Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 8 - Cinta Untuk Sun Long


__ADS_3

Cinta? Aku tidak tahu apa aku masih memilikinya. Aku takut kejadian itu terulang lagi. Mungkin aku tidak akan bisa memberikan cintaku pada siapa pun. Tapi Sun Long sudah berkorban untukku, aku bingung harus bagaimana.


“Maafkan aku suamiku. Aku hanya bisa menjadi seorang istri untukmu, aku tidak punya rasa cinta untukmu. Jujur saja aku hanya ingin ayah bisa hidup kembali. Tolong jangan berkorban lagi untukku. Kamu hanya menambah bebanku untuk balas budi bukan cinta. Lagi pula aku yakin kamu juga tidak mencintaiku”. Tiba-tiba saja Sun Long memeluk Qian Qi dan mengangkatnya sambil menari-nari.


“Ha...ha...haaa… Baguslah kamu sudah berkembang. Aku bangga padamu”.


“Sudah Suamiku turunkan aku…”. Qian Qi malu.


“Kamu dan Dodo Fung berkembang pesat hari ini. Mungkin hari ini merupakan salah satu hari terbaik dalam hidupku”.


“Apa maksudnya suamiku? Aku tidak merasa berkembang sama sekali”.


“Tidak kamu salah. Kemarin jika aku minta kamu untuk mencintaiku. Mungkin kamu akan melakukannya. Kamu sangat putus asa sampai bilang akan melakukan apa pun. Namun sekarang lihatlah dirimu. Memanfaatkanku begitu saja. Kamu sudah tidak melihat ku sebagai tuhan lagi. Kamu menganggap ku sebagai alat sekarang. Gunakanlah aku sesukamu karena nanti aku juga akan menggunakanmu”.


Sun Long memegang dagu Qian Qi dan mendekatkan bibirnya hingga hampir kena. Mereka berdua bisa saling merasakan nafas satu sama lain. “Kamu semakin cantik sekarang. Kamu mungkin tidak yakin aku tulus mencintaimu. Tapi aku yakin aku tulus mencintaimu”.


Qian Qi menepis tangan Sun Long. Wajahnya mulai memerah. “Sudahlah tolong jangan menggodaku lagi. Baiklah kalau begitu, aku akan menggunakanmu semaksimal mungkin, bersiaplah suamiku”.


“Itu baru semangat. Silakan saja gunakan aku jangan sungkan-sungkan. Tapi aku harus mengangkat Dodo Fung dulu. Kasihan sekali dia sampai pingsan”. Sun Long mengangkat Dodo Fung.


“Kakak Dodo Fung yang memiliki ranah kultivasi tinggi saja tidak mampu menahan sakitnya. Apa kamu tidak apa-apa suamiku?”.


“Tentu saja masih sakit. Tapi aku terlalu senang aku tidak peduli dengan rasa sakitnya”.


Kakak Dodo Fung yang bertubuh besar bisa diangkat dengan mudah. Apa lagi sambil menahan rasa sakit dari cacing pita. sebenarnya Sun Long itu monster macam apa?


Sun Long membawa Dodo Fung ke kamarnya diikuti oleh Qian Qi. Sesampainya di kamar Dodo Fung, Qian Qi heran. Mengapa kamar Dodo Fung bersih dan rapih sedangkan kamar Sun Long seperti kapal pecah. Banyak boneka-boneka hewan yang di susun rapih di atas rak dan di atas kasurnya. Mata Qian Qi tertuju pada satu boneka berbentuk kuda kayu.


“Ada apa Qian Qi kenapa kamu terlihat seperti keheranan?”.


“Suamiku Sepertinya aku pernah melihat boneka itu tapi aku lupa dimana”.


“Tentu saja pernah, itu boneka yang paman Qian Tao buat. Sudah pasti kamu pernah melihatnya di rumahmu”.


“Jika kamu rindu dengan ayahmu kamu bisa meminjamnya”.


“Mungkin aku akan meminjamnya nanti. Aku rindu sekaligus khawatir. Suamiku apa ayah akan baik-baik saja bersama Bibi?”.


“Ha...ha...haaa… Kamu bercanda? Itu adalah pertanyaan paling bodoh yang pernah aku dengar”. Sun Long tertawa terbahak-bahak.


