Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 180 - Turnamen Peringkat Bagian 14


__ADS_3

"Segel Kontrak Perjanjian Monster Gagak Iblis". Gan Ning yang tidak terima monster Gagak Iblisnya pergi, langsung menyiksanya dengan segel Kontrak Perjanjian.


"Aaarrrggg... Aku harus pulang. Nyonya sudah memberi perintah padaku...".


"Aaarrrggg...".


"Pulang...".


"Pulang...". Monster Gagak Iblis menahan rasa sakit sekuat tenaga. Bulu-bulu hitamnya mulai rontok berjatuhan. Meski begitu tekat kuat untuk pulang membawa monster Gagak Iblis itu untuk tetap maju mengabaikan rasa sakitnya.


"Wing...! Brukkk...!". Belum jauh terbang, Monster Gagak Iblis jatuh menghantam tembok benteng. Tekat yang kuat belum cukup untuk menahan rasa sakit dari segel Kontrak Perjanjian.


"Aaarrrggg...". Monster Gagak Iblis itu berdiri mencoba terbang lagi. Namun rasa sakit yang teramat sangat membuatnya tidak berdaya.


"Rasakan ini. Dasar kau gagak bodoh... Gaaa... gaaa... gaaa...". Gan Ning tertawa puas melihat monster Gagak Iblis itu tersiksa.


"Wreak...!". Tidak tinggal diam. Melihat tekat kuat yang ditunjukan oleh monster Gagak Iblis, Qian Qi memutuskan untuk membantunya.


Ketika Gan Ning tengah puas menyiksa monster Gagak Iblis, Qian Qi datang merobek segel Kontrak Perjanjian dengan tombak Guandaonya. Gan Ning yang kaget langsung bersiap melawan Qian Qi.


Bersamaan dengan robeknya Segel Kontrak Perjanjian, rasa sakit pada monster Gagak Iblis menghilang juga.


Monster Gagak Iblis bisa terbang pulang ke rumahnya meski dengan bulu yang sedikit gundul.


Di sisi lain, Gan Ning terlihat putus asa karena tidak memiliki formasi Segel Pemanggil lagi. Ia terpojok tidak bisa mengalahkan Qian Qi.


"Cahaya Pengalih". Gan Ning mengeluarkan cahaya terang dari tangan kirinya untuk menghalangi penglihatan Qian Qi.


"Dasar pelacur...!".


"Whippp...!".


"Whippp...!". Gan Ning mencoba menyerang Qian Qi dengan cambuknya.


Serangan Gan Ning tidak ada yang kena. Sun Long telah melatih Qian Qi dalam keadaan mata tertutup.


Dengan panca indra yang telah dilatih. Qian Qi bisa mendengar dan merasakan gerakan cambuk Penakluk Gan Ning.


Qian Qi menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan Gan Ning, sampai akhirnya. Qian Qi berada di hadapan Gan Ning.


"BUKKK...! Wreak...!". Qian Qi memukul perut Gan Ning dengan sekuat tenaga. Sampai-sampai suara retakan tulang bisa terdengar menyakitkan.

__ADS_1


Gan Ning langsung pingsan tidak kuasa menahan pukulan Qian Qi. Pukulan terakhir Qian Qi merupakan pukulan personal. Zirah tebal yang digunakan Gan Ning tidak mampu menahannya sama sekali.


"Ting...!". Pemenangnya Qian Qi.


"Horeee...!". Para penonton bertepuk tangan, tidak terkecuali Wakil Ketua dan para Tetua ikut bertepuk tangan juga.


Sebelum pulang Yu Na meminta Qian Qi ikut dengannya. Qian Qi yang tidak tahu apa-apa menuruti saja permintaan Yu Na.


Ternyata Yu Na membawa Qian Qi ke ruang rapat. Wakil Ketua dan para Tetua sudah berkumpul di sana.


Mereka khawatir dengan kekuatan Qian Qi yang mampu membuat monster Gagak Iblis tunduk. Monster yang bisa menyebabkan bencana besar di tempat yang di laluinya.


Wakil Ketua dan Para Tetua juga khawatir dengan arah perginya monster Gagak Iblis itu. Mereka takut Monster Gagak Iblis menyerang desa-desa terdekat.


Qian Qi menjelaskan bahwa monster Gagak Iblis itu tidak akan menyebabkan masalah. Ia langsung pulang ke rumahnya di Surga Hitam.


Sementara itu monster Gagak Iblis tidak takut terhadap Qian Qi. Melainkan takut terhadap suaminya.


