Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 171 - Menjadi Lebih Kuat


__ADS_3

Qian Qi menceritakan semua kejadian di dalam Formasi Gerhana Bulan. Xu Huang dan sektenya dibawa untuk dirawat dan diadili.


Setelah semua selesai Qian Qi pulang ke asrama. Lagi-lagi Qian Qi tidak bisa tidur akibat kejadian tadi siang.


Qian Qi menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu ceroboh dan sombong. Prajurit boneka dan Penjaga kota Goliat terluka karena perintahnya.


Seakan kehilangan arah. Qian Qi merasa dirinya sebagai sumber masalah. Akhir-akhir ini banyak orang yang terluka karena tindakannya.


Mulai dari para wanita yang tidak bisa membayar batu qi, para korban karena batu Blue Diamond dan sekarang. Bukannya menyelamatkan dan memperbaiki keadaan malah muncul korban lainnya.


Qian Qi bingung harus berbuat apa. Ia menatap Qilin yang sedang berenang di dalam bak mandinya. Apakah kekuatan keberuntungan Qilin sudah menghilang atau kesialan Qian Qi yang terlalu kuat.


Mungkin ini bayaran dari balas dendam. Balas dendam tidak menghasilkan apa pun, selain kerusakan di sepanjang jalan yang di laluinya.


Hati Qian Qi mulai goyah, lanjut atau berhenti. Tapi perjalanan Qian Qi sudah terlalu jauh. Tidak ada kata mundur untuknya.


Bagaimana Hubby bisa melakukannya? menyelamatkan seluruh kota Vegas tanpa melukai orang-orang yang harus dilindungi.


Apa yang akan Hubby lakukan jika ada di posisiku. Qian Qi membayangkan Sun Long.


Ngikkk... Bruk...!


*Crack*...!


Arrkkk...! Kalau Hubby ada di posisiku, dia pasti latihan dengan keras sekarang.


Mungkin itu jawabannya. Aku sudah lama tidak berlatih atau mengalahkan monster. Insting, tubuh dan jiwaku sudah mulai pudar.


Aku terlena dengan kedamaian di dunia yang fana ini. Aku harus mengingatnya. Tempat ini bisa terasa damai bukan karena tempat ini damai, melainkan aku memiliki tingkat kultivasi yang tinggi.


Bagi orang-orang yang memiliki tingkat kultivasi rendah, hidup mereka seperti di neraka.


Apa yang terjadi jika aku lemah... Mungkin aku tidak akan lulus ujian perguruan Pedang Bulan.


Bahkan kalau aku berhasil masuk. Aku akan mati di misi pertamaku. Berhadapan dengan Harimau Taring Merah dan Gorila Punggung Silver sekaligus. Bagi orang normal mereka pasti akan mati.


Saat di Surga Hitam, aku merupakan orang terlemah. Tanpa Hubby aku tidak akan selamat sampai sejauh ini.

__ADS_1


Hubby... Meski Hubby sangat kuat, tapi tidak sehari pun ia lewatkan tanpa berlatih. Aku baru paham betapa pentingnya latihan.


Bagi Hubby yang nyawanya berada di ujung tanduk, tentu saja kematian selalu menghantuinya.


Sedangkan aku. Aku selalu berada di bawah lindungan orang lain. Pertama Ayahku Qian Tao, sampai akhirnya Ayah jatuh sakit...


Kemudian... memang aku tidak mau mengakuinya tapi Sun Jian telah melindungi ku untuk sementara waktu.


Ketika hidupku ada di ujung tanduk, Bibi Sun Fangxin datang menyelamatkan ku.


Setelah itu aku selalu berada di dalam lindungan Hubby. Di dekapan tangan yang besar, baju berlubang dan bau keringat pekerja keras.


Sekarang tidak ada lagi yang melindungi ku. sebaliknya, orang-orang mulai berdatangan. Orang-orang yang harus aku lindungi.


Orang-orang yang tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Karena semesta tidak berpihak pada mereka.


Kerja keras yang di bayar dengan perbudakan, kerja keras yang di bayar sabetan pedang di punggungnya.


Aku harus melindungi mereka. Aku harus merubah dunia ini. Tapi aku masih lemah. Sama seperti Hubby, aku harus berusaha menjadi lebih kuat.


Sepertinya aku harus mulai serius berlatih. Bukan untukku, melainkan untuk orang-orang yang harus aku lindungi.