Qian Qi mencubit pinggang Sun Long “Iiihhh… Aku selalu serius kalau mengenai ayahku. Kamu jangan bercanda”.


“Apa itu tadi? Apa kamu mencubitku? Jarimu terlalu lembut tidak akan bisa menyakitiku”. Qian Qi jadi kesal sendiri.


“Mungkin kamu belum mengetahuinya. Aku bisa menjamin. Tidak ada satu orang pun di dunia ini, maupun di akhirat yang mencintai Paman Qian Tao lebih dari pada bibi. Bahkan jika cintamu dan ibumu di gabung masih tidak sebanding sama sekali. Tentu saja Ayahmu berada di tangan yang paling tepat dan berhak”.


“Tidak mungkin bagaimana bisa kamu seyakin itu. Kalau yang kamu katakan benar mengapa ayah dan bibi tidak menikah”.


“Cintamu dan ibumu memanglah tidak sebanyak bibi. Tapi bentuknya berbeda. Cinta bibi kepada ayahmu lebih seperti kutukan dari pada cinta”.


“Aku jadi penasaran. Tolong ceritakan apa yang terjadi suamiku”.


“Tidak bisa. Aku tidak punya banyak waktu. Sekarang sudah siang waktunya bekerja. Lagi pula aku tidak ingin menceritakannya karena itu adalah sebuah aib. Kamu tanya saja pada Bibi, kalau Bibi mau menceritakannya harusnya kamu bersyukur. Itu berarti Bibi bersedia merobek kembali luka lamanya”.


“Ya sudah kalau begitu aku tidak akan memaksa”.


“Aku harus kerja dulu, kamu mau ikut denganku atau mau tetap disini?”. Sun Long menyingkirkan karpet yang ada di kamar Dodo Fung. Ternyata ada sebuah pintu kayu di bawahnya.


Hhhmmm… Aku cukup penasaran tapi sebagai seorang istri lebih baik aku membersihkan rumah ini dulu. Aku juga harus menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri.


“Aku mau tetap di sini saja suamiku. Aku akan membersihkan rumah dulu”.


“Baiklah kalau begitu. Ingat kamu tidak boleh pergi keluar pagar, kamu bisa mati. Aku pergi dulu. Tolong tutup pintunya dan rapihkan kembali”.


“Baik suamiku hati-hati”.


Sun Long membuka pintu kayu itu dan turun melalui tangga yang ada di bawahnya.


Wah gelap sekali, dasarnya sampai tidak terlihat. Qian Qi menutup pintu kayu dan merapikan karpetnya.

__ADS_1


Qian Qi membersihkan rumah seharian. Sore harinya ia sudah selesai membersihkan seisi rumah. Ia cukup kelelahan, sambil menunggu keringatnya mengering ia duduk di ruang tamu memandangi lukisan-lukisan alam yang ada di tembok.


Tiba-tiba seisi rumah bergetar dan terdengar suara "Sing...! Sing...!" seperti suara seseorang yang menghunuskan pedang.


“Boom…!!! Boom…!!!” Dilanjut suara dentuman langkah kaki raksasa. Qian Qi yang penasaran bergegas melihat melalui jendela.


"Crattt... Crattt...". Qian Qi melihat dua buah boneka prajurit besi raksasa sedang menebas monster harimau bumi.


Tiba-tiba saja Dodo Fung ada di belakangnya. “Adik tunggulah di rumah jangan kemana-mana”. Dodo Fung langsung berlari keluar menggunakan armor siap tempurnya. Qian Qi hanya menurut dan mengintip Dodo Fung dari balik jendela. Qian Qi melihat mayat harimau bumi yang sudah hancur terbelah berkeping-keping.


“Tes… tes… Qian Qi”. Terdengar suara Sun Long dari sebuah lubang pipa yang ada di tembok ruang tamu.


“Suamiku?”. Qian Qi bingung.


“Baguslah. Kamu tetap di rumah. Kamu jangan kemana-mana. Itu suara dari sistem keamanan yang mendeteksi dan memusnahkan penyusup. Kamu tunggu saja dulu sampai Dodo Fung kembali. Sebentar lagi pekerjaanku selesai”.


“Baiklah suamiku”.


Qian Qi mengintip lagi dari jendela. Dengan kekuatan tanahnya Dodo Fung sedang memusnahkan bangkainya dan memperbaiki tanahnya. Tidak lama kemudian ia kembali ke dalam rumah.


