
Bai Su adalah ular putih sedangkan Bai Zhe adalah ular hijau. Mereka sudah berteman sedari kecil. Saat pembantaian bangsa ular terjadi mereka masih remaja dan dilindungi oleh para tetua karena itu mereka bisa selamat sampai sekarang.
Mereka lanjut mengobrol lagi. Tidak disangka-sangka Bai Zhe yang pemalu mulai berani berbicara dengan Dodo Fung. Mungkin berkat Bai Su dan Dodo Fung yang menyambutnya dengan hangat. Suana yang mendukung membuat mereka lupa waktu. Mereka ngobrol sampai tengah malam.
Sudah waktunya mereka bertiga untuk beristirahat. Mereka berpamitan satu sama lain kemudian kembali ke kamarnya masing-masing. Meski Bai Su dan Bai Zhe bersaing untuk mendapatkan Hati Dodo Fung tapi mereka melakukannya dengan anggun, adil dan jujur.
Keesokan paginya Bai Su dan Bai Zhe sudah tidak canggung lagi menyapa Dodo Fung. Mereka berdua bersaing mewarnai hari Dodo Fung dengan senyuman manis mereka. Dewi Medusa yang melihatnya hanya bisa tersenyum gembira. Mereka sudah ada di tempat yang tepat untuk sekarang, hatinya bisa sedikit tenang.
“Kapten! Kemana tujuan kita sekarang?”.
“Ikuti anak panah ini”. Dodo Fung membuat panah kecil dengan kekuatan barunya. Panah itu terbuat dari magnet dengan begitu Dodo Fung bisa melacak keberadaan Beruang Eternal.
“Siap Kapten!”.
Kapal tempur Atlas terbang lambat mengikuti anak panah. Sampailah mereka di tengah gurun. Panah itu mulai berputar-putar menunjukan bahwa mereka sudah sampai. Memang tidak terlihat apa pun dari atas Atlas. Beruang Eternal pasti tinggal di bawah pasir.
Dodo Fung menggunakan kekuatan barunya. Dengan kekuatan magnet ia tidak perlu menyentuh tanah untuk mengetahui apa yang ada di bawahnya. Ia bisa merasakan getaran pasir magnet yang bergerak merubah medan magnet di sekitarnya.
__ADS_1
Tidak hanya itu Dodo Fung dapat merasakan logam-logam yang ada di dalam tanah meski tidak memiliki daya magnet sedikit pun. Ia merasakan pasir magnet berkumpul pada beberapa titik. Sepertinya di sana letak Beruang Eternal berada.
Dodo Fung memang memiliki kultivasi yang tinggi dan kuat. Meski begitu ia tetap harus selalu waspada. Surga Hitam bukanlah tempat untuk menyombongkan kekuatan. Alih-alih menyerbu masuk ke dalam pasir Dodo Fung memilih memancing beruang Eternal keluar.
Dodo Fung menjelaskan beberapa hal kepada bangsa ular mengenai cara bertahan hidup di Surga Hitam. Kewaspadaan merupakan hal nomor satu. Dodo Fung mengambil pelat-pelat baja yang telah disiapkan untuk perbaikan kapal. Seperti ajarannya Sun Long selalu berpikir dari segala sisi.
Tidak selamanya teknik bertahan untuk bertahan. Pelat baja untuk perbaikan bisa digunakan sebagai bahan memancing Beruang Eternal untuk keluar. Dodo Fung melemparkan pelat-pelat baja itu ke atas pasir. Tidak lama kemudian beberapa Beruang Eternal mulai terpancing keluar.
Dodo Fung tinggal menentukan target Beruang Eternal yang cukup tua dan memiliki jiwa baja yang paling murni. Dewi Medusa dan bangsa ular cukup kagum dibuatnya. Meski Dodo Fung terlihat kuat dan arogan tapi ia mampu menahan diri. Biasanya semakin kuat orang semakin sombong dan arogan pula dirinya. Bai Su dan Bai Zhe tidak mampu menyembunyikan wajah kagum mereka. Keduanya menatap tajam ke arah Dodo Fung seakan meleleh di buatnya.
Dodo Fung sudah menentukan targetnya. ia segera melompat turun dan bergerak mengunci Beruang Eternal dengan teknik Kubus Void. Beruang Eternal yang kaget tidak sempat menghindar dan terkurung di dalam Kubus Void. Sedangkan beruang yang lain segera lari bersembunyi ke dalam tanah.
