
"Bantuan? Apa kamu sudah gila? Mana mungkin monster butuh bantuan".
Aaahhh... Ekspresi Tetua Cai Wenji begitu normal. Aku sudah lama tidak melihatnya. Qian Qi tersenyum manis.
Di Surga Hitam kerja sama antara monster dan manusia biasa terjadi. Surga Hitam terlalu mengerikan untuk dihadapi sendiri.
"Maaf Tetua Cai Wenji. Itu hanya pendapatku".
"Menarik. Jika ada monster yang butuh bantuan hal itu akan jadi penemuan baru yang patut diteliti".
Aku tidak menyangka Dewi Yu Na akan tertarik. Sepertinya Dewi Yu Na tetaplah manusia. ada beberapa hal yang ia tidak ketahui. Ku kira Dewi Yu Na mengetahui segalanya. Tapi wajar saja Dewi Yu Na belum pernah menjelajah Surga Hitam.
"Jadi bagaimama Tetua? Apa yang akan kita lakukan terhadap monster Byson Es itu?".
Sepertinya Tetua Zhen Ji berada di tengah-tengah. Ia tidak percaya tapi juga penasaran.
"Kita coba dulu teori Qian Qi. Jika salah, tinggal kita bunuh Byson Esnya. Jadi bagaimana cara menolongnya Qian Qi?".
"Pertama kita harus mengusir orang yang menghadang Byson Es itu. Kemudian kita hampiri Byson Es itu satu per satu dan berlahan-lahan. Kita juga tidak boleh membawa senjata dan menggunakan armor. Sisanya tinggal lihat kemana Byson Es itu menggiring kita".
"Qian Qi. Caramu cukup berbahaya dan berpotensi kita kehilangan batu qi yang berharga".
Wajar saja Dewi Yu Na khawatir. Tidak banyak monster sekuat itu berada di luar Surga Hitam. Kehilangan batu qinya merupakan kerugian besar. Tapi...
"Kebahagiaan hanya untuk orang yang berani". Yu Na tiba-tiba tersentak kaget mendengar kata-kata Qian Qi.
Sudah lama aku tidak mendengar kata-kata itu. Qian Qi, kamu memang istrinya Sun Long luar dalam.
"Haaa... haaa... haaa... Ayo kita gunakan cara dari Qian Qi". Raut wajah Yu Na berubah lebih bersemangat.
Yu Na langsung meminta seluruh orang yang menghadang untuk mundur. Para murid itu kaget dan protes dengan keputusan yang Yu Na ambil.
Mereka sudah menghadang Byson Es selama beberapa jam. Tubuh mereka sudah mulai lelah dan membeku. Mereka tidak akan mundur begitu saja tanpa hadiah yang berarti.
Yu Na yang bijaksana meminta mereka untuk mundur. Yu Na memberikan 100 point untuk setiap orang yang mau mundur dan mengancam akan menyingkirkan secara paksa orang-orang yang tidak mau mundur.
__ADS_1
Para murid terpaksa memuruti perintah Yu Na. Dengan berat hati mereka harus mundur dan merelakan batu qi Pagoda Tingkat 7 Tahap Akhir.
Ternyata teori Qian Qi benar. setelah para murid mundur Byson Es itu tidak kabur. Ia berkeliling berlahan mendekati dan menunggu di dekat benteng pusat.
Yu Na, Zhen Ji dan Cai Wenji memuji Qian Qi. Sedangkan Guan Ping dan Kai Yu terdiam terpukau dengan kehebatan Qian Qi.
Tidak lama kemudia langkah pertama dilaksanakan. Qian Qi dengan gagah berani berjalan berlahan-lahan mendekati Byson Es.
Byson Es itu terdiam memandangi Qian Qi. Ia seperti menganalisa Qian Qi sebagai sebuah ancaman atau bukan. Ketika selesai menganalisa Byson Es itu tetap diam. Sepertinya Qian Qi dianggap bukan ancaman.
Setelah itu Qian Qi meminta Mei Mei untuk ikut menghampirinya. Mei Mei pun terjun dan menghampiri Qian Qi. Sama seperti Qian Qi Byson Es itu menganalisa Mei Mei dan memutuskan Mei Mei bukan ancaman.
