Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 106 - 4 Tahap


__ADS_3

Qian Qi harus berpikir baik-baik mengenai masalah ini. Ia tidak boleh gegabah mengambil keputusan. Sun Long yang merupakan anak kandungnya tidak boleh mengetahui rahasia Liu Shu. Apalagi Yu Na yang hanya ibu angkatnya, kemungkinan besar ia juga tidak tahu.


Tapi pencarian Qian Qi sedang buntu. Ia butuh lebih banyak petunjuk. Sebaiknya Qian Qi memantau terlebih dahulu sambil mencoba mendekati Yu Na. Namun apa pun yang terjadi Yu Na tetaplah Yu Na anggun dan indah.


Qian Qi selesai memasang peralatan mandi di kamar Yu Na. Qian Qi tidak menggunakan bak mandi biasa, melainkan tungku alkemis. Sama seperti Sun Long saat di kota Vegas. Qian Qi juga akan memasak dirinya sendiri di dalam lumpur herbal.


Qian Qi sudah terbiasa mandi di dalam tungku. Enam bulan sekali Sun Long akan meminta Qian Qi untuk mandi di dalam tungku bersamanya. Awalnya Qian Qi takut dan kesakitan saat mandi di tungku. Namun setelah beberapa kali tubuhnya mulai terbiasa dan menguat.


Maka dari itu kekuatan Qian Qi meningkat dengan pesat. Tidak hanya itu Sun Long juga masih sering melakukan bekam pada tubuh Qian Qi. Tubuh Qian Qi di buat ulang hingga tanpa sadar kecantikannya menyamai kecantikan seorang dewi. Sedangkan kekuatannya menjadi tidak masuk akal seperti monster.


Mandi di tungku, bekam, pijat, mencuci kaki, pegang-pegang, cium dan masih banyak lagi. Qian Qi baru sadar tubuhnya sering menempel dengan tubuh Sun Long lebih banyak dari pada yang ia duga.


Tidak ada rasa takut sama sekali, setiap sentuhan yang terjadi adalah sebuah kebahagiaan yang harus dinikmati. Pantas saja kalau bau iblis Sun Long menempel pada tubuh Qian Qi.


Tapi Qian Qi dibuat kebingungan dengan bagian favorit Sun Long. Karena Sun Long tidak menyisakan tempat yang tidak ia sentuh. Dari ujung kepala sampai ujung  kaki Sun Long telah menyentuhnya.


“Nyonya…”. Prajurit boneka tiba-tiba muncul di belakangnya,


“Kya… Kamu mengagetkan saja”. Pikiran kotor Qian Qi membuatnya lengah.


“Semua bahannya sudah siap di cincin ini Nyonya”.


“Terima kasih. Kalau begitu kalian bisa pergi”.


“Siap Nyonya”.


Qian Qi mulai memasukan lumpur herbal dan air ke dalam tungku. Setelah itu ia mengaduknya selama beberapa menit, kemudian lumpur itu siap digunakan. Qian Qi membuka bajunya dan berendam di dalam tungku.

__ADS_1


“Prajurit boneka yang ada di ruangan ini kalian semua keluarlah”.


“Siap Nyonya”.


Biasanya aku tidak terganggu dengan kehadiran mereka, karena mereka hanyalah boneka. Tapi kali ini entah mengapa aku merasa Hubby menatapku dari mata para boneka ini. Meski tidak ada hal seperti itu di dalam tubuh prajurit boneka. Aku tetap tidak nyaman. Sepertinya pikiranku terlalu kotor kali ini.


“Kalian semua berjaga lah di luar. Jangan ada yang berjaga di dalam ruangan”.


“Siap Nyonya”. Prajurit boneka keluar ruangan.


“Dasar kalian…! Memang kalian sudah di luar tapi kalian masih mengintip ke dalam. Pergi sana jangan ada yang mengintip”.


“Tapi Nyonya kami tidak bisa tahu kalau Nyonya dalam keadaan bahaya”.


“Aku akan berteriak jika ada bahaya. Aku sudah cukup kuat sekarang. Kalian tidak perlu khawatir”.


“Kalau dilihat-lihat sifat prajurit  boneka dan Hubby sama. Sama-sama suka mengintip. Dasar Hubby aku rindu padamu, Sun An, Ibu juga rindu padamu”.


