
“Nyonya bagaimana ini?”.
“Kita tidak bisa keluar sekarang. Lebih baik kita tunggu hingga situasinya memungkinkan”.
“Mereka terlihat terluka parah. Sepertinya bentrok kemarin cukup mengerikan”.
“Untung saja kita berhasil kabur. Kalau tidak, mungkin kita akan masuk penjara karena terpaksa melukai mereka”.
“Iya Nyonya kita sangat beruntung”.
Qian Qi dan Mei Mei bersembunyi di balik semak-semak dekat alun-alun kota Silver. Ujian perguruan Pedang Bulan akan dilaksanakan sebentar lagi. Gerombolan orang sudah berkumpul menanti ujiannya dimulai.
Qian Qi dan Mei Mei terpaksa bersembunyi karena gerombolan peserta ujian di dominasi oleh anak buah Wang Yi dan anak Da Qiao. Jika Qian Qi atau Mei Mei terlihat oleh mereka keadaannya pasti jadi kacau.
“Ini semua gara-gara Nyonya. Katanya mau menyamar jadi orang biasa. Lihat kita sekarang, harus bersembunyi seperti ini. Rencana kita sudah gagal”.
“Loh? Kok gara-gara aku?”.
“Nyonya terlalu cantik. Dua pria paling berpengaruh terpikat semua oleh Nyonya”.
“Kamu ada-ada saja. Yang satu hanya niat membantu, yang satu lagi malah menuduhku pencuri. Semuanya bukan salahku. Wanita-wanita liar itu saja yang salah paham”.
“Mendingan kita barbar sejak awal. Kita bisa terkenal sebagai pahlawan atau orang kuat. Sekarang kita terkenal sebagai musuh semua orang. Kita berada di skenario terburuk”.
“Sudahlah. Yang sudah terjadi biar saja berlalu. Lihat itu… Tuan Guan Yu sudah hadir”.
Guan Yu dan rombongan datang ke alun-alun. Di alun-alun ada sebuah gerbang besar yang mengarah ke perguruan Pedang Bulan. Ketika gerbang itu dibuka maka ujian perguruan Pedang Bulan akan dimulai.
Sebelum ujian dimulai, Guan Yu memberikan pidato penyemangat terlebih dahulu. Meski perawakan Guan Yu besar dan menyeramkan, ternyata berbanding terbalik dengan isi pidatonya. Pidato yang dibacakan cukup bagus dan menyentuh.
Pidatonya dapat membakar semangat para peserta ujian. Mereka bahkan bertepuk tangan dan bersorak setelah pidatonya selesai dibacakan. Di sisi lain. Guan Ping yang ditugaskan menjaga keamanan malah sibuk mencari sosok Qian Qi yang tak kunjung terlihat.
Setelah pidato selesai dibacakan seorang tetua perwakilan perguruan Pedang Bulan memberi tahu tentang ujian pertamanya. Namun sebelum itu ia meminta maaf karena ketua perguruan Pedang bulan berhalangan hadir. Beliau masih terkunci berkultivasi di dalam Pagoda Bulan.
Ujian pertama adalah berjalan melewati ribuan anak tangga menuju kaki gunung Langit. Wilayah perguruan Pedang Bulan sangatlah luas. Bahkan perguruan Pedang Bulan terdiri dari beberapa gunung yang melingkar secara alami.
Setiap Gunung dinaungi oleh satu Divisi perguruan Pedang Bulan. Terdapat gunung es terbesar dan tertinggi di tengahnya. Gunung itu diberi nama gunung Langit karena puncaknya berada di atas langit.
__ADS_1
Hanya para Tetua, guru khusus dan 100 murid dengan ranking teratas yang boleh pergi ke sana. Hal itu bukan tanpa alasan gunung Langit sangatlah berbahaya. Sangking berbahayanya gunung Langit memiliki tingkat kesulitan setara dengan Surga Hitam. Masih banyak monster-monster mengerikan yang hidup di sana.
Ujian pertamanya para peserta harus berjalan melalui ribuan anak tangga sejauh 10 kilometer untuk mencapai kaki gunung Langit. Waktu yang diberikan hanya 2 jam dari jam 7 hingga jam 9.
Terdapat tiga peraturan yang harus dipatuhi. Pertama para peserta boleh menyerang peserta lain tapi jangan sampai mati atau cacat, kedua para peserta harus berjalan dengan kaki sendiri tidak boleh digendong atau dibantu oleh orang lain. Ketiga peserta boleh menggunakan pil atau teknik kultivasi untuk membantu sampai ke tujuan.
Tidak lama kemudian waktu ujian pun tiba.
