Balas Dendam Keluarga Baru

Balas Dendam Keluarga Baru
Bab 64 - Belajar Masak


__ADS_3

Prajurit boneka menghampiri Sun Long dan Qian Qi yang sedang asyik mengurus tanaman. Ia memperingati Sun Long bahwa hari sudah mulai senja. Sun Long dan Qian Qi kaget mendengarnya. Pasalnya mereka benar-benar lupa dengan waktu sangking bahagianya.


Sun Long dan Qian Qi segera kembali ke rumah. Qian Qi masih takut menggunakan elevator tapi Sun Long meyakinkan dan mengjarkan Qian Qi bagaimana cara menggunakan elevator. Sesampainya di rumah Sun Long langsung masak sementara Qian Qi pergi mandi.


Setelah selesai masak Sun Long dan Qian Qi makan berdua. Qian Qi tampak antusias merawat tanaman. Ia tak henti-hentinya membicarakan tanaman-tanaman itu di meja makan. Sun Long hanya bisa pasrah melihat tingkah laku istrinya yang menawan.


Sun Long mengajak Qian Qi untuk tidur lebih awal. Ia agak khawatir dengan kandungan Qian Qi. Qian Qi terlalu bersemangat hari ini memang tidak lari-larian atau panas-panasan tapi sebagai seorang suami rasa khawatir itu akan selalu ada. Sun Long mencuci kaki Qian Qi kemudian mereka tiduran di atas kasur. Sun Long mengusap-usap perut Qian Qi sampai mereka berdua tertidur pulas.



“Ibu… Buku ini sepertinya palsu, banyak salahnya. Aku akan mengembalikan buku ini”.


“Sun Long… Kamu tidak boleh mengejek pengetahuan orang lain. Wajar saja orang yang menulis buku itu bukan penemu aslinya. Penulisnya hanya seorang pengamat yang mencoba penelitian orang lain. Sekali ia coba salah, maka dia bilang salah. Tanpa mencari penyebab kesalahannya”.


Hubby kecil imutnya… Aku ingin cubit pipi tembemnya. Pasti ini mimpi Ibu mertua. Mulai sekarang aku akan memanggilnya ibu juga.


“Tapi Bu…”.


“Apa hal positif dari buku itu?”.


“Tidak ada Bu semuanya salah”.


“Ingat pesan ibu…”.


“Segala sesuatu pasti ada nilai positifnya”.


“Betul. Ayo apa nilai positifnya”.


“Kalau meneliti jangan setengah-setengah. Harus pahami kondisi waktu dan sebagainya. Cara zaman dulu memang benar dan berhasil, tapi caranya harus di modifikasi sesuai zaman”.


“Pandai anak Ibu. Ini onde-onde sebagai hadiah”.


“Asikkk… Terima kasih Bu”.


“Ada satu lagi hal yang positif dan penting dari buku ini. Kamu harus bisa memahami isi pikiran dan kondisi penulisnya. Kamu tidak boleh mengejeknya seperti tadi. Ibu tidak suka”.


“Baik Bu. Maafkan aku…”. Sun Long kecil terlihat sedih.


“Sudahlah… Kamu masih kecil. Pasti melakukan banyak kesalahan yang penting kamu belajar dari kesalahan itu. Nanti saja kita kembalikan buku itu, temani Ibu masak dulu… Ini isi Bakpaonya dengan daging”.


“Asik…!”. Sun Long kecil terlihat senang menemani ibunya masak.


Kali ini mimpinya cukup menenangkan. Perasaan bahagia yang menggebu-gebu milik ibu. Masak dengan Hubby sepertinya menyenangkan aku ingin mencobanya.



Pagi harinya Qian Qi bangun duluan senyum manisnya mewarnai hari ini. Ia melihat Sun Long yang masih tertidur pulas. Seakan masih terbayang mimpinya semalam Qian Qi yang penasaran segera mencubit pipi Sun Long hingga ia terbangun.


“Sweety…?”.


“Keras dan kasar tidak seperti di dalam mimpi”.


“Mimpi?”.


“Aku sangat ingin mencubit pipi Hubby kecil di dalam mimpi, sangking imutnya. Tapi aku tidak bisa melakukannya, jadi aku coba mencubit pipi Hubby besar ternyata tidak sama”.


“Tentu saja tidak sama Sweety… Kamu ada-ada saja. Memang mimpinya tentang apa Sweety?”. Qian Qi menceritakan mimpinya.


“Masak dengan Ibu selalu menyenangkan”.

__ADS_1


“Ayo Hubby. Aku jadi ingin mencoba masak bakpao juga”.


“Baiklah Sweety…”.


Sun Long dan Qian Qi masak bersama. Qian Qi yang tidak memiliki pengalaman masak sering kali membuat kesalahan. Namun Sun Long mengajarinya dengan sabar. Semakin banyak Qian Qi melakukan kesalahan semakin banyak pula Sun Long mendapatkan kesempatan.


