Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 24 - Dewi Medusa


__ADS_3

Dewi ular datang bersama Mei Mei.


“1.000 keping emas atau jadi penduduk kota?”. Sun Long sudah mulai lelah dan bosan meladeni para budak.


“Maaf Tuan Sun Long. Dewi Medusa memiliki sebuah kutukan. Selebihnya kondisinya sudah sehat”. Mei Mei menerangkan.


“Kamu terlihat kelelahan. Ajak teman-temanmu beristirahat. Biar Sekte desert rose yang akan menggantikan kalian semua”.


“Baik Tuan saya pamit undur diri”. Mei Mei pergi.


“Sweety kamu memintaku untuk menolong semua budak. Medusa memiliki kutukan, aku harus melihat kutukannya untuk menolongnya. Jika kamu mengizinkan aku akan menolongnya. Jika tidak aku tidak peduli”.


“Baiklah Hubby. Aku mengizinkannya. Tolong selamatkan Dewi Ular Medusa”.


“Tidak perlu repot-repot melakukannya. Tidak mungkin ada manusia yang bisa menghilangkan kutukan ini. Aku tidak peduli dengan keping emas atau menjadi warga desa. Aku hanya mau kamu membantuku untuk menyelamatkan bangsa ular. Hidupku tidak lama lagi. Sebagai gantinya aku akan memberikan seluruh pusaka-pusakaku dan seluruh energi Qiku untukmu”.


“Aku juga tidak peduli denganmu. Aku bahkan tidak peduli dengan seluruh budak yang ada di sini. Aku hanya melakukan permintaan istriku. Kamu sedang sekarat, aku juga tidak mau membantumu untuk menyelamatkan bangsa ular. Satu-satunya kesempatan untuk bangsamu bisa bebas, tergantung pada kutukanmu. Aku bisa menghilangkannya atau tidak. Jika bisa, kamu bisa menyelamatkan bangsamu sendiri. Jika tidak, ya... kamu tahu sendiri kelanjutannya. Cepatlah ikuti aku ”. Sun Long menggenggam tangan Qian Qi. Mereka berdua berjalan ke sebuah kamar dan di ikuti oleh Dewi Medusa.


“Cepat tunjukkan kutukanmu”.


Apa aku harus mempercayai orang ini? Mungkin dia hanya ingin melihat tubuhku saja. Tapi... Dia sudah menunjukan kemampuannya dengan melepaskan kalung budak. Tidak! Tidak boleh... Aku tidak boleh percaya dengan manusia. Mereka telah membantai bangsaku.


"Cepatlah kamu mau bebas atau tidak? Masih banyak budak yang menunggu di bebaskan".


"Percayalah pada Hubby Dewi Medusa". Qian Qi berlahan-lahan mendekati Medusa dan memegang tangannya.


Ini satu-satunya kesempatanku. Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain percaya padanya. Lagi pula wanita ini terlihat seperti wanita baik-baik. Demi bangsaku aku akan melakukan segalanya.


Dewi Medusa membuka pakaiannya berlahan-lahan, hanya menyisakan bagian bawah dan kain yang menutupi dadanya.


Wah… Punggungnya mulus sekali. Tubuhnya juga sangat bagus. Sun Long pasti bukan manusia jika tidak tergoda dengan tubuh ini. Aku saja yang wanita mengakui kesempurnaannya. Qian Qi khawatir.


“Mana tidak ada apa-apa di punggungmu?”. Sun Long terlihat biasa saja ia masih terlihat malas.


“Ku…kutukan itu bukan ada di punggung. Ta…tapi di pusar”. Dewi Medusa berbalik.


Wa…Wajahnya merah merona. Ia sedikit malu, menambah kecantikannya. Kalau aku laki-laki pasti aku sudah menerjangnya. Apa-apaan tubuh dan kecantikannya licik sekali.

__ADS_1


“Ha…ha…haaa… Kamu juga sudah pernah melihatnya. Kaisar Iblis Nameless. Sepertinya kita punya musuh yang sama. Baiklah aku akan menyelamatkan mu dan bangsamu karena aku sangat membenci Kaisar Iblis itu”. Sun Long tersenyum lebar ia terlihat sangat tertarik.


“Jadi kamu juga sudah pernah melihatnya. Apa kamu juga dikutuk olehnya? Berapa lama lagi umurmu?”.


“Ya. Aku juga di kutuk olehnya. Kalau di hitung-hitung umurku sudah lewat, seharusnya aku mati dari lima tahun yang lalu. Tapi aku bisa menghentikan penyebarannya. Jadi waktunya tidak berkurang. Bahkan kalau mau aku bisa menghilangkan kutukan ini seutuhnya. Tapi belum saatnya”.


“Apa kamu beneran tahu cara menghilangkannya? Tidak. Tidak mungkin kamu pasti berbohong. Jika kamu bisa menghilangkannya tidak mungkin kamu akan menyimpannya. Kutukan ini jika aktif rasanya sangat menyakitkan. Rasanya seperti nyawaku terbakar, lebih baik aku mati dari pada merasakan hal itu lagi”.


“Hubby apakah benar yang dikatakan Medusa? Kalau begitu tadi malam kamu…” Qian Qi mulai khawatir.