Dodo Fung memberi tanda kepada prajurit boneka untuk menghentikan sorakan dari bangsa ular. Bangsa ular pun menurut. meski mereka agak heran dengan apa yang Dodo Fung lakukan. Dodo Fung memeriksa keadaan sekitar dengan kekuatan tanahnya.
Beruang Eternal yang kabur membentuk posisi aneh. Mereka membuat lingkaran yang cukup besar di dalam tanah mengelilingi Dodo Fung dan Kubus Voidnya. Ketika Dodo Fung melangkah berlahan beruang yang ada di dalam tanah serentak bergeser mengikuti pergerakan Dodo Fung.
Sepertinya Beruang Eternal memiliki teknik deteksi yang sama dengan Dodo Fung. Mereka bisa merasakan getaran tanah di sekitarnya. Dodo Fung tidak mau kalah dengan Beruang Eternal. Ia menggeser tanah menyerupai langkah kakinya. Berharap bisa mengecoh Beruang Eternal yang ada di dalam tanah.
__ADS_1
Benar saja Beruang yang ada di dalam tanah bergeser mengikuti pergerakan langkah kaki tipuan dari Dodo Fung. Dodo Fung sudah berhasil mengecoh Beruang Eternal yang ada di dalam tanah. Tapi ia tetap saja bingung dengan Beruang Eternal yang ada di dalam Kubus Voidnya. Benar-benar tidak ada suaranya sama sekali.
Dodo Fung berpikir keras. Mungkin Beruang Eternal di dalam Kubus Void sudah bersiap untuk menyergapnya ketika Kubus Void itu dibuka. Alih-alih mencoba berontak Beruang Eternal itu lebih memilih untuk bersiaga mempersiapkan kekuatannya.
Monster-monster di Surga Hitam memang sangat berbeda, mereka jauh lebih berpengalaman dan bermental baja. Meski di dalam Kubus Void yang gelap dan sempit tidak ada rasa takut sama sekali Beruang Eternal malah meningkatkan fokusnya.
Bangsa Ular yang menyaksikan Dodo Fung dan Beruang Eternal yang tidak bergerak sama sekali hanya bisa terdiam. Mereka tidak mengerti akan kejadian yang sebenarnya. Pertarungan strategi sudah dimulai sejak Dodo Fung mengeluarkan Tekniknya.
Dodo Fung memberi tanda kepada prajurit boneka agar bersiap-siap dengan meriamnya. Untuk berjaga-jaga jika hal buruk terjadi. Dodo Fung yang sudah berpengalaman dengan teknik deteksi tanah mulai memikirkan sebuah taktik.
Dodo Fung membuat suara langkah kaki palsu ke arah Kubus Void. Seolah-olah dirinya tengah bergerak mendekati Kubus itu. Kemudian Dodo Fung menukar suara pergerakan langkah kaki dan Suara kotak bergeser.
Kubus Void di geser dengan suara langkah kaki menuju tengah lingkaran Beruang Eternal yang ada di dalam tanah. Sedangkan Dodo Fung berjalan dengan suara kotak bergeser menuju tempat yang berlawanan. Melihat pergerakan di dalam tanah. Sepertinya Dodo Fung berhasil mengecoh Beruang Eternal itu.
Setelah semua siap pada tempatnya Dodo Fung segera mempersiapkan teknik Hujan Tombak dan melepaskan Kubus Voidnya. Benar saja Beruang Eternal yang ada di dalam Kubus Void langsung menyerang dengan cara menyemburkan api dari mulutnya. Namun Beruang Eternal itu kaget pasalnya tidak ada siapa-siapa di sekitarnya.
Tidak lama kemudian Beruang Eternal yang ada di dalam tanah bergerak serentak menabrak Beruang Eternal yang baru saja terbebas dari Kubus Void. Kuku-kuku tajam dan gigitan Beruang Eternal mencabik-cabik bangsanya sendiri. Melihat kesempatan itu Dodo Fung segera melancarkan teknik Hujan Tombak yang sudah ia siapkan.
__ADS_1
Beruang Eternal yang merasakan kekuatan besar dari Dodo Fung segera berlari kembali masuk ke dalam tanah meninggalkan Beruang Eternal yang terluka begitu saja. Beruang Eternal itu terbujur kaku dengan luka fatal di sekujur tubuhnya. Beruang Eternal itu sudah pasrah menghadapi ajalnya sudah tiba.