Aku akan mulai besok, waktunya untuk tidur...


TIDAK...!!! Besok sudah terlambat. Aku harus melakukannya sekarang juga. Karena aku lemah, aku akan memulainya dari awal. Aku akan mulai dari bermeditasi menghisap batu qi.


Qian Qi duduk di kasurnya memejamkan mata sambil bermeditasi. Baru saja ia memejamkan mata hal aneh terjadi.


Tiba-tiba sedikit energi qi dari batu qinya terhisap ke arah lain. Ketika Qian Qi membuka matanya, ternyata Qilin yang lucu ikut menghisap batu qi.


Sepertinya Qilin juga ingin bertambah kuat. Akhirnya Qian Qi memberi Qilin batu qi yang lain. Mereka sama-sama berlatih meningkatkan kekuatan.


Qian Qi masuk ke dunia dantiannya. Danau yang dulunya tenang, kini berubah menjadi ombak besar seperti di tengah lautan.


Badai mengamuk tanpa henti, petir menyambar seakan marah pada danau dan angin bertiup kencang ke sana kemari.


Qian Qi sudah lama tidak masuk ke dalam dunia dantiannya. Mungkin semenjak kehamilannya, ia disibukkan dengan cintanya terhadap Sun An.

__ADS_1


Seakan cemburu pada Sun An, dunia dantian Qian Qi menjadi kacau balau tidak terurus. Sudah waktunya Qian Qi mencintai dirinya sendiri.


Dimulai dengan meminta maaf. Meski memiliki banyak waktu luang. Ia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.


Berdandan cantik untuk Sun Long, menjadi kuat untuk Sun An dan berusaha keras demi kemanusiaan. Qian Qi baru sadar dirinya begitu egois. Tidak ada hal yang ia lakukan untuk dirinya sendiri.


Mungkin ada tapi hal itu tidak dihitung. Karena satu-satunya hal untuk dirinya sendiri adalah dendam yang begitu gelap dan kelam.


Qian Qi tahu minta maaf saja tidak cukup. Qian Qi harus menerima hukuman agar dirinya bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Dewi Raijin. ZZZTTT...!!!". Qian Qi mengeluarkan sosok Dewinya di dalam dunia dantian.


"Hia...!!!". Dengan imajinasinya, Qian Qi membuat tujuh pilar di tengah danau tepat di pusat badai petir yang sedang mengamuk.


"Crack...". Batu qi yang Qian Qi hisap pecah. Sepertinya membuat tujuh pilar di tengah danau membutuhkan energi qi yang jauh lebih besar.


Qian Qi mengeluarkan puluhan batu qi untuk dihisap. Akhirnya tujuh pilar di tengah danau selesai dibangun.


Pilar itu jumlahnya ada tujuh, menggambarkan jumlah drum pada cincin di punggung Qian Qi saat mengeluarkan sosok Dewi Raijin.


Meski bisa mengeluarkan sosok Dewi Raijin, Qian Qi belum bisa menguasai kekuatan Dewi Raijin sepenuhnya. Qian Qi belum bisa menggunakan satu pun kekuatan drum yang ada di punggungnya.


Dengan membuat tujuh pilar di tengah danau, Qian Qi akan mempelajari kekuatan drum itu satu per satu.


"ZZZTTT... DAARRR...!!!". Baru saja Qian Qi menginjakkan kaki di pilar pertama. Petir besar langsung menyambar dirinya.


"Uhuk...". Qian Qi batuk berdarah. Qian Qi tidak menyangka amukan petirnya akan sekuat itu.


Meski tubuh Qian Qi tahan terhadap petir tegangan tinggi, tapi tidak untuk petir sebesar itu. Tegangannya jauh di atas kekuatan maksimal yang bisa Qian Qi terima.


Qian Qi tidak menyerah. Ia merasakan perasaan yang kuat. Jika ia berhasil mengatasi petir itu. Pasti kekuatannya meningkat dengan pesat.


"ZZZTTT... DAARRR...!!!". Belum sempat Qian Qi bersiap, petir itu sudah menyerang lagi.


"Uhuk...!!!". Kali ini darah yang keluar dari mulut Qian Qi cukup banyak.


Qilin menjadi khawatir melihatnya. Namun tidak ada hal yang bisa ia lakukan selain menemani Qian Qi berlatih.

__ADS_1


__ADS_2