
Lagi-lagi Qian Qi menolak penawaran dari Pangeran Sun Jian.
Dasar wanita tidak tahu diri. Kesabaranku sudah habis. Aku akan menjadikannya budak dan mengambil semua batu permata miliknya.
Tunggu saja waktunya tiba. Semuanya akan jadi milikku.
Tidak lama kemudian acara pasar batu Misteri ditutup. Qian Qi dan Mei Mei pulang kembali ke perguruan Pedang Bulan.
Kali ini Qian Qi dan Mei Mei tidak pulang sendiri. Mereka ditemani oleh Guan Ping dan Kai Yu sebagai pengawal.
Dengan batu yang sangat berharga Zhen Ji takut Qian Qi dan Mei Mei langsung disergap di tengah jalan.
Untung saja hari sudah mulai gelap. Warga kota sudah pulang ke tempatnya masing-masing.
Qian Qi bisa bernapas lega. Tidak ada komplotan Wang Yi atau Da Qiao yang terlihat. Semuanya aman terkendali.
Setelah memasuki gerbang besar perguruan Pedang Bulan Keadaan menjadi semakin sepi. Anehnya tidak ada satu pun penjaga yang terlihat.
Qian Qi mencium sesuatu. Instingnya mengatakan mereka sudah masuk ke dalam perangkap musuh.
"Petir Berantai". Qian Qi menyerang ke segala arah mencari musuh yang bersembunyi di semak-semak.
"Aaarrrkkk...". Suara teriakan terdengar dari balik semak-semak.
Sekumpulan orang-orang berjubah muncul menampakan diri. Orang-orang itu menggunakan peralatan berkualitas tinggi. Qian Qi, Mei Mei, Guan Ping dan Kai Yu harus lebih waspada.
"Serang...!". Seorang pria bertubuh besar memberi perintah.
"Aaarrr...!". Para penjahat bergerak menyerang.
I... Ini... Qian Qi menyadari sesuatu.
"Kalian berhati-hatilah. Mereka bukan manusia, mereka Iblis".
"Iblis...?". Guan Ping dan Kai Yu terkejut.
"Bruk...!".
"Ting...!".
"Crat...!". Pertarungan sengit pun terjadi.
"Letusan Petir. Zzzttt...". Qian Qi menembak iblis yang berdatangan satu persatu.
Teknik Pagoda Tingkat Satu yang sudah di evolusi, cukup untuk menumbangkan iblis-iblis kroco tersebut.
__ADS_1
Sesekali Letusan Petir Qian Qi bahkan mampu menembus tiga iblis sekali gus. Qian Qi terlihat begitu kuat dan Menawan.
"Api Pendorong. Burrr...!". Mei Mei juga tidak mau kalah. Dengan bantuan Sarung Tangan Neraka dan kecepatan geraknya. Ia menjebol perut iblis itu satu persatu.
Isi perut iblis berserakan dimana-mana. Bahkan tubuh Mei Mei sudah berubah hijau terkena cipratan darah dari iblis tingkat rendah.
"Tombak Guan Dao. Gerakan Bilah Api". Guan Ping menyalurkan kultivasi apinya ke bilah tombak guan dao.
"Ssshhh... Crat". Setiap Guan Ping mengayunkan tombaknya muncul bilah api berbentuk bulan purnama berputar menyayat para iblis itu.
"Aaarrr...!!!". Namun sayangnya tubuh iblis itu keras. Mereka juga beregenerasi cukup cepat. Serangan Guan Ping hanya membuat mereka semakin marah.
"...". Di sisi lain Kai Yu berdiam diri menyiapkan kuda-kuda. Ia seperti seorang samurai bersiap menebas apa pun yang mendekatinya.
"Sing...!".
"Crat...!".
"Crat...!". Secepat kilat katana Kai Yu bergerak membelah iblis itu.
Berbeda dengan Guan Ping serangan Kai Yu berhasil menembus membelah jantung iblis kroco itu. Membuatnya tidak dapat beregenerasi dan mati.
Melihat Kai Yu berhasil membunuh iblis. Guan Ping baru ingat kalau iblis memiliki lebih dari satu jantung. Ia harus menghancurkan semuanya sekaligus baru bisa membunuh Iblis.
Tombak Guan Dao diayunkan sekuat tenaga. Dengan bentuk Naganya. Kekuatan Guan Ping meningkat berkali-kali lipat. Akhirnya Guan Ping mampu membunuh Iblis kroco satu per satu.
"Palu Halilintar...!". Tiba-tiba pemimpin para penjahat lompat menyerang Mei Mei.
"Api Pendorong, Tinju Neraka...!". Kekuatan kultivasi Mei Mei dipadukan dengan kekuatan rune yang ada di dalam senjatanya menjadi kombinasi yang sangat mengerikan.
