
Keesokan paginya.
Sun An bangun terlebih dahulu. Ia melihat Sun Long yang tertidur pulas sambil memeluk Qian Qi dengan erat, seakan tidak ingin melepaskannya. Meski berat hati, Sun An harus menerima dan setuju dengan rencana kepergian Qian Qi.
Sebelum Qian Qi pergi Sun An berinisiatif ingin membuat boneka kain yang mirip seperti dirinya. Ia sibuk mengacak-acak laci meja Sun Long untuk mencari peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan. Tanpa diduga ia terkejut melihat isi laci Sun Long.
Ternyata Sun Long sudah terlebih dulu membuat boneka yang mirip dengan Sun An. Bahkan ada juga yang mirip dengan Qian Qi. Mungkin Sun Long adalah orang yang paling sedih dengan kepergian Qian Qi. Hanya saja Sun Long tidak menunjukan rasa sedihnya. Sun Long lebih memilih fokus mempersiapkan rencana yang matang dibandingkan pasrah menerima kepergian Qian Qi. Dalam diam Sun Long bekerja keras.
Karena Sun Long sudah lebih dulu membuat boneka kain berbentuk Sun An. Sun An memutuskan untuk tidur kembali memeluk Qian Qi dari sisi yang lain. Tidak lama kemudian Qian Qi terbangun karena sesak napas. Ia terkejut melihat Sun Long dan Sun An menjepit tubuhnya hingga ia tidak bisa bergerak.
Qian Qi pun menggeliat berusaha melepaskan diri. Cukup sulit melepaskan diri dari pelukan Sun Long dan Sun An mereka berdua sangatlah kuat. Setelah berhasill melepaskan diri Qian Qi segera mencari air minum.
Hah… Huh… Hah… Huh… Hubby dan Sun An kuat sekali. Kalau dipeluk terus oleh mereka punggungku bisa copot. Gluggg… Qian Qi minum dengan rakus.
Sama seperti saat Bibi meyakinkanku untuk melahirkan Sun An. Mereka benar-benar memelukku dengan erat. Kali ini aku tidak akan berpaling dari kalian berdua.
Tapi entah mengapa perasaanku aneh sekali. Aku tidak merasa khawatir malah sebaiknya aku merasa tenang, mereka berdua pasti akan baik-baik saja.
Aku tidak boleh egois. Meski aku harus pergi jauh, saat libur nanti aku harus langsung pulang. Rasa sakit dipunggungku merupakan rasa khawatir mereka. Sudahlah sebentar lagi mereka bangun, aku harus segera masak.
Benar saja tidak lama kemudian Sun Long dan Sun An bangun. Tanpa basa-basi mereka langsung makan dengan lahap. Setelah makan Sun Long ingin mengajak Qian Qi berbicara untuk menjelaskan rencana yang telah ia susun.
Ternyata Sun An juga ingin mendengar rencana Ayahnya. Akhirnya Sun Long, Qian Qi dan Sun An duduk di ruang tamu. Sambil Qian Qi membereskan baju-baju yang akan ia bawa, Sun Long menjelaskan rencananya.
__ADS_1
Turnamen Kekaisaran Sun merupakan turnamen yang diadakan lima tahun sekali. Tepat tahun depan turnamen itu akan diselenggarakan. Qian Qi tidak punya banyak waktu untuk naik ke puncak sebagai perwakilan dari perguruannya.
Namun hal itu tidak membuat Sun Long khawatir karena pada dasarnya tingkat kultivasi Qian Qi bahkan sudah setara dengan para tetua perguruan. Qian Qi pasti bisa mendapatkan posisi perwakilan dengan mudah. Yang Sun Long khawatirkan adalah jika Qian Qi dapat menuju puncak dalam waktu yang terlalu cepat hal itu akan menimbulkan masalah baru.
Pasti akan ada banyak orang yang iri padanya dan mencoba berbuat jahat. Sun Long menyarankan menggunakan nama Pang Tong sebagai pegangan. Qian Qi bisa bilang bahwa dirinya adalah murid dari Alkemis Legendaris Pang Tong dengan begitu tidak akan ada yang berani macam-macam dengannya.
