
Berkat para penjaga yang masuk berteduh jalan menyusup pun terbuka. Untung saja seluruh anggota pasukan khusus memiliki ranah yang tinggi dengan menyalurkan energi qi pada tubuh bisa membuat tubuh menjadi lebih hangat.
Pasukan Khusus pun bisa masuk dengan mudah. Mereka semua dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari dua orang kemudian mereka berpencar. Pencarian mereka cukup lancar badai salju benar-benar tebal. Tidak ada satu pun penjaga yang terlihat.
Qian Tao bersama salah seorang prajuritnya menyusup ke sebuah bangunan pengawas. Tidak ada penjaga di dalamnya. Namun ada sebuah tangga menuju bawah tanah. Sepertinya para penjaga itu masuk turun ke bawah tanah.
Asal masuk ke bawah tanah merupakan pilihan yang buruk. Terlalu banyak ke tidak pastian di bawahnya. Lebih baik mereka mencari jalur yang lebih masuk akal. Qian Tao berfikir dimana musuh akan menawan seorang putri.
Akan sangat bodoh jika mereka menyatukannya dengan tahanan-tahanan lainnya. Seorang putri merupakan aset yang besar. Tentu saja penjagaannya akan sangat ketat. Yang menjaganya juga bukan kroco-kroco yang takut dengan badai salju.
Qian Tao harus memilih jalur yang paling banyak dan yang paling kuat penjaganya. Cukup sulit mencarinya karena penjara ini cukup luas dan di halangi oleh tembok-tembok tinggi. Sejuah mata memandang hanya ada tembok besar di ke empat sisinya.
Qian Tao pun menerima pesan dari burung qi salah seorang prajurit. Mereka menemukan lokasi yang cukup aneh. Penjagaan di sana sangatlah ketat tidak seperti tempat-tempat lainnya. Benar saja dugaan Qian Tao kemungkinan besar putri Sun Fangxin ada di sana.
Seluruh pasukan khusus pun dikerahkan untuk berkumpul di dekat gedung itu. Terdapat sebuah pintu gua yang mengarah ke dalam gunung itu. Penjagaannya terlalu ketat tidak ada celah sama sekali. Akan sulit untuk menyusup ke sana. Mereka harus menggunakan cara kasar atau dengan pengalihan lagi.
Tapi terlalu banyak penjaga yang ada di penjara ini pengalihan akan menjadi boomerang jika dilakukan. Hal itu hanya akan membuat keberadaan pasukan khusus diketahui. Menyamar jadi musuh pun akan cukup sulit karena para penjaganya di periksa dengan ketat juga.
Keputusan berat ada di tangan Qian Tao. Jalan yang paling masuk akal hanyalah melalui jalur pertempuran. Tapi hal itu akan sangat membahayakan bagi Sun Fangxin. Qian Tao melihat wajah-wajah rekan seperjuangannya. Mereka bukan orang-orang biasa mereka adalah orang-orang terpilih.
__ADS_1
Tidak perlu dijelaskan lagi mereka sudah paham. Mereka mulai menuliskan pesan untuk keluarganya di rumah. Salah seorang prajurit menawarkan arak terakhir untuk membuat mereka lebih berani melawan maut.
Arak dengan jenis terkenal dan langka. Mereka meminum arak secara bergantian dengan begitu mereka adalah saudara sehidup semati. Setelah meminum arak itu mereka jauh lebih berani. Dengan gagahnya mereka mengenakan baju tempur mereka masing-masing.
Penyerangan pun akan dimulai. Namun baru saja maju selangkah seluruh prajurit pasukan khusus tiba-tiba pingsan. Kekaisaran Sun terlalu fokus pada Sun Fangxin yang diculik mereka lupa bahwa ada seorang penghiatan dikalangan mereka.
***
“Jangan…”. Suara seorang wanita memohon.
“Hidup kekaiasran Sun! Crat…!”. Qian Tao terbangun. Pemandangan yang sangat mengerikan langsung tersuguhkan di depan matanya.
Qian Tao melihat ke arah algojo yang sedang tersenyum memenggal. Algojo itu adalah orang yang memberi arak bius kepadanya. Tanpa rasa bersalah sedikit pun ia memenggal teman seperjuangannya. Terlihat mata-mata dendam yang dipancarkan dari dari wajah Qian Tao dan para pasukan khusus.