“Formasi apa yang kalian gunakan Kakak Dodo Fung. Dari mana datangnya dua prajurit raksasa itu?”.


“Maaf adik Qian Qi. Aku sangat bodoh, aku tidak paham akan hal itu. Lebih baik tunggu kakak saja yang menjelaskannya”.


“Ya sudah kalau begitu”.


“Wah adik Qian Qi sangat baik, Rumah kita bisa sebersih ini”.


“Sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang istri. Tentu saja mulai sekarang aku akan menjaga rumah ini tetap bersih dan nyaman”.


“Horeee… Adik tunggu dulu disini”. Dodo Fung langsung berlari ke kamarnya. Tidak lama kemudian Ia kembali lagi membawa boneka Kuda Kayu yang tadi di lihat Qian Qi.


“Ini aku pinjamkan untuk adik supaya adik tidak merasa kesepian lagi. Ini boneka pemberian Paman Qian Tao”.


Kakak Dodo Fung sangatlah baik dan tulus. Tanpa harus meminjamnya aku sudah di pinjamkan. Mungkin dia mengerti akan rasa rinduku kepada ayah. Qian Qi menerima bonekanya.


“Terima kasih kakak”.


“Laporan”.


“Lapor kak. Yang menerobos seekor Harimau Bumi Ranahnya Pagoda Tingkat 6 Tahap Awal. Ini batu qinya”.


“Bagus. Ini Qian Qi nanti kamu hisap batu qinya”.


“Tidak perlu Suamiku. Batu jiwa ini sangat berharga”.


“Kamu terlalu lemah sekarang. Aku akan membuatmu lebih kuat lagi”.


“Dasar! Bukan aku yang lemah, kalian saja yang terlalu kuat. Di kota aku salah satu murid jenius. Lagi pula dari mana kamu tahu Ranahku? bisa menyimpulkan aku lemah?”.


“Siapa ya wanita imut yang ketakutan melihat Gagak Iblis sampai menyelinap ke dalam bajuku?”. Wajah Qian Qi memerah.


“Buah...ha...haaa… Dodo Fung tertawa”.


“Sudahlah berhenti mengejekku. Kamu mandi dulu sana suamiku. Kamu mengotori rumah saja, sudah susah-susah aku bersihkan”.


“Ya sudah aku mandi dulu”.


Sementara Sun Long mandi, Qian Qi dan Dodo Fung menutup seluruh pintu dan jendela karena sudah malam. Setelah mandi Sun Long langsung memasak makan malam untuk Qian Qi. Sementara Qian Qi gantian mandi. Mencium bau harum makanan, Dodo Fung yang kelaparan menghampiri Sun Long.


“Kenapa Dodo Fung? Kamu mau menyerah dan makan makanan milik Qian Qi?”.


“Tidak kak”.


“Kalau begitu jangan menatapnya terus. Itu hanya akan membuatnya semakin sulit. Atau kamu mau makan daging kadal lagi?”.


“Tidak juga kak. Aku mulai paham kenapa kakak makan cuma satu kali”.


“Ada caranya supaya bisa kenyang tanpa makan. Biar kakak tunjukan caranya”.

__ADS_1


“Wah betul kah kak? Aku jadi penasaran cara macam apa itu”.


“Tunggu kakak selesai masak nanti kakak tunjukan”.


Sun Long memasak dengan serius dan penuh kasih sayang. Setelah selesai memasak ia langsung membawa makanannya ke meja makan. Terlihat Qian Qi yang sedang memandangi lampu dengan rambut yang masih basah.


“Qian Qi makanannya sudah siap”.


"Suamiku benda apa ini? Mengapa bisa memancarkan cahaya. Benda ini hebat sekali lebih hebat dari pada lentera".


"Benda itu namanya lampu. Terbuat dari batu qi dan sebuah rune. Jika runenya diaktifkan benda itu akan menyala sampai batu qinya habis. Ayo makan dulu Qian Qi".


"Suamiku jadi kamu membuat rune hanya untuk alat penerangan? Rune merupakan salah satu teknik yang sangat langka dan kamu menggunakannya hanya untuk ini?".


"Tidak selangka itu, sebenarnya rune mudah dibuat. Ini hanya sebuah rune yang simple. Sudah dulu kamu cepatlah makan nanti keburu dingin".


