
“Mei Mei… Ayo bangun…”.
“Hymmm… Ada apa Nyonya”.
“Ayo kita cari perlengkapan lagi. Besok ujian akan dimulai sudah tidak ada waktu”.
“Ke pasar lagi? Apa Nyonya tidak takut diculik lagi?”.
“Ayo bangun… Jangan banyak alasan”.
“Hymmm…”.
“Kita tidak akan belanja di pasar. Kita akan belanja di pusat Blacksmith kota Silver. Habis membeli perlengkapan, aku mau icip-icip jajanan di pasar. Kamu mau ikut?”.
“Jajanan? Mau… mau…”.
Qian Qi dan Mei Mei memutuskan pergi ke pusat Blacksmith yang ada di kota Silver. Pusat Blacksmith di kota Silver merupakan pusat Blacksmith terbesar di kekaisaran Sun. Sekte Guan sendiri yang menaungi pusat Blacksmith di kota Silver.
Sekte Guan memang dikenal dengan kehebatan Blacksmith dan tubuh naganya. Sekte Guan merupakan sekte terhormat dan memiliki harga diri yang tinggi. Maka dari itu barang-barang yang dijual di pusat Blacksmith merupakan barang asli dan berkelas.
Harga barang yang di cap dengan lambang sekte Guan asli harganya pasti jauh meroket. Meski begitu Qian Qi dan Mei Mei sudah tidak punya waktu lagi untuk mempersiapkan peralatan mereka. Kalau membeli peralatan Sekte Guan dengan kualitas paling rendah masih bisa dikatakan murid normal.
Sama seperti pusat alkemis, pusat blacksmith juga memiliki tingkatan di dalamnya. Tingkatan 1 yang paling rendah dan tingkatan 10 yang paling tinggi. Namun sudah tidak ada lagi yang bisa menciptakan senjata dengan kualitas tingkat 10 di kekaisaran Sun.
Orang terakhir yang bisa membuat peralatan tingkat 10 adalah Guan Pi. Namun beliau gugur saat menyelamatkan Sun Fangxin, sebelum mewariskan tekniknya. Sebagai kompensasi dan hadiah. Kekaisaran Sun memberikan kota Silver dan seluruh wilayahnya kepada sekte Guan.
Sekarang blacksmith tertinggi adalah Guan Yu, ketua Sekte Guan dengan tingkatan blacksmith berada ditingkat 8. Meski begitu Sun Long sebenarnya sudah berada di tingkat 10 sedangkan Dodo Fung berada di tingkat 9. Namun mereka berdua tidak mengikuti ujian Blacksmith karena yang menaunginya adalah sekte Guan. Mereka juga tidak membutuhkan tingkatan dan persetujuan sekte Guan.
Setelah sarapan di restoran Qian Qi dan Mei Mei pergi ke pusat Blacksmith. Seperti biasa tempatnya besar dan mewah. Tempatnya bertingkat sama seperti gedung-gedung besar lainnya.
“Ada yang bisa kami bantu Nyonya?”.
“Kami mencari tombak, sarung tangan dan perlengkapan lainnya”.
__ADS_1
“Kami memiliki tombak dan sarung tangan dengan tingkatan 1 sampai 5. Tingkat 1 berharga kisaran 100 keping perak, tingkat 2 kisaran 1 keping emas, tingkat 3 kisaran 10 keping emas, tingkat 4 kisaran 100 keping emas dan tingkat 5 kisaran 1000 keping emas”.
“Kami hanya mencari tingkat 1 saja”.
“Baik Nyonya kalau begitu ikuti saya”. Qian Qi dan Mei Mei mengikuti pelayan itu.
Sampailah mereka di bagian Tombak tingkat 1. Qian Qi mulai memilih-milih tombak yang sesuai dengan gaya bertarungnya. Ada yang ujungnya lancip, ada yang ujungnya berbentuk trisula, kampak dan lain sebagainya.
“Maaf Nyonya. Mungkin saya bisa merekomendasikan tombak yang sesuai dengan tipe kultivasi anda. Jika anda berkenan memberitahu tipe kultivasi anda”.
“Tipe kultivasi saya adalah petir”.
“Kalau begitu saya sarankan tipe tombak trisula atau lancip. Tombak trisula untuk energi petir yang bertipe lambat namun memiliki daya ledak tinggi, sedangkan Tombak lancip untuk energi petir yang bertipe cepat tanpa daya ledak”.