“Akhirnya Kapten bangun juga. Hanya kapten yang mampu kabur dari sini sambil menjaga Tuan Putri. Apa pun yang terjadi kapten harus bisa melarikan diri bersamanya. Jangan melihat ke belakang. Kami bangga bisa berjuang bersamamu. Aaarrr…”.
Salah seorang prajurit pasukan khusus mengamuk. Guan Pi namanya seekor naga gagah berani yang membakar jiwanya sendiri. Guan Pi membakar jiwanya sendiri dan berubah menjadi manusia naga. Kekuatannya meningkat bekali-kali lipat, dengan mudah ia menghancurkan rantai dan melepaskan semua orang.
“Tahan sebentar aku akan membebaskan Nyonya Sun Fangxin”. Guan Pi sekuat tenaga membengkokkan besi penjara Sun Fangxin.
__ADS_1
“Formasi kura-kura”. Para pasukan khusus lainnya langsung menyatukan kekuatan. Mereka menyalurkan energi qi ke salah satu prajurit yang memiliki kultivasi pertahanan tertinggi.
Pasukan musuh pun tidak tinggal diam mereka melakukan serangan habis-habisan ke arah Qian Tao dan pasukannya. Tidak lama kemudian beberapa pasukan khusus mulai berjatuhan. Serangan yang diterima dibagi rata ke seluruh prajurit yang menyalurkan qi.
Darah-darah segar pun mulai mengalir dari hidung mereka. Menyadari itu Guan Pi langsung membakar jiwanya lebih cepat lagi. Bersamaan dengan besi yang mulai terbuka tubuhnya mulai hangus terbakar dari dalam. Hingga akhirnya ia berhasil membongkar penjara Sun Fangxin dan terbakar menjadi abu.
Dengan air mata yang mengalir Sun Fangxin langsung menyelinap keluar dari celah-celah besi yang dibuat oleh Guan Pi. Langkah yang berat harus dilewati oleh Sun Fangxin. Ia harus menginjak abu orang yang telah menyelamatkannya.
Abu lembut pun menempel halus di kaki Sun Fangxin. Menyerahkan harapan terakhir kepadanya. Seakan berbicara “Nyonya harus selamat kalau tidak aku akan mati sia-sia”. Qian Tao pun langsung mengulurkan tangan dan mendekap Sun Fangxin.
“Formasi tombak”. Qian Tao dengan satu tangannya menembakan petir kuat ke titik terlemah barisan musuh. Kemudian disambut dengan tembok api dari salah satu prajurit pasukan khusus yang masih bisa berdiri. Membuat jalur pelarian bagi mereka semua.
“Ayo cepat! kita keluar”. Qian Tao berlari sambil menggendong Sun Fangxin.
Mereka berlari tak tentu arah mengandalkan instingnya karena mereka tidak tahu sedang ada di mana. Sampai akhirnya mereka menemukan sebuah tangga. mereka pun bingung harus naik ke atas atau turun ke bawah. Namun terdengar deru langkah pasukan dari arah bawah.
Tidak ada pilihan lain, mereka harus belari menaiki tangga. Mereka berlari sekuat tenaga berharap menemukan jalan keluar. Setelah cukup lama menaiki tangga Qian Tao terhenti. Ternyata itu adalah jalan buntu ia berada di atas balkon penjara di puncak gunung bersalju. Qian Tao menoleh ke arah belakang alangkah terkejutnya ternyata tidak ada satu orang pun di belakangnya. Qian Tao pun terdiam membisu.
“Tuan. Mereka semua telah gugur sedari awal. Tidak ada yang ikut berlari bersama kita. Prajurit terakhir yang berdiri membuat jalur api sudah gugur tertusuk oleh pasukan musuh. Kita harus selamat demi mereka”. Sun Fangxin mencoba menyadarkan Qian Tao. Qian Tao pun tersadar. Namun ia bingung harus berbuat apa. Ia harus berfikir keras secepat mungkin sebelum pasukan-pasukan musuh datang mengejar.
__ADS_1