
“Ayo Liu An, apa kamu siap?”.
“Tidak Ayah…”.
“Bagus”. Sun Long membuka pintu.
Orang-orang yang ada di dalam sedang makan bebek peking dan kambing guling. Mereka makan dengan lahap seakan ini adalah makanan terakhir mereka.
“Permisi mohon perhatiannya…”. Semua orang berhenti makan dan memperhatikan Sun Long.
“Ada hal yang harus aku katakan. Aku minta maaf kepada kalian semua jika anakku bercandanya sudah kelewatan. Aku kurang mendidik anakku dengan benar. Aku Ayah yang buruk”. Sun Long membungkuk.
A… Ayah membungkuk? …. Sun An tercengang. Ia baru pertama kali melihat Sun Long membungkuk.
Ayah membungkuk karena kesalahanku?. Hati Sun An terasa sesak. Kesalahannya terasa begitu menyakitkan.
“Ti… Tidak perlu sampai seperti itu Tuan Liu Long. Kami tidak apa-apa …”. Jin Xianyi kaget.
”Kesalahan tetaplah kesalahan. Aku harus mengakuinya… Aku harus mengakuinya untuk terus berkembang memperbaiki diri. Liu An…”.
“Tuan Putri, Tuan-tuan dan Nona-nona. Maafin Liu An. Liu An sudah bercanda melewati batas. Liu An tidak memikirkan perasaan kalian yang sedang sedih karena kehilangan seseorang. Sebelumnya aku berpikir bahwa ini adalah cerita dongeng. Padahal ini adalah musibah besar yang sedang menimpa kalian. Untuk itu Liu An minta maaf”. Sun An menunduk.
“Kami memaafkanmu Liu An. Tuan Liu Long dan Liu An adalah Ayah dan Anak yang luar biasa. Aku tidak pernah bertemu orang seperti kalian. Terima kasih karena telah bersedia membantu kami. Padahal kami akan sangat merepotkan bahkan membahayakan hidup kalian berdua”.
“Terima kasih Tuan Putri”. Sun An memeluk Jin Xianyi.
“Sama-sama Liu An”. Jin Xianyi mengelus kepala Sun An.
“Baiklah… sambil kalian lanjut makan aku akan menjelaskan rencana selanjutnya”.
“Pertama setelah makan, aku akan menyembuhkan Jenderal Xin Sheng”.
“Uhuk…”. Xin Sheng tersedak.
“Tidak perlu Tuan Liu Long. Tinggalkan saja aku di sini, aku sudah sekarat. Aku terkena Racun Abadi. tidak ada obat untuk Racun Abadi”.
“Aku bisa menyembuhkannya. Aku pernah melihat dan meneliti racun yang lebih kuat dari Racun Abadi”. Sun Long pernah meneliti Racun Dewi Ular Medusa.
“Benarkah? Kalau begitu Paman bisa diselamatkan. Terima Kasih Liu Long”. Xin Chuan dan seluruh anggota sekte Xin bersujud.
“Sudahlah kita tidak punya banyak waktu. Kalian lanjutkan makannya”.
“Tidak punya banyak waktu? Memangnya ada apa?”. Lian Shi penasaran.
“Ratusan pasukan kekaisaran Jin dan beberapa Jenderal sedang bergerak ke sini. 2 jam lagi mungkin mereka akan sampai”.
__ADS_1
“Apa? Kalau begitu kita harus bergerak cepat”. Lian Shi dan yang lainnya panik.
“Tenanglah kalian semua. Dengar dulu rencanaku sampai selesai”.
“Maaf Tuan Liu Long. Silakan dilanjutkan”. Jin Xianyi tampak tegar untuk yang lainnya.
“Baiklah. Jadi setelah aku mengobati Jenderal Xin Sheng. Sun An dan prajurit boneka akan memasang jebakan di mulut gua. Jebakan itu akan meledak dari mulut gua sampai ke depan pintu masuk. Bagian depannya akan terkubur menimpa pasukan musuh. Sedangkan ruangan rahasia ini akan baik-baik saja. Kalian bisa menggalinya kembali sebagai sejarah untuk generasi berikutnya”.
“Sejarah?”. Jin Xianyi bingung.
“Sejarah kudeta, penculikan Tuan Putri. Tentu saja namamu akan tercetak selamanya di dalam sejarah kekaisaran Jin. Tempat ini akan jadi saksi bisu perjuangan kalian semua”.
Mendengar perkataan Sun Long, jiwa-jiwa yang redup itu mulai membara kembali. Mereka baru sadar bahwa ini adalah kejadian yang sangat luar biasa. Mereka tidak hanya berjuang untuk diri mereka sendiri, melainkan generasi berikutnya. Senyum menyeramkan para pejuang mulai merekah dari wajah mereka.