“Ya aku sudah memikirkan keduanya. Tapi teori itu tidak cocok untukku. Aku sudah memutuskannya aku ingin tombak yang itu”. Qian Qi menunjuk tombak bertipe Guandao (Tipe tombak Cina berbentuk bulan sabit).
“Maaf Nyonya. Tombak bertipe Guandao hanya diperuntukkan untuk sekte Guan. Maka dari itu di letakkan terpisah. Jika orang luar ingin menggunakan tombak Guandao, harus menyertakan surat izin terlebih dahulu”.
“Nyonya bisa bertarung dengan pelatih tombak Guandao yang bersertifikat. Kebetulan di sini ada pelatih yang bisa menguji anda dengan biayanya 1 keping emas. Jika anda dinyatakan layak anda dapat surat izin. Jika tidak layak 1 keping emasnya tidak bisa kembali”.
“Aku ingin berunding dulu”.
“Silahkan Nyonya”. Qian Qi dan Mei Mei memisahkan diri.
“Aku benar-benar membutuhkan senjata itu Mei Mei. Jika aku mengikuti ujian, aku akan lolos dan mungkin sedikit terkenal. Jika aku tidak ikut ujian aku akan kesulitan di perguruan nanti karena tidak memiliki senjata”.
“Tapi Nyonyakan sudah memiliki senjata Guandao buatan Tuan Sun Long”.
“Iiihhh…! Dasar kamu. Kalau aku mengeluarkan tombak tingkat 10, tidak hanya perguruan tapi seluruh kekaisaran akan geger. Senjata asli kita hanya boleh digunakan saat keadaan genting”.
“Kalau begitu ikuti saja ujiannya. Paling beritanya hanya menyebar dalam beberapa hari habis itu biasa lagi. Atau bahkan tidak ada yang peduli sama sekali. Lagi pula Nyonya pasti bukan satu-satunya orang yang lulus”.
“Benar juga kamu. Kalau begitu aku akan mengikuti ujiannya”.
__ADS_1
“Maaf membuat anda menunggu lama. Aku memutuskan untuk mengikuti ujiannya”.
“Tidak apa-apa Nyonya. Kalau begitu uangnya bisa dibayarkan sekarang”. Qian Qi membayar.
“Terima Kasih Nyonya. Kalau begitu ikuti saya”.
Qian Qi, Mei Mei dan pelayan pergi ke lantai 7 gedung blacksmith. Berbeda dengan lantai-lantai lainnya. Lantai 7 merupakan sebuah arena besar untuk menguji senjata-senjata yang telah dibuat di lantai 6.
Banyak pria-pria berbadan besar sedang berlatih mengadu senjata mereka. Pelayan itu mengantarkan Qian Qi ke hadapan seorang pria paruh baya yang bertubuh besar. Banyak luka sayatan di sekujur tubuhnya. Tidak salah lagi pria itu pasti veteran perang.
“Tuan Guan Ba. Nyonya ini ingin mengikuti ujian tombak Guandao”.
“Seorang wanita pengguna tombak? Jarang sekali ada wanita yang seperti itu. Apalagi kamu juga menginginkan tombak Guandao. Gadis muda senjata Guandao bukanlah senjata untuk gaya atau bercanda. Pergi sana gunakan pedang seperti yang lainnya”.
“Maaf Tuan Guan Ba. Nyonya ini sudah membayar. Seperti kebijakan gedung blacksmith Tuan harus mengujinya”.
“Hhhmmm…”. Guan Ba melotot ke arah pelayan.
“Maaf Tuan Guan Ba mengganggu waktunya. Saya undur diri untuk melapor ke Tuan Guan Yu”.
“Ampun… ampun… Iya… iya… Aku akan mengujinya”.
Wah…! Pelayan itu ternyata jauh lebih kuat dari pada Tuan Guan Ba. Pusat Blacksmith benar-benar profesional.
“Hei bocah! Lemparkan tombak Guandao yang ada di sana”. Guan Ba menyuruh anak buahnya mengambilkan tombak.
“Ini tombaknya. Ayo kita ke arena”. Guan Ba memberikan tombak Guandao kepada Qian Qi. Qian Qi menerima dan mengikutinya.
Hhhmmm… Hebat juga wanita ini. Sepertinya ia tidak terpengaruh oleh beratnya tombak Guandao. Tapi mengangkat tombak saja tidak cukup. Aku akan memberikan pelajar yang berarti untuknya.
Qian Qi dan Guan Ba sudah berhadap-hadapan di depan arena.
“Kamu gadis manis, berikan aba-aba”. Guan Ba menyuruh Mei Mei memberikan aba-aba.
__ADS_1