Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 85 - Kelaparan


__ADS_3

“Ampun Nyonya. Maafkan saya”.


“Sudah Mei Mei lepaskan dia”.


“Cih…”. Mei Mei melepaskannya.


“Minum pil ini Master Guan Chen”. Qian Qi memberi Pil Pemulih Raga.


“Terima Kasih Nyonya”.


“Maafkan kelakuan Mei Mei, Master Guan Chen. Sebenarnya Mei Mei adalah gadis yang baik dan manis, hanya saja dia sedang lapar”. Qian Qi, Mei Mei dan Guan Chen kembali ke meja rapat.


Mereka benar-benar tetua dari sekte alkemis pusat kota Goliat. Bagaimana bisa wanita dengan ranah Pagoda Tingkat 3 Tahap Menengah bisa menghajarku yang berada di ranah Pagoda Tingkat 5 Tahap Awal. Mereka aneh sekali  aku  harus menuruti dan berhati-hati terhadap mereka.


“Maafkan kelancanganku Nyonya. Aku benar-benar tidak menyangka Nyonya dari sekte Alkemis pusat. Nyonya terlihat masih muda”.


“Hhhmmm… Aku anggap itu sebagai pujian. Panggil Master saja jangan Nyonya. Kita sama-sama berada di tingkat 5 ke atas”.


“Baik. Master Qian Qi dan Master Mei Mei. Jadi ada keperluan apa? Tetua sekte pusat sampai jauh-jauh datang ke sini”.


“Kesampingkan dulu tentang kedatangan kami. Mari kita bahas masalahmu terlebih dahulu”.


“Maaf Master. Masalah ku?”.


“Master Guan Chen pasti sedang membuat Pil Pembangkit Naga. Namun hasilnya selalu gagal”.


“Ba… Bagaimana Master Qian Qi bisa tahu?”.


“Bau belerang yang menyengat dari tubuh Master Guan Chen memenuhi ruangan. Penggunaan Belerang dalam pembuatan pil cukup sedikit. Berhubung Master Guan Chen dari Sekte Guan. Tentu saja yang terpikirkan olehku hanyalah Pil Pembangkit Naga”.


“Master Qian Qi memang luar biasa”.


“Hebat Nyonya Qian Qi. Aku bahkan tidak memikirkannya. Aku pikir Dia  hanya bau saja”.

__ADS_1


“Mei Mei…”.


“Maaf Nyonya”.


“Master Guan Chen dalam kondisimu saat ini mustahil untuk membuat Pil Pembangkit Naga”.


“Mustahil? Kalau begitu bagaimana kalau Master Qian Qi saja yang membuatnya. Aku akan membayar berapa pun harganya”.


“Tenang saja Master Guan Chen. Maksudku bukan mustahil yang seperti itu. Anakku Sun An juga pernah mengalami kebuntuan yang sama. Waktu itu ia sedang mencoba membuat beberapa pil hingga lupa makan dan mandi. Setiap hari ia mengurung dirinya di ruang alkemis untuk belajar”.


“Lalu Suamiku mengajarkan sesuatu yang berharga. Membuat pil sangatlah sulit dan melelahkan. Seorang alkemis harus membuat pil dalam keadaan yang siap. Baik itu siap dalam kondisi  tubuh dan pikiran. Tubuh harus sehat dan otak harus segar. Mengurung diri di ruang alkemis malah berefek buruk bagi seorang alkemis”.


“Beberapa pil bahkan hanya bisa dibuat jika kondisi tubuh dan pikiran sudah siap. Contohnya Pil Pembangkit Naga. Karena dalam proses pembuatannya dibutuhkan ketelitian dan indra penciuman yang tinggi. Kematangan bahan Pil Pembangkit Naga terletak pada wanginya. Masukan bahan satu per satu setiap kali bau belerangnya hilang. Dengan bau tubuh yang seperti itu akan mustahil untuk membuatnya”.


“Jika ingin membuat Pil Pembangkit Naga. Master Guan Chen harus mandi dan istirahat total selama satu hari”.


“Masuk akal. Terima kasih banyak Master Qian Qi”. Guan Chen bersujud.


“Waktu buka dan tutup gedung alkemis tidak dibuat asal. Semua waktu yang sudah ditentukan memiliki fungsinya masing-masing tolong diterapkan dengan bijaksana”.


“Sekarang aku akan membahas tentang tujuanku datang ke sini. Aku butuh bantuan dari pusat alkemis cabang kota Silver”.


“Silahkan Master Qian Qi. Kami akan membantu semaksimal mungkin”.


