
Ternyata Qian Qi mengeluarkan Qilin dari belahan asetnya. Tapi Qilin yang kedinginan kembali melompat masuk.
Tidak putus asa Qian Qi menaruh emas di atas tumpukan salju. Qilin yang ragu memutuskan untuk keluar demi makanan kesukaannya.
Melihat kaki Qilin yang gemetar Qian Qi segerang menggenggamnya dengan lembut. Melalui Genggaman tangan Qian Qi yang lembut, terasa sebuah kehangatan yang membuat Qilin merasanyaman dan tenang.
Qian Qi memang mengalirkan energi qi ke seluruh tubuhnya agar dirinya tetap hangat. Namun tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Menghangatkan tubuh dengan energi qi merupakan teknik yang cukup menguras tenaga.
Setelah Qilin merasa tenang, Qian Qi mulai meminta Qilin menunjukkan letak kedua korban yang masih menghilang dengan kekuatan keberuntungannya.
Meski kesulitan, akhirnya Qilin bisa mengerti dengan permintaan Qian Qi. Qilin yang tidak mau lepas dari genggaman Qian Qi, menunjukan lolaksinya dengan cara mengarahkan Qian Qi mengikuti posisi tangannya.
Tingkah laku Qilin yang lucu membuat Yu Na dan Qian Qi meresa tenang. Dengan hati-hati mereka mulai berjalan mengikuti arahan Qilin.
"Meow...". Qilin berhenti menunjuk. Posisi mereka tidak jauh dari posisi awal.
Qian Qi dan Yu Na bergegas menggali saljunya. Mereka berdua menggali cukup dalam sampai akhirnya mereka berdua menemukan sebuah tangan yang sudah biru membeku.
Tidak putus asa mereka kembali menggali lebih dalam lagi. Akhirnya murid itu bisa di angkat keluar. Namun sayang, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Murid malang itu terlalu lama tertimbun salju.
Rasa sedih mulai terasa di hati Qian Qi dan Yu Na. Meski begitu, mereka harus melanjutkan pencarian. masih ada satu murid lagi yang masih menghilang.
Seakan mengerti Qilin kembali menunjukkan jalannya. Tidak lama kemudian Qian Qi dan Yu Na sampai dan mulai menggali.
Sayangnya nasib malang juga menimpa murid yang ini. Mereka berdua sama-sama mati membeku.
Qian Qi kembali memasukan Qilin kebelahan asetnya. Tidak lupa ia juga memberikan kepingan emas sebagai hadiah atas kerja kerasnya.
Qian Qi dan Yu Na membungkus kedua mayat itu. Kemudian mengaitkannya ke sebuah tali yang langsung ditarik oleh Guan Ping dan Kai Yu.
"Api Pendorong. Swift...! Brukkk...!". Mei Mei tiba-tiba meluncur ke belakang salah satu murid yang baru diobati. Ia menendang sesuatu hingga terpental jauh.
"Ada apa Mei Mei?". Mereka semua kaget melihat gerakan Mei Mei yang cepat.
"Itu Tetua". Mei Mei menunjuk ke arah semak-semak sambil meminta para murid yang terluka untuk mundur.
"AAAuuu...".
__ADS_1
"AAAuuu...".
"RRRrrr...".
Gerombolan monster Serigala Putih tiba-tiba datang mengepung orang-orang yang ada di atas jurang.
Mereka terlalu fokus pada korban, hingga mereka lupa bahwa mereka masih berada di tengah-tengah gunung Langit.
Zhen Ji dan Mei Mei segera bersiap melawan gerombolan monster Serigala Putih. Sementara Cai Wenji lanjut mengobati para korban. Guan Ping dan Kai Yu kembali menurunkan tali untuk Qian Qi dan Yu Na.
Melihat hal itu gerombolan Serigala Putih tidak tinggal diam. Mereka menyerang serentak dari segala sisi.
"Tembok Api". Mei Mei membuat tembok api yang melindungi sisi bagian kiri mereka.
"Mawar Pelindung". Zhen Ji juga membuat mawar-mawar berduri yang melindungi sisi kanan mereka.
"AAAuuu...". Seekor serigala mencoba menembus tembok api yang Mei Mei buat.