Mereka berdua masak dengan mesra. Sesekali Sun Long menjahili Qian Qi dengan tebung terigu. Mereka masuk kembali ke dunianya, tidak mempedulikan keadaan sekitar seakan dunia milik mereka berdua.


Tidak terasa bakpaonya sudah jadi. Mereka makan bersama sambil minum teh. Ternyata bakpao yang mereka buat rasanya enak. Penjelasan dan cara mengajar masak Sun Long memang sama dengan ibunya. Mudah dimengerti.


Maka dari itu Qian Qi berhasil membuat bakpao yang enak tanpa kendala yang berarti. Setelah makan Qian Qi hendak mandi. Ia tidak sengaja melihat tubuhnya sendiri di cermin yang ia lewati.


“Hubby…!”.


“Iya Sweety… Ada apa?”. Qian Qi yang berteriak membuat Sun Long segera menghampirinya.


“Lihat ini?”.


“Lihat apa Sweety. Lihat badanku penuh dengan tepung”.


“Ya wajar saja… Kamukan baru belajar masak. Tumpah-tumpah dikit bukan masalah”.


“Ini bukan tumpahan tepung Hubby…!”.


“Terus apa Sweety? Putih-putih itukan tepung”.


“Kalau tumpahan tepung gak berbentuk. Ini pegangan tepung… Lihat ini… bekas tanganmu semua. Hubby ya… Pegang-pegang tanpa bilang-bilang”.


“He… He… Heee… maaf deh Sweety. Habis aku gak tahan, lagi pula kamukan istriku”.


Hubby… Sesuka itukah Hubby pada tubuhku. Padahal aku tidak secantik yang lain.


“Iya deh Sweety aku ngaku salah. Maafin aku ya”.


“Iya aku maafin…”.


“Ha… Ha… Haaa….”.


“Kok ketawa sih Hubby?”.


“Ini pertama kalinya kamu marah”.


“Bukan marah Hubby hanya kesal. Hubby sering bikin aku kesel. Tapi semakin kesal semakin cinta”.


“Sweety…”. Sun Long memeluk Qian Qi. Qian Qi membalas pelukannya. Berlahan-lahan Sun Long mendekatkan mulutnya ke telinga Qian Qi dan membisikkan sesuatu.


“Sweety… Boleh pegang-pegang lagi?”.


“Hubby… Udah seputih ini masih belum cukup juga… Yasudah boleh”.


Aduh sepertinya aku salah mengambil keputusan. Kalau terang-terangan seperti ini aku malah deg-degan. Qian Qi memejamkan matanya. Tidak lama kemudian tangan Sun Long menyentuhnya.


“Hhhhmmm…”. Qian Qi mendesah sambil menggigit bibirnya. Sun Long yang kaget langsung melepaskan tangannya.


Kalau terang-terangan seperti ini aku jadi sensitif.


“Sweety…”.


“Iya Hubby?”.

__ADS_1


“Sepertinya aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Aku pegangnya sembunyi-sembunyi saja. Kalau kamu bersuara seperti itu aku jadi tidak tahan”.


“Baiklah Hubby. Aku juga menyerah”.


“Yasudah kamu mandi sana. Aku mau minum teh lagi”.


“Baik Hubby”. Qian Qi dan Sun Long segera berpisah untuk menenangkan diri masing-masing.


Setelah mandi dan bersiap-siap Sun Long dan Qian Qi kembali bekerja di Bunker. Kali ini Sun Long dan Qian Qi pergi menuju lantai 7 Bunker. Lantai 7 Bunker merupakan lantai paling bawah. Ada hal yang ingin ditunjukkan Sun Long kepada Qian Qi.


Dalam perjalanan menuju lantai 7 Bunker. Sun Long menjelaskan tentang gedung Bunker kepada Qian Qi. Gedung Bunker terdiri dari 7 lantai. Lantai 1 paling atas dan lantai 7 paling bawah. Setiap ruangan memiliki fungsinya masing-masing seperti.




Lobby - Produk siap pakai




Alkemist - Pusat penelitian alkemis




Blacksmith - Pusat pandai besi




Garden - Pusat tumbuhan




Rune - Pusat penelitian rune




Factory - Pusat pembuatan prajurit boneka




AI Development - Pusat pengembangan Prajurit boneka




Qian Qi hanya mengangguk ia sedikit lupa dengan penjelasan Sun Long. Namun Qian Qi tidak perlu khawatir karena Sun Long dan Dodo Fung juga seringkali lupa dan salah lantai.

__ADS_1


Maka dari itu Sun Long membuat tulisan keterangan di sebelah tombol elevator. Qian Qi hanya perlu membacanya saja. Maka dia tidak akan tersesat. Jika tersesat tidak perlu khawatir karena di setiap lantai pasti ada prajurit boneka tinggal bertanya saja.


__ADS_2