Qian Qi tidak menyebutkan apa pun tentang Sun Long. Ia menolak memberikan informasi kepada Wakil Ketua dan Para Tetua yang penasaran.


Wakil Ketua dan para Tetua mendesak Qian Qi untuk memberikan lebih banyak informasi. Mereka takut Gagak Iblis akan kembali menyerang dengan jumlah yang lebih banyak.


Meski kurang puas dengan informasi yang Qian Qi berikan, tapi tujuan utamanya sudah tercapai.


Monster Gagak Iblis tidak akan menyerang siapa pun dalam perjalanan pulangnya dan tidak akan kembali lagi ke sini.


Yu Na membantu Qian Qi dan menghentikan interograsi tersebut. Yu Na menyebutkan mereka tidak perlu khawatir karena Suami Qian Qi adalah cucunya. Meski Yu Na juga tidak bisa memberi tahu identitas Sun Long.


Karena Yu Na sudah turun tangan, mau tidak mau Wakil Ketua mengakhiri interogasi berkedok rapat tersebut. Kemudian semua orang membubarkan diri.


Zhen Ji dan Cai Wenji yang ikut hadir dibuat semakin penasaran dengan sosok suami Qian Qi.


Tidak hanya senjata Tingkat 10 kualitas tinggi, kini monster juga tunduk padanya. Suami Qian Qi bisa dipastikan merupakan orang yang sangat hebat.


Satu per satu rahasia Qian Qi mulai terbongkar. Ia tidak bisa bergerak di dalam bayangan lagi. Seluruh mata tertuju menyoroti pergerakannya.


Qian Qi sudah mengetahui hal ini dari awal. Lagi pula ia akan memenangkan Turnamen Peringkat Perguruan Pedang Bulan. Tentu saja pertanyaan-pertanyaan mulai berdatangan padanya. Rapat tadi hanyalah salah satunya.


Itu semua merupakan resiko yang harus di tanggung. Qian Qi sudah membulatkan tekatnya untuk sesegera mungkin membalaskan dendamnya terhadap Sun Jian.


Qian Qi sudah tidak sabar untuk kembali pulang ke dunia kecilnya bersama Sun Long dan Sun An.

__ADS_1


...


"Aduh... Ampun Qilin". Mei Mei meronta-ronta kesakitan. Bokongnya di gigit oleh Qilin berkali-kali.


"Qilin...!". Akhirnya Qian Qi dan Yu Na datang untuk menggantikan Mei Mei. Qilin pun melepaskan gigitannya.


"Aduh...". Lihat ini Nyonya bajuku sampai bolong.


"Itu namanya karma....".


"Iiihhh... Nyonya bukannya membelaku". Mei Mei yang kesal pergi ke balik papan untuk mengganti pakaiannya.


"Meow... Meow...".


"Iya... Iya... ini keping emasnya".


"Arrr... Arrr...". Qilin memakan keping emas.


"Nyonya setelah Qilin membesar kini ia menggigit segala hal. Sepertinya giginya mulai tumbuh".


"Masasih...? Coba Aaa... Qilin". Qian Qi memeriksa mulut Qilin. Benar saja taring dan gigi-gigi tajamnya sudah mulai muncul.


Pantas saja seluruh kamar Yu Na terlihat bolong-bolong mulai dari lemari sampai kasur.


"Maaf Dewi aku akan mengganti semua kerugiannya".


"Ya... ya... aku sudah bosan menanggapinya terserah saja". Yu Na tidak peduli ia hanya duduk, istirahat di kursinya. Qian Qi dengan sigap langsung membuatkan teh dan camilan untuknya.


"Hhhmmm... Bagaimana cara membuat Qilin berhenti mengancurkan kamar Dewi. Kalau begini terus kamar Dewi bisa-bisa roboh".


"Heh...! Akhirnya sadar juga".


"Bagaimana kalau Nyonya kasih tulang besar untuk Qilin gigit. Seperti anjing yang suka gigit tulang". Qian Qi keluar setelah ganti baju.


"Tulang monster ya... Ide bagus. Tapi dari mana aku mendapatkannya. Kita lagi sibuk dengan Turnamen Peringkat".


"Nyonya... Nyonyakan dari divisi Pemburu. Beli saja dari teman sekelas Nyonya. Itung-itung membantu teman".


"Tumben kamu pintar Mei Mei".


"Haaa... haaa... haaa... Mungkin dia sudah memikirkannya seharian ini. Tulang pengganti bokong. Haaa... haaa... haaa...". Yu Na tertawa puas.

__ADS_1


__ADS_2