"Baiklah suamiku". Qian Qi berjalan ke meja makan.


“Wah sepertinya enak sekali”.


Sun Long menarik kursi untuk Qian Qi. “Silahkan dimakan”.


Mereka semua duduk di meja makan. “Eeemmm… Suamiku kenapa kalian tidak ikut makan?”.


“Cukup satu kali saja kami makan. Hal itu terlalu menyakitkan. Sudahlah kamu tidak perlu memikirkannya cukup makan saja makanan ini”.


Qian Qi makan dengan lahap. Sementara Sun Long dan Dodo Fung memandanginya. Memang ada sedikit rasa tidak nyaman, namun hal itu tertutupi oleh rasa makanannya. Tidak terasa semua makanan sudah habis begitu saja. Wajah Qian Qi tersenyum ke kenyangan.


“Bagaimana Dodo Fung apa kamu merasa kenyang?”.


“Jadi itu alasan mengapa kakak sering memandangiku ketika makan malam. Aku kira kakak sedang diet latihan. Ada perasaan aneh di perutku yang tadinya ribut kelaparan. Entah kenapa jadi tenang begitu saja. Teknik aneh tapi cukup hebat. Dari mana kakak mempelajarinya?”.


“Dari ibu”. Dodo Fung sedih.


“Sudahlah Dodo Fung jangan bersedih lagi. Sudah kamu pergi sana berjaga. Gantian kamukan sudah tidur seharian sekarang giliran kamu untuk kerja”.


“Siap kak”. Dodo Fung pergi.


Setelah Dodo Fung pergi Sun Long tiba-tiba saja menggenggam tangan Qian Qi. Ia membawanya ke kamar mandi. Qian Qi hanya terdiam mengikutinya.


“Ayo kita sikat gigi dulu. Sudah waktunya untuk tidur”. Qian Qi menurut saja.


Setelah sikat gigi Sun Long menyuruh Qian Qi untuk duduk di pinggir kasur dan menunggunya kembali dari kamar mandi.


Mungkin ini adalah saatnya. Sun Long pasti meminta hal itu. Semoga saja aku diberi kekuatan. Aku tidak ingin mengecewakannya. Tapi aku juga belum siap.


Sun Long kembali membawa seember air hangat. Ia tiba-tiba saja berjongkok di depan Qian Qi. Ia memegang kaki Qian Qi dengan lembut.


Dia adalah suamiku aku harus kuat. Wajah Qian Qi memerah perasaannya campur aduk.


“Kakimu sangat mulus dan bersih”. Sun Long memijit-mijit kaki Qian Qi sambil membersihkannya dengan air hangat. Qian Qi hanya terdiam.


“Mulai sekarang jika ada kesempatan setiap malam aku ingin membasuh kakimu”.


“Suamiku bukankah terbalik? seharusnya aku yang membersihkan kakimu? Dalam budaya seharusnya seorang istri membersihkan kaki suaminya sebelum tidur. Seperti yang dilakukan ibu dan para selir kaisar”.


Sun Long memandangi wajah Qian Qi dengan serius. Qian Qi menunduk memandang balik wajah Sun Long.


“Aku belum mau membersihkan kakiku. Perjalananku masih jauh”.


Tiba-tiba saja Sun Long meneteskan air mata.


A… Ada apa ini? Qian Qi terkejut.


Sun Long menggenggam kaki Qian Qi dan menciumnya. “Maafkan aku Qian Qi. Aku tidak ingin mengotori kakimu. Tapi aku punya sebuah permintaan”.


“Tidak perlu sampai seperti itu Suamiku. Katakan saja apa yang kamu mau”.


“Aku mau kamu membalaskan dendam. Aku mau kamu menghancurkan hidup Sun Jian. Tahun depan saat umurmu 16 dan Dodo Fung 19 tahun. Aku mau kalian berdua masuk ke dalam sebuah akademi dan hancurkan Sun Jian dalam pertandingan Suci antar akademi. Aku tidak akan memaafkannya yang telah berani membunuh paman dan menyakiti dirimu”. Sun Long terlihat marah. Kali ini berbeda, dia benar-benar marah wajahnya tidak tampak tenang dan dipenuhi kebencian.

__ADS_1


Apa yang sebenarnya terjadi? Sun Long marah untukku dan juga ayah.


__ADS_2