“Yang pertama kami ingin menukar sejumlah uang  emas dengan uang perak dan perunggu. Yang kedua kami meminta tolong untuk mengirimkan surat dari sini ke kota Vegas. Kirimkan bersamaan dengan pengiriman rutin. Kami akan masuk ke perguruan Pedang Bulan. Kami akan rajin mengirimkan surat secara berkala”.


“Hanya itu Master?”.


“Hhhmmm… Aku hampir lupa. Lakukan secara rahasia. Aku tidak ingin identitas kami terbongkar”.


“Hanya itu?”.


“Ya, hanya itu”.

__ADS_1


“Aku kira akan meminta bantuan yang sulit, kalau hanya itu kami sanggup membantu”.


“Kalau begitu cepatlah. Kami mau tukar uang. Kami sudah lapar…!”. Mei Mei kembali kumat.


Rapat pun selesai. Guan Chen menawarkan makanan kepada Qian Qi dan Mei Mei. Namun mereka harus menolaknya, hal itu terlalu beresiko bagi identitas mereka. Setelah menukarkan uang mereka berdua langsung bergegas pergi sebelum gedung alkemis ramai oleh pengunjung.


Karena rasa lapar yang menggerogoti mereka berdua langsung pergi ke restoran. Restoran terdiri dari tiga lantai. Lantai biasa, lantai VIP dan lantai VVIP. Qian Qi memilih tempat biasa dan duduk di sudut ruangan. Mei Mei makan dengan rakus sementara Qian Qi makan dengan anggun.


Awalnya Qian Qi kesulitan makan menggunakan penutup wajah. Seiring waktu berlalu ia mulai terbiasa. Cara makannya mulai berubah menjadi lebih anggun dan berlahan. Baru beberapa menit mereka makan suara teriakan wanita mulai terdengar dari luar.


“Aaa…! Tuan Kai Yu”. Tidak disangka-sangka Kai Yu masuk ke restoran sambil diikuti para wanita.


Pemilik restoran menghampiri Kai Yu.


“Tuan Kai Yu. Silakan ikuti saya, ruangan VVIPnya sudah siap di atas”.


Kai Yu mulai mengikuti pemilik restoran. Sambil berjalan ia memantau keadaan sekitar. Matanya menyapu ke sudut-sudut ruangan. Hingga akhirnya ia kembali mematung melihat cara makan Qian Qi yang lembut dan anggun.


Wanita itu lagi. Cara makannya sangat berkelas. Ia tidak terganggu dengan penutup wajahnya. Benar-benar wanita yang menawan. Kenapa dia makan dibagian bawah. Dari gerakannya seharusnya dia merupakan bangsawan. Bahkan bangsawan kelas atas. Benar-benar unik membuat aku penasaran.


Meski ribut seperti ini wanita itu tetap santai seakan ia berada di dunianya sendiri. Ini kesempatan keduaku. Aku tidak akan menyia-nyiakannya. Aku harus mendapatkannya


Kai Yu berjalan mendekati Qian Qi dan Mei Mei. Pemilik restoran, para pengawal dan para wanita yang bersorak dibuat heran dengan tingkah lakunya.


“Permisi Nyonya perkenalkan nama saya Kai Yu”.


“RRRrrr…!”. Mei Mei mengeram. Qian Qi memberikan tanda dengan tangannya menenangkan Mei Mei. Kemudian Qian Qi juga memberikan tanda kepada Kai Yu untuk menunggu sejenak.


Sebelum menjawab sapaan dari Kai Yu, Qian Qi menelan dulu makanannya dan menaruh alat makannya. Tidak lupa, ia mengelap mulutnya dengan serbet yang disediakan. Kai Yu yang masih menunggu menikmati gerakkan lembut nan anggun yang disajikan oleh Qian Qi.


Seketika jantung Kai Yu berdegup kencang ketika mata Qian Qi melirik ke arahnya. Tubuhnya kembali terdiam membeku. Pikirannya buyar berantakan, Seluruh kegiatan yang ada di dalam otaknya terhenti seketika. Ada perintah baru yang harus dilaksanakan yakni menyimpan tatapan cantik Qian Qi di memori otak yang terdalam.


“Ada yang bisa saya bantu Tuan Kai Yu?”.

__ADS_1


Perkataan Qian Qi membuat Kai Yu tersadar. Tanpa diduga Kai Yu malah kabur keluar restoran tanpa menjawab pertanyaan Qian Qi. Ia menghempaskan para wanita yang menghalangi dengan teknik pedangnya dan pergi menghilang.


__ADS_2