
Setelah merenung Sun Long kembali ke kamar Jin Xianyi. Di sana hanya ada Lian Shi yang terduduk sedih menemani Jin Xianyi.
"Klik...".
"Tuan Liu Long?". Lian Shi terkejut. Tiba-tiba saja Sun Long masuk tanpa kata-kata langsung mengunci pintu kamar.
"Aku sudah memutuskan untuk mengobati Jin Xianyi".
"Terima Kasih Tuan".
"Sudahlah. Sekarang kamu bantu aku mencari letak kutukannya".
"Baik Tuan".
Sun Long dan Lian Shi berlahan-lahan mencari letak kutukannya. Mereka tidak ingin membangunkan Jin Xianyi yang baru saja tertidur.
Pertama-tama Sun Long dan Lian Shi mencari di tempat yang bisa langsung terlihat. Seperti tangan, kaki, wajah, rambut dan leher. Namun mereka tidak menemukan apa pun.
"Sssrrrttt... Tap". Sun Long menghentikan Lian Shi yang hendak membuka seluruh baju Jin Xianyi.
"Ada apa Tuan?".
"Sebaiknya kita buka sedikit demi sedikit jangan langsung seperti itu. Kita periksa dulu bagian yang tidak terlalu intim".
Dasar Lian Shi. Hatiku belum siap kalau langsung seperti itu. Aku tidak menyangka Jin Xianyi akan terlihat secantik ini saat tertidur.
Memang tidak secantik Sweety. Tapi Jin Xianyi memiliki daya tariknya sendiri. Ia terlihat begitu polos dan damai.
"Baik Tuan".
Tuan Liu Long begitu hebat. Ia sanggup menahan diri, padahal ada ikan asin di depannya. Kalau aku laki-laki mungkin sudah ku embat dari tadi.
Setelah menguatkan hati, Sun Long meminta Lian Shi membuka bagian bahu Jin Xianyi. Sayangnya tidak ada apa-apa di sana.
Kemudian Sun Long meminta Lian Shi untuk membuka betisnya Jin Xianyi. Ternyata tetap tidak ada hasilnya. Sekarang yang tersisa hanya bagian tengah tubuhnya, dari dada sampai paha yang belum di periksa.
Terpaksa Sun Long meminta Lian Shi untuk membuka bajunya Jin Xianyi. Berlahan-lahan dan hati-hati Lian Shi membuka baju Jin Xianyi.
"Gleg...". Tanpa sadar Sun Long menelan air liurnya. Jantungnya berdegup kencang, keringat dingin mulai bercucuran di dahinya.
Kenapa pelan-pelan begini semakin menggairahkan? Atau mungkin perasaanku saja. Sun Long kembali menguatkan dirinya.
"Tuan... Tuan...". Seakan terhipnotis Sun Long kehilangan fokusnya. Tanpa sadar Lian Shi sudah berhasil membuka baju Jin Xianyi.
"Iya...".
Perut Jin Xianyi begitu ramping putih pucat, tidak selaras dengan asetnya yang besar terhimpit dalam ikatan perban.
"Di bagian depan tidak ada, mungkin di bagian belakang". Sun Long berhasil menahan diri dan kembali fokus pada tujuannya.
"Kalau begitu ayo kita miringkan". Sun Long dan Lian Shi memiringkan badan Jin Xianyi.
"Hhhyyymmm...". Tiba-tiba saja Jin Xianyi bergumam mengigau.
__ADS_1
"Sepertinya masih aman Tuan. Jin Xianyi hanya mengigau".
"Kita harus lebih pelan dan hati-hati". Sun Long dan Lian Shi melanjutkan memeriksa punggung Jin Xian Yi.
"Tidak ada Tuan".
"Mungkin di balik perbannya".
"Tidak ada juga Tuan". Lian Shi menyingkap sedikit bagian belakang perban Jin Xianyi dan tidak menemukan apa-apa.
Sial... Dimana letak kutukannya? Hal ini benar-benar merepotkan. Semoga saja ada di bagian pahanya.
"Ayo kita lanjutkan Tuan. Kita angkat roknya".
Sun Long dan Lian Shi terpaksa mengangkat rok Jin Xianyi. Berlahan-lahan gumpalan lemak itu mulai terlihat. Putih, mulus, bersih dan mengkilap.
Sweety... Maafkan aku. Sun Long berusaha keras melawan hewan buas di dalam tubuhnya.
"I... Ini...!". Lian Shi tiba-tiba saja terkejut.
"Ada apa? Apa kutukannya ada di situ?". Tubuh Jin Xianyi masih dalam keadaan miring. Sun Long di bagian depan dan Lian Shi dibagian belakang.