Qian Qi tidak setuju dengan rencana itu. Kalau menggunakan rencana itu ia akan menutup kemungkinan untuk murid-murid yang lain. Lagi pula rencana itu terlalu mencolok fokusnya akan terbagi karena harus menghadapi para penjilat kotor.
Sun Long tersenyum manis mendengar penolakan dari Qian Qi. Ia senang bukan main karena istrinya sudah jauh berkembang. Sun Long sebenarnya sudah tahu bahwa Qian Qi akan menolak jadi ia sudah membuat rencana cadangan.
Sun Long memiliki sebuah rencana yang lebih sulit namun lebih efisien. Qian Qi akan masuk sebagai murid normal. Karena usianya yang sudah lebih tua…
“Hubby…!”.
Karena Qian Qi yang sudah lebih dewasa. Ia akan masuk sebagai murid yang gagal dan sudah mencoba berkali-kali. Sun Long akan memberikan stok Pil Penyamar Aura untuk Qian Qi. Dengan begitu tidak akan ada orang yang tertarik padanya.
Qian Qi juga akan masuk ke dalam perguruan di bagian Selatan. Perguruan Pedang Bulan. Di perguruan itu terdapat divisi-divisi di dalamnya. Ada sebuah divisi yang jarang sekali orang mau masuk ke dalamnya. Yakni divisi Penari Bulan.
Divisi Penari Bulan kebanyakan di isi oleh para budak yang diperintahkan oleh tuannya untuk berlatih menjadi lebih menawan. Qian Qi dan Sun An terkejut mendengar permintaan Sun Long. Sun An bahkan tidak terima jika Ibunya harus masuk ke sana.
“Aku tidak setuju Ayah. Ibu sudah sempurna badannya bagus, sifatnya baik, wajahnya cantik. Masih kurang apa lagi?”.
“Kamu benar Sun An. Ibumu memang sudah sempurna. Kalau Ibumu bisa menari Ayah tidak akan sanggup untuk menghadapinya. Tapi bukan itu yang Ayah incar. Di divisi Penari Bulan ada seorang tetua. Beliau bisa dibilang nenek dari nenekmu”.
__ADS_1
“Yu Na… Aku setuju Hubby aku akan ke sana. Tidak aku harus ke sana apa pun yang terjadi”.
“Sweety…? Dari mana kamu tahu nama Ibu angkat dari Ibu”.
“Tentu saja dari mimpi Sweety. Dewi Yu Na sangat anggun dan menawan, meski dirinya adalah manusia biasa tapi beliau seperti seorang Dewi. Aku harus belajar darinya, sama seperti Ibumu”.
“Baiklah kalau begitu sudah diputuskan. Kamu akan pergi ke perguruan Pedang Bulan dan masuk divisi Penari Bulan. Tunggu Sweety… Baju yang itu jangan dibawa”. Pembicaraan terhenti. Pandangan Sun Long teralihkan oleh sebuah baju hanfu (baju tradisional china) yang berwarna hitam dengan motif ungu keemasan.
“Kenapa Hubby?”.
“Baju itu aku akan membawanya”.
“Hubby…?”.
“Mu… Mungkin aku tidak bisa tidur tanpa kehadiranmu di sisiku. Baju itu aku menyukainya saat kamu pakai. Aku ingin membawanya untuk teman tidur”.
“Hubby… Yaudah deh. Nih…”.Qian Qi memberikan bajunya kepada Sun Long. Sun An hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku ayahnya.
“Ja… Jangan sekarang dikasihnya. Ka… Kamu pakai dulu sebelum pergi. Setelah dipakai baru aku bawa”. Sun Long terlihat malu-malu.
“Dasar Hubby… Di sini ada Sun An bisa-bisanya kamu…”. Wajah Sun An berubah seketika menjadi jijik melihat kelakuan Ayahnya.
Hubby… Aku tidak tahu harus bagaimana menanggapinya. Masa Hubby mau baju kotor bekas pakai. Itukan kotor. Tapi… Aku tidak pernah melihat Hubby malu-malu seperti itu. Ia benar-benar menginginkannya. Sebagai hadiah perpisahan aku akan mengabulkan permintaannya. Qian Qi menaruh kembali baju hitamnya.
__ADS_1