Qian Qi melanjutkan mandi lumpurnya. Sepertinya Qian Qi sudah berubah menjadi monster sama seperti Sun Long. Panas tungku merebus dirinya hidup-hidup, tapi wajahnya tampak nyaman dan rileks. Seakan sedang menikmati pemandian air panas biasa.


Setelah mandi lumpur Qian Qi merasakan kulitnya lebih ringan seakan-akan tidak ada kotoran sama sekali di tubuhnya. Semuanya terangkat oleh lumpur yang lengket dan tebal.


Qian Qi langsung membersihkan tungkunya dan bersiap-siap lanjut ke tahap dua. Yakni mandi susu. Qian Qi kembali berendam di tungku dengan susu putih yang bersih. Rasanya cukup nyaman dan hangat membuat Qian Qi kembali rileks.


Setelah mandi susu kulit Qian Qi menjadi lebih kenyal dan segar. Warna kulitnya juga menjadi lebih glowing mengkilap. Qian Qi merasa puas dengan hasilnya. Tidak hanya menghilangkan aura kutukan cara-cara yang diberikan Yu Na juga membuat kulitnya lebih indah lagi.


Hanya saja ada satu hal yang mengganjal. Memang kulitnya jadi lebih terawat dan indah. Hanya saja baunya jadi aneh. Bau lumpur bercampur susu membuat Qian Qi tidak nyaman. Ia segera menyiapkan tahap berikutnya yakni mandi bunga.

__ADS_1


Harum semerbak terpancar keluar kamar seraya Qian Qi selesai dengan mandi bunganya. Tubuh Qian Qi memancarkan harum aroma bunga yang sangat wangi. Harumnya tidak menyengat nyaman di hidung. Qian Qi bahkan tak kuasa mengendus-endus tubuhnya sendiri sangking harumnya.


Ketiga tahap sebelumnya sudah membuat dirinya jauh lebih cantik. Qian Qi jadi tidak sabar mencoba tahap terakhir yakni mandi madu. Langsung saja Qian Qi kembali membersihkan tungku dan memasukan madu.


Kali ini Qian Qi menggunakan api kecil agar madunya tidak gosong. Rasanya cukup aneh karena madunya lengket, kental dan manis menempel pada tubuhnya. Semakin lama Qian Qi berendam di dalam madu. Aura qi di dalam tubuhnya menjadi lebih tenang, aura qinya mengalir dengan lembut ke seluruh tubuh. Seakan madu menghilangkan ganjalan-ganjalan energi qi pada titik meridiannya.


Akhirnya Qian Qi berhasil menyelesaikan ke empat tahap yang di sarankan oleh Yu Na. Tubuhnya kini lebih bersih, lebih glowing, lebih wangi dan lebih kuat. Qian Qi pun membereskan kembali kamar Yu Na dan pergi menghampirinya.


“Dewi Yu Na”. Qian Qi berlari berseri-seri.


“Aku tidak menyangka khasiatnya langsung terlihat”.


“Wah… Nyonya Qian Qi semakin cantik”.


“Hiii… hiii… hiii… Dewi Yu Na aku mau pindah ke divisi Penari Bulan saja. Belum juga satu hari aku tinggal di sini aku berubah jadi jauh lebih cantik. Aku mau tinggal di sini saja bersama dewi”. Qian Qi memeluk kaki Yu Na.


“Lepaskan. Pergi sana suhhh… suhhh…”. Yu Na mencoba melepaskan Qian Qi.


“Tidak mau aku mau di sini saja”.


“Begini saja. Kalau kamu berhasil memperbaiki keadaan divisi Petarung Bulan. Aku akan memberikan barang peninggalan mendiang Liu Shu”.


Sepertinya Dewi Yu Na benar-benar mengetahui rahasia Ibu. Aku harus melaksanakan permintaannya dan mengetahui rahasia Ibu. Lagi pula permintaan Dewi Yu Na merupakan perintah untukku. Aku harus melaksanakannya.


“Baiklah Dewi Yu Na, aku menerima tantangannya”.


“Baguslah kalau begitu. Pergi sana”.

__ADS_1


“Hiii… hiii… hiii… Memang aku menerimanya. Tapi aku belum bisa pergi, perumahannya masih hancur. Aku akan menemani Dewi Yu Na sampai perumahannya selesai diperbaiki. Dewi Yu Na mau apa? aku akan langsung menyiapkannya”. Qian Qi tersenyum gembira.


__ADS_2