
Sejak kapan aku peduli kepadanya? Tanpa sadar aku mengkhawatirkan kesehatan Sun Long. Kali ini bukan karena aku takut Sun Long sakit dan tidak bisa membuat tubuh boneka untuk ayah. Aku benar-benar tidak ingin Sun Long sakit. Aku jadi peduli padanya, aku ingin melihat senyumnya lagi. Ia tidak ragu sedikit pun untuk memberikan yang terbaik untukku.
Apa yang dia pikirkan. Apakah dia serius mencintaiku? Apakah dia serius ingin aku mencintainya? Aku pikir aku akan dianiaya dan dilecehkan setiap hari. Tapi perlakuannya dan pengorbanannya. Kenapa aku tidak bisa memberikan hal yang sama untuknya? Mungkin aku takut dikecewakan lagi.
Aku sangat ingin mempercayainya. Tapi hatiku belum siap sama sekali. Menerima laki-laki lagi di dalam hatiku. Hati… Apakah hal itu masih ada di sana? Apakah hal itu masih utuh? Apa yang membuatnya bisa mencintaiku? Aku barang bekas, aku tidak punya harta dan aku hanya membawa masalah baru untuknya.
“Suamiku Jawab dengan jujur. Mengapa kamu berbuat baik padaku? Mengapa kamu berkorban untukku? Di saat kamu bisa menjadikanku seorang budak. Kamu bisa memanfaatkanku dengan kelemahanku. Mengapa kamu tidak melakukannya? Mengapa kamu membantuku untuk bisa hidup kembali?”.
“Kan sudahku bilang alasannya karena kamu adalah istriku”.
“Jika istrimu bukanlah aku, apa kamu masih mencintaiku?”.
“Tidak. Aku tidak akan mencintaimu dan aku tidak mau kamu mencintaiku. Tapi aku tetap akan melindungimu. Karena kamu merupakan bagian dari keluarga. Bertahun-tahun bibi, aku, ayahmu dan Dodo Fung melindungi keluarga ini. Aku tidak akan menyerah untuk kalian. Meski kami sering kali gagal. Tapi kami belum menyerah”.
“Jadi kamu tidak sungguh-sungguh mencintaiku. Kamu hanya mencintaiku karena terpaksa. Karena aku adalah istrimu”.
“Aku dan bibi berbeda. Bibi mencintai ayahmu tanpa syarat. Tapi aku hanya mencintai istriku sepenuhnya. Sebenarnya sebelum aku menikah denganmu. Aku berfikir untuk hidup sendiri selamanya. Aku tidak akan mencintai siapa pun sebagai seorang pasangan. Aku masih takut pada diriku sendiri. Ada banyak pikiran yang menghalangiku untuk mencintai seseorang. Tapi saat kita menikah yang ada di benakku hanya ibukku. Aku tidak ingin kamu bernasib sama seperti ibu. Tanpaku sadari rasa cinta itu tumbuh sendiri”.
“Aku tidak tahu harus bagaimana menanggapi cintamu. Aku masih takut kamu akan mengkhianatiku. Bisa saja kamu menceraikanku, menikahi wanita lain dan mencintainya. Karena kamu yang bilang sendiri syaratnya adalah menjadi seorang istri”.
“Ya. Hal itu bisa saja terjadi”.
“Bahkan kamu tidak menyangkalnya. Kalau begitu kamu tidak usah mencintaiku lagi. Cintamu palsu”. Qian Qi kecewa, ia mencoba melepaskan diri dari pelukan Sun Long.
Namun Sun Long tidak melepaskannya ia malah semakin erat memeluk Qian Qi.
__ADS_1
“Lepaskan aku!”.
Dasar laki-laki sialan. Kamu tidak benar-benar mencintaiku. Kamu hanya terpaksa karena aku adalah istrimu. Aku pikir kamu akan berbeda. Harapan itu sudah hilang sepenuhnya. Tidak mungkin ada orang yang mencintaiku dengan tulus. Qian Qi mulai menangis.
“Sun Long mencium rambut Qian Qi. Maafkan aku. Ternyata rasanya sakit juga. Ketika aku tahu kamu tidak akan bisa membalas cintaku. Lebih sakit dari pada memakan cacing pita. Aku hanya bisa berjanji padamu selama kamu adalah istriku. Aku akan mencintaimu dan akan melakukan yang terbaik untukmu”. Qian Qi merasakan tetesan air di kepalanya.
