Itu alasan medisnya. Alasan aslinya tentu saja karena aku ingin melihatmu. Mumpung ada kesempatan”.
“Iiihhh… Kamu ya”. Qian Qi tersenyum manis. Sun Long berhenti memijit Qian Qi.
“Aku mulai tekniknya namanya teknik bekam”.
__ADS_1
“Bentar Hubby satu kali cium lagi”.
“Dasar kamu ya…”. Sun Long menciumnya lagi.
Sun Long mulai serius. Ia menggunakan alat yang berbentuk pipa penghisap pada titik-titik tertentu. Punggung Qian Qi mulai tersedot sedikit demi sedikit. Setelah agak membenjol kecil, Sun Long melepaskan pipanya. Ia menyemprotkan sedikit cairan herbal ke benjolan itu. Ia menggunakan alat yang berbentuk seperti jarum kecil dan menusuk-nusuk benjolan itu membentuk pola lingkaran. Ia menutup kembali benjolan itu dengan pipa penghisap.
Sun Long membuat beberapa titik penghisap di punggung, pinggul dan beberapa tempat lainnya. Qian Qi hanya terdiam rasanya begitu aneh namun cukup nyaman. Setelah semua titik terpasang pipa penghisap. Sun Long menunggu sejenak sambil memperhatikan tubuh Qian Qi secara saksama.
Mata Sun Long bergerak liar menjelajahi tubuh Qian Qi mencari tahi lalat, memperhatikan lekukannya, memperhatikan warna kulitnya dan masih banyak lagi. Tanpa terasa alat penghisap itu sudah dipenuhi darah. Sun Long tinggal melepas alatnya dan membersihkan darahnya. Maka proses bekam pun selesai.
Qian Qi yang memejamkan mata baru sadar. Ternyata Sun Long menghisap darahnya dari tadi.
“Hubby! I…itu darahku?”.
“Coba kamu berdiri”.
“Qian Qi pun berdiri”. Qian Qi sangat kaget ternyata tubuhnya jadi sangat enteng dan di penuhi oleh energi baru. Ia melompat-lompat kecil mencoba kekuatannya.
Tiba-tiba saja Sun Long langsung menerjang Qian Qi. Membuat Qian Qi terjatuh kembali tiduran di kasur dengan Sun Long di atasnya.
“Hubby…”.
“Apa yang kamu lakukan Sweety? Kamu telanjang, melompat-lompat dengan tubuh yang seperti ini. Tentu saja aku tidak bisa menahannya”. Nafas Sun Long memburu ia mencium Qian Qi dengan ganas.
Akhirnya Hubby akan melakukannya. Aku tidak sadar, sangking ringannya tubuhku aku tidak sadar aku telanjang bulat. Be…Benda besar dan keras itu menyentuh perutku… Sudah pasti dia akan melakukannya.
“Mmm… Mmm… Hub… Hubby!!!”. Qian Qi mendorong Sun Long sampai terpental menabrak tembok. Ia kaget dengan kekuatannya sendiri ia menjadi sangat kuat.
“Sweety cepat kamu pakai baju”. Sun Long menarik napasnya mencoba menyadarkan diri. Qian Qi segera berpakaian.
“Terima kasih Sweety…”. Sun Long berdiri dan meminum pil pemulih raga.
Qian Qi meneteskan air mata.
“Aku menyesal mendorongmu Hubby… Aku ingin kamu melakukannya, namun… Aku menjadi bodoh. Aku khawatir akan impianmu untuk balas dendam. Harusnya aku lebih egois lagi. Aku ingin kamu menggapai impianmu dulu. Meski pun aku sangat ingin… Aku sangat ingin Hubby… aku mencintaimu”. Qian Qi menangis.
“Aku juga mencintaimu Sweety. Aku juga sangat ingin. Tapi maafkan aku…” Sun Long memeluk Qian Qi.
__ADS_1