Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 21 - Budak


__ADS_3

“Uweee…”. Qian Qi mual. Ia masih merasa jijik dan takut melihat apa yang Sun Long lakukan kepada pemilik penginapan. Ia hanya berlari tak tentu arah.


Tidak lama kemudian Ren dan Luo Meifen menyusul. Mereka berdua khawatir dengan keadaan Qian Qi.


“Nyonya. ada apa Nyonya?”. Luo Meifen dengan sigap mengelus-elus punggung Qian Qi.


Qian Qi hanya bisa menangis. Tangisannya cukup keras sampai-sampai mengundang beberapa bangsawan untuk datang. Beberapa kereta kuda berhenti di dekat mereka.


“Wah ada gadis-gadis manis. Ada apa sampai-sampai menangis di tempat seperti ini. Sini biar aku bantu. Nyam… nyam… kalian bertiga pasti enak sekali”. Seorang bangsawan tua menghampiri mereka bersama prajurit-prajuritnya.


Mereka bertiga cukup ketakutan dibuatnya. Namun Ren dan Luo Meifen berusaha memberanikan diri. Mereka berdua langsung bersiaga mengeluarkan teknik mereka masing-masing.


“Nyam… nyam… mereka suka bermain kasar sepertinya akan seru”. Bangsawan itu semakin bersemangat mendekati mereka.


“Kubangan Lahar”. Dodo Fung yang sedari tadi memantau langsung menenggelamkan para pria itu ke dalam laharnya.


“Aaarrr… Panas”. Para pria itu tenggelam terbakar. Bau gosongnya tercium harum seperti barbeque.


Luo Meifen dan Ren ketakutan melihat Dodo Fung. Namun Dodo Fung tidak menghiraukannya. Ia langsung mengeluarkan pil pemulih raga dalam jumlah besar.


“Kalian berdua. Cepatlah bantu aku memberikan pil ini pada mereka”. Dodo Fung membuka tirai kereta kuda bangsawan itu.


Melihat apa yang ada di dalamnya. Ren dan Luo Meifen malah ikutan muntah. Banyak anak-anak kecil perempuan yang dirantai. Bahkan ada beberapa yang anggota tubuhnya sudah tidak utuh lagi. Banyak dari mereka yang sudah sekarat setengah mati sisanya hanya diam dengan tatapan kosong. Tubuh-tubuh mereka semuanya kurus kering kekurangan gizi.


“Hei... Kalian! Cepat bantu aku. Kasihan mereka”. Mereka bertiga pun langsung tersadar dan membantu Dodo Fung.


“Apa yang harus kami lakukan Tuan?”. Mereka bertiga kebingungan.


”Berikan saja mereka pil pemulih raga ini, sisanya aku yang urus”.


Mereka semua meminumkan pil pemulih raga kepada anak-anak kecil itu. Tangis ke tiga wanita itu pecah melihat kenyataan yang di luar banyangan mereka. Dodo Fung melepaskan mereka satu per satu dari rantai yang mengikatnya.

__ADS_1


“Kalian... apa yang kalian lakukan? Ini baru satu kereta. Masih ada tiga lagi”.


“A…Apa semuanya isinya sama?”.


“Tidak. Kereta yang depan berisi wanita dewasa, depannya lagi anak kecil tapi laki-laki…”.


“Sudah cukup kami tidak mau mendengarnya lagi. Ayo kita bantu mereka kakak Dodo Fung”.


“Ini…” Dodo Fung mengeluarkan lebih banyak pil lagi.


Mereka semua segera merawat budak-budak itu hingga sampailah di kereta yang berisikan anak kecil laki-laki.


“Kalian sebaik mengurus kereta selanjutnya. Isinya gadis-gadis seusia kalian. Yang ini biarkan aku saja”.


“Kenapa kakak Dodo Fung? Biarkan kami merawat semuanya”.


“Tidak. Yang ini terlalu parah kalian tidak akan kuat melihatnya”.


“Kakak… Biarkan aku melihatnya. Tidak...!!! Kalian belum siap melihat kenyataan yang ini”. Dodo Fung mulai menangis. Tubuhnya bergetar hebat.


“Kubangan Lahar”. Kereta yang berisi anak laki-laki itu di musnahkan seutuhnya.


Sebelum seluruh kereta itu habis terbakar terdengan suara lirih “Terima kasih”. Para budak yang lain seakan mengerti mereka hanya bisa ikut menangis.


“Kakak Dodo Fung apa yang kakak lakukan”. Qian Qi sangat marah melihatnya ia mencoba berlari ke arah grobak namun dihalangi oleh Dodo Fung.