Mereka sangat bangga dan bahagia menyadari bahwa keluarga mereka yang gugur, gugur sebagai pahlawan. Kematian mereka tidaklah sia-sia, bahkan sebaliknya begitu agung. Keraguan dan kesedihan tertelan dan terkunci di lubuk hati yang paling dalam.
Jiwa pejuang mengambil alih. Tidak ada waktu untuk bersedih, perjuangan harus berlanjut. Mereka hanya boleh bersedih ketika mereka sudah menang. Rasa takut mati hilang begitu saja. Mata mereka membara menatap masa depan.
“Terima Kasih Tuan Liu Long”. Jin Xianyi menatap Sun Long dengan gagah berani. Tuan Putri yang lemah itu sudah tidak ada lagi.
“Baiklah… Setelah pintu gua diledakkan kita akan pergi mencari anggota sekte Xin yang tersisa. Setelah itu baru kita rencanakan langkah selanjutnya”.
“Siap Tuan Liu Long”. Mereka menjawab dengan kompak.
“Tuan Liu Long. Apa Tuan bisa menyembuhkan saya. Saya juga ingin berjuang”. Jin Xianyi kembali menatap Sun Long.
“Tidak bisa…”.
“Hah…? Tentu saja Ayah bisa menyembuhkan Tuan Putri”.
“Tidak bisa. Ayah tidak bisa menyembuhkan Tuan Putri. Ada masalah besar yang menghalangi Ayah untuk melakukannya”.
“Masalah besar? Masalah apa Ayah?”. Semua orang jadi penasaran.
“Tuan Putri adalah wanita. Aku tidak bisa menyentuhnya. Jadi aku tidak bisa menyembuhkannya”.
“Hah…!!!”. Sun An bingung.
“Ayah tidak bisa mengkhianati Ibumu. Ayah tidak akan menyentuh wanita lain”.
“Tapi ini adalah keadaan darurat Ayah”.
“Tidak ya… Tidak Liu An…”.
“Ayah harus menyembuhkan Tuan Putri”.
__ADS_1
“Tidakkk…!!! Keputusan Ayah sudah bulat. Mungkin satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan Tuan Putri adalah ibumu”.
“Tapi Ayah…”.
“Nyawa Tuan Putri tidak terancam. Ia hanya terkena kutukan iblis, jadi kamu tidak perlu khawatir”.
“Tapi…”.
“Tidak Liu An…”.
“Dasar Ayah keras kepala”.
“Tidak apa-apa Liu An. Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah membelaku”.
“Liu Long bukankah istrimu meninggalkan kalian berdua demi seorang bangsawan”. Xin Chuan Bingung.
“Haaa… haaa… haaa… Itu hanya samaran. Aku dan istriku baik-baik saja. Kami hanya harus berpisah karena suatu alasan untuk sementara waktu”.
“Dasar… Ayah terlalu bucin”.
“Sudahlah Liu An. Dari pada kamu kesal terus, pasang saja bom ini di depan gua”.
“Bom…? Asik…!”. Sun An langsung pergi memasang bom.
“Ayo kalian lanjutkan makannya”.
Beberapa menit kemudian setelah makanannya habis.
“Ayo Jenderal. Aku akan menyembuhkanmu”.
“Baiklah Tuan Liu Long. Mohon Tuan hati-hati, aku tidak ingin menularkan racunkku”.
Sun Long bersiap-siap. ia menggunakan masker gas dan sarung tangan. Orang-orang kebingungan melihat alat yang Sun Long gunakan.
“Seraplah batu qi ini untuk menyembuhkan jiwamu kembali”. Sun Long memberi batu qi iblis kepada Xin Sheng.
“Batu qi apa ini Tuan Liu Long. Mengapa batu ini begitu gelap?”. Xin Sheng ragu.
“Ini batu qi Iblis. Aku membunuh Iblis untuk mendapatkannya”.
“Iblis…?”.
“Tolong serap saja Jenderal. Kita sudah terlambat, setengah jam lagi pasukan musuh akan sampai ke sini”.
“Baiklah…”. Xin Sheng menyerap batu qi Iblis. Batu qi Iblis begitu dahsyat. Aura merah Xin Sheng keluar menggebu-gebu.
__ADS_1
Setelah menghisap seluruh batu qi. Dunia dantian Xin Sheng kembali pulih, bahkan menjadi jauh lebih kuat. Meski begitu Racun Abadinya masih ada belum menghilang. Sun Long lanjut ke langkah berikutnya.