"Crack...!". Tanpa diduga mawar Zhen Ji langsung layu, kropos terkena suhu ekstrim yang terlalu dingin.
"Hiiaaa...". Mei Mei langsung bertindak. Ia meneruskan tembok apinya hingga membakar mawar Zhen Ji.
Melihat hal itu Serigala Putih langsung memusatkan titik serangan ke sisi kiri. Mulai banyak serigala yang nekat menerobos api Mei Mei meski tubuh mereka terbakar.
"Tetua...".
"Baik Mei Mei. Hiiaaa...". Zhen Ji meneruskan mawar-mawarnya ke sisi kiri.
Zhen Ji dan Mei Mei berkolaborasi membuat tembok pelindung yang sangat kuat. Serangan dari gerombolan monster Serigala Putih jadi terhenti. Mereka memutuskan untuk mundur dan menunggu.
"Apa kalian baik-baik saja?". Yu Na dan Qian Qi berhasil naik ke atas.
"Untuk sementara kita aman Tetua". Guan Ping dan Kai Yu melepas ikatan tali mereka.
"Guan Ping kamu yang terkuat. Gotong kedua mayat korban ini. Zhen Ji kekuatan kultivasimu tidak cocok untuk medan salju. Lebih baik kamu mundur dan bantu para korban. Kai Yu singkirkan salju yang ada di jalan dengan kultivasi anginmu. Aku akan berada di depan, Mei Mei samping kiri, Cai Wenji samping kanan dan Qian Qi jaga belakang. Bergerak...!".
"Seribu Pedang Air". Yu Na membuat banyak pedang air. Dengan suhu udara di bawah 0 derajat pedang-pedang itu langsung berubah jadi pedang es.
__ADS_1
"Sing...!".
"Sing...!".
"Sing...!".
"Crat...!".
"Crat...!". Pedang air Yu Na bukanlah pedang air biasa. Pedang air itu sangatlah tajam karena sisinya dibuat dengan tekanan air yang tinggi.
Akibat Pedang Air Yu Na membeku kekuatannya meningkat berkali-kali lipat. Bahkan Pedang Air itu bisa menembus batu besar dengan mudah.
Gerombolan monster Serigala Putih itu langsung mati seketika. Bahkan yang bersembunyi di balik batu tetap ikutan mati.
Zhen Ji dan Cai Wenji baru sadar betapa kuatnya Yu Na. Meski mereka sama-sama Tetua perguruan Pedang Bulan tapi level mereka jauh berbeda. Tidak heran Yu Na diberi kepercayaan sebagai pemimpin sementara.
Ternyata perbedaan satu tahap merupakan perbedaan yang besar. Yu Na berada di ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir. Sedangkan Zhen Ji dan Cai Wenji berada di ranah Pagoda Tingkat 7 Tahap Menengah.
"Tetua Cai Wenji hati-hati". Qian Qi memberi peringatan.
"Pertahanan Bumi". Cai Wenji kehilangan konsentrasi akibat terpukau oleh kekuatan Yu Na.
"Boom...!". Untung saja pertahanan Cai Wenji tepat waktu. Mereka berhasil selamat dari hantaman batu besar yang berasal entah dari mana.
"Petir Berantai". Qian Qi mengalirkan energi petir ke arah depan Cai Wenji mencari monster yang menyerang mereka.
"Dug...! Dug...! Raaa...!". Ternyata yang menyerang mereka adalah Gorila Yeti. Gorila itu kaget dan marah karena terkena serangan petir Qian Qi.
"Letusan Petir. Zzzttt...".
"Aaarrrkkk...". Gorila itu langsung mati dengan lubang di jantungnya.
"Ayo lanjut bergerak. Tempat ini semakin berbahaya tiap detiknya". Yu Na lanjut memandu jalan.
Setelah Gorila Yeti, tidak ada lagi serangan yang berarti. Mereka bisa sampai di benteng pusat dengan aman.
Orang-orang yang ada di benteng pusat terkejut melihat kedatangan rombongan Yu Na. Pasalnya mereka pulang membawa sepuluh murid bukannya mayat Byson Es.
__ADS_1
Delapan murid segera di bawa ke ruang kesehatan sedangan dua murid yang gugur segera dimasukkan ke peti mati untuk dikembakikan ke keluarganya.