Qian Qi membenamkan wajahnya di dada Sun Long. “Kenapa kamu menangis? Jika cintamu palsu, seharusnya kamu tidak akan merasa sakit. Jangan membuatku bingung”.
“Aku tidak terlalu paham apa itu cinta. Aku hanya merasakannya. Hal ini baru untukku. Kamu bisa menilai rasa cintaku dari bagaimana cara aku memperlakukanmu. Semoga kamu dapat merasakannya juga”. Qian Qi hanya diam tidak menjawab.
“Kalau begitu kita sudahi dulu. Sekarang aku mau masak untuk kita bertiga. Kita harus siap-siap untuk pergi ke kota Goliat”. Sun Long melepaskan pelukannya. Namun kali ini Qian Qi yang tidak melepaskannya.
“Aku akan memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri. Hal itu tidak akan berubah. Tapi biarkan waktu yang menjawab. Jujur saja aku sangat ingin mencintaimu. Namun getaran itu belum terasa. Jadi aku mohon kamu untuk bersabar”.
“Qian Qi tolong kamu siapkan baju untuk kita bertiga. Kota Goliat cukup jauh, jadi kita akan menginap di sana untuk beberapa hari. Kamu bisa langsung ambil baju Dodo Fung dari kamarnya”.
“Baiklah suamiku”. Qian Qi menatap wajah Sun Long dan tersenyum manis.
Setidaknya dia menepati janjinya. Dia tidak berbohong padaku. Bisa saja dia berbohong dan mendapatkan cintaku. Tapi dia tidak melakukannya.
Sun Long langsung memasak makanan, sementara Qian Qi merapihkan baju mereka. Setengah jam kemudian Dodo Fung kembali dari memperbaiki gerbang, Qian Qi juga sudah selesai menyiapkan baju dan Sun Long sudah selesai memasak. Mereka bertiga makan bersama.
“Kak. Makanan untuk kita mana?”.
“Ini. Mulai sekarang kita tidak perlu makan cacing pita lagi”.
__ADS_1
“Horeee… Terima kasih kak”.
“Kamu jangan senang dulu. Habis makan kita akan pergi ke kota Goliat. Mungkin kamu dan aku harus kerja keras untuk membuka jalan. Kita harus menghubungkan kota Goliat dengan kota terdekat yang berada di luar wilayah Surga Hitam”.
“Siap Kak”.
“Kalau begitu ayo kita lanjut makan”. Qian Qi tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.
Setelah Sun Long menyendok makanannya ia terdiam membeku. Qian Qi yang melihat hal itu cukup heran.
“Ada apa suamiku? Kenapa kamu diam saja?”.
“Apakah aku boleh memakan makanan manusia? Apa aku masih seorang manusia?”.
Qian Qi dan Dodo Fung kaget mendengarnya. Qian Qi langsung berdiri memeluk Sun Long.
“Maafkan aku kak. Aku terlalu bodoh, aku tidak tahu kakak tersiksa selama ini”. Dodo Fung menangis.
“Apa yang kamu katakan suamiku. Tentu saja kamu adalah manusia dan tidak pernah berubah”.
Aku tidak menyangka Sun Long bisa sekacau ini. Bagaimana bisa dia bertanya hal seperti itu. ‘Makanan manusia. ’ Sun Long sudah tersiksa selama 17 tahun. Dia hanya memasak dan mencicipinya tidak pernah memakannya. Rasa cintanya pada kakak Dodo Fung tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Tapi dia rela melepaskan hal itu. Dia memberiku makanan yang sehat, dengan mengorbankan dirinya sendiri dan kakak Dodo Fung. Bukankah ini membuktikan bahwa rasa cintanya padaku lebih besar daripada rasa cintanya pada kakak Dodo Fung. Aku jahat sekali bagaimana bisa disituasi seperti ini aku merasa senang.
“Maafkan aku. Membuat suasananya jadi tidak enak. Aku hanya kehilangan kendali, sudah lama aku tidak makan makanan sehat. Ayo kita lanjut saja makannya. Terima kasih Qian Qi” Sun Long mencium tangan Qian Qi.
Ada apa dengannya hari ini? aneh sekali. Sudah berkali-kali dia menciumku tidak seperti hari-hari sebelumnya. Aku menyukainya.
__ADS_1