Sarung Tangan Neraka Mei Mei membara mengeluarkan api yang mampu membakar apa pun. Tidak hanya itu dengan Api Pendorong kekuatan pukulan Mei Mei juga meningkat berkali-kali lipat.
"TING...!!!". Palu Halilintar beradu dengan Sarung Tangan Neraka.
Tekanan yang begitu besar terasa menggetarkan seisi hutan. Aura merah beradu dengan Aura perunggu terlihat begitu mengerikan.
"Crkkk... Crack...!". Setelah beberapa saat beradu. Palu Halilintar milik pemimpin penjahat itu hancur berkeping-keping.
"Boom...!!!". Mei Mei belum selesai. Tinju Mei Mei mendarat tepat di perut pemimpin penjahat itu. Hal itu membuat pemimpin penjahat itu terpental jauh.
"Seluruh prajurit bunuh mereka".
"...". Orang itu tidak sadar kalau pasukan iblisnya sudah kalah semua.
Sementara pemimpin penjahat berhadapan dengan Mei Mei. Qian Qi, Guan Ping dan Kai Yu berhasil membantai habis iblis-iblis kroco tersebut.
__ADS_1
"Sial...!". Pemimpin para penjahat itu kabur.
"Jangan dikejar Kai Yu. Yang terpenting adalah keselamatan Qian Qi dan Mei Mei". Guan Ping menghentikan Kai Yu.
"Kamu benar, kalau begitu ayo kita lanjut". Qian Qi, Mei Mei, Guan Ping dan Kai Yu melanjutkan perjalanan menuju divisi Penari Bulan.
Sesampainya di divisi Penari Bulan. Qian Qi dan Mei Mei langsung melapor kepada Yu Na, sementara Guan Ping dan Kai Yu berpamitan pulang.
Qian Qi menceritakan kejadian tadi kepada Yu Na. Yu Na menjadi khawatir setelah mendengar kejadian tadi.
Kekhawatiran Yu Na mulai terjadi. Kekuatan Qilin terlalu besar. Keberuntungan Qian Qi kali ini sudah di luar nalar.
Batu Blue Diamond akan membawa masalah yang cukup besar. Pertahanan perguruan Pedang Bulan harus diperketat karena pembunuh bayaran pasti akan berlalu-lalang.
Merasa bertanggung jawab. Qian Qi mengerahkan pasukan boneka untuk meningkatkan pertahanan.
Tidak hanya pembunuh bayaran. Qian Qi juga khawatir dengan bangsa Iblis. Gesekan antara Qian Qi dan Kekaisaran Sun akan membongkar identitasnya.
Qian Qi khawatir bangsa Iblis akan muncul menyandra orang-orang untuk memancing Sun Long datang ke wilayah kekaisaran Sun.
Kali ini masalah yang dihadapi Qian Qi cukup besar. Prajurit boneka tipe assassin tidak akan sanggup kalau harus melawan musuh sebanyak itu.
Qian Qi meminta pasukan boneka tipe petarung dan beberapa penjaga kota Goliat untuk datang membantu.
Lebih baik bersiap untuk skenario terburuk yang mungkin terjadi. Namun Qian Qi berharap semuanya akan baik-baik saja sampai turnamen kekaisaran Sun diadakan.
Setelah berdiskusi dengan Yu Na, Qian Qi pulang ke asramanya. Suasana kamarnya begitu tenang dan damai.
Qian Qi berendam membersihan diri dengan perasaan yang aneh. Tidak ada satu pun prajurit boneka di dekatnya.
Semenjak Qian Qi menikah dengan Sun Long. Prajurit boneka selalu mengikutinya dari balik bayang-bayang. Menjaganya selama 24 jam tanpa henti.
Qian Qi baru sadar betapa jauhnya ia dari rumah. Kekaisaran Sun bukan lagi rumah untuknya.
Prajurit boneka sudah dikerahkan untuk memantau komplotan Gan Ning. Sekarang untuk mengamankan perguruan Pedang Bulan.
Perjalanan pasukan baru akan memakan waktu selama dua hari. Selama dua hari Qian Qi akan tenang dan tentram tanpa adanya gangguan dari prajurit boneka.
Seharusnya ketenangan akan membuat tidur Qian Qi jauh lebih nyenyak. Namun yang ia rasakan adalah rasa sedih dan rindu.
Qian Qi menganggap prajurit boneka seperti serpihan Sun Long. Setiap kali prajurit boneka ada di dekatnya Qian Qi merasa Sun Long juga ada di sana.
Tanpa adanya prajurit boneka Qian Qi merasa ada sesuatu yang hilang di dalam hidupnya. Qian Qi mulai mengerti mengapa Sun Long meminta hanfu hitam beserta daleman miliknya.
"Meow... meow...". Untung saja ada Qilin yang bisa menemani Qian Qi. Akhirnya setelah beberapa menit sedih Qian Qi bisa tertidur dengan nyenyak.
__ADS_1