Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 35 - Sore Hari


__ADS_3

Rahasia Hubby... Sifat aslinya? Apa yang dimaksud oleh kakak Luo Meilin? Aku jadi penasaran. Aku harus berusaha mencari tahu.


Qian Qi, Mei Mei, Luo Meilin dan Luo Meifen memutuskan untuk berkultivasi bersama. Sesekali mereka bercerita tentang kehidupan mereka sebelum sampai di Surga Hitam. Mereka berempat menangis bersama dan tertawa bersama mendengarkan kisahnya masing-masing. Qian Qi mendapat kesimpulan bahwa kekaisaran Sun bukanlah kekaisaran yang baik. Kekaisaran Sun menghancurkan segalanya untuk mendapatkan sesuatu. Kekaisaran Sun sangatlah rakus harus dihentikan.


Hari sudah mulai senja. Rombongan Sun Long sudah kembali dari membangun jalan. Mereka semua terlihat kelelahan dan kotor. Wajar saja mereka habis melakukan pekerjaan berat. Mereka langsung disambut baik oleh warga kota. Semua makanan sudah disiapkan, mereka disambut seperti pahlawan membuat mereka tersenyum dan merasa dihargai.


Qian Qi langsung menghampiri Sun Long dan Dodo Fung. Dodo Fung terlihat baik-baik saja, namun Sun Long yang tidak memiliki kekuatan tentu saja dia terlihat sangat kelelahan. Mereka duduk di meja yang sudah disediakan membaur untuk ikutan makan. Mereka makan dengan lahap. Latihan sore diliburkan karena Sun Long sudah terlalu lelah. Setelah makan mereka kembali ke rumahnya masing-masing.


Sesampainya di kamar walikota. Sun Long langsung mandi. Sedangkan Qian Qi menyiapkan bajunya. Ia kepikiran terus dengan perkataan Luo Meilin tentang rahasia Sun Long dan sifat aslinya.


Sepertinya hubby tidak memiliki rahasia apa pun. Selama aku bersamanya tidak ada hal aneh sama sekali. Apakah ada wanita lain selain aku? Tapi itu tidak mungkin. Qian Qi memeriksa baju kotor Sun Long. Isinya hanya pasir dan keringat.


Apa ada sesuatu di tubuhnya Hubby? Aku pernah melihatnya telanjang bulat namun hanya sekilas. Kali ini aku harus benar-benar memperhatikannya.


“Sweety apa bajunya sudah siap. Tolong bawakan ke sini”.


“Ke…keluar saja. Hu…Hubby tidak apa-apa”. Qian Qi malu-malu.


“Apa maksudmu keluar saja?”.


“Pa…Pakai bajunya di…di sini saja. A…aku akan membantumu”.


Aku juga tidak mau kalah dari Luo Meilin. Dia lebih tahu tentang Hubby dari pada aku. Aku harus mengetahui tentang Hubby lebih banyak lagi. Diam-diam Qian Qi cemburu.


“Kamu yakin Sweety”.


“Iya Hubby. aku yakin. Lagi pula kitakan Suami Istri”. Sun Long keluar hanya dengan handuk kecil yang menutupi bagian bawahnya. Kali ini Qian Qi tidak memalingkan wajahnya lagi. Ia memperhatikan Sun Long dengan saksama. Wajahnya merah menyala, matanya menyapu setiap titik yang ada di tubuh Sun Long.


“Sweety kamu baik-baik saja?”.


“Te…tentu saja A…aku baik-baik saja. Hu… Hubby…”. Qian Qi melihat sesuatu yang menegang dibalik handuk membuatnya grogi dan menutup wajahnya.


“Sudahlah kamu tidak perlu memaksakan diri”. Qian Qi merasa tertantang oleh ucapan Sun Long, dia langsung melepas tangannya dan menatap bagian bawah Sun Long yang masih tertutup handuk.

__ADS_1


“Swee…Sweety? Ti…tidak jadi. Aku pakai bajuku sendiri saja di kamar mandi”. Sun Long mengambil bajunya.


“Hubby...”. Qian Qi menahan tangan Sun Long.


“Lepaskan Sweety. Kamu mungkin tahan. Tapi aku sudah sampai batas, jika dilanjutkan lagi hal itu pasti akan terjadi”. Qian Qi melepaskan tangan Sun Long. Sun Long bergegas kembali ke kamar mandi.


Setelah selesai berganti pakaian, Sun Long langsung meminta maaf pada Qian Qi. Ia tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami. Darah murni sangat dibutuhkan untuk melawan iblis. Qian Qi yang mengerti akan hal itu, dia juga minta maaf. Qian Qi menyiapkan teh agar Sun Long kembali tenang, kemudian dia gantian mandi.


“Tok tok tok! Kakak”. Dodo Fung mengetuk pintu. Terdengar suara anak-anak tertawa gembira.