“Tuan Guan Yu silakan”. Tetua perguruan Pedang Bulan meminta Guan Yu untuk membuka gerbang.
“Guan Ping”.
“Siap Ayah!”. Guan Ping melompat menghampiri Guan Yu.
“AAAaaa…! Tuan Guan Ping…!”. Para wanita langsung bersorak.
“Hhhmmm…”. Guan Yu melotot membuat para wanita terdiam ketakutan.
“Guan Ping. Buka gerbang ini tanpa kekuatan naga. Tunjukkan kekuatan ranking 1 dari perguruan Pedang Bulan”.
“Siap Ayah!”.
Gerbang yang ada di alun-alun kota Silver bukanlah gerbang biasa. Gerbang Raksasa itu terbuat dari baja kualitas tinggi. Berat totalnya sampai 100 ton. Diperlukan kekuatan dorong 1 ton untuk membuka gerbang tersebut.
Guan Ping berdiri di depan gerbang raksasa. Ia melebarkan kuda-kuda dan mengatur napasnya.
Sorakan para wanita itu tidak membantu Guan Ping sama sekali. Hal itu malah mempersulit dirinya untuk berkonsentrasi.
Guan Yu sengaja tidak menyuruh para wanita itu untuk diam. Ia ingin melihat sejauh mana kemampuan anaknya.
Guan Ping memejamkan matanya. Aura orange keluar dari tubuhnya membuat otot-ototnya menegang keras. Para wanita yang menyaksikan semakin bersorak bergairah.
Setelah menyalurkan energi qi ke seluruh tubuhnya, Guan Ping membuka matanya. Ia menaruh tangannya di gerbang bersiap untuk mendorongnya. Guan Ping menarik napas dengan kuat lalu menahannya.
“Grukkk… Ngikkk…!”. Gerbang raksasa itu berlahan-lahan mulai terbuka.
“Boommm…!”. Suara langkah kaki Guan Ping menghentak tanah. Membuat para wanita kaget dan terdiam.
__ADS_1
“Boommm…! Ngikkk…!”.
“Boommm…! Ngikkk…!”.
Suara langkah kaki Guan Ping terdengar begitu keras. Para warga yang lewat mulai berhenti. Mereka merapat ikut menyaksikan kekuatan Guan Ping. Orang-orang yang menyaksikan bahkan ikut menahan napas mereka mengikuti atmosphere Guan Ping.
“Wreckkk…!”. Baju yang dikenakan Guan Ping meledak sobek, tidak kuasa menahan otot-ototnya yang semakin besar.
Otot-otot merah Guan Ping mulai terlihat semakin jelas. Seakan tidak ada penghalang lagi otot-otot itu semakin besar menunjukan wujud aslinya. Ternyata Guan Ping memiliki tubuh yang besar sama dengan Sun Long.
“Brukkk…!!!”. Gerbang raksasa itu terbuka lebar. Guan Ping dan para warga dapat bernapas lega.
“Hia… hia… hia… Hebat anakku”. Guan Yu memukul punggung Guan Ping. Ia tersenyum lebar bangga terhadap anaknya.
“Xiii… xiii… xiii…”.
“Ada apa Mei Mei?”.
“Kalau dilihat-lihat Guan Ping dan Guan Yu hampir mirip dengan Tuan Sun Long dan Tuan Dodo Fung”.
“Mirip apanya?”.
“Ukuran tubuh mereka mirip”.
“Tidak...! Tubuh Kakak Dodo Fung lebih besar sedikit dari pada tubuh Tuan Guan Yu. Sedangkan tubuh Hubby dan Guan Ping memang hampir sama. Tapi Hubby jauhhh…!!! Lebih TAMPAN…!”.
“Tentu saja Tuan Sun Long jauh lebih tampan”.
“Hm…! Hm…!”. Qian Qi mengangguk.
Sepertinya aku salah mencari topik. Nyonya Qian Qi sudah cinta mati kepada Tuan Sun Long. Sebaiknya aku tidak menyamakan Tuan Sun Long dengan siapa pun lagi.
“Boom…! Ujian pertama perguruan Pedang Bulan dengan resmi dimulai…!”. Para peserta berbondong-bondong berlari menaiki anak tangga.
“Bagaimana Nyonya? Apa kita bergerak sekarang?”.
“Tunggu dulu. Kita bergerak di saat-saat terakhir saja. Kalau kita bergerak sekarang kita pasti dikeroyok oleh mereka. Ingat ada peraturan pertama, peserta boleh menyerang satu sama lain. Tunggu mereka kelelahan, baru kita bergerak”.
__ADS_1
“Baik Nyonya”.