"Tidak Tuan. Maaf... aku hanya terkejut melihat bagian belakang Jin Xianyi. Aku tidak menyangka belakangnya akan lembut dan besar seperti bakpao".
"Dasar kamu... Serius Lian Shi".
"Maaf Tuan".
"Apa benar Jin Xianyi terkutuk. Mengapa tidak ada tandanya aku jadi bingung".
"Tapi. Bagian-bagian itu...".
"Kita sudah terlalu jauh untuk menyerah sekarang". Tanpa aba-aba Lian Shi langsung memotong perban Jin Xianyi.
Sun Long yang berada di bagian depan kaget bukan main, melihat aset Jin Xianyi yang menyembul keluar bergoyang.
"Apa yang kamu lakukan Lian Shi?".
"Coba periksa Tuan. Ada atau tidak".
"Dasar kamu... Sudahlah...". Sun Long pun menyerah dan memeriksa aset Jin Xianyi.
"Ada... Kutukannya ada di sini".
Sun Long dan Lian Shi kembali membaringkan Jin Xianyi. Ternyata kutukan itu ada di belahan aset Jin Xianyi.
Melihat hal itu hati Sun Long mulai goyah. Ia memejamkan matanya dan menarik napas. Berusaha menjernihkan pikirannya.
"Sekarang bagaimana Tuan?".
"Aku harus melihat seluruhnya. Tipe kutukan dan tulisan iblisnya. Tidak terbaca dari sini. Coba kamu geser asetnya agar aku bisa membacanya".
"Baik Tuan". Lian Shi pun menggeser aset Jin Xianyi, membelah bagian tengahnya.
__ADS_1
Wah... Lembut dan empuk. Aku juga ingin punya yang seperti ini. Sayangnya aku terlahir dengan papan dan tubuh yang kecil.
Sun Long mulai membaca lingkaran kutukan yang ada di tubuh Jin Xianyi. Tidak lama kemudian raut wajahnya berubah jadi serius.
"Ada apa Tuan?".
"Hhhmmm... Aku telah salah. Aku meremehkan kutukan Iblis. Maafkan aku Jin Xianyi. Lian Shi tolong pakaikan kembali bajunya Jin Xianyi dan temani dia sampai bangun. Kalau sudah bangun langsung lapor ke kamarku jangan ditunda-tunda. Aku harus menyiapkan beberapa alat".
"Baik Tuan".
Wajah Tuan Liu Long sangat serius. Sepertinya kali ini berbeda. Aku harus mematuhi perintahnya.
...
"Akhirnya selesai juga". Qian Qi langsung membaringkan tubuhnya.
"Aku kira bisa santai-santai di sini. Ujung-ujungnya dokumen lagi, dokumen lagi. Tidak ada bedanya dengan Surga Hitam".
"Sudahlah Mei Mei. Kalau lelah jangan marah-marah terus. Hanya akan membuang-buang energi".
"Aku mau berendam saja. Badanku sudah keringetan akibat dikejar petir Nyonya. Aku pulang duluan".
"Yasudah kalau begitu hati-hati".
"Mei Mei...".
Aduh... Mau apa lagi ini nenek-nenek.
"Iya Tetua Yu Na?".
"Ini. Hadiah 100 Point. Bawa saja kertas ini ke petugas di gedung pusat divisi Penari Bulan. Ini untukmu juga Qian Qi. Terima kasih telah membantuku. Aku terlalu tua untuk mengurus hal itu". Yu Na memberi kertas surat resmi.
"Terima kasih Tetua". Mei Mei menunduk.
"Tidak perlu seperti itu Dewi. Apa pun akan ku lakukan untuk Dewi". Qian Qi langsung lompat memeluk Yu Na.
"Kalau begitu Tetua dan Nyonya Qian Qi. Aku pulang dulu".
"Ya, Iya".
"Suhhh... lepaskan. Pelukanmu terlalu kuat". Qian Qi pun melepaskan pelukannya.
"Ini Dewi". Qian Qi mebuatkan teh dan camilan untuk mereka berdua.
"Qian Qi. Kalau kamu mau pelihara Qilin, kamu harus melatihnya dengan benar. Jika tidak kamu yang akan jadi budaknya dan terlena dengan keberuntungan yang ia berikan. Keberuntungan akan membuatmu lemah dan ketergantungan".
"Meski begitu, aku bingung bagaimana cara melatihnya".
"Kalau begitu biar aku saja yang melatihnya. Aku juga butuh tantangan baru. Mei Mei sudah jinak".
"Memangnya Dewi tahu bagaimana cara melatih Qilin?".
"Kecil... Jangankan Qilin. Makhluk aneh seperti Sun Long saja sudah berhasil aku latih".
__ADS_1
"Hiii... hiii... hiii...".