“Duluan saja Dodo Fung nanti kakak menyusul. Qian Qi masih mandi”.


“Baiklah kak”.


Sepertinya Dodo Fung mendapat banyak teman baru. Sun Long tersenyum lega.


“Hubby sepertinya tadi aku mendengar suara Kakak Dodo Fung”. Qian Qi keluar dari kamar mandi.


“Ia, dia sudah pergi duluan. Ayo kita Susul. Tapi kali ini aku terlalu lelah untuk main layangan. Kita akan menontonnya saja sambil makan cemilan”.


Qian Qi dan Sun Long menghabiskan sore hari melihat anak-anak dan beberapa orang dewasa main layangan. Mereka duduk di kursi dekat lampu penerangan yang baru dibangun di seluruh kota. Lampu penerangan baru dengan basis rune seperti penerangan yang ada di rumah Sun Long. Malam di kota Vegas akan menjadi malam yang terang mulai sekarang.


Sun Long membawa banyak teknologi baru bagi kota Vegas. Beberapa tempat krusial di bangun menggunakan baja seperti di kota Goliat. Kota Vegas disulap menjadi kota yang maju dan makmur dalam beberapa hari. Tidak hanya mereka saja yang bersantai memandangi anak-anak. Ternyata banyak juga pasangan-pasangan lain yang ikutan melihat anak-anak berlarian.


“Hubby kamu lebih suka anak laki-laki atau perempuan?”.


“Anak perempuan Sweety”.


“Kenapa? Bukankah anak laki-laki bisa meneruskan usaha keluarga dan bisa mengangkat derajat keluarga”.


“Itu hanya mimpi orang tua terhadap anaknya. Sweety di dunia nyata, banyak anak laki-laki yang baru berusia 5 tahun diculik oleh para bangsawan. Mereka yang lemah disuruh menambang emas seumur hidup mereka. Sedangkan mereka yang kuat tetap dipaksa menambang, namun menambang batu qi dari monster-monster kelas atas. Jika tidak patuh mereka akan dijadikan kelinci percobaan dan berharap tidak pernah dilahirkan ke dunia ini”.


“Uwe…”. Qian Qi jadi mual, ia langsung berlari ke balik pohon untuk muntah.

__ADS_1


“Sweety kamu tidak apa-apa?”.


“Dasar Hubby. Aku mencoba jadi romantis kenapa kamu malah merusak suasananya”.


“Maaf Sweety”. Sun Long kembali memberikan wewangian untuk menenangkan Qian Qi. Mereka kembali duduk di kursi.


“Kalau anak perempuan kenapa? Jawabnya tidak usah berlebihan”. Walau pun kesal Qian Qi tetap penasaran.


“Anak perempuan lebih lucu. Aku bisa mengajarkannya menjadi ibu yang baik dan menjadi pendekar pedang yang anggun lemah lembut. Namun mematikan!”.


“Iiihhh… Aku yang harusnya mengajarkan anak kita jadi ibu”. Qian Qi geregetan dan mencubit Sun Long.


“Aduh… Sweety. kamu tambah kuat saja”. Sun Long tersenyum manis. Tanpa sadar Qian Qi mencubit Sun Long sampai membiru. Ia kaget, langsung melepaskan cubitannya.


“Kamu pasti sudah naik ke Ranah Pagoda Tingkat 3 Tahap Akhirl”.


“Hubby maafkan aku. Cepat minum pil pemulih raga”. Qian Qi jadi panik. Sun Long segera mencium kening Qian Qi.


“Kamu akan menjadi ibu terbaik di dunia ini Sweety. Aku pantas mendapat cubitanmu. Tentu saja menjadi ibu merupakan impian bagi sebagian besar wanita. Aku tidak bisa merenggutnya darimu”.


“Maafkan aku Hubby. Meski bercanda aku sudah kelewatan”.


“Tidak, aku yang seharusnya minta maaf. Kamu bisa menjadi ibu yang baik, tapi aku tidak bisa jadi ayah yang baik. Aku hanya tahu sosok seorang ayah yang sering menyiksa istrinya. Aku tidak tahu ayah yang sesungguhnya”.


“Hubby…”.


“Sudahlah, kita jangan membicarakan hal ini. Kenapa jadi serius seperti ini…?”.


“Iiihhh… ya kamu dari tadi jawabnya serius terus”.


“Aku cuma jujur”.


“Tidak kamu hanya ingin membuatku kesal”. Qian Qi cemberut. Sun Long langsung mendekapnya dengan erat.

__ADS_1


Sore hari di kota Vegas yang baru begitu indah. Anak-anak bisa berlarian bermain bersama, para wanita tidak memakai kalung budak, para pria bisa pulang kerumahnya dan para orang tua bisa melihat anaknya kembali pulang. Hal sederhana, namun sangat mahal harganya.


__ADS_2