Hal itu terus berulang sampai semua rombongan Yu Na turun. Tidak hanya rombongan Yu Na, orang-orang yang menyaksikan dari atas benteng ikutan kagum melihat apa yang terjadi.
Setelah semua siap. Rombongan Yu Na mulai mengikuti Qian Qi mendekati Byson Es selangkah demi selangkah. Setelah cukup dekat Qian Qi memberikan symbol tangan meminta Byson Es untuk menunjukkan jalannya.
Byson Es itu kemudian bergerak berlahan-lahan diikuti rombongan Yu Na di belakanganya.
Cukup jauh Byson Es itu memandu mereka berjalan ke arah gunung Langit. Yu Na dan yang lainnya mulai khawatir dengan apa yang ada di depan mereka.
"Mooo...". Tiba-tiba Byson Es berhenti di dekat jurang.
"Sepertinya sudah sampai Dewi".
"Apa?". Yu Na tidak bisa mendengar perkataan Qian Qi karena suara badai salju.
Qian Qi yang ada di depan kembali mengumpulkan mereka semua. Mereka berkumpul membuat sebuah lingkaran dan mulai berbicara.
"Sepertinya sudah sampai Dewi Yu Na".
"Ooo... Begitu. Lalu bagaimana sekarang?".
"Kita harus lebih waspada. Kita tidak tahu Byson Es itu beneran meminta tolong atau ingin memancing dan menyergap kita bersama monster lainnya".
"Menyergap?". Zhen Ji mulai khawatir.
__ADS_1
"Ia terkadang monster juga bisa menyergap dengan cara menipu kita".
"Dasar Qian Qi. Kenapa kamu tidak bilang dari awal. Kita sudah sejauh ini, tidak ada yang bisa menolong kita jika Byson Es itu benar-benar menyergap kita".
"Sudahlah. Benar kata Cai Wenji. Kita sudah sejauh ini. Hanya ada satu kata yakni maju. Tetap waspada kita akan segera mengetahui kebenarannya". Yu Na mengambil keputusan.
"Mooo...". Byson Es itu tidak sabar menanti rombongan Yu Na mendekat.
Setelah mengadakan rapat singkat rombongan Yu Na kembali maju menghampiri Byson Es.
Semakin dekat, semakin dekat. Mereka mulai mendengar suara rintihan yang tidak jelas asalnya dari mana.
Setelah sampai alangkah terkejutnya mereka melihat beberapa orang terluka di dasar jurang.
"Mooo...". Setelah menunjukkan jalan, Byson Es itu pergi begitu saja ke atas gunung Langit.
Sementara itu rombongan Yu Na segera bersiap menyelamatkan para korban yang ada di dasar jurang.
Qian Qi, Mei Mei, Guan Ping dan Kai Yu bergegas mengikat tali ke batu dan menyiapkan obat-obatan seadanya.
Sedangkan Yu Na, Zhen Ji dan Cai Wenji turun ke dasar jurang untuk mengevakusi para korban. Para korban pun diangkat satu persatu.
Dari kontur salju yang ada di sekitar para korban. Sepertinya mereka terjun ke jurang akibat tertimpa longsor dan terbawa sampai bawah.
Malang sekali nasib mereka. Semua korban terluka parah, bahkan ada yang sekarat terkena hipotermia akut.
Untung saja Cai Wenji sebagai Tetua divisi Alkemis Bulan dan istri dari ketua cabang Alkemis kota Silver memiliki banyak Pil Pemulih Raga.
Para korban pun diberi Pil Pemulih Raga satu per satu. Mereka kembali sehat namun masih lemas. Pasalnya Pil Pemulih Raga tidak mengembalikan energi qi dan tidak membuat perut mereka kenyang.
"Te... Terima kasih Tetua. Ta... tapi, masih ada du... dua orang lagi yang hilang dari kelompok kami".
Tanpa basa-basi Yu Na kembali turun ke dasar jurang. Kali ini Qian Qi ikut turun mengikutinya.
"Apa kamu punya ide Qian Qi? Kemana kita harus mencari kedua orang itu? Saljunya terlalu tebal. Mereka pasti berada di bawah tumpukan salju ini".
__ADS_1
"Tenang saja Dewi. Aku punya ide". Qian Qi mengekuarkan sesuatu dari bajunya.