Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 145 - Para Wanita


__ADS_3

Qian Qi kembali memilih misi. Cukup lama ia memilih misi sampai akhirnya ia menemukan lagi misi yang cocok untuknya.


Tanpa diduga lagi-lagi ada wanita lain yang menyerobot misinya. Qian Qi menyadari sesuatu. Ia tersenyum manis menyadari hal kekanak-kanakan yang dilakukan Wang Yi dan kelompoknya.


Sudah lama aku tidak melihat Wang Yi. Aku pikir dendamnya sudah hilang karena aku mengalah.


Aku terlalu naif, hati busuk Wang Yi sudah tidak bisa diobati. Aku akan meladeni permainannya.


Qian Qi kembali memilih misi lagi dan lagi. Sementara itu di sudut ruangan, Wang Yi tertawa melihat rencananya berhasil.


Kejadian itu terus berlanjut sampai misi untuk seorang diri habis diambil kelompok Wang Yi. Wang Yi dan kelompoknya terlihat tersenyum puas.


Dasar wanita rendahan. Arena turnamen terlalu suci untuk kau injak. Aku tidak akan membiarkan wanita kotor sepertimu melangkahkan kaki di tempatku.


Aku tidak ingin menghirup oksigen yang sama dengan sampah sepertimu. Aku akan membuatmu berhenti berkembang dan menderita.


Rasakan, berani-beraninya menggangu calon suamiku Kai Yu. Kai Yu hanya milikku seorang. Pria tampan sepertinya harus bersanding dengan wanita cantik seperti aku.


"Sudah cukup anak-anak. Pengawal ku akan membantu kalian menjalankan misi".


"Hidup Nona Wang Yi". Para bawahan Wang Yi memberi hormat.


"Waaa... waaa... waaa...". Wang Yi tertawa puas meninggalkan ruangan.


"Prajurit boneka". Qian Qi berjalan ke dekat jendela.


"Siap Nyonya". Prajurit boneka muncul dari balik jendela.


"Selesaikan semua misi, simpan saja bahan-bahan yang didapat. Jangan biarkan satu orang pun berhasil menjalankan misi".


"Siap Nyonya". Prajurit boneka berangkat menyelesaikan misi.


Qian Qi ikut pergi memantau keadaan. Betapa senangnya Qian Qi, melihat wajah para bajingan kebingungan tidak dapat menjalankan misi.


Kesempatan emas yang diberikan Wang Yi hangus sia-sia. Mereka gagal menjoki misi. Mereka menghabiskan waktu dengan berputar-putar mengelilingi hutan dan pulang dengan tangan kosong.

__ADS_1


Akhirnya kelompok Wang Yi kembali menyerahkan misi mereka yang gagal, kemudian membubarkan diri.


Qian Qi terlihat puas melihat wajah-wajah kecewa mereka. Sesekali para bajingan harus merasakan balasan dari perbuatannya.


"Cewek...!". Beberapa orang murid laki-laki menghampiri pengikut Wang Yi. Seketika itu wajah para wanita langsung berubah menjadi takut.


Seakan mengerti para wanita langsung menyerahkan batu qi kepada para pria. Kejadiannya sama seperti saat Zhang Liao menyerahkan batu qi pada guru bajingan waktu itu.


Ada beberapa wanita yang tidak bisa memberi batu qi kepada para pria. Mereka yang tidak memberi batu qi dipaksa ikut dengan para pria itu.


Salah satu pria langsung memegang tubuh salah satu wanita. Anehnya wanita itu hanya pasrah tidak melawan.


Para pria itu seakan menjadikan contoh apa yang terjadi jika mereka tidak bisa membayar. Wanita yang lain tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka memalingkan wajah tidak tahan melihat perlakuan pria gendut itu.


Setelah puas memberi contoh para pria pergi membawa beberapa wanita. Para wanita yang berhasil membayar langsung pergi membubarkan diri.


Bagaimana bisa para pria itu melakukan hal tak senonoh tepat di depan gedung utama divisi Petarung Bulan dan tidak ada yang berani melarang mereka.