“Ya benar. Kutukan yang dimilikinya masih tahap ke satu. Tidak akan ada iblis dan darah yang keluar dari tubuhnya. Saat aktif dia hanya akan terkulai lemas sambil menjerit kesakitan. Sedangkan kutukanku sudah ada di tahap ke tiga. Selain rasa terbakar, kutukan itu menguras darah dalam tubuh dan juga mengeluarkan Iblis-iblis liar dari neraka. Punyaku lebih parah dari miliknya. Tapi harga mayat iblis dan batu Qinya tidak ternilai. Jadi aku memanfaatkannya untuk menaikan kultivasi Dodo Fung dan mencari keping emas”.


Sun Long tersenyum dingin. “Kutukan ini tidak mengutukku. Aku yang mengutuknya”.


“Sepertinya kamu tidak berbohong. Kalau begitu tolong hilangkan kutukan ini. Jika kamu menghilangkannya. Aku akan langsung berusaha menyelamatkan bangsaku. Jika aku masih hidup setelahnya aku berjanji akan menjadi budakmu untuk selamanya”. Sun Long langsung terlihat kesal.


“Ada apa Hubby?”. Qian Qi bingung.


“Kenapa para wanita sangat suka dijadikan budak? Aku memberikan kesempatan untuk bebas kepadanya, kepadamu, kepada Luo Meifen, dan kepada banyak wanita lainnya. Mereka hanya akan menyia-nyiakannya dan ingin menjadi budakku. Aku membebaskan mereka harusnya mereka senang dan membuktikan bahwa aku tidak salah membebaskan mereka. Tapi mereka malah minta di kurung lagi. Aku jadi bingung untuk apa aku melepaskan mereka sedari awal”. Qian Qi memeluk Sun Long.


“Bukan para wanita yang aneh. Tapi kamu yang aneh. Kamu tidak seperti pria-pria lainnya”. Qian Qi mencium bibir Sun Long.


“Tidak suamiku sebaliknya. Kamu malah terlalu sempurna”.


“Hacih…” Dewi Medusa bersin.


“Sepertinya sudah terlalu lama dia membuka bajunya. Ayo Hubby segera hilangkan kutukannya”.


“Sweety kamu yakin memperbolehkan aku menyelamatkannya? Aku harus menyentuhnya untuk itu”.


“Tidak apa-apa Hubby aku percaya padamu”.


“Baiklah kalau begitu”.


Sun Long mengeluarkan alat tulis dan tintanya.


“Aaahhh…”. Sun Long mulai menulis sesuatu di perut Medusa. Wajah Medusa dan Qian Qi mulai memerah.

__ADS_1


Kemudian Sun Long mengeluarkan beberapa jarum akupuntur.


“Aaahhh… Aaahhh…”. Sun Long menusukan beberapa jarum kepada Dewi Medusa. Ketika ia hendak menusukan jarum yang terakhir ia kebingungan.


“Hhhmmm… Qian Qi. Medusa adalah dewi ular. Titik akupuntur bagian bawahnya tidak ada di sini”. Sun Long menunjuk ke bawah dekat pusarnya.


“Lalu bagaimana suamiku?”.


“Aku harus mencarinya dengan jari. Kemungkinan lebih ke bawah lagi”.


“Ke… ke bawah lagi?”. Qian Qi mulai cemas.


“Aku akan menggunakan jarimu saja. Aku akan membimbing jarimu kebagian bawah. Jika sudah ada getaran-getaran di jarimu kamu katakan saja posisinya”.


“Baiklah Hubby”. Qian Qi dan Medusa saling tatap-tatapan mereka berdua sama-sama malu. Hanya Sun Long saja yang tenang. Sepertinya urat malunya sudah putus.


Sun Long menggenggam tangan Qian Qi dan membimbing jari telunjuknya. Bergerak semakin ke bawah.


“Di sini?”.


“Sepertinya bukan Hubby”.


“Kalau di sini?”.


“Bukan juga Hubby”. Jari Qian Qi semakin turun ke bawah.


“Aaahhh…”. Medusa bergetar hebat. Ia langsung menggigit bibirnya untuk menyembunyikan suaranya. Matanya merem melek sepertinya sangat ke enakan.


“Di sini Hubby”.


Getaran apa ini kenapa sangat hebat. Berbeda dengan denyut jantung. Bagian ini bergetar tegang. Padahal ini hanyalah kulit biasa tapi Medusa bisa sampai seperti itu. Bagaimana kalau punyaku disentuh juga? Tanpa sadar tangan kiri Qian Qi menekan-nekan miliknya tapi karena Qian Qi adalah manusia tentu saja posisinya berbeda.


Sun Long langsung melepaskan jari Qian Qi dan langsung menusuk bagian itu dengan jarumnya.


“Aaahhh…”. Medusa semakin bergetar hebat.


“Tolong jangan banyak bergerak jarumnya takut bergeser”. Medusa hanya berusaha diam. Dia tidak sanggup menjawabnya.

__ADS_1


Bagaimana Hubby bisa tetap tenang disituasi seperti ini? Bahkan aku saja yang wanita merasakan getaran-getaran tertentu. Apakah Hubby bermasalah? Apa itunya tidak bisa berdi… Qian Qi melihat bagian bawah Sun Long.


__ADS_2