
“Xiii… xi… xi…”.
“Kenapa kamu tertawa Mei Mei? Jangan-jangan kamu tertular Laki-laki itu. Kalian berdua sama-sama aneh”.
“Sepertinya laki-laki tadi kepincut dengan Nyonya”.
“Uhuk…”. Qian Qi yang sedang minum tersedak.
“Kamu aneh-aneh saja. Mana ada laki-laki yang suka sama ibu-ibu”.
“Nyonya yang aneh. Jelas-jelas Nyonya sangat cantik masih tidak percaya juga. Satu-satunya wanita yang bisa menaklukkan Tuan Sun Long hanyalah Nyonya. Nyonya memang sudah jadi ibu. Tapi ibu muda, kecantikan plus plus”.
“Kamu yang cantik Mei Mei, kamu juga masih gadis. Hanya tinggal sedikit lebih ‘wanita’ kamu pasti jadi rebutan”.
“Itu alasannya aku ikut bersama Nyonya. Aku ingin belajar dari Nyonya. Baru sebentar kita di kota silver sudah ada yang kepincut”.
“Sudah ah bahas itunya. Kita lanjut makan saja”.
Mungkin Mei Mei benar. Aku sudah jauh lebih cantik. Hubby juga mengatakan hal yang sama. Aku sudah miliki Hubby, aku harus menjaga perasaannya. Lain kali aku harus lebih tegas dan melindungi diri.
Hubby… Sun An… Sedang apa mereka? Semoga mereka baik-baik saja.
Qian Qi dan Mei Mei sudah selesai makan. Mereka berdua langsung membayar dan pergi keluar. Tanpa diduga sudah ada segerombolan wanita yang menunggu mereka berdua di depan restoran.
“Ikuti kami”. Perintah seorang wanita yang terlihat seperti bos. Qian Qi dan Mei Mei yang bingung memutuskan menurut dan mengikuti mereka, berusaha menghindari masalah.
Mereka semua berjalan menuju sisi kota Silver yang lebih gelap dan sepi. Sepertinya Qian Qi dan Mei Mei digiring menuju komplek gudang kota Silver. Tidak banyak orang yang lalu lalang di sana.
“Dasar kalian bajingan. Berani-beraninya menggoda Tuan Kai Yu. Tuan Kai Yu hanya milikku seorang”. Wanita bos itu menarik penutup kepala Qian Qi hingga terlepas.
Rambut Qian Qi yang lembut berkilau terlihat jelas. Rambut hitam panjang disanggul dengan tusuk konde, berpadu dengan tatapan matanya yang sayu menyempurnakan kecantikan Qian Qi.
Wajah cantik Qian Qi terlihat sebagian. Masih ada kain penutup wajah yang menutupi hidung dan mulut Qian Qi. Meski hanya sebagian yang terlihat, kecantikan Qian Qi membuat gerombolan wanita itu tidak terima.
Gerombolan itu langsung menyerbu Qian Qi. Mei Mei yang sedari tadi mencoba diam akhirnya marah ia melompat melindungi Qian Qi. Ketika Mei Mei hendak melawan, tiba-tiba saja Qian Qi menotok titik kultivasinya dari belakang membuat tubuh Mei Mei lemas seketika.
Qian Qi dan Mei Mei pasrah dikeroyok oleh gerombolan wanita. Sampai akhirnya Qian Qi pura-pura lemah dan kalah. Qian Qi dan Mei Mei sama-sama tergeletak di tanah dengan pakaian yang compang-camping.
Wanita bos itu menghampiri Qian Qi dan menginjak kepalanya.
__ADS_1
“Tuan Kai Yu hanya milikku seorang. Ingat namaku baik-baik. Namaku Wang Yi, dari sekte Wang. Kalau kalian berani macam-macam, akanku hancurkan kalian beserta sekte kalian masing-masing. Jangan pernah dekati Tuan Kai Yu lagi”. Gerombolan wanita itu pergi.
“Maafkan aku Mei Mei. Kita sudah sepakat untuk jadi orang biasa”. Qian Qi menotok kembali Mei Mei.
“Maafkan aku Nyonya. Aku lepas kendali”.
“Ini Pil Pemulih Raga”.
“Xiii… xi… xi… tidak perlu Nyonya mereka terlalu lemah. Serangan mereka tidak melukaiku sama sekali. Hanya pakaianku saja yang sobek dan kotor”.
“Syukurlah… Kalau begitu ayo kita ganti pakaian”. Qian Qi mengeluarkan tenda kecil dan berganti pakaian.
“Enak juga ya dikeroyok. Tubuhku jadi lebih ringan seperti dipijat”.
“Iya. Pegal-pegalku juga hilang”.
