Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 149 - Orang-orang Istana


__ADS_3

"Qian Qi, Mei Mei dua minggu lagi turnamen peringkat akan dimulai. Kalian harus mempersiapkan peralatan".


"Kami sudah siap Dewi. Tinggal menuggu waktunya tiba".


"Siap apanya? Masa kamu ikut turnamen dengan barang rongsokan seperti itu. Peralatan tingkat satu tidak akan bertahan di ronde pertama. Ingat yang kamu lawan adalah para bangsawan".


"Tenang saja Tetua. Tanpa peralatan aku bisa mengalahkan mereka sekali pukul".


"Kamu mau membongkar identitasmu Mei Mei?. Silahkan saja, tapi pasti akan merepotkan".


"Baiklah Dewi. Kami akan membeli peralatan standar untuk turnamen. Bagaimana kalau peralatan tingkat empat?".


"Tingkat empat cukup standar. Yasudah, kalau begitu kalian berdua pergi sana". Yu Na tersenyum licik. Itu semua hanya akal-akalan Yu Na untuk menyingkirkan mereka berdua. Sudah lama Yu Na tidak bersantai memanjakan dirinya sendiri.


"Baik Tetua". Qian Qi dan Mei Mei pergi.


Qian Qi dan Mei Mei turun gunung mencari peralatan di kota Silver. Mereka memutuskan membeli peralatan di pusat Blacksmith kota Silver.


Sesampainya di kota Silver keadaan begitu aneh. Seisi kota dipenuhi oleh prajurit yang kuat. Sepertinya mereka adalah pasukan khusus. Terlihat ranah dan zirah mereka bukanlah pasukan sembarangan.


Beberapa jalan diblokade. Warga kota seakan menanti kedatangan orang penting yang akan berkunjung.


Qian Qi dan Mei Mei ikut penasaran dibuatnya. Mereka berdua memutuskan untuk ikut bergabung bersama kerumunan warga.


Beberapa menit kemudian.


Rombongan kereta kuda datang dengan pengawalan ketat. Seketika itu Hati Qian Qi terbakar api amarah yang membara.


Dari kejauhan Qian Qi mengenali kereta kuda itu. Kereta kuda itu adalah kereta kuda milik Sun Jian.


Ternyata bajingan Sun Jian datang berkunjung. Tatapan dingin Qian Qi bergerak mengikuti arah kereta kuda itu.


Mei Mei yang menyadari kemarahan Qian Qi mencoba menenangkannya. Keadaannya sangat tidak memungkinkan untuk menyerang sekarang.


Napas Qian Qi memburu seakan ia tidak sabar untuk menerjang membunuh Sun Jian. Mei Mei hanya bisa mengelus-elus punggung Qian Qi berharap ia tidak mengamuk sekarang.


Kemarahan Qian Qi diperparah ketika kereta kuda itu berhenti di gedung pusat Blacksmith. Kereta kuda itu di sambut oleh Walikota Guan Yu dan istri pertamanya Lady Zhen.


Sun Jian turun dengan sombongnya. Ia menggandeng Xiao Yun diiringi oleh sorakan para warga.

__ADS_1


Hati Qian Qi semakin panas ketika melihat wajah adik angkatnya sendiri yang berkhianat. Qian Qi marah karena mereka terlihat baik-baik saja.


Mei Mei kebingungan setengah mati. Ia tidak pernah melihat Qian Qi semarah ini. Kemarahan Qian Qi sudah melewati batas. Mei Mei hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Qian Qi bisa menahan diri.


"Hei kamu... Apa kamu sudah bosan hidup". Seorang Jenderal besar menghampiri Qian Qi dan Mei Mei.


Jenderal itu terlihat sangatlah kuat. Aura perunggunya membuat para warga berlarian melarikan diri. Jenderal besar itu ada di ranah Pagoda Tingkat 8 Tahap Awal.


Melihat hal itu Mei Mei bersiap-siap. Ia tidak yakin Qian Qi bisa menahan diri dengan amarah yang masih menggebu-gebu.


"Maaf Tuan". Qian Qi menunduk. Mei Mei dapat bernapas lega. Ia segera ikut menunduk bersama Qian Qi.


Qian Qi tersadar ketika melihat para warga berlarian. Ia menunduk bukan karena takut. Melainkan ia khawatir terhadap para warga. Jika ia mengamuk sekarang para warga pasti akan ikut menjadi korban.


"Kenapa kamu menatap Pangeran Sun Jian seperti itu?". Jenderal besar itu mendekat.


