Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 108 - Surat


__ADS_3

Hari minggu akhirnya tiba. Qian Qi dan Mei Mei sudah menunggu surat dari Surga Hitam. Prajurit boneka sudah di utus untuk pergi mengambil surat-surat itu dari pusat Alkemis cabang kota Silver.


“Lapor Nyonya, ini surat-suratnya”. Prajurit boneka memberikan kotak surat.


“Terima kasih, ini Mei Mei kotak surat milikmu”.


“Ayo kita buka sama-sama Nyonya”. Qian Qi dan Mei Mei membuka kotak surat.


“Wah… Sun An mengirim banyak sekali surat. Maaf Sun An, Ibu harus pergi”.


“Kalau punyaku banyak dari kakak Luo Meilin dan teman-teman dari sekte Desert Rose”.


Qian Qi mulai membaca surat dari Sun An satu persatu. Pada awalnya Sun An menuliskan betapa rindunya dia dengan Qian Qi. Sampai akhirnya Qian Qi mendapatkan surat dari Sun An dengan gambar dirinya yang menjadi kapten Kapal Tempur Atlas.


Qian Qi yang penasaran segera membaca isi suratnya. Alangkah terkejutnya ia mengetahui Sun Long dan Sun An juga pergi bertualang ke kekaisaran Jin.


Hubby… Maafkan aku. Pasti Sun An sangat sedih sampai-sampai Hubby mengajaknya pergi bertualang.


Qian Qi lanjut membaca surat-surat milik Sun An. Ia cukup senang mendengar kabar Sun An yang sudah bisa berenang. Hanya saja Qian Qi berharap bisa ada di sana secara langsung. Qian Qi tertawa dan sedih membaca surat Sun An sampai habis.


Surat selanjutnya dari Hubby. Hubby hanya mengirimiku satu surat. Kira-kira apa ya isinya? Qian Qi membuka surat Sun Long.


Sepertinya Hubby sangat rindu padaku. Hanya ada satu kertas kosong di dalamnya. Seakan kata-kata tidak bisa menggambarkan isi hatinya. Surat kosong ini hanya bisa terbaca jika aku menemuinya secara langsung. Aku juga rindu padamu Hubby.


Wah… ada surat dari Dewi Medusa. Tumben sekali, suratnya juga cukup tebal. Aku jadi penasaran. Qian Qi membuka surat dari Dewi Medusa.


Pa… Panjang sekali kertas ini, isinya tulisan semua. Apa yang di tulis oleh Dewi Medusa?.


“Ngeee… Qian Qi… Suamimu kurang ajar pergi tanpa bilang-bilang. Padahal aku sudah menyiapkan rencana untuk merayunya. Kesempatan darimu …. Aku kesal sekali …”.


Beberapa kata tidak terbaca sepertinya terkena air mata Dewi Medusa. Malang sekali nasib Dewi Medusa. Padahal aku sudah memberinya kesempatan. Nanti malam saja aku lanjut baca suratnya Dewi Medusa. Surat ini terlalu panjang. Selanjutnya Surat dari siapa ya…?.

__ADS_1


Selanjutnya surat dari Luo Meilin. Wah… Suratnya warna merah. Aku punya perasaan yang tidak enak dengan isi surat ini.


“Ddddaaasarrrr…. Siiiaaalll\~\~\~aan. AAku ak\~\~\~n MENGURUNNGNYA. Kaa111aaau… kettemu 4ku tangkkop Aku ikat. Terusss aku.. Gantung…!!!”.


Luo Meilin pasti menulis surat ini dalam keadaan mabuk. Jiwa psikopatnya keluar. Aku kasihan pada Hubby. Tapi wajar saja Luo Meilin marah. Penantiannya terlalu panjang untuk sebuah cinta. Ia begitu setia kepada Hubby. Padahal dengan wajah cantiknya ia bisa mendapatkan laki-laki mana pun yang ia mau. Sayangnya Hubby bukan laki-laki  melainkan alien.


Ada surat dari Dodo Fung, Pang Tong, Bai Su, Bai Ze dan ke dua keponakanku. Aku tidak menyangka akan ada banyak orang yang mengirimiku surat. Apa ini? Ada surat dari Hubby lagi. Tapi kali ini bukan untukku. Surat ini untuk dewi Yu Na. Kalau begitu aku sampaikan dulu kepada Dewi. Qian Qi pergi menemui Dewi Yu Na.