“Kita harus sering-sering dikeroyok Nyonya”.
“Kamu ada-ada saja dikeroyok malah ketagihan”.
“Xiii… xi… Kita mau kemana lagi Nyonya”.
“Baik Nyonya”. Mei Mei melangkah.
“Tunggu”. Qian Qi menggenggam tangan Mei Mei.
“Ada apa Nyonya”.
“Maafkan aku Mei Mei, ini petualanganku. Tidak seharusnya kamu ikut dikeroyok juga. Kamu bebas memilih petualanganmu sendiri”.
“Tidak apa-apa Nyonya ini jalan yang aku pilih. Meski terlihat aku ikut-ikutan saja, sebenarnya aku senang. Aku lebih suka bertualang mengikuti seseorang. Sebelumnya aku mengikuti Nyonya Luo Meilin. Sekarang aku mengikuti Nyonya. Aku tidak suka bertualang sendiri”.
“Yasudah kalau itu maumu. Tapi kalau kamu mau pergi bilang saja. Aku akan mengizinkan”.
“Nyonya terlalu baik. Aku berhutang nyawa kepada Nyonya. Kalau Nyonya tidak menyelamatkanku dari kepungan monster waktu itu. Aku pasti sudah mati”. Mei Mei memeluk Qian Qi.
“Kamu tidak berhutang apa pun padaku Mei Mei”.
“Yasudah kalau begitu. Ayo kita pergi ke pasar”.
__ADS_1
…
Sial…!!! Bodoh…!!! Bodoh…!!! Apa yang aku lakukan? Kenapa aku malah kabur? Dasar bodoh…!!!. Kesempatan emasku malah berubah jadi malam petaka. Kalau sudah begini bagaimana cara aku menghadapinya lagi?.
Kenapa setiap kali aku melihatnya tubuhku terdiam membeku. Aku tidak pernah lari dari apa pun. Mau kalah jumlah, mau musuh lebih kuat. Aku akan tetap melawannya. Tapi kali ini musuhnya terlalu indah.
Aaakkkhhh…!!! Sialan…!!! Otakku kacau. Aku tidak punya keberanian untuk menghampirinya lagi. Wanita itu pasti jijik kepadaku. Kecantikan wanita itu seakan dipahat langsung oleh tuhan. Hatinya juga lembut dan baik. Ketenangannya, semuanya sempurna.
AKU MENCINTAINYA…!!!.
…
“Dipilih…! Dipilih…! Dipilih Nyonya... Pedang ini memiliki kualitas terbaik. Berbahan dasar baja murni”. Seorang pedagang menghampiri Qian Qi.
“Aku bukan pengguna pedang. Apakah ada tombak atau sarung tangan?”.
“Silahkan Nyonya ikuti saya. Saya akan antar ke toko kami”.
Qian Qi dan Mei Mei mengikuti pedagang itu.
“Nyonya… Apakah benar kita akan membeli senjata darinya. Senjata tadi palsu semua. Bahannya terlalu banyak campuran, senjata sampah”. Mei Mei berbisik.
“Tidak apa-apa Mei Mei. Semakin buruk senjatanya malah semakin bagus. Kita hanya akan menggunakan senjatanya sebagai kedok”.
“Benar juga… Baiklah kalau begitu”.
Qian Qi dan Mei Mei mengikuti pedagang senjata itu melalui gang-gang yang sempit. Kembali menuju tempat yang lebih gelap. Tempatnya benar-benar mencurigakan. Bahkan bau pesing bisa tercium dimana-mana.
Meski terlihat mencurigakan Qian Qi dan Mei Mei tetap mengikuti pedagang itu. Sampailah pada jalan buntu di sebuah gang. Terdapat kain penutup di ujung jalannya. Pedagang itu membuka kainnya kemudian menyuruh Qian Qi dan Mei Mei masuk.
“Klik…!”. Pedagang itu langsung menutup dan merantai gerbang yang ada di balik kain. Ternyata Qian Qi dan Mei Mei di bawa ke sebuah kurungan besi.
“Gaaa... ga... ga... Panen besar...! Ujian perguruan Pedang Bulan memang yang terbaik. Banyak wanita bodoh yang mudah ditipu. Hati-hati dengan mereka berdua. Kualitas mereka jauh lebih tinggi. Harganya pasti mahal”.
“Baik Bos! Jalan...!”. Kurungan besi itu di angkat ke atas kereta kuda. Kemudian mereka memasang formasi kedap suara dan membawanya pergi.
“Hiii… hi… hi… Habis dikeroyok kita malah diculik”.
“Xiii… xi… xi… Pantas saja Tuan Sun Long ingin melawan kekaisaran Sun”.
__ADS_1