"Aku tidak menatap Pangeran Sun Jian. Aku hanya cemburu dan iri terhadap Nyonya Xiao Yun".


"Hhhmmm... Dasar wanita, pergi sana!".


"Baik Tuan". Qian Qi dan Mei Mei pergi.


Tidak jauh setelah berjalan. Qian Qi tiba-tiba merasa mual. Ia sampai muntah di tong sampah terdekat.


"...". Qian Qi tidak menjawab.


Qian Qi mengeluarkan ember berisi air dan berkumur berkali-kali. Seakan tidak puas ia juga menggosok giginya berkali-kali.


Masih tidak puas, Qian Qi menggunakan parfum penyegar mulut. Qian Qi terlihat seperti orang stres yang kehilangan kesabaran.


Mei Mei hanya bisa terdiam mencoba menutupi Qian Qi agar tidak dilihat oleh orang lain. Qian Qi sedang berada di kondisi buruk. Tidak ada seorang pun yang pantas, melihatnya.


Beberapa menit berlalu Qian Qi sudah mulai tenang.


"Maaf Mei Mei. Aku merasa jijik mengatakan hal yang tadi aku katakan. Aku terpaksa mengatakannya demi keamanan warga kota".


"Tidak apa Nyonya".


"Kedua orang tadi adalah target balas dendamku. Aku akan menghancurkan hidup mereka berdua".

__ADS_1


"Baik Nyonya".


Qian Qi dan Mei Mei duduk dibangku kota untuk menenangkan diri. Mereka melihat para warga yang berlalu lalang sambil mencari angin.


"Lihat itu Nyonya". Mei Mei menunjuk gedung pusat Alkemis cabang kota Silver.


Ada iring-iringan lain yang menghampiri gedung pusat Alkemis itu. Seseorang dibawa dengan tandu masuk ke dalam gedung pusat Alkemis.


Qian Qi tidak kenal dengan orang yang ada di tandu. Tapi kereta kudanya hampir sama seperti milik Sun Jian.


Seharusnya orang yang ada di tandu itu merupakan salah satu Pangeran kekaisaran Sun.


Kaisar Sun Li memang memiliki empat orang anak. meski yang diakui hanyalah tiga. Keempat anak itu adalah Sun Long, Sun Jian, Sun Ryu dan yang terakhir Sun Fei seorang gadis.


Orang yang ada di tandu pastilah Sun Ryu. Pangeran Sun Ryu memang terkenal sering sakit-sakitan. Meski tidak ada yang tahu penyakitnya apa.


Mood Qian Qi sedang buruk. Ia tidak ingin berurusan dengan kekaisaran Sun untuk sekarang.


Qian Qi dan Mei Mei memutuskan pergi ke restoran untuk beristirahat dan menenangkan diri dari orang-orang istana kekaisaran.


...


Sementara di dalam gedung pusat Alkemis cabang kota Silver.


"Tuan Guan Chen. Tolong selamatkan Pangeran". Seorang pelayan cantik tampak khawatir.


"Tenang saja, aku akan berusaha semaksimal mungkin".


Penyakit Pangeran Sun Ryu semakin parah. Aku sendiri tidak tahu ia mengidap penyakit apa. Bahkan memang tidak ada seorang pun yang tahu tentang penyakitnya.


Untuk sekarang, aku hanya bisa berusaha menyetabilkan tubuhnya dengan cara standar. Selebihnya aku harus mencari tahu lebih lanjut.


Pangeran Sun Ryu bisa sembuh dan sakit dalam hitungan detik. Tubuhnya bisa drop seketika tanpa ada penyebab sama sekali.


Ini keempat kalinya Pangeran Sun Ryu datang padaku. Mungkin kali ini ia datang karena aku telah berhasil membuat Pil Pembangkit Naga tempo hari.


Pangeran Sun Ryu pasti berpikir aku memiliki cara baru yang semoga saja bisa mengobati penyakitnya. Sayangnya aku tidak punya apa-apa.


Hal itu dan hal ini jauh berbeda. Aku tidak bisa membantu banyak. Ilmuku belum setinggi itu.

__ADS_1


Ilmu... Mungkin Nyonya Qian Qi dan Master Mei Mei bisa membantu. Tapi aku sudah berjanji tidak menceritakan tentang mereka berdua kepada siapa pun.


Apa yang harus aku lakukan. Di sisi lain aku tidak tega dengan Pangeran Sun Ryu. Dia adalah Pangeran yang baik.


__ADS_2