“Terima kasih tuan. Tuan telah menyelamatkan anak-anak kami”. Beberapa wanita dewasa itu mencoba bersujud kepada Dodo Fung. Mereka terlihat sangat lega. Ketika anak-anak mereka dibakar oleh Dodo Fung. Qian Qi yang menyaksikan sangat bingung di buatnya.


“Adik Qian Qi populasi laki-laki lebih sedikit dari pada perempuan bukan tanpa alasan. Di dunia yang sesungguhnya dunia rakyat biasa. Takdir yang menanti seorang laki-laki jauh lebih kejam dari yang bisa adik bayangkan. Maka dari itu kami semua berusaha keras melawan ke kaisaran. Adik masih terlalu lemah untuk mengetahui kebenarannya. Jadilah kuat terlebih dahulu. Karena sekali melihatnya adik akan merasakan beban moral yang sangat besar. Bahkan mimpi buruk selama berhari-hari”. Qian Qi menatap mata Dodo Fung dengan sedih.


“Sudahlah masih ada satu kereta lagi yang harus kita tolong. Setelah itu kita bawa semuanya ke gedung walikota”. Mereka semua menolong kereta terakhir.

__ADS_1


Kakak Dodo Fung terlihat dewasa sekali. Ternyata dia sangat bisa diandalkan. Mungkin benar kata Kakak. Aku masih terlalu lemah untuk mengetahui kebenarannya. Aku tidak menyangka bagaimana mungkin seorang ibu berterima kasih ketika anaknya dibunuh di depan mata mereka. Apa yang ada di dalam kereta kuda itu pasti sangat mengerikan. Aku harus menjadi lebih kuat lagi. Hubby…


“Hubby… Kakak Dodo Fung, Hubby ada dimana?”. Seketika itu Qian Qi panik. Ia baru sadar apa yang dia lakukan terhadap Sun Long. Dodo Fung menyentuh tanah. Ia mencari keberadaan Sun Long.


“Hhhmmm… Sepertinya Adik terlalu jahat kepada kakak. Aku tidak bisa mengatakan lokasinya dimana. Yang jelas dia tidak ada di kota ini dan kemungkinan akan kembali pagi hari nanti. Sekarang adik harus fokus dengan apa yang ada di depan mata. Kita harus segera menolong mereka. Buang dulu segala pikiran-pikiran yang mengganggu, kerjakan apa yang bisa dikerjakan satu per satu”. Qian Qi semakin cemas. Namun ia melihat sekelilingnya. Ia tidak boleh egois.


Setelah membebaskan para budak dan melakukan pertolongan pertama mereka semua langsung pergi ke gedung walikota. Terlihat tidak hanya mereka saja yang datang. Para prajurit boneka juga masih mengawal para budak maupun warga kota yang membutuhkan pertolongan.


“Dasar kalian anak-anak muda. Sempat-sempatnya kalian pergi disituasi seperti ini. Menginggalkan semua beban padaku”. Pang Tong langsung marah ketika mereka datang.


“Sudahlah Pang Tong apa yang harus kami lakukan?”.


“Cepat gunakan kultivasi tanahmu. Bangun tempat tinggal sementara untuk mereka. Buat terpisah, yang masih menunggu diperiksa dan yang sudah diperiksa. Sementara kalian bertiga para wanita bantu prajurit boneka memberi makanan”. Mereka langsung membantu Pang Tong.


Mereka semua bekerja keras sampai tengah malam.


“Dodo Fung. Antarkan adik iparmu untuk tidur. Sudah waktunya dia beristirahat”.


“Siap…!”. Dodo Fung segera pergi menemui Qian Qi.


Sesampainya di tempat Qian Qi.


“Adik Sudah waktunya untuk beristirahat”.


“Kakak Dodo Fung tolong antarkan aku kepada Hubby”.


“Tidak bisa. Kakak sedang dalam kondisi yang tidak bagus. Biarkan kakak sendiri dulu”.


“Kakak Dodo Fung. Tolong mengerti perasaanku. Aku sudah berbuat jahat pada Hubby. Aku merasa menjadi istri yang sangat hina. Hubby menerimaku apa adanya. Sedangkan aku tidak mau menerima kekurangannya. Tolonglah kakak antarkan aku padanya”. Qian Qi mulai menangis.


“Baiklah”. Dodo Fung mengantar Qian Qi keluar kota vegas, menuju ke sebuah hutan yang cukup gelap. Hanya ada cahaya bulan yang menerangi.

__ADS_1


Terdengar suara dentuman keras beradu dari kejauhan. Semakin lama masuk ke dalam hutan semakin jelas suaranya. Perasaan Qian Qi mulai tidak enak. Terasa aura yang sangat jahat keluar dari kejauhan. Aura hitam pekat mulai terlihat menggebu-gebu. Sepertinya ada pertarungan besar disana.


__ADS_2