“Tok… tok… tok…”. Qian Qi mengetuk pintu kamar Dewi Yu Na.


“Ada apa? Mengganggu saja”.


“Dewi Yu Na. Hubby mengirim surat untuk Dewi”.


“Buang saja. Paling-paling isinya kertas kosong”.


“Sebaiknya dibuka dulu, mungkin saja ada hal yang penting”.


“Yasudah kalau begitu. Aku tidak akan memaksa. Tapi bau ini, bau dupa. Apa yang sedang Dewi lakukan?”.  Qian Qi mencoba mengintip ke dalam kamar Yu Na


“Kamu ya. Benar-benar tidak bisa menahan diri, asal jeplak saja. Terserah aku mau bakar dupa kapan saja bukan urusanmu”.


“Aku juga mau ikut bakar dupa untuk Ibu”.


“Bakar dupa saja sendiri jangan menggangguku”.


“Ayolah Dewi. bukankah berdoa bersama lebih baik”. Qian Qi nyelonong masuk.


Hadeh… Kenapa aku punya cucu yang merepotkan semua? Semuanya keras kepala sepertimu Liu Shu. Qian Qi dan Yu Na berdoa bersama untuk Liu Shu.


__ADS_1


Wajah ayah mengapa menyeramkan seperti itu? Apa ia tidak senang mendapat surat dari ibu?.


“Sebentar Sun An. Ayah mau pergi dulu ke belakang”. Sun Long menghentikan kereta kudanya dan pergi ke balik batu besar.


Apa yang akan ayah lakukan?.


Aura Iblis? Ini aura baju zirah Ayah? Untuk apa Ayah menggunakan baju Zirahnya?.


Sun Long menggunakan baju Zirahnya. Dengan kekuatannya Sun Long mengangkat batu besar dan melemparkannya ke arah langit.


“Panggilan Kematian”. Sun Long menggunakan tekniknya. Langit yang tadinya cerah tiba-tiba menjadi gelap gulita. Sebuah gerbang muncul di atas langit. Gerbang dengan pahatan tangan di sekelilingnya.


Gerbang itu berlahan-lahan terbuka. Sesosok malaikat pencabut nyawa muncul dari dalam gerbang, lengkap dengan sabit kematiannya.


“Mati…!”. Malaikat pencabut nyawa itu menggunakan sabitnya dan membelah batu. Anehnya batu itu tidak terbelah. Melainkan hangus terbakar api hitam menjadi abu.


Malaikat pencabut nyawa itu masuk kembali ke dalam gerbang. Langit kembali terang seraya gerbang itu menghilang. Batu qi iblis yang ada di baju zirah Sun Long pecah semua. Sun Long pun mengisi batu qi iblisnya kembali dan melepas baju zirahnya.


Huwaaa… Aku tidak pernah melihat Ayah semarah itu. Sebenarnya apa yang Ibu tulis di dalam suratnya.


“Ayah…?”.


“Anggap saja kamu tidak pernah melihatnya Sun An”. Sun Long menghancurkan surat dari Qian Qi dan menjalankan kembali kereta kudanya.


Sebaiknya aku tidak bertanya lebih lanjut. Suasana hati Ayah sedang tidak baik. Aku lanjut baca surat dari ibu saja.


Ibu bercerita tentang nenek Buyutku. Ia ingin mempertemukan aku dengan Nenek buyut Yu Na. Sepertinya ibu senang bisa bertemu dengannya. Ibu memuji-mujinya terus. Aku mau saja bertemu dengan nenek buyut Yu Na, tapi yang aku inginkan adalah bertemu Ibu.


Guan Ping, Kai Yu aku akan membunuh mereka berdua. Bajingan berani-beraninya menggoda istriku. Harusnya aku tidak mengizinkan Sweety pergi ke perguruan Pedang Bulan. Aku tidak menyangka baru beberapa hari sudah ada yang mengincarnya.


Sweety memang sangat cantik dan baik. Aku tidak rela jika ada pria lain yang mendekatinya. Aku… Aku cemburu. Ternyata cemburu rasanya sakit. Sudah lama sejak terakhir aku kehilangan kesabaran.

__ADS_1


Semoga Sweety baik-baik saja di sana. Aku harus sabar, Sweety pergi ke sana atas permintaanku. Aku yang salah. Ini konsekuensi ketika aku tidak memikirkan permintaanku baik-baik. Ini konsekuensi dari dendamku. Dendam yang menghancurkan segalanya.


__ADS_2