Seakan membangunkan macan yang tidur. Para pria itu membuat Qian Qi marah besar. Ia menatap tajam mengikuti setiap pergerakan para pria itu seperti pemangsa yang siap menerkam.


Qian Qi melihat matanya sendiri yang menatap tajam seperti Sun Long. Seakan tidak percaya bahwa Sun Long menularkan tatapan dinginnya kepada Qian Qi.


Hubby... Jadi seperti ini rasanya menatap orang-orang yang harus dibunuh. Tidak ada rasa kasihan sama sekali. Mereka bukanlah manusia. Qian Qi merasa jijik melihat para pria itu.


"Prajurit boneka".


"Siap Nyonya".


"...".


"Tidak jadi, kali ini aku akan melakukannya sendiri". Qian Qi pergi mengikuti para pria itu.


Para pria itu berjalan sambil sesekali menyentuh para wanita. Mereka berjalan memasuki komplek perumahan untuk murid yang memiliki peringkat tinggi.


Terus berjalan menaiki gunung sampai ke komplek vila-vila besar. Sampailah mereka di vila termegah di divisi Petarung bulan.

__ADS_1


Qian Qi mengintip plat nama yang ada di kotak surat vila tersebut. Ternyata vila itu milik seseorang bernama Gan Ning.


Gan Ning... Nama itu. Salah satu nama yang disebutkan oleh Master Zhang Liao. Yang paling buruk dari yang terburuk.


Peringkat ke 3 murid terkuat di perguruan Pedang Bulan. Qian Qi tidak menyangka. Gan Ning menjadikan vila eksklusifnya sebagai rumah bordil.


Ada banyak bangsawan dan para petinggi perguruan pedang bulan berpesta di sana. Tidak hanya wanita dari divisi Petarung. Ternyata dari divisi lain juga ada.


Bahkan kebanyakan, para wanita itu berasal dari divisi Penari Bulan. Pantas saja Yu Na meminta Qian Qi untuk memperbaiki divisi Petarung Bulan.


Para wanita itu tersenyum manis kepada para bangsawan. Mereka terlihat terpaksa melakukan semua itu.


Apa yang sebenarnya terjadi di sini?. Kenapa tidak ada seorang pun yang melarang atau melawan mereka.


Ternyata tidak hanya Hubby saja yang terlena selama 5 tahun ini. Ternyata aku juga terlena. Aku lupa akan kekejaman orang-orang di kekaisaran Sun.


Qian Qi sangat ingin menerjang masuk dan membantai mereka semua. Tapi ia teringat akan kata-kata Sun Long. Ia tidak boleh gegabah.


Masih banyak variabel yang belum terbaca. Informasinya belum lengkap. Qian Qi harus mencari tahu lebih banyak tentang Gan Ning. Baru setelah itu ia bisa mengambil keputusan.


Qian Qi dan prajurit boneka memantau vila Gan Ning seharian. Beberapa wanita diperbolehkan pulang sementara sisanya tetap terkurung di vila.


Kebanyakan wanita yang diperbolehkan pulang sudah terluka dan babak belur. Qian Qi tak kuasa meneteskan air matanya melihat hal itu.


Qian Qi mengingat kembali saat-saat ia mendaftar ke perguruan Pedang Bulan. Banyak orang-orang yang mendaftar berharap setelah masuk hidup mereka akan berubah menjadi lebih baik.


Perjuangan mereka mengikuti ujian demi ujian begitu menawan. Mereka memaksakan diri mereka sendiri untuk terus maju dan berkembang.


Melihat vila bordil milik Gan Ning, hati Qian Qi hancur berkeping-keping. Ternyata tidak berbeda jauh dengan keadaan di luar, di dalam juga sama. Sama-sama bobrok.


Seakan perjuangan mereka semua sia-sia. Para wanita itu berjalan menunduk pasrah. Tatapan mereka kosong, sudah tidak ada harapan lagi di mata mereka.


Sekarang aku memiliki kekuatan. Kekuatan untuk menentukan hidup dan matinya seseorang.


Sudah waktunya bagi ku untuk mengotori tangan ku sendiri. Mungkin sebentar lagi aku akan membunuh seorang manusia untuk pertama kalinya. Qian Qi terdiam menatap tangannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2